ARAGA YANG ABADI

ARAGA YANG ABADI
BAB 69 | Kamu sungguh berani


__ADS_3

Pagi hari kelulusan, Sara yang ditemani oleh kedua orang tuanya serta beberapa keluarga dekat lainnya tampak bergembira setelah upacara kelulusan Sara. John juga menghadiri upacara tersebut namun tidak bermaksud mendekati Sara dan keluarganya.


“Kamu dimana John?” telepon Sara padanya penasaran


“Aku di depan gerbang kampus melihat upacaramu berjalan dengan baik. Kamu sangat bahagia bergembira bersama keluargamu” sahut John


“Kenapa kamu tidak masuk menemui keluargaku?” tanya Sara kecewa


“Untuk saat ini tidak dulu Sara, situasi masih belum baik untuk membuat masalah baru dimusuhi oleh keluargamu” sahut John dengan enteng


“Kami akan mengadakan pesta kelulusan di bar sebelah kampus, apakah kamu bisa ikut?” tanya Sara


“Maaf, aku harus mempersiapkan untuk pertemuan esok. Besok kita bisa bertemu lagi” sahut John


“Baiklah kalau begitu” jawab Sara dengan sediki kecewa.


John kemudian pergi meninggalkan kampus Sara untuk bertemu dengan Jiro. Tiba-tiba teleponnya berbunyi” Cindy”


“Halo Cindy” sapa John


“John kamu dimana?” tanya Cindy


“Aku baru saja pergi dari kampus kalian. Ada apa?” tanya John


“Sa..Sara telah ditangkap oleh orang” sahut Cindy


“Apa? Bagaimana bisa? Bukankah orang-orangku berada disana melindungi kalian” sahut John sambil berbalik ke kampus Cindy


“Aku tidak tahu apa yang terjadi, aku melihat beberapa orang terluka di tempat perjamuan Sara, tapi aku tidak melihat Sara. Orang-orang mengatakan bahwa Sara telah diculik oleh dua orang tak dikenal” kata Cindy dengan cepat gemetaran.


“Tunggu aku disana” sahut John sambil menutup teleponnya.


John segera berlari ke tempat teratas di dalam kampus itu untuk melihat sekelilingnya. Dia memasang indra pendengarannya meneliti setiap gerakan disekitar kampus Sara.


Tiba-tiba dia mendengar teriakan Sara yang sedang diseret oleh dua orang di dekat lapangan olahraga kampus.


John segera melompat menuju tempat tersebut. Ketika tiba disana dia melihat kedua orang itu tengah menyeret Sara bertemu dengan dua sosok wanita dikenalnya.


“Violet dan Milena, rupanya ini pekerjaan kalian” pikir John yang segera berlari mendekati mereka.

__ADS_1


Violet yang melihat John datang dengan kecepatan tinggi segera menghadangnya


“Maafkan aku John, kali ini aku melawanmu” sahut Violet.


“Aku tidak bisa memaafkanmu jika Sara terluka” sahut John


“Aku tidak ingin melukainya. Aku hanya ingin mengambil permata yang dimilikinya” sahut Violet kembali.


“Aku tidak mengijinkannya” teriak John kemudian memukul Violet dengan keras dan membuatnya terpental.


John segera meneruskan untuk menghajar dua orang yang menyeret Sara. Milena yang mencoba menghadang John tidak mampu menghentikannya dan dipukul jatuh hingga pingsan.


“Lepaskan tangan kalian dari wanitaku” teriak John membuat dua orang yang menyeret Sara ketakutan dan melepaskan Sara.


Violet yang melihat hal itu segera mengejar John dari belakang untuk menyerangnya.


Merasakan desiran serangan dari arah belakangnya, John lalu berbalik dan memukul Violet kembali. Kali ini membuat Violet pusing, kemudian merasakan lehernya telah dicengkeram oleh John dan meremasnya.


“John, hentikan. Jangan membunuh nona Violet” teriak Sara memohon padanya.


Violet mendengar teriakan Sara merasa terenyuh hatinya, sementara John yang menatap ke arahnya dengan marah.


“Violet, karena Sara memohon padaku. Aku tidak akan membunuhmu. Tapi aku akan menangkapmu” kata John lalu mencengkeram erat leher Violet membuatnya tidak sadarkan diri.


“Terima kasih John. Kamu telah menyelamatkanku lagi” kata Sara sambil memeluk John dan mencium bibirnya.


Hati John yang tadinya marah mulai dingin dan memeluk Sara dengan erat.


“Maafkan aku Sara, aku teledor tidak mengawasimu dengan baik” sahut John


“Tidak apa-apa. Asalkan ada kamu disisiku, aku sudah merasa aman” kata Sara sambil merebahkan kepalanya di dada John.


Setelah itu Cindy dan keluarga Sara sudah berdatangan menemui Sara dan John yang masih berpelukan. Keluarga Sara kemudian menghampiri mereka, lalu memeluk Sara.


Melihat keluarga sudah berdatangan, John mendekati Cindy “Terima kasih Cindy. Kamu dengan cepat menghubungiku. Jika terlambat sedikit saja, aku tidak tahu bagaimana nanti mengatakan pada kakeknya Sara”


Cindy menganggukkan kepalanya, hatinya telah merasa tenang melihat Sara telah kembali dengan baik. Kejadian ini membuatnya ketakutan dengan kelompok vampire seperti yang diceritakan oleh John sebelumnya.


“John, tolong lindungi kami” pintanya lirih dengan mata berkaca-kaca kemudian memeluk John.

__ADS_1


“Tenanglah. Aku akan melindungi kalian” sahut John membalas pelukan Cindy


“Esok datanglah ke pertemuan kami. Aku akan membantu kalian untuk bisa menjaga diri” sahut John.


“Baiklah. Kami akan datang kesana” sahut Cindy.


Karena kejadian ini, John tidak meninggalkan Sara dan Cindy. Pihak keluarga Sara ingin membatalkan acara pesta Sara di bar dekat kampus namun Sara menolaknya. Dia percaya dengan adanya John, dia merasa aman dan acara tersebut tidak akan mengalami gangguan.


Di dalam bar itu, Sara bersama keluarganya dan juga teman-temannya menikmati kelulusannya dengan minuman dan musik. Sementara John duduk disudut bar ditemani oleh Cindy.


Tiba-tiba Sara mengambil microphone sambil membawa minuman.


“Teman-teman dan keluargaku tercinta. Terima kasih telah meluangkan waktu untuk merayakan hari kelulusanku.” kata Sara menyambut tamunya sambil mengangkat minumannya.


“Ada satu hal yang ingin aku sampaikan. Aku ingin memperkenalkan John kekasihku dan juga calon suamiku” kata Sara selanjutnya sambil menunjuk pada John.


“Astaga!”


Semua orang berpaling melihat ke arah John. Cindy terkejut mendengar perkataan Sara yang tiba-tiba mengatakan hal itu di depan keluarga dan teman-temannya. Begitu juga John, dia tidak bisa berkata apa-apa dirinya diperkenalkan seperti itu didepan umum.


Tidak mungkin John menyangkalnya di depan keluarga dan teman-teman Sara yang tentunya akan melukai hatinya. Dia hanya bisa tersenyum sambil menatap pada Sara yang juga tersenyum padanya.


Sara kemudian mendatanginya lalu menariknya ke depan umum untuk memperlihatkan kekasihnya pada semua orang.


“Kamu sungguh berani langsung menyerangku di depan umum gadis kecil” bisik John pada Sara yang membuat Sara tersenyum genit padanya.


“Aku harus selangkah lebih dulu sebelum orang lain merebutmu. Sainganku tidak sedikit” sahut Sara sambil tertawa geli ditelinga John


Mendengar alasan itu membuat mata John berkedut, dia merasakan energi negatif mengalir dari beberapa orang di tempat itu.


Beberapa pasang mata memandangnya dengan kesal, marah dan merendahkannya. John tahu perkenalan Sara ini akan menyebabkan masalah lain di keluarga Sara dan juga diantara teman-temannya.


“Kamu ternyata lebih berani daripadaku” pikir Cindy yang kemudian mengangkat gelasnya ke arah Sara lalu meminumnya.


“Sara. Apa kamu sedang mabuk?” tiba-tiba seorang temannya bersuara.


“Benar, aku rasa kamu tidak sadar dengan apa yang kamu ucapkan” sahut yang lainnya.


“Kamu pasti telah dipengaruhi oleh orang itu” kata salah seorang kerabat keluarga Sara.

__ADS_1


Berbagai bisik-bisik dan kata-kata merendahkan dan tidak percaya keluar dari mulut orang-orang di bar itu membuat John sedikit pusing mendengarnya. Tapi Sara tidak peduli, kemudian dia mencium bibir John di depan mereka.


“John ini benar-benar kekasihku. Kami akan segera menikah” sahutnya dengan wajah memerah dan hati berbunga-bunga.


__ADS_2