
Melihat John menghadang jalur pelariannya, lelaki itu pun menyeringai kemudian dia melemparkan dua buah granat tangan ke arah John, yang membuat John menghindarinya, lalu lelaki itu memanfaatkan waktu itu dengan melarikan diri kembali.
Bum!
Granat tangan meledak, suaranya yang keras menggema di dalam hutan tersebut.
“Sial, kamu ternyata cukup lincah, tidak seperti vampire yang sebelumnya pernah kutemui” gumam John sambil terus mengejarnya.
Mendengar suara ledakan tersebut, kelima agen yang mengikuti John segera menyusul ke arah suara tersebut dan melihat John masih mengejar salah satu lelaki itu.
Dengan mempercepat gerakannya, John menghadang kembali lelaki itu, dia berusaha untuk mencari celah untuk kabur ke arah lain, namun John lebih cepat menghadangnya kembali.
Saat masih mencari celah, tiba-tiba kelima agen sudah mendekati mereka, lelaki itu pun tidak memiliki kesempatan lain selain menyerang John dengan membabi buta.
John hanya menghindari serangan tersebut, sebelum akhirnya dia berhasil melumpuhkannya dengan tamparan yang sangat keras.
Plak!
Tubuh lelaki tersebut terhempas ke tanah hingga tidak sadarkan diri bersamaan pula kelima agen tiba di tempat John.
“Lapor tuan, salah satu dari mereka berhasil kabur, yang satunya telah tewas kami bunuh karena melakukan perlawanan” kata salah seorang agennya.
“Ikat orang ini” perintah John, lalu mereka mengikatnya kemudian kembali ke dalam gua untuk beristirahat disana.
Tak berapa lama, lelaki itu pun siuman lalu menggertakkan giginya, “Bunuh aku” katanya.
“Aku butuh informasi darimu. Katakan mengapa kamu mencari kristal darah ini” tanya John
“Aku tidak akan memberitahumu meskipun kamu membunuhku” kata lelaki tersebut.
“Baiklah, aku memberikan kamu kesempatan lagi. Katakan apa tujuanmu mengambil kristal darah ini” tanya John mendekati lelaki itu sambil menggenggam pisau.
“Hehehe.. aku tidak akan pernah memberitahumu” sahutnya sambil terkekeh
“Jika itu menjadi pilihanmu saat ini, aku ingin tahu sebentar lagi apa pilihanmu” kata John tanpa basa-basi langsung menyayat leher, pergelangan tangan dan beberapa di tubuh lelaki tersebut yang langsung mengalirkan darahnya
“Aargh.. ka..kamu” teriak lelaki itu gugup
Lelaki itu tidak mati oleh sayatan-sayatan tersebut, tapi sebelum luka-lukanya sembuh, John sudah membubuhkan bubuk untuk anti pengentalan darah kemudian menabur garam dan bubuk bawang putih ke luka-luka tersebut.
__ADS_1
“Aku tahu kalian vampire dan tidak bisa mati oleh luka-luka seperti ini, namun aku punya banyak cara agar lukanya tidak bisa sembuh dengan cepat” kata John
Lelaki itu menggigil mendengar ketakutan mendengar kata John, rasa sakit dan perih menjalar di sekujur tubuhnya hingga menyengat kepalanya.
“Aku tanyakan sekali lagi, untuk apa kalian mengambil kristal darah ini” tanya John kembali.
“Aku tidak akan...” sahut lelaki itu, namun belum sempat dia menyelesaikan kalimatnya John sudah menikam dada lelaki itu dengan pisau. Pisau menembus dadanya yang hanya berjarak satu centimeter dari jantungnya.
“Ugh” lelaki tersebut semakin keras gemetaran
Kemudian John memberikan luka tersebut obat anti pengentalan, bubuk bawang putih campur garam yang membuat lelaki itu meraung kesakitan sambil berguling-guling.
“Tuan, sangat kejam terhadap para vampire” bisik agen tersebut kepada temannya melihat tindakan John dalam menyiksa vampire tersebut.
“Teman-teman, jika menghadapi vampire yang ganas seperti ini. Kita tidak boleh terlalu lemah, kita harus lebih kejam dari mereka” kata John sambil menatap dengan bengis kepada vampire itu
Vampire yang sudah mulai kehabisan darah itu kulitnya mulai mengkerut, wajahnya bertambah pucat dan nafasnya tersengal-sengal. Jika manusia biasa mengalami hal itu mungkin sudah mati sejak tadi.
“Baiklah, karena kamu masih tetap tidak mau menjawab. Aku akan memutuskan seluruh syaraf di badanmu kecuali syaraf untuk merasakan sakit. Kamu akan dalam kondisi tidak bisa mengontrol badanmu tapi otakmu masih bisa merasakan sakit” kata John sambil bersiap untuk kembali menyayat vampire tersebut.
“Tunggu, akan aku katakan” kata vampire itu tersengal-sengal yang menggigil dan sudah tidak tahan lagi dengan siksaan itu.
“Kristal darah adalah suplemen kami para vampire untuk bertahan dari tidak menghisap darah manusia” sahut vampire itu
“Lalu bagaimana kalian bisa keluar di siang hari?” tanya John kembali
“Efek dari meminum air campuran kristal darah ini adalah meningkatkan kekuatan dan kecepatan kami dan juga membuat kami kebal terhadap radiasi sinar matahari yang membakar tubuh kami” lanjutnya
Mendengarkan hal ini John tertegun, “Kalian rupanya sudah bermutasi menjadi lebih kuat dengan bantuan kristal darah ini” pikirnya
“Lanjutkan ceritamu” kata John
“Kristal darah ini hanya ditemukan di sekitar area sungai Amazon ini, ada beberapa tempat yang terdapat kristal darah seperti dalam gua ini” lanjut vampire itu
“Kami para penambang vampire bertugas untuk mengumpulkan bahan-bahan ini, kemudian mengirimkannya ke markas utama untuk diproduksi menghasilkan suplemen suntikan untuk kami”
“Apa rencana kalian selanjutnya” tanya John
“Kami sudah menghasilkan banyak suplemen ini dan sudah dikirimkan ke seluruh dunia untuk saudara-saudara kami, hehehe” lanjut vampire itu
__ADS_1
“Jadi kami bisa membaur dengan kalian manusia seperti biasa di siang hari”
“Dimana pusat produksi kalian. Antarkan kami kesana” perintah John
“Cih, Apa kamu yakin untuk datang ke markas kami yang dipenuhi oleh ratusan vampire? “ tanya vampire itu menyeringai
“Antarkan kami kesana” kata John
“Baiklah jika kamu ingin cepat mati, hehehe” kekeh vampire itu
John lalu pergi bersama kelima agennya mengikuti petunjuk dari vampire itu menuju ke sebuah tambang tua di dalam hutan belantara Amazon.
Saat tiba di sarang itu, John lalu membunuh vampire itu yang tidak percaya dirinya akan tetap dibunuh oleh John tanpa ampun.
“Kalian hubungi markas utama kita, untuk mengirimkan pasukan melalui udara segera kemari. Dalam tiga puluh menit aku akan masuk sendiri, kalian disini menunggu pasukan bantuan” perintah John
“Baik tuan” sahut salah satu agen yang kemudian menghubungi markas utama lalu memberikan lokasi mereka.
Setelah tiga puluh menit, John lalu keluar dari persembunyiannya lalu berjalan menuju tambang tua tersebut. Tampak dua orang penjaga di depan gua tambang terkejut melihat kedatangan John.
“Berhenti!” kata salah satu penjaga
“Kamu mau kemana?” lanjutnya
“Aku mendengar disini ada sarang vampire. Apakah benar?” tanya John acuh tanpa basa-basi
“Kamu cari mati” kata para penjaga sambil mengepung John.
Kedua penjaga vampire tersebut bergerak lebih lincah dari vampire biasanya, namun John dengan tenang melihat gerakan kedua vampire tersebut lalu bergerak ke arah salah satu penjaga dan memukulnya.
Plak!
Penjaga vampire itu terpental menabrak dinding gua lalu memuntahkan darah segar dari mulutnya.
“Kamu lapor ke markas. Aku menghadangnya” bisiknya pada teman satunya yang segera berlari ke dalam gua tambang.
John tidak mengejar yang kabur, dia justru menunggu apa yang akan muncul nantinya
Masih butuh dua puluh menit lagi pasukanku akan segera datang. Ini bagus untuk latihan mereka dalam peperangan langsung, pikir John
__ADS_1
“Baiklah, aku akan menunggu orang-orang kalian mendatangiku, jadi aku tidak perlu menghabiskan waktu banyak untuk memusnahkan kalian” kata John