
Halaman pertama buku mengisahkan dirinya seorang Jendral yang memiliki adik seorang istri Raja. Raja memiliki senjata pusaka berupa pisau yang berhiaskan lima permata. Dengan senjata pusaka itu Raja merasa tidak terkalahkan di dunia bahkan Dewapun mampu dibunuh olehnya dengan pisau itu. Rajapun menjadi sombong dan gila akan kekuasaan.
Hingga suatu saat seorang pendeta sakti berhasil membunuh sang Raja dan merebut senjata pusaka tersebut. Sang istri pun ikut bunuh diri mengikuti suaminya lalu menitipkan pada pendeta itu anak kembarnya untuk dirawat, Khaga dan Araga.
Jendral Shotala mendengar kabar adiknya telah meninggal kemudian berusaha mencari kedua keponakan kembarnya tersebut namun hingga akhir hayatnya tidak berhasil menemukannya. Sebelum meninggal dia merasa bersalah dan menyesali kepergiannya dari istana saat itu sehingga tidak bisa melindungi adik dan keponakannya.
Perjalanan keluarga Shotala berlanjut ditulis oleh anaknya, kemudian cucunya hingga akhirnya mereka menyerah untuk mencari keponakan kembarnya hingga suatu saat mereka mendengar bahwa ada saudara kembar yang abadi Khaga dan Araga, yang menjadi pahlawan dalam peperangan
Setiap peperangan, mereka tidak bisa mati terbunuh dan selalu memberikan kemenangan pada pihak mereka.
Keturunan Shotala yang mendengar berita itu lalu mencari informasi ke sumber berita itu untuk memastikan kedua pahlawan itu, namun tidak pernah menemukannya.
..........
Tubuh John bergetar membaca setiap tulisan pada buku itu, apakah mereka keluarganya. Dari tahun dan lokasi berita kejadian yang tercatat dalam buku itu sama dengan kejadian yang dialami oleh John bersama Khaga.
John lalu melanjutkan membaca buku itu pada bagian dimana salah satu keturunan Shotala mendengar tentang Sekte Panjang Umur. Kemudian mereka menyusup ke dalam Sekte itu untuk mencari informasi mengenai saudara kembar, apakah berhubungan dengannya.
Setelah beberapa tahun dalam penyusupan, diketahui bahwa Sekte itu menemukan sebuah buku yang ditulis oleh Sang Raja tentang pisau pusaka berhiaskan permata yang dapat membunuh keabadian. Sekte pun berhasil menemukan dua buah permata dari pisau tersebut.
Keturunan Shotala kemudian mengambil batu permata dan buku tersebut, namun diketahui oleh pimpinan mereka dan bertempur saat itu. Keturunan Shotala berhasil membawa salah satu permata yang berwarna ungu, kemudian pergi sejauh-jauhnya dari Sekte tersebut.
Mereka mengubah identitas nya menjadi Lemann, lalu menetap di wilayah Amerika Selatan hingga saat ini di wilayah Santa Cruz brasil.
Keluarga Lemann juga mencatat setiap berita dan informasi tentang Sekte itu, kejadian yang aneh tentang manusia abadi hingga pertempuran tentang keabadian. Walau sudah mengirimkan mata-mata untuk menyelidikinya, mereka belum juga menemukan hasil yang memuaskan.
__ADS_1
Hingga Luciana menemukan John secara tidak sengaja dalam pelelangan di Rusia.
Setelah membaca buku ini keseluruhan, John terharu dengan perjalanan keluarga Lemann yang mungkin adalah keturunan dari pamannya, dan juga kerabat John yang mencari dirinya dan saudaranya Khaga.
John menutup buku itu lalu meletakkannya diatas meja kemudian menarik nafas dalam untuk menenangkan dirinya dari informasi yang baru saja dia terima. Lalu Luciana telah kembali masuk ke ruangan itu dengan senyuman di wajahnya.
“Apakah tuan telah selesai membaca buku tersebut?” tanya Luciana
“Iya. Aku telah membaca semuanya” kata John dengan senyuman haru
“Apakah tuan yang dicari oleh leluhur kami? tanya Luciana yang juga terharu
“Aku belum tahu pasti, namun nama kami memang sama aku Araga dan saudara kembarku Khaga” sahut John
“Aku juga abadi bersama saudaraku Khaga dan kejadian yang diceritakan dalam buku memang benar apa yang kami alami dalam peperangan di masa lalu. Namun yang aku ingat masa kecilku adalah bersama seorang kakek yang merawat kami di sebuah tempat terpencil di Kanada” lanjut John
“Semua itu mungkin, aku akan menyelidikinya nanti di tempat kami dibesarkan. Apakah kakek juga meninggalkan tulisan seperti ini. Aku tidak pernah melihatnya. Apakah disembunyikan olehnya, aku pun tidak tahu.” sahut John kembali.
“Aku berharap tuan memang yang dicari oleh keluargaku demi ketenangan leluhur kami di alam sana.”
“Baiklah, mari kita makan dulu sambil meneruskan berbincang” ajak Luciana sambil mempersilahkan John ke ruang makan untuk bersantap.
Kemudian John bersama Luciana dan keluarganya bersantap di meja makan, lalu mereka bercerita tentang kisah masa lalu yang mereka sekeluarga alami dan diceritakan secara turun temurun oleh kakek dan orang tua mereka.
John terharu dengan kegigihan keluarga Lemann dalam mencari dirinya dan Khaga, walaupun dia belum memastikan bahwa dirinya lah yang mereka cari. Namun jauh di lubuk hati John menyadari kemungkinan besar dialah orang yang mereka cari
__ADS_1
Ayah seorang Raja pada masa itu?, pikir John. Apakah kakek yang membunuh ayah hingga ibu bunuh diri untuk menemani ayah.
Berbagai pikiran dan kemungkinan berkecamuk dalam bathin John, ada kemarahan, kesedihan, hingga penasaran untuk mencari informasi lebih lanjut.
Setelah selesai bersantap siang, John lalu berpamitan pada Luciana dan keluarga untuk mencari hotel.
“Mengapa kamu tidak tinggal disini saja tuan. Kami punya banyak kamar disini” tanya Luciana
“Iya John, kamu bisa tinggal di rumah ini selama berada di Brasil. Luci akan mengantarmu kemanapun tujuanmu selama disini” sahut ibu Luciana menimpali
“Terima kasih ibu, namun maaf, ada sesuatu hal yang harus aku urus selama di Brasil. Kemudian aku akan berangkat ke Peru selama beberapa hari” sahut John
John ingin mengunjungi lokasi ekspedisi new world di Peru, untuk melihat keadaan disana termasuk melihat Sara dan Cindy dalam pekerjaannya.
“Baiklah, kami tidak akan menahanmu jika begitu” sahut Ibu Luciana kembali.
“Kami akan selalu menerima kedatanganmu disini” lanjutnya
Luciana lalu mengantarkan kepergian John dengan mobil mencari hotel yang akan ditempati di Rio.
“John, aku berharap jika kamu adalah orang yang dicari oleh keluargaku. Bolehkah aku minta bantuan darimu?” tanya Luciana
“Apa yang bisa aku bantu Luci? tanya John
“Aku ingin mengajakmu mengunjungi makam keluarga kami, agar mereka tenang di alam sana bahwa kami telah menemukan dirimu” sahut Luciana.
__ADS_1
“Baiklah Luci, aku akan menemanimu menemui mereka” sahut John sambil tersenyum
Sungguh senang hati John jika mereka memang benar-benar kerabatnya selain Khaga.