ARAGA YANG ABADI

ARAGA YANG ABADI
BAB 42 | Salvation Plan


__ADS_3

John yang tiba di Amerika langsung dijemput oleh Jiro, kemudian mereka menuju rumah kediaman Jiro untuk membahas masalah di Inggris. Tampak disana sudah menunggu William dan Tom Smith.


“Jiro, kita sudah melakukan kontak fisik dengan Khaga secara tidak langsung oleh kejadian di Inggris. Ini membuat kesepakatan damai kami tidak berlaku lagi. Jadi persiapkan diri dan pasukan kita. Aktifkan rencana Salvation Plan.” kata John


“Baik tuan” sahut Jiro.


“Lakukan” lanjutnya memberikan perintah kepada William yang kemudian mengirimkan pesan internal terenskripsi kepada seluruh kantor Eternal Coorporation di dunia yang hanya bisa dibaca oleh anggota kelompok salvation John Araga.


Tom Smith yang mendengar rencana sudah dijalankan, tubuhnya bergetar lalu berdiri dengan tegas “Tom Smith, komandan wilayah Amerika siap melaksanakan tugas” John mengangguk padanya, kemudian dia pergi meninggalkan rumah Jiro menuju markas kelompok salvation wilayah Amerika.


“Ingat Jiro, lakukan persiapan sesuai rencana salvation.” sahut John kemudian.


Salvation Plan adalah rencana yang telah disiapkan oleh John bersama Jiro, yang terdiri dari tiga tingkatan yaitu tingkat pertama, persiapan dengan meningkatkan kewaspadaan awal terjadinya pertempuran, mengirimkan agen untuk menyelidiki markas lawan kemudian mengunci lokasi itu dalam pengawasan yang ketat.


Tingkat kedua adalah tingkat penyerangan, melakukan serangan serempak terhadap markas yang telah di kunci oleh mereka, termasuk pertempuran dengan lawan. Ini merupakan tingkatan pertempuran utama.


Tingkat ketiga adalah tingkat pemulihan, John mempersiapkan tim untuk melakukan pemulihan kehidupan manusia apabila pertempuran berlangsung dengan menghancurleburkan kehidupan manusia di seluruh dunia. Tim ini tidak melakukan pertempuran, yang terdiri dari anak-anak, wanita dan orang tua termasuk ilmuwan, dokter dan perawat serta beberapa agen pengamanan.


Jadi John benar-benar memikirkan secara matang pertarungan ini, jika tidak bisa dihindari maka hanya bisa bertarung maksimal untuk terakhir kalinya.


Jadi, Salvation plan tahap pertama sudah dilakukan, setiap kelompok agen eternal di seluruh dunia sudah diaktifkan untuk bergerak secara bersamaan dan memberikan data informasi lokasi dan kekuatan lawan kemudian menguncinya.


Di pihak lain, Hector yang menerima laporan bahwa salah satu sarang mereka di Inggris telah di hancurkan segera melaporkan pada atasannya Drake.


“Tuan Drake” kata Hector menelepon Drake yang saat ini berada di markas utama pasukan di China.


“Ada apa hector? tanya Drake


“Sarang Alexi di Norwich telah dimusnahkan” lanjut Hector dengan gugup


“Apa? Siapa yang telah melakukannya? Pasukan darimana?” teriak Drake sambil menggertakkan giginya.


“I..Ini, bukan pasukan tuan” sahut Hector tergagap


“Maksudmu?” tanya Drake kembali datar


“Menurut informasi yang dikumpulkan dari para sandera dan polisi. Sarang kita di serang oleh seseorang” jawab Hector dengan menggigil

__ADS_1


“Apa?” teriak Drake kembali “Apa sarang kita terlalu lemah? Atau orang itu terlalu kuat? Siapa orang itu?”


“Kami belum mendapatkan identitas orang tersebut, namun kecepatan dan kekuatannya dari cerita para saksi sangat luar biasa” lanjut Hector


Drake tertegun memikirkan hal ini “Apakah dia?”. Dalam hati Drake menggigil memikirkan jika orang itu yang melakukan pembantaian pada sarangnya.


“Kamu persiapkan seluruh pasukan untuk bersiaga. Tunggu perintah dariku. Aku akan menghadap tuan terlebih dahulu” kata Drake langsung menutup teleponnya.


Drake segera berangkat dari China menuju Rumania untuk langsung menghadap kepada Khaga.


Kediaman Khaga saat itu Violet sedang menghadap karena kejadian di Inggris, kemudian Drake muncul di ruangan itu langsung berlutut “Tuan”


“Ada apa Drake?” tanya Khaga dengan tatapan yang tajam ke arahnya.


“Tuan, sarang pasukan kita di Norwich Inggris telah dimusnahkan” kata Drake sambil berlutut.


“Apa yang terjadi?” tanya Khaga dengan mengernyitkan dahinya.


“Aku menugaskan para agen untuk mencuri permata dari berbagai kolektor di dunia, termasuk di Inggris. Tanpa di duga, seseorang mengejar kami dan memusnahkan sarang disana” sahut Drake sambil gemetar.


Khaga menggertakkan giginya “Hanya satu orang yang bisa melakukan itu. Dialah orangnya”


“Siap tuan” sahut Drake.


“Tunggu sebentar tuan” kata Violet menyela pembicaraan mereka


“Katakan” sahut Khaga untuk mendengarkan pendapat dari Violet.


“Tuan, pertempuran memang tidak bisa dihindari, namun kita belum memperoleh senjata pembunuh keabadian ini. Takutnya semua akan sia-sia kembali usaha kita selama ini” kata Violet mengingatkan Khaga.


“Drake, tolong kirimkan permata yang sudah kamu kumpulkan dari seluruh dunia padaku. Aku harap hasilnya setimpal dengan kehilangan sebuah sarang kita di Norwich” lanjut Violet


Khaga merenungkan kata-kata Violet “Katamu ada benarnya Violet.”


“Drake, kirimkan seluruh permata yang sudah berhasil kamu kumpulkan kesini. Biarkan aku dan Violet yang melihat. Semoga apa yang kamu lakukan ini setimpal dengan pengorbanan satu sarang.”


“Baik tuan, aku sudah membawanya kemari permata yang telah dikumpulkan.”

__ADS_1


Lalu Drake menepuk tangannya memanggil bawahannya. Tampak muncul dua orang tengah menggotong kotak besar dan menaruhnya di depan Khaga kemudian membukanya.


Khaga melihat sekilas tumpukan permata di dalam kotak tersebut, dia merasakan ada aura berwarna merah di tengah tumpukan permata tersebut. Lalu mengambil permata berwarna merah tersebut.


“Bagus, kita telah mendapatkan satu lagi permata. Tinggal tiga lagi” kata Khaga sambil tertawa.


“Tidak sia-sia. Tidak sia-sia.” lanjutnya


“Namun Drake, kendalikan anak buahmu agar tidak serakah” kata Khaga sambil memelototi Drake


“Baik tuan” sahut Drake sambil menundukkan kepalanya.


“Lakukan seperti ini, rampas semua permata dari para kolektor di seluruh dunia. Namun lakukan dengan rahasia dan tersembunyi, jangan serakah untuk membunuh manusia terlebih dulu agar tidak mengundang kehancuran sarangmu kembali”


“Violet, kamu juga gerak cepat untuk menemukan senjatanya dan permatanya dari ekspedisi itu” lanjut Khaga


“Berikutnya laporkan jika kalian menemukan berita yang bagus”


Khaga lalu memberikan permata merah itu pada Violet untuk dikumpulkan dengan permata biru yang sudah mereka miliki.


“Hahahaha.. tunggu sebentar lagi Araga, aku akan membebaskanmu dari penderitaan keabadian ini” teriak Khaga sambil berlalu pergi.


Drake pun kembali ke markasnya di China dan memerintahkan anak buahnya untuk tetap melanjutkan operasi perampasan permata dari seluruh kolektor dunia, namun dia dengan keras melarang anak buahnya melakukan tindakan terbuka membunuh manusia seperti kejadian di Inggris.


Violet lalu kembali ke Rusia untuk mempersiapkan kepindahan ekspedisi menuju Amerika Latin. Lalu dia menelepon John yang sedang berada di Amerika.


“Tuan Araga, memang benar orang kami yang telah mencuri permata dari kolektor yang ada di dunia. Kami telah menemukan satu permata lagi yang berwarna merah” kata Violet di telepon


“Jadi kalian sudah mendapatkan salah satu permata lagi” sahut John


Kejadian pencurian di kediaman Amelia adalah pekerjaan kalian, pikir John.


“Baiklah, aku tidak mempermasalahkan pencurian itu. Tapi aku tidak bisa mentolerir apabila mahluk haus darah kalian melakukan pembunuhan” kata John dengan mengancam.


“Tenang tuan Araga, tuan Khaga juga sudah memerintahkan agar mahluk itu tidak melewati batas dalam melakukan pencurian atau perampasan permata” sahut Violet


“Baiklah, aku akan mengembalikan permata biru kalian. Katakan dimana kita akan bertemu” tanya John

__ADS_1


“Minggu depan temui aku di Peru” kata Violet


“Baiklah, sampai ketemu disana” sahut John sambil menutup teleponnya


__ADS_2