ARAGA YANG ABADI

ARAGA YANG ABADI
BAB 24 | Ada orang mencarimu


__ADS_3

Keesokan hari, John tampak berkeliling kota Minsk mencari tempat biasanya para mantan tentara berkumpul. Akhirnya dia menemukan sebuah bar kecil yang memang dipenuhi oleh para mantan serta pensiunan angkatan militer dan kepolisian negara Minsk.


Saat memasuki bar, sorot mata sebagian besar orang di dalam bar mulai memandang ke arah John, disamping penampilannya sederhana John juga warga asing yang masuk ke dalam bar tersebut. John yang cuek pun duduk di depan bar lalu memesan minuman tanpa mempedulikan sekitarnya.


Tiba-tiba seorang pensiunan tentara tua mendekatinya “Hei anak muda, aku rasa disini bukan tempatmu” kata lelaki tua tersebut


John menolehnya lalu melihat sekelilingnya melihat mata orang-orang tua yang ada disana lalu bertanya “Kenapa?”


“Karena kamu masih muda. Ini adalah bar tempat orang-orang tua seperti kami. Hanya wanita muda yang boleh memasuki bar ini. Apakah kamu wanita?” tanya lelaki tua itu yang membuat orang-orang sekitarnya tertawa.


“Aku mungkin bahkan lebih tua dari kakekmu” sahut John dengan jujur.


Kata-kata jujur John malah dianggap lelucon oleh lelaki tua itu. Dia lalu mengangkat tangannya mencengkeram leher John. Namun John membalasnya dengan senyuman.


“Pak tua, aku tidak mau membuat keributan. Jika kamu mau melepaskan tanganmu. Aku tidak akan mempermasalahkan hal ini” kata John selanjutnya.


“Hahahaha.. dengan badanmu yang kecil seperti ini. Apa yang bisa kamu lakukan disini?” tanya lelaki tua itu sambil tertawa.


“Ini!” sahut John sambil membenturkan kepalanya ke kening lelaki tua itu, yang membuat lelaki itu terpental jatuh menabrak meja di belakangnya.


Tindakan John ini membuat para lelaki tua pensiunan tentara di dalam bar pada berdiri hendak menyerang, namun dihentikan oleh lelaki tua yang jatuh itu.


“Hahahaha.. sudah lama aku tidak bertemu dengan orang yang memiliki nyali sebesar kamu” kata lelaki itu selanjutnya.


Kemudian lelaki itu melayangkan tinjunya ke arah John, namun berhasil ditangkap olehnya. Lelaki tua itu berusaha menarik tangannya, namun pegangan John lebih keras dan kuat yang membuat lelaki itu mulai tampak meringis kesakitan.


Lalu John menarik tangannya sehingga wajah lelaki itu mendekat ke wajah John. “Pak tua, aku bisa membunuhmu dengan semudah menjentikkan jari jika kamu masih mau melanjutkannya” bisik John dengan wajah menyeringai yang membuat lelaki tua itu menggigil ketakutan.


Kemudian John melepaskan tangannya “Duduklah disini pak tua. Mari aku belikan minuman” lanjut John sambil tersenyum.


Lelaki tua itu pun duduk di sebelah John yang kemudian memesankannya minuman. John mengulurkan tangannya dan memperkenalkan dirinya “Aku John” katanya.

__ADS_1


Kemudian lelaki tua itu dengan malu-malu menjabat tangan John “Aku Vladimir” sahutnya.


“Mari kita minum bersama” kata John sambil mengangkat gelasnya bersulang dengan Vladimir tua itu.


Setelah bersulang, merekapun mulai mengakrabkan diri dengan berbincang. Vladimir tua pun menceritakan pengalamannya selama mengabdi sebagai tentara kepada John.


“Pak tua, apakah kamu pernah mendengar kata Dakota?” tanya John kemudian.


Mata pak tua itu berkedut, dia menghentikan minumnya lalu meletakkan gelasnya di atas meja “Kenapa kamu bertanya soal itu” bisiknya sambil melihat sekelilingnya yang membuat John mengerti bahwa Vladimir tua ini pasti tahu sesuatu.


“Kita tidak bisa berbicara disini. Berikan aku nomermu. Aku akan menghubungimu kembali” sahutnya.


John kemudian memberikan nomor teleponnya pada Vladimir tua. Setelah itu dia pun berpamitan dan meninggalkan bar tersebut. Namun John masih berada di sekitar bar tersebut, kemudian dia menajamkan indra pendengarannya.


Samar-samar terdengar suara Vladimir tua yang sedang memutar teleponnya berkata “Sergei, Ada orang yang mencarimu”


John mendengar jelas Vladimir tua tersebut menyebutkan nama Sergei, namun orang diseberang telepon hanya diam sesaat.


Beberapa saat setelah itu, John melihat Vladimir tua keluar dari bar tersebut kemudian dia berjalan menuju sebuah gereja yang terletak tak jauh dari bar tersebut. Vladimir tua tidak sadar kalau John mengikutinya pada jarak yang cukup jauh, namun masih bisa mendengar suara langkah kakinya.


Sesampainya di dalam gereja, Vladimir tua langsung menuju ke dalam kotak pengakuan dosa di gereja tersebut. Sementara di kotak sebelahnya masuk seseorang yang lalu berkata “Ceritakan” . Lalu Vladimir tua menceritakan kejadian tadi di bar dengan detail.


“Bagaimana ciri-cirinya John ini” tanya orang itu kembali


“Masih muda sekitar dua puluhan, agak kurus, kulitnya putih, mata biru, rambut panjang sebahu” jawab Vladimir tua.


“Baiklah. Hubungi dia. Ajak bertemu denganmu di kedai makanan di depan gereja ini” kata orang itu kembali.


“Baik” jawab Vladimir tua sambil keluar dari kotak itu, selanjutnya berdoa sebentar di dalam gereja lalu melangkah keluar gereja.


Diluar gereja agak jauh, John mendengar setiap detail dari percakapan ini.

__ADS_1


“Jadi kamu juga salah satu komplotan mereka pak tua” gumam John sambil menunggu telepon darinya.


Tak berselang lama, Vladimir tua pun menelepon John dan mengajaknya untuk bertemu di depan gereja itu di sebuah kedai makanan.


John tidak segera muncul, dia membiarkan Vladimir menunggu di kedai itu untuk menghindari kecurigaan. Tiga puluh menit kemudian, John melangkah masuk ke dalam kedai makanan itu, melihat Vladimir yang sudah duduk menantinya disana.


John tetap mempertajam indra pendengarannya. Dari dalam kedai, dia bisa mendengarkan sebuah senjata telah di kokang, bersiap untuk menembak.


Seorang lelaki setengah baya berada di sudut jendela bangunan di sebelah gereja, memperhatikan John melalui teleskop senjata sniper jarak jauh. Dia masih mengamati mereka berdua melalui teleskopnya.


“Benar itu dia” kata lelaki itu kemudian


“Percuma membunuhnya. Kamu bunuh orang yang dia ajak bicara” perintah seseorang melalui headset di telinga lelaki itu.


“Baik” jawab lelaki itu sambil menarik pelatuknya.


Dor!


Peluru menerjang keluar jendela menuju ke kepala Vladimir tua. John yang mendengar percakapan itu segera bergerak mendorong Vladimir hingga terjatuh. Sebuah gelas di belakang Vladimir pecah berantakan, namun kepala Vladimir bisa diselamatkan.


Segera John menoleh ke arah datangnya peluru, menatap tajam yang membuat lelaki yang melihat melalui teleskop menggigil. Lalu dia bergegas untuk kabur. John pun tidak tinggal diam dan segera berlari mengejarnya.


Kejar mengejar terjadi melalui beberapa rumah di sekitar tempat itu. Ketika lelaki itu hendak berbelok di sebuah jalan, tiba-tiba dia terjungkal oleh sebuah tangan yang membantingnya.


Lelaki itu pun berusaha bangkit namun dirinya sudah kembali diserang oleh orang itu yang kemudian memukulnya hingga pingsan. John yang berlari mengejar melihat seorang wanita cantik telah merobohkan lelaki tersebut. John kemudian mendekati wanita itu sambil mengatur nafasnya.


“Nona, terima kasih atas bantuannya” kata John yang di balas oleh seringai wanita itu yang kemudian menodongkan senjata pistolnya ke arah John.


“Jangan mendekat” kata wanita tersebut yang membuat John menghentikan langkahnya.


“Lelaki ini adalah buruan kami. Kami akan menangkapnya” sahutnya kembali yang membuat John tidak bisa melakukan apa-apa.

__ADS_1


__ADS_2