
" Nmo..... Flora tidak akan membiarkan ayah mengejarnya!!! " ucap Flora sembari mengikatkan beberapa akar tumbuhan dari dalam dirinya ke seluruh bagian dari ruangan yang mereka tempati agar ayahnya tidak mengejar Taka.
" Flora pun tidak akan membiarkan dia melakukan sesuatu yang bahkan Flora sendiri tidak boleh melakukannya!!! " lanjutnya sembari merengek
" Flora...." ucapnya sembari mengusap kepala Flora agar lebih menjadi lebih tenang
" Tidak.... Flora tidak akan membiarkan ayah!!!! " teriaknya sembari menenggelamkan kepalanya dalam pelukan yang semakin di eratkan
" Hmph... Flora.... meskipun sekeras apapun kamu berusaha menghentikan ayah~ kekuatan mu saat ini belum bisa mendekatikekuatan ayah.... " balasnya sembari menarik paksa tubuhnya yang terikat oleh akar akar itu
* Gbrraaaalssss duuuaarrrrssss duuuaarrrrssss.... * Sesaat setelah Anma berdiri, beberapa bagian dari ruangan mulai hancur ketika akar akar yang mengikatkan dirinya ke dalam dinding dari sisi ruangan itu dan membuat beberapa lubang dimensi ruang dan waktu
" Flora, ayah tahu kamu sedang kesal. Namun jika hal ini terus berlanjut, sosok paradoks mungkin akan segera muncul dan ayah mungkin akan kehilangan kamu lagi.... " ucapnya sembari memandang wajah dari Flora yang kini dihadapkan ke arah wajahnya.
* scrprekets.... * sebuah retakkan tiba tiba muncul diantara keduanya meskipun keduanya masih dalam posisi saling berpelukan
" Flora!!!" ucapnya kembali namun mengarahkan pandangannya ke bagian dari dimensi ruang yang masih berlubang
" Flora!!!! cepat lepaskan ikatanmu sekarang juga!!!! " bentak Anma sesaat setelah merasakan hawa yang membuatnya mengingat sosok paradoks
" Hzp... " Flora menarik ingusnya karena tersentak oleh bentakan ayahnya
" Hu~a~ !!!!!! Flora benci ayah!!!!!! " Flora yang menagis langsung mendorong tubuh Anma bersamaan dengan itu, akar akar yang mengikat dinding dimensi ruang pun ikut terdorong secara paksa dan menutup lubang lubang dimensi itu sesaat sebelum hawa keberadaan paradoks semakin kuat
" Flora!!!!! " Anma berteriak sembari mengarahkan tangan kanannya ke pintu masuk yang mana itu merupakan arah yang di tuju Flora
* Dhps.... * Anma memeluk Flora yang menabrak dirinya dengan keras setelah area ruang tempatnya berada kembali dia ubah
" Scrups..... Flora~ tenanglah sayang~ ayah minta maaf atas apa yang terjadi sebelumnya... " ucapnya sembari mengalirkan air matanya setelah memeluk dan mencium kening Flora karena takut atas ilusi yang pernah ditunjukan oleh sosok paradoks benar benar akan terjadi
"A--ayah!!!!! " Flora menangis dalam pelukan Anma dengan tubuh yang masih gemetar ketakutan
__ADS_1
" U~sh U~sh.... Flora~ anak ayah yang ayah sayangi~ tenangkanlah dirimu saat ini. Ayah tahu apa yang ayah lakukan tadi melukai hati kecilmu~ " ucap Anma sembari mengusap punggung Flora dan menenangkan dirinya sendiri
" Tapi, ayah harus melakukan hal seperti tadi... ag--agar kita bisa mencegah sosok paradoks itu~ " tambahnya sembari menatap Flora yang juga sama sama menatap wajahnya
* Dbrags.... * Seorang membanting pintu utama dan menghampiri keduanya
" Anma~!!! Tadi aku merasakan guncangan energi hebat di sini~ " ucap Quinn tanpa menyadari keduanya yang tengah menangis akan sesuatu
Quinn yang mengenal sosok Anma sedari awal pertemuannya, untuk pertama kalinya dia melihat sosok Anma menangis seperti itu dan mengeluarksn air matanya yang dia anggap telah mengering
" Quinn~ tolong aktifkan kemampuan itu untuk sesaat " ucap Anma dengan wajah yang berlinang air mata.
" Ba~iklah... " Jawab Quinn yang terkejut atas permintaan dari Anma
" In the name of time.... and the rules of elder arvana transfusions..." Quinn merapal sebuah mantra yang sangat penjang sembari memfokuskan diri agar tidak ada kesalahan dalam setiap rapalannya
"R-E-S-T'tims!!! " teriak Quinn sembari mengubah posisinya posisi bersiap seperti saat lomba lari
" Quinn~ apakah kamu mengingat ucapanku mengenai sosok paradoks? " ucap Anma setelah mengusap apr matanya dengan satu tangan dan tetap mengusap punggung Flora denga satu tangan yang lain
" E~mp.. iya~ " jawab Quinn sembari mengingat apa yang Anma ucapkan
" Dengan kombinasi kekuatan antara kekuatan milikku dengan milik Flora, sebuah retakkan dimensi... ah tidak bahkan sebuah lubang dari dimensi ruang telah terjadi beberapa saat lalu dan itulah asal dari guncangan energi yang hanya dapat dirasakan oleh entitas yang hampir mendekati sosok dewa maupun dewi seperti dirimu... " jelasnya dengan tetap melakukan hal yang sama sperti sebelumnya
" Eh ?! E~!!!!!!! " Quinn terkejut sesaat setelah Anma mengatakan apa yang tidak dia duga akan terjadi secepat itu.
" Ba---bagaimana mungkin itu terjadi!!!!! Ji---jika sosok paradoks seperti yang pernah kamu ceritakan sebelumnya itu~ itu berarti wujud dari kehancuran yang berpotensi ada dalam dirimu ak--akan bangkit dan benar benar menghancurkan seluruh unsur yang menompamg dunia ini!!!! " ucap Quinn yang terduduk lemas seakan tidak percaya
" Hu~a~!!!!!!! " Flora menangis lebih keras sesaat setelah mengetahui bahwa dalam diri ayahanya terdapat sesuatu yang sangat berbahaya
" Quinn~ apakah mungkin.... " ucap Anma melalui telepati
__ADS_1
" Se--sebenarnya aku tidak ingin mengatakan hal itu kepadamu. Namun yang kamu ucapkan itu adalah kebenarannya. " balas Quinn yang merasa ketakutan atas tatapan Anma yang ditujukan kepadanya
" Kalaubegitu~ " balasnya dengan menatap wajah Flora dan memberikan jarak diantara keduanya
" Lines.....dfartralllans...rudolf's road of dimandions.... " ucapnya merapal mantra sembari menempelkan keningnya ke dahi Flora yang sedang menangis
" Wah wah wah. tidak aku sangka, ayah benar benar datang kemari~ " ucap sesosok wanita yang serupa dengan Flora
" Jadi benar adanya bahwa serpihan dari lost memorial telah membawa kembali jiwamu yang sempat hilang itu. " balas Anma sembari menahan sebuah rasa yang bercampur
" Hehehe.... jadi~ ayah benar benar mengingat diriku~ akh... tidak... bukan ayah~ maksudku.... " balasnya sembari menahan diri untuk tidak memeluknya
" Flora!!!!! " teriaknya sesaat setelah jarak antara dirinya dengan sosok yang serupa dengan Flora berada dalam jangkauannya
" A--ayah!!!! " balasnya yang sempat memanggil nama asli ayahnya sebelum mengubahnya kembali menjadi panggilan ayah yang selama ini dia saelalu gunakan
" Kenapa kamu tidak segera mengambil alih tubuh itu~ " ucapnya sesaat setelah mempererat pelukannya
" Nmo~ ayah ini.... apakah ayah sudah lupa mengenai aturan dunia yang mana hanya mengijinkan satu jiwa pada satu tubuh....? seperti halnya saat ayah menciptakan para sosok yang ayah sebutkan sebagai sosok Re legium? " ucap Flora yang mendorong sosok Anma dan memberikan jarak diantara keduanya.
"Ja--jadi, kamu sudah bersamaku selama itu~? ta---tapi kenapa kamu tidak pernah menunjukkan wujudmu di saat itu? " ucapnya yang merasa kecewa
" Hehehe.... ayah ini~ bukankah sudah aku bilang bahwa satu jiwa sama dengan satu tubuh. Jadi diaaat ayah meminta sebuah tubuh yang mirip dengan tubuh Flora, secara tidak langsung sebuah jiwa atau yang ayah anggap sebagai serpihan ingatan akan ikut tertanam seperti tulang yang dilapisi daging atau proses kelahiran... " balsnya dengan senyuman
" ..... " Anma hanya terdiam sembari mencoba memahami perkataan dari sosok yang menyerupai Flora
" Dengan kata lain, jika ayah saat ini telah meminta kehidupan pada tubuh Flora sebanyak dua kali... " ucapnya menjelaskan
" Maka serpihan memori yang mewakili ingatan kami akan terlahir dalam satu tubuh Flora yang saat ini tengah bersedih dihadapan ayah... " sambung sosok lain yang sama sama berwujud seperti Flora
" Yang artinya~ saat ini dalam tubuh Flora yang sangat ayah sayangi saat ini, terdapat setidaknya tiga ingatan yang kelak akan menjadi satu ingatan inti sesaat sebelum sisa kehidupan dari kami menyatu menjadi satu jiwa dalam kesadaran miliknya. " lanjutnya dengan menunjukkan sosok lain yang serupa namun dengan tubuh yang jauh lebih muda.
__ADS_1
" A~ya~h!!!! " sosok Flora kecil terbang dengan cepat dan memeluk Anma dan bersamaan dengan hal itu, dirinya kembali ke ruang dimana hanya ada sosok Quinn, Flora yang sedang menangis dan dirinya yang masih memeluk Flora