
" Akh.... kepalaku.... " ucap sci disaat dirinya terbangun sembari memegangi kepalanya
" Aku mohon!!! hentikan!!!!" ucap seorang anak perempuan yang berada tidak jauh dari tempat sci berada
" Aku mohon!!!" ucapnya kembali sembari memohon pertolongan.
Sci yang sedari awal merupakan sosok putri dari seorang bangsawan iblis yang tidak sempurna mulai mengabaikan tempatnya berada saat ini.
Setelah bersusah payah untuk mencoba mempertahankan kesadarannya, Sci akhirnya bangkit sembari berusaha menolong anak perempuan yang memohon pertolongan karena di tindas oleh beberapa iblis sempurna.
* swums..... * sebuah tubuh tiba tiba terlempar jauh melewati tubuhnya dan menghantam seorang iblis carberus yang terkenal agresif disaat sci tengah mencoba mendekat
" Apa yang barusan terjadi?!" ucapnya sesaat sebelum mengalihkan pandangannya kembali ke arah anak perempuan itu
* Gr..... grams....... * Iblis Cerberus mulai menampakkan taringnya sebagai tanda bahwa dia siap menyerang
" Celaka!!!! " ucap seorang iblis sempurna yang rasnya nampak buram baginya .
* Gbrals..... Srasaaaps..... Houuu~ dbraghs.... * tidak menunggu waktu lama bagi para iblis tadi untuk saling memberikan serang fatal mereka.
Sosok iblis Cerberus adalah sosok yang pertama menyerang para iblis yang terlempar tadi dengan mengoyak salah satu dari ketiga iblis yang ada di sana dan dilanjutkan beberapa perlawanan dari iblis yang tersisa hingga hal mengerikan terjadi di depan mata dan tidak dapat diungkapkan dengan kata kata.
" Hmmm.... hmmm.... hmmm... " suara tangis dari anak perempuan itu terdengar kembali dan mengingatkan tujuan awalnya untuk menolong anak itu.
" sudahlah sudah.... saat ini kamu sudah baik baik saja " ucap seorang pria yang sedang menenangkan anak perempuan itu
" Ne... apakah kamu baik baik saja? " ucap Sci bersamaan dengan ucapan sosok pria yang cukup dekat dengan keduanya.
__ADS_1
Setelah beberapa kali mencoba untuk berbicara dengan mereka, dirinya pun memilih pergi dari tempat itu karena kedua sosok itu seakan-akan mengabaikan dirinya.
"Ano. Tuan, bolehkah Lilitiah mengetetahui nama tuan?" tanya anak perempuan itu pada pria yang menolongnya
"Saat ini, aku belum bisa mengatakan nama asli ku kepadamu. Tapi, suatu hari nanti ketika kamu sudah dewasa dan kuat, kita akan kembali bertemu." jawab pria itu sembari mengusap kepala dari anak perempuan itu.
Mendengar percakapan diantara keduanya, Sci yang saat itu hendak berjalan pergi mulai kembali ke tempat mereka berdua sembari mencoba melihat lebih jelas siapa kedua sosok itu
"Setelah Lilitiah dewasa? Lilitiah akan kembali bertemu dengan Tuan? Tapi kenapa? Apakah tuan akan pergi sekarang?" ucap anak perempuan itu sembari menahan sosok pria itu agar tidak pergi darinya
Sci yang berada dihadapan pria itu hanya melihat sebuah wajah yang datar tanpa adanya mata maupun mulut dan telinga
"Iya, saat ini tugasku sudah selesai. Jadi aku akan pergi. Dan disaat nanti kamu dewasa, jadilah lebih kuat dari sekarang. Agar aku bisa bertemu denganmu lagi." ucap pria itu sembari mengusap kepala dari anak perempuan itu sebelum menampakkan sebuah mulut yang tersenyum tepat ketika bersebelahan dengan sosok Sci.
" Sampai jumpa lagi, Lilitiah Mara Kunoichi " ucap pria itu dengan lirih sebelum menghilang dibelakang Sci.
Dengan mengingat apa yang dilihatnya, dirinya mencoba melihat kembali ke arah anak perempuan kecil itu dan berniat melakukan sesuatu terhadapnya.
Ketika dia sudah mempersiapkan keberaniannya untuk melihat sosok anak perempuan itu, lingkungan tempatnya berada saat ini berubah menjadi sebuah jalan raya yang tidak jauh dari tempat itu berada terdapat kerumunan iblis sedang melihat sesuatu dari balik jendela salah satu rumah yang nampak begitu bobrok
" Dimana ini....? dan anak itu....? " ucapnya yang terkejut setelah melihat apa yang dirinya lihat saat ini.
Sama seperti kejadian sebelumnya, dia kembali mendengar suara jeritan meminta pertolongan dan diantara para iblis yang ada di sana.
Sadar bahwa ada sesuatu yang tidak baik bagianya, dirinya berlari mendekat ke arah rumah itu sembari berharap bahwa rumah bobrok itu adalah rumah yang dahulunya sempat ibunya ceritakan saat dia masih remaja.
* Scriiiiings....... gbralssss..... * Sebuah cahaya yang membutakan mata muncul beberapa saat dari dalam rumah itu sebelum sebuah hentakan energi besar menghempaskan seluruh iblis yang ada di sana tanpa terkecuali para iblis yang berlalu lalang didekat tempatnya berada
__ADS_1
" Akh.... apa.... apa yang terjadi.... " teriak Sci yang hanya menatap sebuah kegelapan sesaat setelah ledakan energi tadi ikut menghempaskan dirinya
“ Syukurlah jika kampak itu memang bisa membantumu” sebuah suara terdengar tidak asing dari balik tubuhnya berada saat ini
“ Ano, tuan. Apakah sekarang aku lebih kuat ? “ balas dari seorang yang suarnya namapak mirip dengan suara dari ibunya
Sembari berusaha melihat apa yang ada disekitarnya dengan beberapa kali memejamkan kedua matanya, pada akhirnya dirinya melihat dua sosok yang mana salah satu sosoknya sangat mirip dengan ibunya yang berada dalam sebuah lukisan.
" Ibu~ " ucap Sci sembari berusaha memegang wajah dari sosok perempuan yang ada dihadapannya
“ ..... Kamu jauh lebih kuat dari terakhir kali kita bertemu” balas sosok pria yang berada cukup dekat dengan sosim ibunya.
“ Ano, tuan. Bisakah, aku mendengar nama tuan?” ucap sosok perempuan itu dengan wajah berharap
Dengan wajah yang sama seperti saat pertama dirinya melihat sosok pria berlengan satu itu, hatinya berdegup begitu kencang ketika dirinya pun berharap bisa mengetahui nama dari sosok pria yang pernah menolong ibunya
“ Belum. Belum saatnya kamu mendengarkan namaku. Karena ini belum saatnya.” jawab dari pria itu yang membuat harapan dari Sci hancur begitupun pada sosok perempuan yang ada di hadapannya.
“ Ta...tapi...tapi kenapa? Tuan? Kenapa masih belum boleh? Apakah karena aku belum memenuhi harapan dari tuan” ucap perempuan itu dengan menampakkan wajah kesalnya
" Kenapa?!!!! Kenapa kamu tidak memberitahukan namamu!!!! padahal, padahal kan ibu sudah menjadi lebih kuat dari sebelumnya!!!! kenapa?!!!! kenapa kamu seperti itu?!!!! " teriak Sci bersamaan dengan ucap kekesalan dari sosok perempuan yang ada dihadapannya
* Swups..... * tubuh dari Sci menembus tubuh dari pria yang ada disampingnya ketika dirinya hendak memegang tubuhnya
“ Terima kasih, karena kamu telah berhasil menjadi kuat. Selain itu juga diriku sangat senang melihatmu tumbuh dewasa dan menjadi seorang gadis nan mempesona. sekarang, aku sudah sampai di batas akhir pertemuan kita. Teruslah menjadi lebih kuat dari sekarang, sebab mulai dari saat ini~ aku tidak akan bisa lagi menyelamatkanmu.” ucap pria itu seolah mengucapkan salam perpisahan disaat Sci kembali ke atas bukit tempat kedua sosok itu berada
" Tidak!!!!! aku tidak ingin melihat akhir yang seperti ini!!!! Hey!!!! kembalilah!!!! aku!!!! aku!!!! ini bukan salahku kan!!!! aku mohon!!!! kembalilah dan temani ibu!!!!! agar ibu tidak tiada dengan cara seperti itu.... Hey!!!! tuan!!!! aku mohon!!!! kembalilah!!!!! He!!!! Tuan berlengan satu~!!!!! " teriak tangis dari Sci yang bersamaan dengan sosok perempuan itu yang terus mencari carinya di sekitar area bekas pertempuran tadi.
__ADS_1