
* Dbraks..... * Brotus jatuh dalam posisi terkejut setelah Anma menunjukkan perbedaan kekuatannya
" Tu----tuan..... " Hena menutup mulutnya yang terbuka disaat dirinya terkejut melihat apa yang ada di hadapannya sementara Laura hanya terdiam tanpa kata dengan wajah pucatnya
" Jadi... bagaimana pendapat kalian? " tambahnya sembari menatap ke seorang petualang tingkat A
* Ghsssss.... * Sosok petualang tingkat A yang semula terlihat normal tanpa luka mulai mengeluarkan busa dari mulutnya seakan terkena racun atau semacamnya
" Menjijikkan... " gumamnya sembari membiarkannya jatuh dalam posisi terlentang diatas lantai yang penuh dengan darah dari rekan rekannya yang tidak lagi bernyawa
" He~kh!!!! He~kh!!!! He~kh!!!! " Brotus mengeluarkan air matanya ketika melihat sosok Anma yang mengerikan tengah menatapnya seolah berniat melakukan hal yang sama seperti yang ia lakukan pada para petualang itu setelah mengingat kembali ucapannya yang tidak pantas
" Bro~ tus..... " ucap Anma sembari mencengkaram wajah brotus yang ketakutan itu dengan kekuatannya dan menariknya paksa untuk kembali duduk dihadapan dirinya.
" I--iya tu-tuan.... " balasnya dengan tubuh yang gemetaran
" Santailah sejenak kawanku... aku kemari bukan untuk melakukan hal tadi kepadamu setelah ucapan lancangmu tadi.... " ucapnya dengan menepuk kedua bahu Brotus.
" Seperti yang aku katakan sebelumnya, aku kemari untuk membicarakan hal hal terkait kelompok kecilmu dan beberapa kenalan dari Rob yang mungkin masih dalam persembunyiannya.... " tambahnya dengan menjelaskan maksud dan tujuannya seperti ucapannya sebelumnya
" Ja---jadi ini adalah bagian kepala dari tu--tuan Rob? " ucapnya mencari kepastian
" Yah... tentunya... coba lihat lah kembali... " balasnya setelah mengambil sebuah tengkorak dengan beberapa daging yang telah membusuk dan mengubahnya kembali agar menjadi sebuah kepala yang utuh
" Wra!!!!" Brotus kembali terjungkal disaat melihat kepala yang membusuk kembali ke wujud asalnya dan menampakkan wajah dari Rob
__ADS_1
" Lihat? aku tidak berbohong sama sekali kepadamu kan? dan akupun tidak ingin mengatakan hal yang sama kembali mengenai alasan yang aku ucapkan tadi. " lanjutnya sembari meminta Brotus agar kembali ke tempatnya berada
" La--lalu apa yang ingin tuan lakukan setelah tuan mengetahui mereka? apakah tuan berencana membinasakannya seperti hal yang tuan lakukan lada tuan Rob? " ucap brotus setelah menjelaskan seluruh kelompok dari Rob yang dia ketahui
" Bukankah sudah aku bilang bahwa dirinya tewas dalam sebuah kota yang diserbu sosok m... bagaiman aku menyebutkannya yah... mereka itu seperti manusia namun separuh tubuhnya memiliki tubuh layaknya monster. " balasnya sembari menyamarkan sosok demi human yang menyerang kota hingga hancur tak bersisa
" Apakah maksud tuan adalah para iblis? " ucap brotus setelah memikirkan sesuatu.
" Sepertinya begitu. Namun, aneh saja ketika melihat mereka sapat berbicara dengan normal seakan mereka adalah manusia.... " balasnya untuk memancing sebuah informasi
" Jadi memang benar bangsa ibis hina itu!! Memang sedari dahulu ras kami selalu berseteru dengan ras mereka. Namun dari sejarah yang pernah saya baca, dahulu kami sempat akan bersatu dengan bangsa iblis dan gagal akibat para iblis yang langsung membabi-buta perwakilan dari ras kami... dan pada akhirnya setelah kerajaan itu runtuh, kami kembali berperang melawan ras mereka seperti ribuan tahun sebelumnya. " balasnya sembari menjelaskan apa yang ia ketahui
" Para iblis memang kejam ya, b
" Itu benar tuan. Dari yang saya ketahui pun sesosok iblis wanita dengan sebuah kampak besar adalah soaok iblis yang terkuat diantara para iblis lainnya. Namun sekitar dua atau lima tahun lalu, sosok itu berhasil dibinasakan dan jasadnya tersimpan di sebuah ruangan di pusat kerajaan tanah ini.... " Jelas Brotus dengan akhiran tawa.
" Ahahaha.... iblis itu akhirnya binasa!! " tawanya dengan tetap menahan amarahnya setelah mendengar hal yang sempat ia ragukan
" Oh iya... mari kita beralih ke masalah yang berhubungan dengan uang... apakah kamu tertarik pada sesuatu yang bisa membuatmu menerima lebih banyak uang seperti sebelumnya? " ucapnya untuk mengalihkan amarahnya sembari mempersiapkan diri untuk melakukan sesuatu pada kerajaan yang telah merenggut nyawa dari sosok yang dia sayangi.
" Hm... mengenai itu... bagaimana bisa saya menolaknya tuan...lagi pula saat ini tuan Rob telah tiada. Maka dari itu, secara tidak langsung hanya tuan lah satu satunya orang yang pantas saya layani... " balasnya dengan nada yang menyenangkan hati setelah melihat adanya peluang untuk meraih banyak keuntungan
" Aku senang mendengar hal itu dari mu, kawanku. Tapi tentunya hal yang sama masih akan berlaku terkait informasi yang tidak boleh sampai bocor ke orang-orang yang telah kamu sebutkan tadi. Terlebih lagi, kematian dari sosok Rob mungkin akan di anggap kekosongan besar bagi mereka jika mengingat sosok Rob sendiri merupakan sosok yang di segani " lanjutnya memberikan peringatan
*glups.... * Brotus menelan ludahnya kembali setelah mengingat ucapan yang hampir sama seperti saat ini
__ADS_1
" Ahahaha... iya tuan... tentunya saya akan berhati hati mengenai hal penting seperti itu.. " balas Brotus dengan menggosokkan kedua telapak tangannya untuk menunjukkan kesiapannya mengenai apa yang Anma rencanakan
" Baiklah jika kamu sudah siap dengan akibatnya...." balasnya dengan senyuman sembari menatap ke luar dimana hari telah berganti
" Hanya itu saja yang ingin aku sampaikan padamu, Brotus. Selebihnya akan kota bicarakan di lain hari lagi. Lalu mengenai mereka, mungkin akan sangat mengganggu jika tidak ada pelanggan yang mau berkunjung setelah melihat hal seperti ini di aula utamamu... " lanjutnta sembari melihat ke arah tubuh petualang yang telah kehilangan nyawanya.
* Sbrash.... * Anma melelehkan tubuh mereka menggunakan api berwarna hijau yang tidak lama setelahnya tubuh mereka menghilang dari atas lantai kayu yang kini menjadi bersih kembali
" Ano... tuan.... " ucap Brotus ingin menyampaikan sesuatu kepada Anma sebelum dirinya pergi
" Kamu tidak perlu cemas atas apa yang terjadi dan akan lebih baik jika kamu. Mengganggap bahwa kematian mereka itu tidak pernah terjadi atau menganggap mereka tidak pernah ada sama sekali. " ucapnya sesaat sebelum meminta Laura dan Hena yang masih dalam kondisi kaku
* stikp * Anma menjentikan jarinya untuk membatalkan efek kaku yang di alami keduannya
" A!!!!!! " keduanya menjerit bersamaan setelah lembali tersadar dan bisa menggerakan tubuh mereka
" Sudah dahulu ya, Brotus.... " tambahnya sembari menggndong tubuh Hena dan Laura dengan sihirnya
" Akh... iya... sampai jumpa tuan.... " balasnya sebelum Anma menghilang
* Drurrururubks.... * beberapa pelayan yang masih tersisa dalam bar itu ambruk tidak lama setelah brotus membuka pintu untuk bersiap membuka bar nya.
" Akh... ya ampun... berurusan dengan sosok itu sangat membuat ku tersiksa. " ucapnya sambil melihat beberapa pelayan yang nampak lemas tanpa tenaga
" Aku mungkin akan menutup bar ini untuk sementara waktu selagi mereka masih dalam kondisi seperti ini... " tambahnya setelah menutup kembali pintu dari ruang para pelayan
__ADS_1