
Malam itu dirinya duduk di ujung tebing dari sebuah pulau melayang, tempat berdirinya sebuah paviliun yang dirinya bangun sebagai tanda penghormatan bagi para Re legiun yang gugur dalam perang besar yang disebut sebagai " Ragnarok "
" Altar peristirahatan jiwa, atau dikenal sebagai Heraquilem of Antares.... " gumamnya setelah mengusap salah satu patung yang berbentuk sebuah demi dengan ras cimaira
* Swuuups..... * seorang anak perempuan nampak terbang dan mendarat tidak jauh dari tempatnya berada
Anak perempuan itu memiliki rambut yang pirang dengan setiap ujung dari rambut itu berwarna merah muda.
Dengan sebuah baju putih dengan garis kuning dan biru di beberapa bagian jahitannya, anak perempuan itu nampak begitu manis dan menggemaskan
" Ayah!!!!! kenapa ayah masih disini?!! " ucap anak itu dengan nada yang menggemaskan
" Gabriella?!! sedang apa kamu di sini? " balasnya sembari menyambut anak perempuan itu dengan membuka kedua tangannya
" Hehehehe..... aku kemari untuk mengingatkan ayah, agar ayah tidak larit dalam kesedihan seperti yang ibu katakan " balas Gabriella dengan memeluk ayahnya
" Baiklah, baik... ayah akan pergi ke bawah setelah mengucapkan salam perpisahan kepada mereka " ucapnya setelah menggendong sosok Gabriella kepangkuan tangannya
" Nmo... ayolah ayah.... sekarang sudah waktunya.... para Guardian dan Legium sudah menunggu ayah terlalu lama.... " balasnya sembari menarik tangan dari ayahnya dan memaksanya ikut dengan dorongan dari dua pasang sayap yang berwarna putih kebiruan
" Hehehe.... iya, iya.. ayah akan kesana sekarang.... " ucapnya setelah melepaskan tawanya senangnya ketika melihat wajah tembam dari Gabriella tengah merajuk dan berusaha menarik tubuhnya untuk pergi dari tempat itu
* swuuups.... dhpts.... * Dirinya menarik palsa tubuh Gabriella ke pelukannya agar tubuh kecillnya tidak terhempas jauh ketika sayap yang ada dalam tubuhnya dikeluarkan
* Gbruuuuumssshhh.... * hentakan energi dari beberapa pasang sayap membuat altar yang penuh dengan debu dan dedaunan kering menjadi bersih tanpa noda
" Nmo.... ayah!!!!! " Ucap Gabriella yang kesal karena gentakan energi dari tubuh ayahnya membuatnya gemetar ketakutan
" Maafkan ayah ya.... hehehe... " ucapnya sembari mengusap gemas pipi dari Gabriella dengan pipi miliknya
" Ayah.... Termia kasih sudah datang dan menemui kami... " ucap Flora yang kini telah menjadi sosok yang dewasa
" Wah... Flora... senang bisa melihatmu kembali di sini. " balasnya sembari menjaga jarak dengan sosok Flora
__ADS_1
" Ayah..... " ucap Flora dengan nada yang rendah
" Gabriella, untuk sekarang kembalilah ke tempat mereka dahulu ya... karena ayah akan melakukan sesuatu... " bisiknya setelah menurunkan Gabriella di hadapan seluruh ras yang berkumpul
" Ibu.... " teriaknya senang sembari memeluk sosok Flora yang jaraknya tidak terlalu jauh dari sosok dirinya
* Hm~ph..... * hembusan nafas panjang dari dirinya setelah melihat ke arah seluruh ras yang telah bersatu
* Swings..... * dirinya mengeluarkan tongkat yang biasa dibawa olehnya setelah menatap tajam ke arah sosok Flora dan seorang pria yang kini menjadi sosok pendamping hidupnya
" Ayah.... aku mohon... jangan pergi seperti dan mengabaikan kami seperti tahun tahun sebelumnya.... " ucap Flora melalui telepati dengan menampakkan wajah yang menahan kesedihannya
" Untuk kalih ini saja, ayah... aku mohon.... " tambahnya sembari menggerakkan mulutnya tanpa ada suara yang terucap dalam keheningan diantara keduanya
* Stings..... * air mata dari Flora mengalir sesaat setelah dirinya melihat sosok ayah yang berniat untuk kembali menghilang di hadapannya dengan cara yang sama seperti sebelumnya
" Untuk kalih ini saja, ayah akan memenuhi keinginanmu... jadi, bukalah matamu dan lihatlah sekeliling " ucapnya sembari mengusap air mata dari Flora sebelum air mata itu jatuh dari wajah cantiknya
" Ayah..... " sembari melihat secara perlahan wajah dari sosok ayahnya, dirinya pun mendengar beberapa dentuman keras disertai bunga api yang mulai menghiasi langit sore kala itu
" Ayah!!!!! Flora sangat merindukan ayah!!! " teriak tangis dari sosok Flora yang terus mempererat tubuh ayahnya
" Sudahlah sudah, kamu tidak perlu membahas hal yang telah lalu..... dan sekarang hiaslah wajah cantikmu dengan senyuman manis seperti sosok Flora yang dahulu... hehehe.... " balasnya setelah menatap wajah Flora dengan senyum senangnya yang sempat menghilang
" Baiklah ayah.... " ucap Flora setelah melepaskan tangan ayahnya yang berada di kedua pipinya dan membuat senyum bahagia di wajah cantiknya
" Show.... time!!!!! " teriaknya senang sembari menghantamkan tongkatnya ke permukaan tanah dengan sangat keras
* Gbralsss.... * tanah yang dipijak seluruh ras mulai retak dan membelah diri secara perlahan
* Swungs.... suwungs.... swungs.... swungs.... guars..... gbyars.... gbyars....* beberapa lusin misil pemusnah mulai melesat dan memenuhi langit kala itu dengan berbagai ledakan bunga api yang menyenangkan hati
* Gragagagagagagh...... * sebuah panggung megah mulai muncul dari dalam darat dan lautan bersamaan dengan terbelahnya daratan itu
__ADS_1
Dengan beberapa Legium yang mulai menyanyi dan menari di atas panggung yang masih membenahi diri secara perlahan, beberapa ras nampak terlihat sangat senang dikala mereka sempat ikut terbang karena terbawa beberapa lapisan tanah yang sedang menyatu dengan panggung besar nan megah itu
Misil milis yang dahulunya berisi sihir pemusnah kini berisikan sihir api tingkat rendah agar bisa membuat bunga api di angkasa
" Selamat atas pergantian tahun kalih ini, ya Flora.... " ucapnya dalam hati sembari melihat sosok Flora bermain dengan keluarga kecilnya
" Ne... ayah... ayah pun juga harus menikmati pesa kalih ini.... " ucap sosok Ela yang memeluk tubuhnya dari belakang
" Azela... dan Azura.... " ucapnya memanggil dua sosok yang hampir serupa namun dengan gender yang berbeda
" Akh... anak anakku sekarang sudah besar dan hendak menyanai kakak tertuanya ya... " tambahnya sembari mengusap kedua sosok yang ada di hadapannya
" Iya ayah.... kami sudah berubah sejak terakhir kali kita bertemu... " balas Ela dengan membelaikan wajahnya ke tangan dari ayahnya
" Selain itupun kami juga telah berhasil mendapatkan peringkat yang sama seperti ka Flora di akademi yang ayah ciptakan... " lanjut dari Azura yang justru memeluk erat tubuh ayahnya dengan erat
" Ayah.... kami bersyukur bahwa ayah telah menjaga dan merawat kami dengan baik setelah kepergian ibu waktu itu..... kami berdua sadar bahwa kami hanyalah anak angkat dari manusia biasa dan sebagai rasa terima kasih dari kami pun, ayah mungkin akan merawat beberapa cucu yang mungkin akan mengingatkan ayah kepada kami beruda.... " balas dari Azela dan Azyra secara bergantian setelah mengenalkan sosok yang akan menjadi pendamping mereka
" Wah wah... tidak ayah sangka bahwa kalian akan bertemu dengan pasangan kalian secepat ini.... " ucap senang darinya sembari mencurahkan isi hatinya kepada mereka yang kelak akan hidup bersama
" Ne ne... paman dan bibi Azel.... ayo main bersama " ucap Gabriella disaat mereka berdua tengah berbicara dengan sosok yang mereka anggap sebagai ayah mereka
" Hmph..... Ne.... Armageddon.... pada akhirnya seperti inilah jalan yang aku pilih setelah kehancuran yang kamu sebut sebagai Ragnarok itu berhasil dilalui dengan semua usaha yang aku kerjakan sendiri.... " ucapnya sembari menatap bayangannya dalam ombak yang menyapu garis pantai kala itu
" Sembari menikmati sisa hidupku yang diberikan oleh sosok bernama Fortune dahulu~ aku harap kedamaian ini akan tetap ada bahkan setelah diriku tiada.... " tambahnya sembari tersenyum sebelum akhirnya jatuh dalam keheningan di malam yang penuh kesenangan itu
* swusuuups... stups.... * sebuah jam pasir yang selama ini dirinya pegang telah menampakkan salah satu sisi yang kosong sebagai tanda berakhirnya sebuah batasan dari waktu yang selama ini dirinya khawatirkan
_______________
hanya sebuah harapan untuk bisa terus menuangkan karya hingga sampai pada bab ending yang sesungguhnya~
tetap nantikan karya selanjutnya dan jangan bosan untuk menanti update-an selanjutnya
__ADS_1
_____________
Selamat tahun baru dan semoga apa yang kita inginkan bisa terwujud di tahun tahun selanjutnya 😄