
" Oh iya, kalian juga aku beri kebebasan sama seperti Crsi. Jadi jika tugas utama kalian telah selesai, kalian boleh melakukan apa yang kalian mau dengan batasan yang telah Quinn jelaskan waktu itu. Jadi, nikmatilah waktu kalian " Jelas Anma sembari tersenyum ke arah para iron maiden.
" Satu hal lagi, " Anma menarik sesuatu dari item box miliknya.
" Ini adalah uang untuk kalian. Pakai uang ini untuk keperluan pribadi kalian. Baik itu baju, asesoris atau benda benda yang kalian inginkan untuk menghias diri maupun menghiasi kamar kalian sendiri." Anma memberikan sekantung uang dengan jumlah sama ke pada masing masing iron maiden.
" Ah.... Te...terima kasih tuan. Tapi... Tapi ini terlalu banyak untuk kami. " Kata Hena setelah melihat isi dari kantung yang Anma berikan.
" Tidak... Dari yang aku hitung, itu adalah uang yang cukup untuk kalian berbelanja. " Jelas Anma
" Tap.... Tapi... " Hena bersikikuh
" Tak apa, anggap saja itu hadiah untuk kalian. Dan sebelum aku melupakannya, nanti malam akan ada pesta untuk merayakan rumah baru sekaligus sebagai tanda untuk menyambut kalian sebagai bagian dari keluarga. Jadi, belilah gaun atau apapun yang terlihat cocok untuk kalian. Dan dengan uang yang aku berikan, aku yakin, kalian akan menemukan pakaian yang cocok tanpa memperdulikan harganya. Jadi, mulailah bersiap " Anma mengusap kepala Hena sembari tersenyum pada para iron maiden.
" A... Ano... Tu...tuan... Ap.. Apakah orang orang di kota akan berhenti mengabaikan kami ? " Tanya Airi dengan perasaan takutnya.
" Ah... Benar. Karena armor yang kalian pakai memiliki efek tabu phantom, kalian hanya perlu melepas sarung tangan dari bagian armor yang kalian pakai. " Jawab Anma
" Penjelasan lain akan aku jelaskan esok atau waktu yang luang. " Tambah Anma.
" Ba... Baik tu..tuan " Para iron maiden menjawab bersamaan
" Nah sekarang, nikmatilah waktu bebas kalian " Anma mengusap kepala Airi dan menteleport para iron maiden ke depan mansion.
Area depan mansion yang semula tak terawat, kini telah di tumbuh rumput yang telah terpotong. Beberapa dahan dan semak yang merambat di dinding, kini telah bersih dan di gantikan dengan hamparan dari bermacam bunga. Retakan dan lubang lubang yang berada di tembok pun telah hilang dari tempatnya berada. Dengan warna dasar mansion yang kembali baru, kesan mengerikan dari mansion itu, kini berubah menjadi sebuah mansion impian.
" Aku akan pergi untuk menyebarkan undangan pada beberapa orang di sekitar sini. Jadi aku harap kalian akan kembali sekitar sore nanti. Untuk kamar kalian, kalian bebas menentukannya sendiri. Jadi, hati hati di jalan dan nikmati kebebasan kalian " Jelas Anma sebelum kembali menghilang.
" I... Ini benar mansion yang tadi? "
" Iya, itu benar. Ini adalah mansion yang tadi " Crsi menyahut
" Eh... Bukankah kamu tadi menghilang ? " Tanya Hena pada Crsi.
" Iya, itu benar. Tapi karena tugas untama ku adalah melindungi kalian. maka dari itu, aku di kembalikan untuk menjaga dan mengawasi kalian " Jelas Anma
" Tenang saja, aku tidak akan mengekang kalian. Jadi... Mari berbelanja " Ajak Crsi pada para iron maiden.
Para iron maiden pun mulai menjelajahi kota Riz untuk membeli pakaian yang mereka inginkan.
Di sisi Anma mulai menyebarkan undangan untuk perayaan rumah barunya. Ia berpindah dari mansion menuju rumah penginapan Brotus dan dilanjutkan menemui Shofia di guild petualang.
" Hyupm...... Hu....h..... " Anma menarik nafas dalam untuk memberanikan dirinya bertemu kembali dengan Shofia.
__ADS_1
Tidak lama setelah dirinya merasa sudah siap, ia mulai berjalan masuk menuju guild petualang.
" Sudah aku bilang jangan masuk ke ruang ovl. " Shofia memarahi salah satu pelayan guild.
" Tap.... Tapi, aku tidak pernah masuk ke sana selama ini..... " Jawab pelayan yang di marahi Shofia.
" Masih mengelak? " Shfia mencoba menampar pelayan guild itu.
* dapt.... * Anma memegang tangan Shofi yang siap melayangkan tamparannya.
" Jangan halangi aku, Susan. " Shofia mengira bahwa Anma adalah susan.
" Tenangkanlah dirimu, Shofi. " Anma menarik tangan Shofia untuk menghadapkan tubuhnya ke arah tubuh Anma.
" L----Loran.... " Shofia terkejut.
" M---m~ Maafkan aku karena memperlihatkan sisi burukku di hadapanmu " Shofia menundukkan kepalanya.
" Yah, aku akan menganggapnya tidak pernah terjadi. " Jawab Anma sembari mengusap kepala Shofia.
" Te...terima kasih. " Seorang berkata lirih.
" Ah... Iya. Ini, aku mengundangmu untuk datang ke rumah baru ku " Anma tersenyum sambil memberikan sebuah amplop.
" Wah.... Senangnya. Terima kasih telah mengundangku. " Shofia memeluk amplop itu dan melupakan amarahnya.
" Dan untukmu, aku harap kamu segera berhenti dari sini dan mencari pekerjaan yang lain " Kata Anma pada pelayan guild yang masih melindungi kepalanya.
" Laura, aku tunggu kamu di pintu depan mansion tengah malam nanti. " Anma menggunakan telepati sebelum dirinya pergi.
" Ano... Loran? Apakah kamu hanya berniat datang dan memberikan undangan ini untuk ku? " Shofi mencegah Anma pergi.
" Iya. Aku hanya berniat datang dan memberikan undangan itu saja " Jawab Anma sembari memegang tangan Shofi.
" Ah..... Senangnya.... " Kata Shofi dalam hati.
" Karena masih ada undangan lain yang harus aku berikan " Tambah Anma.
"..... " Kebahagiaan Shofi langsung hilang sesaat.
" Bo...bolehkah aku membantumu? " Tanya Shofi dengan menahan amarahnya.
" Ya, tentu saja boleh. " Jawaban Anma membuat Shofi kembali ceria.
__ADS_1
" Tolong berikan ini pada Tia " Anma memberikan sebuah amplop lainnya.
" He....h? Tia.....? Siapa itu...? " Shofi terkejut.
" Hehehe.... Kamu ini, tentu saja salah seorang penduduk di kota ini. " Jawab Anma.
" Dia adalah orang yang membawaku ke kota ini karena aku sempat tersesat di dalam hutan " Tambah Anma.
" Hehehe..... Kamu bisa saja " Shofi tertawa mendengar jawaban Anma.
" Siapa dia ini....? Dari namanya sudah terdengar seperti nama wanita. Apa mungkin dia orang yang istimewa untuk Loran? Sampai sampai Loran mengundangnya datang? " Shofi berkata dalam hati.
" Sudah dulu ya, Shofi. Aku akan kembali ke rumah untuk mempersiapkan pesta nanti malam " Anma berpamitan pada Shofi yang masih menatap ke arah amplop itu.
" Eh...? Loran... Tunggu.... !! " Shofi mengejar Anma yang ada di pintu depan guild.
" Loran!!!! " Shofi berteriak sembari membuka pintu guild.
"..... " Sebuah keheningan tiba tiba terasa di depan gedung guild petualang
Sesaat setelah Shofi berteriak, Anma sudah tidak berada di depan pintu itu.
Sebuah teriakan dan suara pintu yang terbanti begitu keras dari gedung guild membuat orang orang yang berlalu lalang terhenti dan spontan melihat ke arah Shofi.
" Eh....?! " Shofi yang terdiam beberapa saat setelah membuka pintu guild, langsung menutup kembali pintu itu dari dalam.
" Ayah.... Kenapa ayah melakukan itu pada Shofi? Pasti dia sangat malu atas kejadian tadi " Tanya Flora pada Anma yang bersembunyi di balik bayangan.
" Tak apa Flora. Ayah hanya tidak ingin Shofi mengetahui kekuatan Ayah. " Jawab Anma sembari melihat area di sekitarnya.
" Tapi, kenapa ayah menggunakan teleportasi ayah pada para iron maiden? " Tanya Flora kembali.
" Bukankah alasan bahwa mereka adalah keluarga baru kita itu sudah cukup? " Jawab Anma sembari mengusap dadanya.
" Iya, ayah. Alasan itu cukup masuk di akal. Hehehe.... " Sahut Flora.
" Ano, sekarang kita mau kemana ayah? Apakah kita akan pulang? " Tambah Flora.
" Tidak, kita harus bertemu Rob dahulu. " Jawab Anma sembari melakukan teleportasi.
" Tapi kenapa kita harus mengundang seorang yang bahkan tidak kita kenal? " Tanya Flora kembali
" Yah, akan terasa aneh jika Brotus datang sementara Rob tidak " Jawab Anma sambil melihat area di sekitar setelah teleportasi.
__ADS_1
" Terlebih lagi, berkatnya kita bisa menemukan beberapa keluarga baru. " Tambah Anma.
* Swup.... Swup.... Swup.... Swup... * sebuah hujan anak panah menghuiani tempat Anma berada