Armageddon Maker 2nd Family

Armageddon Maker 2nd Family
Hal rutin bagi mereka


__ADS_3

* swusp..... dham!!!!! * Hunusan tombak dari Fara menghantam perisai dari Lena dengan sangat keras


" He~ pertahanan yang bagus... " ucapnya memuji


" Tetapi kamu harus memikirkan cara lain lagi ketika berhadapan denganku " lanjutnya setelah back flip yang dilanjutkan dengan hantaman kakinya yang ditujukan untuk menggoyahkan pertahanan Lenastia.


" Tidak akan semudah itu kaka... " ucapnya sebelum melompat ke udara sembari berniat menghantankan perisai kerasnya ke arah tubuh Fara yang ada di bawahnya.


" Hehehe.... itu baru adik sepupu ku " gumamnya disaat melihat Lena menghantamkan perisainya dengan keras.


* Druuuuuuum!!!!! * benturan keras terdengar di saat perisai yang Lena pegang menghantam tubuh Fara.


" Masih terlalu dini untuk dirimu melukai diriku. " ucapnya dari belakang Lena yang semula terlihat puas ketika berhasil memberikan serangan pada Fara.


" Celaka!!! " ucapnya yang terkejut disaat Fara berada di belakangnya.


* Debuuuuung!!!!!! * kepalan tangan dari Fara menghantam pedang besar yang mulanya di pakai sebagai senjata menjadi perisai darurat.


* swup... swup... swup.... swup.... * Fara melakukan back flip beberapa kali untuk menghindari serangan balasan dari Lena.


Berkat refleksi dari dirinya, dia berhasil menghindari serangan balasan berupa hantaman perisai sesaat setelah Lena memutarkan tubuhnya ke kanan.


" Semangatlah Lena!!!! kaka mendukungmu!!! " ucap Linda disaat Lena dan Fara saling menjaga jarak aman.


" Ka Fara juga semangat ya!!!! " ucap Luna memberi dukungannya.


" Terima kasih atas semangat darimu, Luan!! " balas Fara yang sengaja membuat celah.


" Inilah kesempatan ku.... " gumamnya sesaat sebelum merapal sebuah mantra.

__ADS_1


* Splash..... * Lena melesat dengan cepat ke arah Fara dengan mengandalkan perlindungan perisainya dari depan dan menyembunyikan serangan aslinya dibelakang tubuhnya.


* Sduuuuummmmm * benturan perisai dengan pertahanan dari tombak Fara membuat banyak debu berterbangan


* swusuuuuungs....... * Lena melanjutkan seranganya dengan tebasan dari pedang besarnya.


* Sriiiiisiiiiiiiiiing~ * Sebuah lengkingan menekankan telinga terdengar disaat Fara dengan cepat menggunakan tombaknya untuk menangkis serangan lanjutan dari Lena sembari memutarkan tubuhnya.


* Swusups.... dahks.... * Fara langsung berbalik dan menghantamkan ujung tumpul dari tombaknya disaat Lena tersungkur akibat dorong yang tidak bisa dirinya kontrol ketika serangannya berhasil di tangkis.


Setelah debu yang menghalangi pandangan mulai menghilang, Fara tampak yang bersandar menggunakan tombaknya sementara Lena telah tersungkur di hadapan mereka.


" Kya~ tadi itu hampir saja.... " ucapnya dengan memeriksa bajunya yang mengalami sedikit sobekan akibat serangan Lena.


Setelah mendengar kegaduhan yang membuatnya terbangun dari tidurnya, dirinya langsung berjalan keluar dan mendapati Lena dan Fara sedang bertarung menggunakan senjata andalan mereka masing masing.


Lena menggunakan pedang besar dengan sebuah perisai sementara Fara menggunakan tombak yang nampak seperti tombak yang digunakan para prajurit penjaga.


" Kaka!!! kau bodoh!!! ucapnyaya dengan nada marah.


" Hehehe... Maaf ya, Listi... seperti biasanya, dirimu memang yang tercepat diantara mereka. " balasnya yang terkejut ketika tamparan tangan dari Listi hampir mengenai wajahnya.


" Nmo!!! Kaka seharusnya menggunakan pedang dan perisai kayu untuk melatih Lena!! dan bukannya senjata iblis seperti ini " ucapnya kesal.


" Luna~ tolong ambilkan kain basah untuk membasuh wajah ka Lena, ya. Sekalian dengan itu tolong minta kepada Lana agar dirinya menyajikan makanan pagi ini di teras, ya. " ucap Linda setelah menutup mata dari Luna yang ada di pangkuannya.


" Baik... ka. Serahkan saja kepadaku. hehehe...." jawab Luna setelah melihat ke arah wajah Linda yang meminta dirinya dengan sebuah senyuman.


Setelah bangkit dari duduknya, Luna langsung berjalan dengan penuh semangat untuk memenuhi permintaan dari kakaknya sementara Linda mulai mendekat ke arah kedua kakaknya yang sedang bertengkar.

__ADS_1


" Luna!!! bukankah kaka sudah bilang bahwa kamu tidak boleh berlarian di dalam sini!!" ucap Lana dengan nada tinggi.


" Hehehe.... maaf ya, ka... " balas Luna yang hampir membuat masalah di dapur.


" Ya... Kaka maaafkan. Lalu... apa yang membuatmu bersemangat kalih ini sampai sampai kamu hampir membuat masalah baru untuk kaka? " ucapnya setelah menaruh beberapa piring berisi makanan.


" Hehehe... Ka Fara dan Ka Listi kembali bertengkar seperti biasanya.. dan seperi disaat mereka mengulangi hal yang sama, Ka Linda pasti berusaha menenangkan mereka.. dan lagi... kaka disuruh untuk menyajikan sarapan ini di teras utama " Jelasnya dengan cepat.


" Hm... ya... baiklah, Luna. Kaka akan menyiapkannya. " balasnya setelah mengusap kepala Luna.


" Dan... kaka minta kamu jangan lagi berlarian seperti tadi, ya... " tambahnya sembari memperingatkan.


" Siap ka.. hehehe... " balasnya dengan semangat sebelum kembali berlari sembari merentangkan tanganya seperti sedang terbang.


" Luna!!!! " Ucapnya kesal.


Tidak lama setelah semua makanan telah siap, Lana mulai membagi setiap makanan pokok dengan lauk yang ada dan membawanya ke tersa depan sesuai permintaan kakaknya.


Di waktu yang hampir berdekatan, Linda dan Luna datang sembari menawarkan bantuan. Dalam kesempatan itu pun, Lana mengadu pada Linda tentang perilaku dari Luna yang membahayakan dirinya dan orang lain. Mendengar har itu, Linda sempat tertawa sesaat sebelum menasehati Luna.


Ketika matahari mulai beranjak tinggi, Tia bersaudara beserta Fara sedang terduduk sembari menikmati makanan mereka. Mereka duduk dengan pola melingkar sembari mengakrabkan diri kembali yang mana itu berarti Listia mulai mencoba memperbaiki hubungan antara dirinya dengan saudarinya yang lain.


Dalam kesempatan itu pula, Listia mencoba untuk mengajak para saudarinya untuk pergi bersama dengan tujuan yang telah disiapkan sebelumnya. Dirinya mengajak para saudarinya untuk memilih antara berjalan jalan di sekitar kota sembari menanti malam tiba, atau memperbarui perlengkapan mereka yang berarti mereka bebeas untuk membeli sesuatu yang mereka inginkan.


Linda yang mendengar ajakan itu sempat memegang dadanya karena merasa bahwa kakaknya telah menerima sarannya tadi malam. Sebagai perwujudan dari rasa trima kasihnya, Linda mengatakan bahwa dirinya ingin membeli beberapa baju dan asesoris untun Luna pakai agar dirinya dapat serupa dengan beberapa petualang muda.


Tidak lama setelah ucapan dari Linda, saudarinya yang lain mulai mengajukan pendapatnya masing masing yang mana itu membuat Listia merasa senang. Fara pun ikut menyarankan pendapatnya karena dirinya merasa sudah lama tidak melakukan hal semacam ini bersama dengan saudarinya.


Dengan sebuah agenda yang disusun menurut pendapat mereka masing masing, pada akhirnya mereka berniat menghabiskan satu hari ini dengan penuh kesenangan

__ADS_1


Setelah mereka membersihkan area rumah yang nerantakan dengan kekuatan sihir mereka masing masinh, mereka melanjutkan beberapa pekerjaan rumah seperti biasanya sebelum akhirnya merias diri sebelum mulai melangkah untuk menikmati hari libur yang sangat sepesial seperti ini.


" Syukurlah rencana yangku buat kemarin dapat segera dilaksanakan... Meskipun ada sedikit perubahan rencana, setidaknya kalih ini diriku harus bisa membangun kembali kepercayaan para saudariku kepadaku dan semoga saja... tidak ada hal buruk lain yang akan menimpa kami di tengah kebersamaan kami seperti sebelumnya. " gumamnya disaat dirinya sedang memakai sepatu kulitnya.


__ADS_2