Armageddon Maker 2nd Family

Armageddon Maker 2nd Family
Rencana Invasi


__ADS_3

" Akh... Ibu~ Tolong maafkan aku. Sepertinya dia telah pergi meninggalkan penjara itu lebih awal dengan bantuan seseorang. " Seorang perempuan berjubah hitam menatap ke arah sebuah lukisan.


Di dalam bingkai akar yang di tatap perempuan itu, terlukis sebuah wajah wanita dengan wajah cantik dengan rambut merah yang senada dengan warna matanya. Dengan balutan baju zirah hitam dengan brenda berbulu serupa, sosok itu nampak gagah lagi mempesona.


* tok.. tok...tok * seorang mengetuk pintu


" Siapa?! " Perempuan yang menatap ke arah lukisan tadi bertanya pada seorang di balik pintu


" I...ini aku, Sci. " Jawab dari seorang yang mengetuk pintu


" Ah.... Maafkan aku karena membentakmu bibi. Silahkan masuk" Perempuan yang menatap lukisan tadi mempersilahkan seorang yang di panggil nya bibi untuk masuk.


Ketika seorang yang di panggil bibi itu masuk, nampak sesosok wanita dengan tinggi 165cm dengan tubuh ideal yang mengenakan baju putih yang serasi dengan warna rambut dan matanya. Seorang yang di panggil bibi itu memiliki wajah tembam dengan sepasang telinga kelinci yang telah layu.


" Tidak apa, Sci. Seharusnya aku yang meminta maaf kepadamu karena datang ketika perasaanmu sedang buruk. " Wanita yang di panggil bibi itu meminta maaf


Wanita yang di panggil bibi itu berjalan masuk ke dalam ruangan Sci yang tidak terlalu luas. Disana, ia melihat Sci berada di samping lukisan ibunya. Di samping Sci, terlihat sebuah meja panjang yang dipenuhi kertas yang berantakan dengan sebuah kompas kecil serta beberapa perlengkapan menulis sebagai penanda. Sementara di belakang kursi dari meja itu, sebuah peta besar yang menggambarkan seluruh daratan suatu negri lengkao dengan pin pin berwarna yang terhubung oleh benang merah.


" Hm.... Sepertinya sudah hampir sepuluh tahun semenjak kepergiannya ya? Sci. " Seorang yang di panggil bibi itu mendekat ke arah Sci yang menundukkan kepalanya.


" Akh... Iya, bibi. Sudah hampir selama itu. " Sci kembali memalingkan wajahnya ke arah lukisan ibunya


" Jadi, bibi Willa. Apakah ada sesuatu yang bibi butuhkan? " Tanya Sci pada Bibi Willa


" Tidak. Bibi tidak membutuhkan sesuatu. Bibi hanya ingin menemuimu karena bibi merasa khawatir padamu, Sci. " Bibi Willa menarik tangan suci agar suci bisa dipeluk olehnya.


" Hm.... Bibi. Sudah aku katakan berkali kali kan, bahwa aku bukan anak kecil lagi? " Kata Sci sambil mencoba melepaskan diri.


" Tak apa Sci. Sesekali, kamu butuh kehangatan ini agar kamu bisa mengendalikan emosimu itu. " Bibi Willa mengusap punggung Sci yang terbalut jubah bulu serigala.


" Bibi tahu, saat ini perasaanmu sedang sedih. Oleh karna itu, bibi datang menghiburmu. " Bibi willa menutup mulut Sci dengan telunjuknya.

__ADS_1


" Hm.... Baiklah bibi. " Sci berhenti memberontak.


" Ano... Bibi, apakah bibi mengenal seorang bernama Alpa? " Tanya Sci sembari melihat ke salah satu kertas bergambar.


Kertas yang di pegang Sci terdapat sebuah gambar seorang demi human lengkap dengan informasi detail dari demi human itu.


Sosok yang tergambar berupa sesosok demi human laki laki yang memakai sebuah zirah besi dengan sebuah ekor panjang layaknya kalajengking. Dari bagian wajahnya terlihat seperti kaum di negri barat dengan mata tajam dengan rambut pirang yang terkucir serupa ekor kalajengking.


" Alpa? " Bibi Willa melihat ke arah wajah Sci


" Ya, Bibi mengenalnya. Alpa adalah seorang yang sangat kuat dan mampu melindungi bibi serta seluruh ras kita. " Sambil mengusap rambut di samping telinga Sci, Bibi Willa melanjutkan kisah tentang alpa.


" Jadi benar, dia di tahan di menara yang hancur tadi? " Tanya Sci pada Bibi Willa.


" Itu benar Sci. Setidaknya itulah yang bibi lihat beberapa waktu lalu. " Bibi Willa memejamkan matanya sesaat.


" Lalu, dimanakah lokasinya berada saat ini bibi? " Tanya Sci pada bibi Willa.


" Bibi tidak tahu, Sci. Pandangan bibi kembali menghitam setelah melihat Alpa di ujung tebing tadi " Bibi Willa menjelaskan.


" Sekutu yang terkuat yang pernah kami temui ketika berada dalam....... Salah satu kekuatan yang pernah kami lihat kala itu bernama........ Dengan satu serangan tanpa mantran pun dia mampu menghancurkan...... " Sci membaca sebuah buku yang nampak seperti ensiklopedia.


" Di malam itu, Alpa berkata pada Seseorang bahwa kekuatannya untuk memecahkan sihir mulai melemah " Sci membaca sebuah tulisan yang bergaris merah yang disebelahnya tergambar wajah Alpa.


" Bibi.... Coba lihat ini. " Sci menunjukkan sebuah kalimat yang tadi dia baca.


" Hm.... Jadi seperti itu. Pantas saja kekuatan bibi tidak bisa di gunakan untuk melihat Alpa. " Bibi Willa membaca tulisan yang bergari bawah itu.


" Tapi, bibi. Apakah bibi tahu lokasi dari seorang bernama Sese ? Dalam tulisan tadi, seorang bernama Sese sedang berbicara dengan Alpa. " Tanya Sci pada Bibi Willa.


" Untuk Sese, bibi tidak bisa menemukan sumber energi kehidupan miliknya. Oleh karena itu, bibi tidak bisa menggunakan kemampuan bibi. " Jelas bibi Willa.

__ADS_1


" Tapi, semenjak Alpa tidak terdeteksi, suatu energi mana yang sangat kecil mulai terasa. " Tambah bibi Willa sembari melihat peta di belakang kursi dekat meja.


" Energi itu bergerak dari awal mula kita disini. Lalu bergerak ke selatan menuju kota ini " Bibi Willa menunjuk ke titik menara yang hancur dan menggesernya ke arah kota Troft.


" Apakah mungkin itu adalah energi mana dari seorang bernama sese? Bibi? " Tanya Sci pada bibi Willa.


" Bibi tidak yakin dengan itu, Sci. Dari energi yang dulu sempat bibi rasakan ketika dekat dengan Sese, bentuk dari energi sihirnya berbeda jauh dengan energi ini. " Jelas bibi Willa.


" Kalau begitu, ini adalah petunjuk untuk kita, Bibi. " Sci terlihat senang.


" Aku akan menyuruh armada kita untuk kembali ke runtuhan itu dan mulai bergerak menuju kota Troft. " Sci berjalan dengan tergesa-gesa menuju pintu keluar.


" Tunggu Sci. Apakah kamu memiliki informasi tentang kota Troft? " Bibi Willa menarik tangan Sci untuk menghentikan nya.


" Ah.... Itu.... " Sci terhenti dan mulai berfikir di depan pintu


" Aku tidak peduli dengan itu, Bibi. Yang jelas Aku ingin segera bertemu dengan Alpa walaupun harus menghapus kota Troft dari peta. " Setelah Sci menjawab, Sci langsung berjalan keluar tanpa peduli pendapat bibi Willa.


" Ya ampun.... Anak itu.... " Bibi Willa memegangi kepalanya


" Mungkin ini sifat bawaan dari ayahnya dahulu. " Bibi Willa berkata dalam hati ketika melihat sosok laki laki yang berada di belakang lukisan itu.


Dari lukisan ibu dari Sci, Bibi Willa melihat sesosok laki laki yang di lukis secara samar dengan seorang perempuan yang mirip seperti dewi alam. Sosok lelaki itu secara samar memegang senjata milik ibu Sci. Sementara yang perempuan secara samar memeluk ibu Sci dari samping.


" Ah... Benar. I... Ini " Setelah melihat lebih jelas lukisan itu, dirinya menemukan suatu petunjuk.


* dubrak * seorang membanting pintu dengan keras.


" Wahai anak buah ku yang setia. Ini adalah kapten Antraila Sci mara yang berbicara. " Sci berteriak dari gladak utama kapal yang menyatu dengan punggung ikan baracuda.


" Atas kuasa yang di berikan kepadaku, kita akan berputar arah menuju kota Trytof untuk mengejar sekutu terkuat seperti dalam legenda. Untuk menemukan sosok itu aku ijinkan kalian untuk menggunakan semua kemampuan kalian agar dia bisa di temukan walaupun kota itu harus menghilang dari peta. Sekian dan Terima kasih " Setelah Sci memberi perintah, ia menepuk salah seorang magic chaster di samping nahkoda kapal.

__ADS_1


" Pasukan!!!! Bergerak untuk menghancurkan!!!!! "Teriak magic chaster sesaat setelah ia ditepuk oleh Sci.


" Hura.....!!!!! " Seluruh pasukan yang melihat secara langsung perintah Sci memukulkan tangannya ke arah dada kiri mereka sembari berteriak kompak.


__ADS_2