Armageddon Maker 2nd Family

Armageddon Maker 2nd Family
Pertemuan dan kekacauan


__ADS_3

* dbruk * Lana menabrak seorang di depannya.


" Hey nak, berhati hatilah. " Anma menangkap tubuh seorang yang menabraknya yang tidak lain adalah Lana


" A----anma? " Lana tidak mampu barkata kata ketika melihat sosok yang ia harapkan benar benar ada di hadapannya.


" Hehe.... Jadi kamu masih mengingatku ya. " Sahut Anma sembari membantu Lana berdiri dengan sempurna.


" Hey, Flora... Quinn... Lihatlah kita bertemu kembali dengan teman lama kita " Anma memanggil Flora dan Quinn yang ada di belakang Anma.


" Hehe... Yey... Tia~ Senang rasanya bisa bertemu denganmu " Flora langsung memeluk Lana karena rasa rindu yang sempat tertahan.


" Akahaha.... Ja---adi... Ini benar kamu Flora... " Lana tidak percaya pada apa yang ia alami.


Lana yang sedang di peluk oleh Flora, mengalihkan pandangannya ke arah Anma yang berdiri di samping seorang berpakaian Lancer. Sementara Quinn terlihat sedang menjelaskan sesuatu yang mungkin dirasa kurang dari Anma.


" Flora... Apakah kamu sudah selesai dengan Tia ? " ucapnya bertanya


" Sepertinya Tia sedang terburu buru sekarang dan lagi, kita juga harus menyelesaikan keperluan kita secepatnya. " Tambah Anma sembari melihat Langit yang berwarna oranye.


" Baik... Ayah... Flora akan segera selesai " Jawab Flora yang sedang memeluk Lana.


" Hyu~ hup. Ha~akh. Baiklah ayah.. Flora sudah selesai. Sampai jumpa lagi Tia " Ucap Flora setelah mempererat pelukannya hingga membuat Lanastia pingsan.


" Ya ampun... Flora. Apa yang kamu lakukan? " ucapnya sembari mendekat ke arah tubuh Lana yang tidak sadarkan diri.


" Hehehe.... Yah... Ano... Em... Ya... Sepertinya Flora terlalu berlebihan ketika memeluk Tia. Jadi... Hehehe... Maaf " Jawab Flora sembari menundukkan kepalanya tanda menyesal.

__ADS_1


" Ayah akan memaafkanmu hanya untuk kalih ini. Untuk lain kali, kamu harus mengingat kata Arc dan Quinn mengenai kekuatan orang yang ada di sini tidaklah sekuat ayah. Jadi kamu harus menahan kekuatanmu ya? " Anma mengusap kepala Flora yang sedang mengalihkan pandangan marahnya pada Arc dan Quinn.


" Jika Flora berhasil melakukannya, itu berarti Flora sudah bertambah dewasa " Tambahnya sembari mengarahkan wajah Flora agar berhadapan dengan pandangannya.


" Emph.... Benarkah... Jika ayah berkata seperti itu... Flora akan belajar mengendalikan kekuatan Flora " Balas Flora dengan mencoba menundukkan wajahnya.


" Syukurlah jika seperti itu. Kamu ikutlah bersama Quinn dan Arc ke bangunan yang ada di sana sementara ayah akan mengurus Tia dulu sebentar. " Anma melepas tangannya dari wajah Flora dan menggantinya dengan usapan kepala.


" Baiklah ayah. Flora pergi dulu " Jawab Flora dengan wajah yang memerah


Ketika Flora pergi bersama Arc dan Quinn. Anka mulai mencoba menyadarkan Tia yang sepertinya tidak hanya pingsan. Namun juga mengalami beberapa patah tulang.


" Aku harus mengajarkan pada Flora mengenai pengendalian kekuatan. Jika tidak... Mungkin akan ada banyak orang yang seperti ini. Tapi... Jika Flora terlalu lemah, mungkin akan menimbulkan masalah baru... " Gumam Anma sembari menyembuhkan Lanastia yang tak sadarkan diri.


Setelah Anma menyembuhkan Lana dan memindahkannya ke tempat yang nampak ramai, Anma kembali ke tempatnya semula dan mulai menyusul Flora, Quinn dan Arc.


* swung...... Gbrak.... Gbrak.... Dam... Dam... Duar....!!! * seorang tiba tiba terlempar dan hampir mengenai Anma yang baru saja melangkahkan kakinya memasuki gedung guild.


* Dzms..... * Anma menghantankan tongkatnya ke lantai guild untuk memberikan efek kejutan listrik sekaligus kaku pada mereka yang ada di dalamnya.


" Apa yang terjadi di sini? Bukankah sudah aku bilang untuk tidak menimbulkan kerusuhan. " Ucap Anma dengan penuh amarah ketika melihat situasi di dalam guild yang kacau.


Flora mengikat beberapa petualang hingga tidak sadarkan diri, Arc menahan seorang golem pengaman guild yang tidak jauh darinya nampak sebuah golem lain yang telah hancur. Sedangkan Quinn menggenjet beberapa party petualang ke tembok guild hingga hampir hancur. Sementara di sisi lain dari aula yang berada dekat dengan konter guild, Shofia nampak memegang sepasang lengan erth golem seperti buatan Flora.


" Aku bilang..!! Kenapa ini bisa terjadi!!! " Ucap Anma sembari membentak dan melemparkan seluruh penghuni guild ke seluruh sisi dari bangunan guild itu.


Beberapa penghuni guild terlempar dan menghantam dinding guild dan beberapa lagi terlempar ke bagian konter guild serta ada pula yang terlempar jauh ke lantai dua dari gedung guild tempatnya berada dan bahkan Quinn dan Arc juga sempat terseret cukup jauh bersama Shofia yang juga terlempar masuk ke ruangan di belakangnya. Sementara Flora hanya terdiam dari tempatnya semula sembari menundukkan kepalanya.

__ADS_1


" Ne... Flora... Maafkan ayah karena membentakmu... " Anma berjalan ke arah Flora yang terlihat sedang menangis.


" A--yah.... ma--maafkan Flora. " Jawab Flora sembari mengusap air matanya karena takut akan amarah dari Anma.


" Iya... Iya... Ayah juga minta maaf telah membentakmu tanpa tahu apa yang terjadi. Jadi, bisakah kamu menjelaskan apa yang terjadi? " Anma memegangi wajah Flora sembari membantunya mengusap air mata yang keluar.


" A--ano... Di--disaat Flora, Arc dan Quinn masuk dan mencoba mendaftar, bebrapa orang yang di sana mengganggu Flora dan Quinn. " Flora berusaha menenangkan diri sembari menjelaskan dan menunjuk beberapa petualang yang nampak sekarat.


" Lalu, Quinn dan Arc yang berusaha menasehati justru di hina dan mereka mulai memukuli Arc karena mengganggu. " Lanjut Flora.


" Walaupun kami berdua tahu bahwa luka seperti itu tidak akan menyakiti Arc. Tapi, tetap saja Flora merasa kasian pada Arc. Dan.. dan... dan akhirnya terjadi keributan seperti ini. " Jelas Flora.


" Hm.... Ya, tidak apa... Ayah justru senang karena sikapmu itu. Namun, lain kali, kamu harus belajar menahan diri agar mereka yang ada di sini tidak mengalami luka yang serius " Ucap Anma sembari mencoba menenangkan Flora setelah mengalihkan oandangannya ke beberapa petualang yang nampak sekarat serta Quinn dan Arc yang nampak ketakutan.


" Flora... Dulu ayah seperti itu. Datang dan di ejek. Tapi... Ayah tidak menimbulkan keributan seperti ini.. " Anma mulai menceritakan kejadian pertamanya ketika mendaftar di guild.


" Lalu apakah kamu tahu apa yang ayah lakukan setelahnya? " Anma mencoba memancing rasa penasaran Flora agar Flora terhibur.


Flora hanya menggelengkan kepalanya dengan wajah sedihnya.


" Ayah remas tubuh petualang itu lalu ayah ledakkan dengan sebuah sihir milik ayah. Lalu ayah kembalikan lagi bentuknya dan ayah melakukan hal yang sama itu sampai ayah puas dan lada akhirnya ayah..." Jelas Anma dengan menggerakkan kedua tangannya sebagai ilustrasi.


" A--ayah memang kejam seperti biasanya " Sahut Flora sembari menenangkan diri.


" Hehehehe.... Iyah... Ano... Bagaimana cara menjelaskannya ya? Hehehe.. Dulu ayah juga perna muda seperti Flora. Jadi... Ayah hanya melakukan apa yang ayah suka tanpa tahu akibatnya. " Ucap Anma sembari bertingkah kebingungan di saat menjelaskan alasannya.


" Namun kini ayah dapat membedakan apa yang harus dan apa yang tidak harus dilakukan saat menghadapi hal seperti itu. Oleh karena itu, Flora harus mengambil sebuah pengalaman mengenai kejadian ini agar kedepannya Flora tidak melakukan kesalahan seperti ini lagi dan~ salah satu tahapan menuju kedewasaan yang sangat Flora inginkan itu adalah kesabaran, kemampuan untuk menahan diri dan menilai suatu situasi dan kondisi serta sebuah cara yang lebih praktis dalam menyelesaikan masalahnya...." Jelas Anma sembari mengusap kepala Flora agar lebih baik

__ADS_1


__ADS_2