
" Anma, kenapa kita kembali ke area guild? Bukankah waktu itu guild master sudah mengusirku dari sini? Terlebih jika dirinya mengingat bahwa kristal ovl telah hancur.... " ucap Laura yang khawatir
" Tidak perlu dipikirkan, Laura. kamu cukup berada di sampingku dan tidak mengatakan apapun untuk menutupi kesalahanmu di sana. " balas Anma mencoba menenangkan.
Hena yang tidak mengetahui apapun mengenai masalah yang telah terjadi memutuskan untuk diam karena dirinya berfikir jika dirinya bertanya, mungkin akan ada hal buruk yang akan membuat hati Laura terluka.
" Mari masuk. Hena, Laura. " ucapnya sembari melangkah melewati pintu guild.
Di dalam guild petualang kala itu, banyak petualang yang tengah berebut misi yang telah di bagikan baik yang ada dalam papan quest maupun yang masih tertumpuk di meja resepsionis.
Anma kembali mengisyaratkan pada Laura untuk diam disaat dirinya ingin menyapa Susan maupun beberapa pelayan lain yang dahulu bekerja bersama dirinya.
Sembari berjalan mengabaikan krumunan petualang itu, Anma meminta Hena dan Laura untuk duduk bersamanya serta menjelaskan apa yang ingin dirinya lakukan di sini.
Satu demi satu petualang mulai keluar dengan sebuah misi yang telah mereka ambil dan begitupun seterusnya hingga tidak ada lagi petualang yang tersisa selain mereka.
Susuan yang melihat sekelompok party kecil yang mana salah satu dari mereka adalah sosok yang familiar baginya.
Sesaat setelah mengingat perkataan dari Guild master di malam sebelumnya, Susan langsung membungkuk hormat sembari menyajikan sedikit makanan untuk mereka sebagai tanda selamat datang sekaligus permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang mereka rasakan.
Meskipun Anma yang sedari awal menolak apa yang dilakukan oleh Susan, pada akhirnya dia menerimanya dengan terpaksa serta memberikan beberapa koin yang jika di setarakan maka makanan itu tidak sepantaanya seharga koin yang Anma berikan.
" Kalau begitu, saya akan panggilkan guild master dahulu, ya. Tuan... " ucap Susan yang masih gemetaran.
" Tidak perlu, Susan. Aku kemari hanya untuk melakukan pendaftaran mengenai beberapa orang yang lupa ku masukkan dalam party ku. Jadi... bisakah kamu menyiapkan sekitar dua puluh lembar formulir pendaftaran ? " ucapnya setelah menahan Susan dengan memegang tangannya yang semula berniat mengembalikan kantong koin yang telah diberikan.
__ADS_1
" Ba---baik tuan. Akan saya lakukan. " balasnya yang semakin takut.
" Jadi, tuan. Mulai sekarang nama saya adalah Helaina Lainnama? " ucap Hena yang meninta penjelasan kembali.
" Itu benar Hena. Nama itu akan kamu gunakan selama kamu berada di luar mansion untuk melakukan sesuatu yang aku minta. Sementara itu, seperti yang telah ku jelaskan sebelumnya, kamu harus mengisi seluruh formulir ini dengan nama dari setiap iron maiden yang termasuk juga pada Airi, Mori dan Tsuki. " Jawabnya sembari menata tumpukan formulir itu agar lebih rendah dari sebelumnya.
Meskipun Laura ada di antara keduanya, dirinya merasa bahwa keberadaannya tidak bisa dirasakan oleh Susan maupun pelayan lain yang ada di sana dan bahkan sesaat setelah seorang pelayan mengambil piring dan gelas kotor yang ada di hadapannya ketika Anma dan Hena menyerahkan formulir itu.
Untuk sesaat Anma dan Hena membaca beberapa qust tersisa dai papan quest yang mana kertasnya nampak telah kusut dan berubah warna.
" Apakah tuan tertarik untuk menjalankan sebuah misi ? " ucap seorang pelayan yang tidka mengetahui masalah yang terjadi di malam sebelumnya.
" Akh... tidak. Saya hanya merasa penasaran mengenai quest seperti apa yang tidak berani mereka ambil. " balasnya tanpa mengalihkan pandangannya.
" Pembasmian Giant bee di Desa Fula.... Pemburuan lipan biru di Rawa Herma... Pembasmian Spiral Ant di tambang Suruk... Pencarian guru sihir dengan penilaian tempur hidup dan mati.... " Ucap Hena yang membaca beberapa quest yang masih terlihat utuh atas permintaan dari Anma.
" Pftt.... hahahaha... apa apaan pengajuan misi aneh itu " gumamnya sembari menahan tawa
" Eghm. Maa jika saya lancang atau semacamnya. Bolehkah saya tahu maksud dari pencarian guru sihir hidup dan mati itu seperti apa? " ucapnya dengan penasaran.
" Quest tersebut merupakan quest spesial yang diajukan oleh keluarga dari bangsawan lokal yang meminta dicarikan seorang guru sihir untuk mengajari saudari termuda di antara mereka. Namun di setiap guru yang mencoba mengajar harus pulang dengan luka fatal akibat ujian kelayakan..... oleh karena itu misi tersebut ditulis ulang menjadi seperti itu. " Jelas pelayan yabg ada dihadapannya.
" Meskipun guru tersebut merupakan seorang petualang dengan tingkat A sekalipun, mereka tidak mampu menandingi si penguji yang berperingkat S. " tambahnya setelah menunjukkan beberapa petualang yang gagal menyelesaikan quest tersebut.
" Hm... yah, mereka tidak terlalu buruk... " ucap Anma disaat melihat beberapa kertas yang pelayan itu tunjukkan
__ADS_1
" Maaf menunggu lama, tuan. Ini adalah kartu nama dari orang-orang yang anda daftarkan. Selain itu, tuan juga mendapatkan sertifikasi untuk pembuatan home base dari party anda. Bersamaan dengan itu denga total 25 orang yang didaftarkan oleh tuan, Tuan juga mendapat kenaikan 60 poin misi untuk kenaikan rank petualang. " Jelas Susan yang memotong kalimat Anma yang belum selesai di ucapkan.
" Hm....? Saya akan mengambil kartu nama ini saja dan mengenai hadiah ataupun sertifikasi dan semacamnya akan aku tolak karena itu tidak terlalu berguna untuk diriku. " balasnya sembari mengambil Kartu nama para maiden.
" Tapi tuan.... sertifikasi ini dapat meringankan beban pembuatan home base dari party milik tuan.... dan mengenai tambahan poin pun juga akan berpengaruh pada tingkatan misi dan bonus hadiah yang akan tuan dapatkan setelah mencapai rank tertentu. " ucap Susan yang mencoba memberikan hadiah yang telah Anma dapatkan.
" Kamu dapat menyimpan hadiah itu untuk dirimu sendiri karena aku sudah memiliki home base yang tidak lain adalah rumahku sendiri. Lalu, mengenai poin atau semacam itu, aku tidak terlalu tertarik akan hal itu karena sedari awal aku hanya ingin mencantumkan namaku di guild ini agar mereka yang mengenal diriku bisa menemukanku disini. " balas Anma menegaskan.
" Tapi... bukankah semakin tinggi rank, maka popularitas dari party anda akan semakin bertambah? dan... bersama dengan itu, mungkin beberapa petualang tingkat tinggi akan bergabung bersama party anda. " sahut pelayan asing yang ikut memberikan pendapatnya.
" Dan.... apakah ada hal menarik lainnya? " ucapnya yang seolah tertarik
" Tentu saja, tuan. Jikalau peringkat anda semakin tinggi maka itu akan memudahkan tuan untuk berpergian dari kota satu ke kota lain dengan mudah. Jikalau tuan melebihi ekspetasi kamipun, tuan bisa naik ke tahap para pahlawan dan dapat diundang untuk misi khusus dari Kerajaan yang tentunya hadiahnya juga semakin berlimpah. " balas Susan dan pelayan itu dengan semangat.
" Oh.... " balasnya seolah terkejut.
" Lalu.... jika tuan beruntung, tuan bisa mendapatkan beberapa item legendaris ataupun beberapa pelayan cantik dari misi yang telah diberikan oleh pi...hak ke.. ra... ja... an.. " balasan dari keduanya yang semula terlihat bersemangat mulai meredup ketika hawa mencekam keluar dari tubuh Anma disaat mereka mengucapkan hadiah berupa pelayan cantik.
Aura intimidasi yang dikeluarkan oleh Anma saat itu merupakan tanda marahnya atas perkataan mereka yang mengacu pada kata pelayan yang berarti gadis maupun perempuan yang sudah siap dijadikan alat bercocok tanam.
" Tuan.... " ucap Hena setelah memberikan dirinya untuk menenangkan hati tuannya dengan memegang bahunya.
" Akh.... maaf. Seperti yang telah aku katakan sebelumnya, aku menolak atas semua hal yang berhubungan dengan peringkat atau semacamnya. Jikalau kalian memaksakanpun tidak apa, setidaknya untuk beberapa alasan mungkin aku akan meningkatkan rank poin itu. " Jawab Anma di hadapan keduannya
" Dan.... terima kasih atas penjelasan dari kalian berdua. " tambahnya sembari memanggil Laura untuk pergi bersama meninggalkan guild petualang.
__ADS_1