
" Terserahlah... Tapi... Jika kamu terlalu lama, aku akan menghilang karena ada sesuatu yang harus aku lakukan. Jadi cepatlah dan temukan mereka. " Balas Anma sembari mengeluarkan sebuah jam pasir dengan bentuk yang tidak biasa.
Bagian luar dari jam pasir nampak terbuat dari sesuatu yang nampak layaknya akar namun berwarna merah lava dengan bagian kaca jam pasir yang berwarna biru permata. Sedangkan bagian isi dari jam pasir itu nampak seperti pasir hitam yang terbentuk dari jiwa - jiwa yang saling berhimpitan dengan mata merah yang terus menatap ke arah Shofia.
" I--iya, ba--baiklah " Jawab Shofi setelah menelan ludahnya sendiri ketika Anma mengeluarkan sebuah jam pasir yang tidak biasa.
" Maaf ya Shofi. Pasti sangat berat untukmu menangani masalah ini. " Gumam Anma dalam hati.
Tidak lama setelah itu, Shofi nampak berdiskusi mengenai masalah ini. Dengan seluruh penghuni guild serta para pelayan kecuali Susan yang sedang melakukan pengukuran ovl untuk Flora, Quinn dan Arc.
Dalam diskusi itu, Shofia nampak sangat marah terhadap perilaku para petualang hingga membuat nyawa dari seluruh orang kala itu menjadi terancam. Beberapa petualang kelas rendah hanya bisa pasrah mengenai nasib mereka, sedangkan para petualang arogan masih saja bersilat lidah dan terus memojokkan petualang kelas rendah.
Dalam keributan yang mereka buat, secara tidak sengaja Anma menyeret anak anak dan beberapa orang tua yang nampaknya sedang mengajukan quest. Beberapa anak anak itu nampak sangat ketakutan karena tidak tahu harus berbuat apa. Terlebih lagi, para petualang yang ada di sana nampak begitu mengerikan. Beberapa orang tua yang berusia lanjut hanya bisa terduduk lemas di salah satu bangku di dekat Shofia karena merasa tak berdaya dengan apa yang ia alami.
" Hmph.... Apakah aku terlalu berlebihan pada mereka? " Gumam Anma dalam renungannya.
* dbrum.... * sebuah ledakan dari ruang ovl mengejutkan semua orang yang ada di sana.
" Ohock... ohock... Ohock.... " Susan keluar sembari mencoba menghilangkan debu yang menutupi pandangannya.
" Susan... Apakah kamu baik baik saja? " Tanya Shofia sembari mendekati ke arah Susan.
" A--aku tidak apa apa, master. Tapi aku rasa kristal ovl telah rusak akibat terlalu banyak menganalisis kekuatan ketiganya. " Jawab Susan sembari memberikan kartu dari ketiga orang yang datang bersama Anma.
" A---pa apaan ini. Me--mereka bertiga memiliki lebih dari tiga ras dalam diri mereka d---dan mereka memiliki kekuatan yang hampir mendekati tingkatan ova " Ucap Shofia dalam hatinya sembari melihat kartu ketiganya.
__ADS_1
" Seharusnya jika tidak ada keributan seperti tadi, mereka mungkin akan menjadi sekutu bahkan pelindung terkuat di kota ini. Tapi.... " Gumam Shofia sembari melihat ke arah ketiganya yang justru langsung mendekat ke arah Anma sembari membicarakan sesuatu.
" Hmph... Hilang sudah harapan menang untuk turnamen mendatang " Ucap Shofi sembari memberikan kartu ketiganya pada Susan setelah ia tandatangani.
" Kalau begitu Susan, tolong serahkan ini kepada mereka. " Shofia menyerahkan kartu ketiganya setelah selesai meratapi nasib yang diterima olehnya.
" Baik master. " Susan mulai mendekat ke arah Anma untuk menyerahkan ketiga dokumen itu setelah Shofia kembali berdiskusi.
" Hm.... Jadi seperti itu. Seharusnya memang ayah memberitahukan pengalaman ayah dahulu sebelum ayah meninggalkan kalian " Ucap Anma pada Flora yang slesai menjelaskan sesuatu.
" Kamipun sangat menyesali atas apa yang telah kami lakukan " Ucap Arc dan Quinn dalam waktu berdekatan
" A... Ano... Permisi tuan. Saya ingin memberikan kartu nama dari Tuan Arc, Nona Quinn dan Nona Flora. " Ucap Susan sembari menahan rasa takutnya terhadap Anma dan ketiga orang yang bersamanya.
" Em... Iya... Permisi " Susan langsung meminta ijin untuk pergi setelah tugasnya selesai.
" Jadi... Ayah... Em.... Yah... Ano... Bagaimana hasil pendataan dari kami? " Tanya Flora sembari menatap penuh harap.
" Hehehe... Iya... Akan ayah bacakan ya.. " Anma mengusap kepala Flora yang penuh harap itu.
" Floran Ma Velancia... L.99.... Magice chaster... Summoning alianc of elemental spirit. " Anma membacakan kartu nama Flora yang sebelumnya telah di ubah karena data Flora terlalu mencolok.
" Arcan Ets Atnma.... L.95.... Lancers..... Neouro shilden Phantom.... Cursed of Destroyer.... Quinn nafa Lainnama.... L.97.... High Priest..... Nemeles Sisters.... Rain of natural regen... " Lanjut Anma sembari membacakan karu nama dari Arc dan Quinn yang di lanjutkan penyerahan kartu itu pada keduanya.
" Wah....!!!! Ternyata level kita hampir setara ya... Quinn.. Arc.. " Flora berjingkrak senang.
__ADS_1
" Flora... Jika kamu ingin memanggil Quinn atau Arc, kamu harus menambahkan kata paman untuk Arc dan kata Bibi untuk Quinn. " Nasehat Anma melalui telepati.
" Iya, Flora. Kamu benar. Kita hampir setara " Ucap Quinn sembari menenangkan Flora yang bersemangat.
" Ano... Maaf, tuan. Apakah tuan tidak akan khawatir dengan level kami yang terlalu tinggi ini? Dari hasil analisis yang sempat saya dan Quinn lakukan untuk sesaat di ruang ovl. Rata rata petualang kelas rendah di sini memiliki level 50 ke bawah. Sedangkan mereka yang merupakan petualang kelas atas, memiliki level 80 dan yang tertinggi hanyalah 94 . " Arc berbisik pada Anma ketika Quinn dan Flora sedang membicarakan sesuatu.
" Arc, aku senang bahwa kamu telah melakukan sesuatu yang tidak aku perintahkan. Namun, aku pun sempat melakukan hal yang sama sepertimu lebih dahulu. Oleh karena itu, kamu tidak perlu khawatir. Lagi pun, keberadaan level kita yang tinggi tidak akan menjadi masalah selama kita masih di ranking D atau " Don't nothing " yang berarti tidak di akui " Jelas Anma pada Arc.
" Ap--apa?! Tu--tuan sudah mengetahui nya? Ja-jadi.. Usaha yang saya lakukan dan Quinn adalah usaha yang dia sia?! " Arc terkejut ketika Anma sudah melakukan sesuatu yang sama sepertinya.
" Heheh.... Tidak... Tidak seperti itu juga Arc. Usaha yang telah kalian lakukan adalah tanda bahwa aku tidak salah memilih kalian untuk ada di samping Flora " Anma memuji tindakan Arc dan Quinn sembari menepuk pundak Arc dengan pelan.
Arc hanya mengucapkan sebuah kata Terima kasih sembari mencoba menyembunyikan perasaan senangnya atas pujian yang ia dapatkan.
" Kamu tidak perlu menyembunyikan perasaan senang itu Arc. Walaupun kamu adalah pemimpin utama dari seluruh Re-Legium... Aku tidak melarangmu untuk menunjukkan perasaanmu yang sesungguhnya. " Tambah Anma sembari berjalan mendekati meja konter kembali.
" Nona... Secara pribadi, aku ingin mengucapkan permintaan maaf ku pada guild master. Namun karena mereka terlihat begitu sibuk karena tindakanku yang egois, jadi... Aku menitipkan surat ini kepadamu. " Ucap Anma pada Susan tang masih merasa ketakutan.
Sembari memberikan mantra pemulihan secara bertahap, Anma memberikan sebuah surat permintaan maafnya untuk dititipkan pada susan.
" Dan... Bisakah kamu mencarikan sebuah formulir pendaftaran party? Aku akan sengat senang jika kamu bisa mengisikannya untukku " Tambahnya dengan wajah yang tersenyum.
Susan yang sudah lebih baik dari sebelumnya, mengikuti permintaan Anma dan menyelesaikan proses pendaftaran party. Party yang Anma buat merupakan sebuah party beranggotakan Arc, Quinn, Flora, iron maiden dan Re-Legium. Susan yang tidak tahu bahwa Iron maiden dan Re-Legium merupakan sebutan untuk sekelompok orang, hanya menuliskan nama nama itu sesuai perkataan Anma.
Dengan nama party Unknown yang di tulis menggunakan sedikit sihir yang dirinya lakukan, Nama dari party itu akan menghilang disaat orang lain selain Susan dan Shofia mencoba mencari party tersebut.
__ADS_1