Armageddon Maker 2nd Family

Armageddon Maker 2nd Family
Dalih dari sebuah rencana besar


__ADS_3

Malam itu, Shofia menarik nafas panjang setelah Anma memutuskan untuk mengampuni nyawanya dan para petualang lainnya.


Dalam kondisi yang mulai membaik dengan kembalinya suasana guild yang normal seperti sebelumnya, Susan dengan hati hati menyampaikan surat yang dititipkan oleh Anma untuk Shofi.


" Pada nak Shofi. Maaf karena telah membuatmu kerepotan atas masalah yang di timbulkan oleh sanak saudaraku...... Selain itu, aku pun meminta maaf karena telah membohongimu mengenai beberapa hal yang tentunya tidak dapat saya sampaikan melalui surat ini. Oleh karenanya, jika kamu berkenan, datanglah ke rumahku supaya aku bisa menyampaikan hal - hal itu dengan jelas.... Selain dari pada itupun...." Shofia membaca surat dari Anma


" Bawalah aku sebagai tanda bahwa kau diundang langsung olehku." Ucap sebuah cincin yang keluar bersamaan dengan surat yang terbakar.


" Jika kamu memang di undang oleh tuanku, maka pakailah aku. Karena aku akan melindungi dirimu sampai kamu bertemu dengan tuanku " Tambah dari cincin giok dengan ukiran naga hijau.


Mengingat kejadian yang menimpa beberapa petualang yang di hisap oleh portal hitam misterius, Shofia pun memberanikan diri untuk bertanya mengenai siapa sosok Loran yang sebenarnya. Cincin giok naga itu menjawab beberapa pertanyaan dengan jawaban yang sama ketika Shofia menanyakan asal muasal dari kekuatan yang ia dan sanak saudaranya miliki.


Sadar bahwa dirinya hanya orang luar, Shofia kembali menanyakan mengenai tujuan yang mengharuskan dirinya memakai cincin giok naga itu. Cincin giok naga yang mendengar pertanyaan itu langsung menjelaskan bahwa Shofia harus mengenakan dirinya agar dia dapat melewati berbagai macam sihir ilusi yang terpasang di seluruh area mansion serta sebagai tanda pengenal untuk mengijinkan Shofia melewati para Re-legium unit pemburu yang bersembunyi.


Shofia kembali terkejut mengenai penjelasan dari cincin giok itu dan mencoba kembali mencari jawaban mengenai sosok Re-legium dan unit yang ada di dalamnya. Namun cincin giok itu menjawab bahwa dirinya tidak di ijinkan untuk menjelaskan hal hal mengenai unit Re-legium.


Merasa bahwa dirinya tidak memiliki pilihan lain, Shofia pun dengan takutnya memasukan lubang dari cincin giok itu ke jari manis tangan kirinya sesuai permintaan dari cincin itu sendiri dan tidak lama setelah cincin itu di pakai, Shofia pun menyadari maksud dari penjelasan atas perlindungan yang sedari tadi cincin itu katakan.


* swarp.... * Anma kembali ke depan mansion dan mulai melangkah masuk menuju aula utama mansion


" Tuan.... " Para pelayan menyambut Anma namun dengan wajah yang khawatir.


" Jika kalian ingin menanyakan mengenai Nami, Airi, Tama dan Tsuki. Mereka dalam keadaan baik baik saja. " Ucap Anma sambil mengusap kepala Moli dan Hena yang paling dekat dengan dirinya.


" Bagaimana tuan tahu kami mencemaskan mereka? " Tanya Moli yang khawatir.


" Terlebih kami sudah sempat mencari mereka ke kota. " Tambah Hena berdasarkan pencarian Taka dan beberapa iron maiden lainnya.

__ADS_1


" Wah... Senang mendengar bahwa kalian sudah berusaha mencari mereka. " Jawab Anma sembari berjalan menuju aula utama.


" Kalian tenanglah. Mereka baik baik saja. " Tambahnya setelah memperpendek jarak ruang dan mulai duduk di sofa yang ada di aula utama.


" Dan.... Arc, Quinn. Kalian boleh memilih antara kembali ke ruang fana atau memilih untuk tinggal bersama di mansion ini " Ucap Anma sabil mengarahkan pandangannya pada Quinn dan Arc.


" Jika tuan mengijinkan, saya akan kembali ke ruang fana karena masih ada beberapa legium utama yang masih perlu di latih. " Jawab Arc dengan hormat.


" Baiklah, Arc. Kamu boleh kembali. Lalu, Quinn apa pilihanmu? " Sahut Anma sembari membuka sebuah portal berwarna putih kebiruan.


" Jika diperbolehkan untuk memilih, aku sangat ingin bermalam di sini bersama Flora " Jawab Quinn ketika portal masih di tahan oleh Anma.


" Hm.... Ya, aku memang mengijinkan mu tinggal. Tapi mengenai tidur dengan Flora, kamu bisa meminta ijinnya sendiri. Karena itu adalah keputusan Flora. " Balas Anma setelah menutup portal ruang fana.


" Sebenarnya Flora sangat ingin kembali tidur dengan ayah... Tapi... Jika Quinn meminta, Flora juga tidak ingin menolaknya. Terlebih lagi, Flora juga ingin belajar mengenai sosok wanita dewasa yang bisa menyenangkan ayah " Jawab Flora dengan polosnya.


" Hehehe.... Iya ayah. Flora kan belajar lagi. " Jawab Flora yang memegangi bibirnya.


" Jadi, Quinn. Seperti itulah jawaban dari Flora dan lagi, aku harap kamu bisa mengajari Flora mengenai hal hal yang Flora minta tadi. " Ucap Anma sembari meminta pada Quinn.


" Baik Anma. Aku akan mengajari Flora semampuku. Tapi, jangan salahkan aku jika Flora menjadi sosok yang berbeda dari sebelumnya ya? " Jawab Quinn melontarkan candaan.


" Yah... Jika Flora berubah menjadi sosok yang sesuai harapanku aku justru sangat berterima kasih padamu. Namun jika sebaliknya, maka kita harus membuat sosok Flora yang baru. " Balas Anma dengan telepati.


Quinn sempat terdiam di saat mendengar balasan dari Anma yang diluar prediksinya.


" Apapun perubahan Flora. Aku akan menerima nya Quinn " Tambah Anma sebagai ganti candaannya

__ADS_1


" Baiklah, Anma. Akan aku ajari dia dengan sebaik baiknya " Jawab Quinn dengan menundukkan wajahnya.


" Syukurlah jika begitu. Aku senang mendengar nya. " Anma menepukkan kedua tangannya dengan sebuah senyuman manisnya.


" Kalian boleh memilih kamar dengan bebas dan beristirahatlah dengan nyaman di sana. " Tambahnya tidak lama setelah Quinn dan Flora membicarakan sesuatu.


" Bagaimana dengan ayah ? Apakah ayah akan tidur bersama kami ? " Tanya Flora setelah ucapan Anma tadi.


" Ayah akan tidak akan pergi bersama kalian karena saat ini, ayah akan menjelaskan sesuatu pada para maid. Terlebih seperti sebuah rencana untuk membuat Flora menjadi sosok yang ayah inginkan, ayah juga akan membuat sebuah rencana tambahan untuk para maid agar mereka dapat mempercepat perubahan itu. " balasku padanya.


" Wa~h ayah benar benar menginginkan perubahan pada Flora~? Flora sangat menyukai usaha Ayah. " responnya dengan gembira.


" Hehehe... iya sayang. Apapun untuk kebahagiaan putriku... ayah akan melakukan hal yang terbaik untuk itu. Jadi sekarang kamu belajarlah mengenai dasar dari seorang wanita dewasa pada Quinn dan setelahnya beristirahat dengan nyenyak ya. " balasnya dengan senyuman


" Terima kasih ayah... Flora sangat menyayangi ayah. " balasnya setelah memberikan Anma sebuah pelukan hangat sebelum akhirnya dia pergi bersama Quinn untuk melakukan apa yang mereka inginkan.


Sesaat setelah Flora dan Quinn pergi, Para maiden menatapku dengan penuh harap seolah mereka sangat menantikan sesuatu yang baik akan terjadi disaat mereka mendengar perkataan ku pada Flora.


" Pada mulanya aku yang memang tidak memiliki tujuan untuk serius mengenai niatan untuk kehidupan mereka pada waktu sebelumnya. Namun pada akhirnya aku memutuskan untuk kembali serius atas apa yang telah aku niatkan agar mereka tidak mengalami hal seperti para demi sebelumnya dan... disamping itu pun, dunia ini tidak. lagi berupa sebuah game. Dunia ini adalah kenyataan nyata bagiku serta untuk beberapa alasan, aku mungkin telah menjadi sosok yang tidak memperdulikan nyawa orang lain selain keluargaku sendiri... " Renungnya dalam lamunan


" Sama halnya seorang player baru yang bersiap menjelajahi dunia baru, untuk saat ini aku mungkin akan mulai menjelaskan apa yang telah terjadi pada beberapa rekan mereka yang sampai saat ini belum juga ditemukan. " gumamnya sesaat setelah Hena menyadarkan ku dalam lamunan panjang.


Dengan wajah yang terkejut atas penjelasan yang telah dikatakan, beberapa maiden lain mulai merasakan keraguan atas baju yang mereka pakai saat ini sama halnya seperti reaksi pada Quinn dan Arc sebelumnya. Namun, setelah dia kembali menjelaskan mengenai perbedaan baju yang mereka pakai dan akhirnya membuat mereka kembali membaik.


" Sedari awal mereka berempat memanglah sebuah mata mata yang ditugaskan untuk mencari sesuatu tentang keberadaan Rob serta para rekannya. Namun berkat sebuah ketidaksengajaan dari diriku yang meminta kalian untuk mengenalkan diri pada saat itu, aku menyadari bahwa ada hal ganjil dari mereka.... " lanjutnya menjelaskan


" ..... Dan di saat rencana mereka mulai hancur akibat melihat kekuatan ku yang mengerikan itu, mereka memutuskan sebuah cara untuk bisa menemui pemimpin dari rencana ini bersamaan dengan keinginan untuk mengakhiri permainan yang telah mereka mainkan sejak lama. Namun Sayangnya pemimpin itu adalah seorang laki-laki bodoh yang terlalu ceroboh hingga memudahkan diriku untuk membuka kepalsuan itu dan di waktu yang bersamaan dengan itu juga, aku melihat sebuah celah untuk membuat kalian lebih berguna dan tidak memiliki niatan untuk berhianat seperti mereka. " tambahnya dengan wajah yang serius

__ADS_1


__ADS_2