
" Nah Flora, mari kita sambut beberapa NPC yang telah kita undang. " Anma mengajak Flora untuk menyambut tamu undangan mereka.
" Baik ayah " Jawab Flora sembari memeluk tangan Anma.
Dari dekat pintu utama mansion, Anma dapat melihat Brotus, Shofi, Lanastia dan beberapa orang asing di belakangnya.
" Maaf membuat kalian menunggu " Anma membuka gerbang depan mansion.
" Tidak apa Anma. Kami pun baru saja sampai. " Jawab Shofia setelah merespon Anma.
" Syukurlah jika begitu. Mari mari. Silahkan masuk " Anma mempersilahkan tamu tamunya untuk masuk.
" Ano, tuan. Kenapa tuan datang membukakan pintunya sendiri? Apakah para maid milik tuan tidak tuan perintahkan untuk membantu tuan. " Brotus berbisik pada Anma disaat tamu lain mulai masuk.
" Tak apa brotus, mereka sudah aku suruh untuk mengurus hal yang penting. Jadi, silahkan masuk dahulu. " Jawab Anma sembari menutup gerbang mansion.
" Ne, Loran. Siapa wanita cantik itu? Apakah dia salah satu pelayan brotus? " Shofia bertanya mengenai keberadaan Flora secara sinis.
" Kamu jahat sekali ya, Shofi. Dia ini adalah anak kesayanganku. Floran ma Valentia. " Anma menggendong tubuh Flora ketika kata kata pedaa Shofi menyakiti hati Flora.
" Ah. M.. Benarkah itu. A---ku sunggu minta maaf " Shofia menghampiri Flora yang ada di gendongan Anma.
" .... " Flora yang biasanya ceria hanya terdiam dan mengabaikan keberadaan Shofi sembari mempererat pelukan miliknya.
" Iya, tak apa. Shofi. Mari, ruang pestanya ada di bagian dalam mansion. " Anma melewati Shofi sembari mengajak Brotus dan tamu lainnya pergi.
" Ya ampun Shofi. Sepertinya kamu melakukan kesalahan yang sangat fatal " Seorang menepuk pundak Shofi.
" Yah, tapikan aku tidak tahu bahwa Loran sudah memiliki anak. " Jelas Shofi pada orang yang menepuknya tadi
" Ya sudahlah jangan di pikirkan. Ayo kita bergegas menghampiri Anma dan yang lain " Orang itu mengajak Shofi untuk melupakan apa yang terjadi.
" Baiklah Listia. Aku akan kesana " Jawab Shofia pada Listia
Sementara itu di belakang Anma, Lanastia mencoba menghibur Flora yang sedang sedih dengan tingkah anehnya. Sembari mencoba menghibur Flora, Lanastia sempat di tegur oleh Lenastia untuk menjaga sikapnya. Sedangkan Lunastia hanya terdiam sambil memegangi tangan Lindastia.
__ADS_1
" Selamat datang di pestaku. Semoga kalian senang dengan hidangan yang aku sajikan " Anma kembali menyambut para tamunya setelah membukakan pintu utama mansion.
" Wah.... Ramai sekali disini. " Kata Lindastia yang masih di perban
" Hehe... Silahkan silahkan. " Anma mempersilahkan mereka masuk.
Ketika pintun di buka, Brotus, Shofia serta Tia bersaudara terkejut melihat para tamu yang hadir. Mereka terkejut bukan karena tamunya saja melainkan seluruh hal yang ada dalam mansion itu. Kesan terhadap mansion yang buruk seolah berubah dengan kesan mansion berkelas tinggi.
Tamu tamunya pun terlihat cukup keren dan tidak seperti orang normal. Anak anak dan orang dewasa pun terlihat membaur satu sama lain seolah mereka adalah kerabat atau sejenisnya.
" Ne, Anma. Apakah kami adalah tamu terakhirmu? " Shofia bertanya pada Anma.
" Yah, bisa dikatakan demikian. Tapi tenang saja. Nikmati saja pestanya dan cobalah membaur dengan yang lainnya " Jawab Anma sembari menutup pintu mansion.
" Arcanest, Quinn kemarilah sebentar " Anma memanggil arc dan Quinn yang berada cukup dekat dengan dirinya.
Para tamu Anma terkejut ketika orang yang Anma panggil datang dengan sangat cepat serta dengan bentuk yang tidak mereka duga.
" Tolong temani mereka sebentar ya. Aku ada sedikit urusan untuk di selesaikan " Anma meminta bantuan keduanya.
" Baik Anma. " Jawab Quinn spontan.
Ketika Anma pergi, Quinn mengajak para tamu perempuan sementara Arcanest menemani Brotus yang seorang diri.
" Ne. Quinn senang melihatmu kembali. " Lanastia menyapa Quinn
" Iya, Tia. Senang melihatmu kembali. " Jawab Quinn sembari berjalan di sebelahnya.
" Ano, maaf nona Quinn. Apakah nona dan Lana sudah saling mengenal? " tanya Lenastia pada Quinn.
" Ya. Bisa dikatakan begitu. Dia ini adalah manusia yang mengajak kami ke kota ini " Jawab Quinn spontan.
" Benarkah itu Lana? Tapi, aku tidak menerima laporan apapun mengenai hal itu. " Lena mencubit Lana.
" Hehehe. Kami memutuskan untuk merahasiakan ini.... " Jelas Quinn pada Lenastia
__ADS_1
" Ne ne... Kakak Quinn. Kemana kakak akan membawa kami? Apakah masih jauh? Ano. Kak Linda masih kesakitan " Lunastia dengan polosnya bertanya pada Quinn.
" Hehehe... Maafkan aku ya adik kecil. Sekarang kita sudah sampai di pestanya para perempuan " Quinn mengusap kepala Lunastia.
Di hadapan Tia bersaudara dan Shofia terdapat puluhan perempuan cantik dengan gaya pakaiannya masing masing. Ada yang berpakaian gotic, ada yang berpakaian casual, ada yang berpakaian semi casual dan berbagai macam pakaian yang tidak biasa dilihat di kota Raizn.
" Mohon maaf pada nona yang di sana. Kami akan sangat berterima kasih jika anda tidak melakukan sesuatu yang berhubungan dengan kekuatan sihir dan sejenisnya. " Revn datang menghampiri Listia yang sedang mencari sesuatu menggunakan sihir nya.
" Ah, maafkan saya nona. Saya tidak tahu bahwa hal tadi akan mengganggu anda " Listiana meminta maaf.
" Nah, Semuanya, kenalkan. Dia adalah Revn. Salah satu dari pemimpin Re legium udara. " Quinn mengenalkan Revn.
Revn memiliki wajah cantik yang hampir mirip dengan Flora. Ia memakai gaun hitam dengan garis ke unguan di bagian samping setiap bagian jahitan. Di bagian lehernya, mengikat sebuah syal ungu kehitaman serta sebuah topeng gagak berwarna hitam yang menghiasi bagian atas kepalanya.
" Senang bertemu dengan anda nona revn. " Para tamu menyapa dengan hormat.
" Aku pun demikian. " Revn membungkuk hormat.
" Ne, nona kecil. Apakah kamu tidak ingin pergi dan menikmati makanan di sini? " Revn bertanya pada Lunastia.
" A.. Ano... Luna akan ada di dekat kak Linda supaya ka Linda juga bisa menikmati pesta bersama luan. " Jawab Luna yang gugup ketika bertemu dengan orang asing.
" Memang luka seperti apa yang kak Linda alami? " Revn mendekat sembari bertanya pada Luna.
" Ah... Ano.. Kaka di serang senjata iblis dan... Dan lukanya masih belum pulih " Jawab Luna dengan lantang.
Ketika Luna berkata iblis, beberapa dari perempuan ciptaan di dekatnya menatap tajam ke arahnya.
" Hm... Itu mudah saja. Mari nona Linda, saya akan membawamu menemui Shilvia " Revn mengajak Linda.
" Tidak boleh. Kakak revn tidak boleh menyentuh kak Linda. Karena kak Linda sedang sakit. " Luna menolak tawaran Revn.
" Aku mengerti perasaanmu nona kecil. Tapi jika tidak di obati dengan cara yang benar, luka itu akan membusuk dan akhirnya akan menyebar ke seluruh tubuh. Lagipun lukanya sudah separah itu. " Revn mencoba menaklukan Luna.
" Tetap saja kaka Revn tidak boleh membawa kak Linda pergi. " Luna bersih kukuh.
__ADS_1
" Ya baiklah nona kecil. Ne, Via. Bisa tolong kemari sebentar? " Revn memanggil Shilvia.
Tidak jauh dari tempat mereka berada, seorang yang sama cantiknya datang sembari menggunakan sebuah gaun berumbai berwarna biru muda.