Armageddon Maker 2nd Family

Armageddon Maker 2nd Family
Monster besar dengan kecerdikan


__ADS_3

* crieeeeeeehehehe.......* suara dari kuda penarik kereta yang terkejut atas sesuatu


* grrrrreaaaaaaaaammmmmmmh....... * sesosok monster besar tiba tiba mengamuk dan lansung mengarah ke arah rombongan kereta kuda


" Semuanya pergilah dari sini sekarang juga!!! Tim alfa bentuk formasi bertahan dan untuk tim beta tolong kawal pengantar suplay ke jalan alternatif lain " Max melompat dari kereta kencana dan langsung berdiri untuk menahan monster yang datang.


" Baik....... " Pasukan yang di tunjuk langsung merubah posisi barisan dan menjalankan tugasnya masing masing.


" He....hm, ini pasti akan menarik " Gumam Fra di saat Max maju.


" Max....!! Tunjukkan kepadaku kemampuanmu ya!! " Fra melambai dari dalam kereta karavansembari memberikan semangat pada Max.


Max membalas semangat dari Fra dengan senyuman sesaat sebelum kembali memandang monster yang datang


* Sbrum..... Sbrum... Sbrum.... * suara dari guncangan monster yang datang secara samar dapat di pastikan bahwa monster sangatlah besar.


* ghraaaaaam...... * monster melesat dengan kecepatan penuh untuk menghantam Max yang ada di depannya


* stiiiiiiiiiiiing...... Dghrrm......... * benturan antara monster besar itu dengan sebuah perisai besar yang membuat Max terdorong hingga membuat retakan panjang di tanah.


* Tuuuuuung..... Swunghhhh * Max memutarkan tubuhnya sembari melesatkan perisai tadi ke arah bagian samping dari wajah monster tadi.


* dghaaaaam *Dengan bagian kaki yang masih memiliki bentuk layaknya singa sesungguhnya, monster itu menahan serangan balasan Max.


Seolah monster itu memiliki sebuah kecerdasan, monster yang masih memegang perisai itu langsung menariknya dari Max dan meremukkannya dengan sekali genggaman.


" Tch..... " Monster yang bertubuh besar yang memiliki tubuh badak dengan wajah singa yang di bagian surainya terbentuk dari aliran energi kuning dan hitam yang mengikat batuan berbentuk oval berwarna biru ke unguan itu seolah kesal terhadap serangan Max yang mengecewakan.


Dengan penuh keberaniannya, Max masih berdiri di depan monster itu sembari menunggu sebuah serangan.


" Monster itu memiliki banyak celah... Namun aku harus berhati hati karena sepertinya dia memiliki kecerdasan hingga membuat perisai ku hancur seperti itu. " Max berdiri menatap monster itu sembari memikirkan cara mengalahkannya.


Monster itu berfikir bahwa Max yang hanya menatap matanya dan tidak peduli dengan apa yang ada di sekitarnya.


Melihat kesempatan itu, monster itu diam diam memasukkan ekornya ke dalam bayangan dengan niatan menyerang Max dengan serangan kejutan.


* ghrraaamm..... * monster itu melancarkan beberapa critical dammage ke arah Max sebagai kamuflase untuk fatal dammage sebagai serangan kejutan.


" Agh.... Walaupun tubuhnya besar, tak di sangka gerakannya secepat ini " Max menari di atas irama monster itu tanpa tahu apa yang akan terjadi


* sting...... Seush..... Sting..... * Max menghindari setiap serangan yang datang sembari mencoba untuk menyerang.


* dham.... dham... dham.... Grawl.... dham... dham.... " Monster itu menyerang Max secara brutal sembari sesekali mencoba untuk menerkam Max.


" Hey, kalian? Apakah kalian tidak ingin membantu? " Fra bertanya pada pladin yang berada tidak jauh darinya

__ADS_1


" Yah... Kami hanya akan membantunya ketika dia berhasil mengalahkan monster itu " Jawab salah seorang pladin.


" Sembari menunggu pertarungan selesai, mari nona, kita ber senang senang dahulu " Tambah pladin itu.


" He~h ? Kalau begitu kemarilah sayang~ Aku akan mengajarimu beberapa gerakan dasar " Fra memancing para pladin itu.


" Hehehe..... Tidak usah diajari pun, kami bisa " Beberapa Pladin mulai mendekat ke arah kereta yang di tempati Fra dengan wajah menjijihkan.


Max yang sibuk bertarung tidak menyadari bahwa Fra dalam bahaya


* dbrak..... * Fra menendang pintu kereta itu dan membuat beberapa pladin roboh.


" Dasar!!!! Beraninya kau.... " Beberapa pladin lain mulai berlari sembari mengacungkan senjatanya.


* slusup.... whup... dhk... Gletuk * Fra menyambut serangan dari pladin itu dengan menarik tangan yang memegang senjata, lalu membantingnya ke arah berlawanan dengan sebuah akhir dimana ia mematahkan bagian leher dari pladin tadi.


" Kurang ajar kau.... " Beberapa pladin mulai maju bersamaan


* swught.... Dhamm.... Gltuk... Gletuk.... * Fra kembali menyambut pladin yang datang bersamaan sembari mengadu kedua tubuh mereka yang sebelumnya telah ia putar ke arah yang sama dan sama-sama diakhiri dengan patahan tulang yang bersifat Fatal.


" Si---Siapa wanita itu....? Seharusnya dia hanyalah staf biasa " Salah seorang pladin mulai takut ketika Fra mulai mengurangi jumlah mereka dengan cepat.


" Hehehe..... Yah... Lumayan juga * Swught.... Gltuk * " Fra yang sempat mengadu kedua tangannya langsung membanting seorang pladin dan kembali mematahkan bagian yang sama.


* swught.... dham... dham... dham... Brush..... * Tubuh Max yang penuh luka dilemparkan ke arah beberpa pladin yang mencoba kabur dari Fra.


" Hehehehe..... " Max tersenyum dengan wajah yang memar nant legam.


" Hmph..... Sepertinya dia adalah monster yang sangat tidak biasa " Kata Fra sesaat setelah melihat monster yang Max lawan mengeluarkan beberapa surai hitam yang panjang nan tebal di sisi kanan dan kirinya.


* ghrm..... * monster besar itu tersenyum seolah puas atas apa yang telah ia lakukan pada Max


" Hey... Max, aku pinjam pedang milikmu yah? " Fra meminta ijin pada Max yang tak sadarkan diri


" Bersiaplah untuk menghadapi takdirmu " Fra bersiap menyerang monster itu sembari memainkan pedang yang digunakan Max.


" Ini kesempatan kita untuk lari..." Salah seorang pladin bergumam sesaat sebelum mulai menarik rekannya yang lain untuk lari.


" Jangan sia siakan kesempatan ini... Ayo... " Beberapa Pladin yang tersisa mengikuti teman mereka yang telah pergi mendahului.


" Hiyaa~t " Fra mengayunkan pedang milik Max untuk menyerang monster itu namun pedang yang ia pakai justru hancur akibat banyaknya retakan yang dibuat oleh Max yang sepertinya menggunakan pedang itu sebagai pengganti perisainya yang hancur.


" Dasa~r Kau!!! Ini!!!!" Fra yang kesal membanting pedang yang rusak itu sembari menginjak bagian vital dari Max yang pingsan.


Monster besar itu menggeram seakan tertawa melihat apa yang terjadi dihadapannya.

__ADS_1


* fiiiiiuuuuuiiiit * Fra menegangkan tangannya sembari bersiul seakan memanggil sesuatu.


Merasakan ada hal yang mengerikan ke arahnya, monster itu kangsung menghunus kan surainya ke arah Fra sembari melancarkan sebuah sihir tanah yang menyerupai tembakan batu secara bersamaan.


" Hap... Hyah... Huh.... * dham... dahm.... * " Fra menghindari setiap hunusan yang mengarah padanya sembari menghancurkan beberapa batuan yang mengarah padanya.


* Seught...... * sebuah tombak panjang tiba tiba melesat yang langsung menyeret Fra.


* srising.... sing... sing... * Fra memotong surai hitam dengan tombak yang ia pegang secara cepat.


" Graaaaaaagh.... " Monster besar itu melesat ke arah Fra sembari memberikan beberapa serangan yang bersifat fatal dammage.


Dengan sebuah irama dari benturan antara tombak yang ia pegang dengan setiap serangan yang di tahan, Fra menari seakan ia menikmati pertarungan itu.


" Atk.... Defend..... Defend.... Atk.... " Fra bergumam sembari memberikan sebuah normal dammage pada monster yang di lanjutkan menahan serangan serangan yang datang sebelum kembali menyerang monster itu.


Dengan sebuah gaya tarian yang setiap gerakannya menggambarkan sebuah posisi menyerang dan posisi bertahan, Fra terus bergumam sembari menari sesuai irama yang di berikan monster itu


" Defend... Atk.... Atk... Doge... Atk.... " Gumam Fra setelah menahan serangan monster itu sebelum kembali menyerang dengan multi dammage secara beruntun yang di lanjutkan sebuah doge dammage untuk memberi jarak dengan monster yang selanjutnya ia memberikan critical dammage pada monster itu kembali.


Monster besar dengan kecerdasan itu mulai jengkel dengan apa yang dilakukan oleh Fra hingga akhirnya ia menghentakkan kakinya yang membuat sebuah glombang kejut.


Fra yang sedang menari bersama monster itu terkejut atas ritme yang tiba tiba berubah.


* gragaa...... Ghaaaaaam..... * monster besar itu tiba tiba mengumpulkan sebuah partikel cahaya di mulutnya yang kemudian di semburkan dengan wujud sebuah serangan bersekala besar.


" Wu~ hup " Fra yang semula terdorong cukup jauh akibat goncangan tadi, langsung menancapkan tongkatnya ke tanah hingga melengkung dan membuatnya terbang ke arah sebuah dahan pohon yang membuatnya selamat dari serangan bersekala besar itu.


" Sepertinya dia mulai marah " Gumam Fra sesaat sebelum ia menghindari serangan surai hitam yang ditujukan pada dirinya.


Dengan sebuah tempo yang lebih cepat dan ritme yang lebih kasar, Fra berusaha menghindari serangan dari monster itu sembari mencoba menyerang nya.


Di sisi lain, monster itu terus berusaha menyerang Fra dengan berbagai macam kekuatan yang dimiliki olehnya.


* sfusp..... * sebuah anak panah beracun menancao di tubuh Fra yang masih mengenakan sebuah dres putih ke merahan.


" Ghk " Fra yang semula berniat mendarat di sebuah dahan puhon justru membenturkan tubuhnya ke dahan tubuh itu akibat doronga dari anak panah yang mengenai dirinya.


* dghbugh..... * tubuh Fra terjatuh dari pohon itu ke atas tanah dan menyebabkan panah yang mengenai bagian samping belakang tubuhnya patah dimana bagian ujungnya justru masuk lebih dalam kedalam tubuhnya.


" Eraaaaaaaaaaaaa.....!!!!! " Fra menjerit kesakitan disaat hal itu terjadi.


* ghe.... ghe... ghe.... * monster dengan kecerdasan itu tertawa sembari mengangkat seluruh surai hitamnya yang runcing.


Dengan perasaan takut atas apa yang akan dihadapi olehnya, ia hanya berharap bahwa ia masih mampu melawan.

__ADS_1


Namun pada kenyataanya, ia tak sanggup melawan monster itu akibat dari racun yang membuat separuh badanya kaku. Sembari menatap monster yang bersiap menyerang itu, Fra terus berharap bahwa dirinya bisa mengalahkannya agar bisa kembali bertemu dengan keluarganya.


__ADS_2