Armageddon Maker 2nd Family

Armageddon Maker 2nd Family
Laura Vian Naira


__ADS_3

" Tadi kamu sempat bilang bahwa kamu adalah salah satu kepala dari iron maiden. Memang, apa si iron maiden itu? Dan kenapa kamu bisa menjadi salah satu dari ke tuannya? " Laura mencoba mencari tahu mengenai apa yang Hena katakan sebelumnya


" Mengenai itu, karena tuan berkata bahwa kamu akan menjadi salah satu bagian dari keluarga kami, setidaknya kami di ijinkan untuk memberi tahui siapa kami." Jawab Hena dengan terbuka


" ....Iron maiden adalah kami yang dulunya pelayan di sebuah rumah bordil milik seorang bernama Brotus. Lalu mengenai nama dari Iron maiden sendiri di pilihkan oleh tuan ketika kami di berikan sebuah baju baja yang langsung melekat pada pakaian yang kami gunakan....." Jelas Hena sesaat setelah menunjukkan betapa kerasnya baju yang dirinya kenakkan hingga membuat sebuah suara layaknya baja yang saling di adukan.


"...Iron maiden sendiri terdiri dari dua puluh orang yang sama sama berasal dari rumah bordil yang sama. Karena keputusan dari tuan, kami di bagi menjadi empat kelompok untuk membagi tugas yang tuan berikan. Satu kelompok yang di kepalai Taka sedang membersihkan kebun di belakang mansion. Sedangkan kelompok yang aku kepalai sedang membersihkan lantai pertama dari mansion ini. Dan untuk dua kelompok sisanya pun di beri tugas untuk membersihkan lantai ke dua dan ketiga dari mansion ini. Kedua kelompok tadi masing masing di kepalai oleh Moli dan Mori. Walaupun keduanya memiliki nama yang hampir mirip, mereka adalah orang yang berbeda. Sedangkan alasan mengenai kami ber empat yang menjadi kepala di setiap kelompok nya adalah...... dan karena tuan bilang bahwa kami ber empat lah yang terlihat lebih dewasa yang mana berarti terlihat mampu untuk memegang tanggung jawab yang diberikan.." Tambah Hena sembari menjelaskan tugas maiden saat ini


" Dan, tadi kamu bilang bahwa aku akan menjadi bagian dari keluarga. Lalu... Apakah aku akan masuk dalam salah satu Iron maiden atau bagaimana? " Tanya Laura setelah memahami apa itu iron maiden.


" Mengenai itu... Hanya tuan lah yang bisa memutuskannya. " Jawab Hena sembari tersenyum.


" Ya, baiklah jika seperti itu aturannya. Jadi.... Dimanakah lantai utama yang kamu katakan tadi? " Tanya Laura setelah membalas senyuman Hena.


" Tidak perlu khawatir tentang itu. Aula utama dari mansion ini ada di balik pintu itu. " Jawab Hena sembari menunjuk ke arah sebuah pintu yang tak jauh di hadapan mereka.


Ketika mereka berdua sampai di aula utama, Laura langsung berteriak senang sembari memanggil Nia.


" Nah, kan. Apa yang aku bilang. Kakakmu akan baik baik saja. " Anma mengusap kepala Nia sesaat sebelum Nia berlari ke arah Laura.


Anma tersenyum sesaat setelah Nia dan Laura sama sama berlari untuk memeluk satu sama lain sebelum ia mengalihkan pandangannya.


" Sepertinya dia memiliki sesuatu yang menarik " Gumam Anma sembari melambaikan tangannya ke arah Flora yang berada di area kebun bersama iron maiden lainnya.


" Nia~ kaka kira tuan Anma ingin bicara sebentar dengan kaka. Jadi m... " Laura mencoba mencari sesuatu untuk Nia lakukan.


" Hehehehe... Kalau begitu, aku mau main bersama Crsi. Ya ka... " Nia meminta ijin pada Laura ketika melihat Crsi sedang melambai ke arahnya.


" Hm.... Jadi kamu sudah punya teman yah? Kalau begitu jadilah anak yang baik ya... " Laura mengusap rambut Nia sesaat sebelum ia berlari menuju kebun.


" Syukurlah dia terlihat lebih baik dari sebelumnya " Laura tersenyum ke arah Nia yang terlihat begitu ceria.


" Ne... Anma.... ? Apakah kamu memanggilmu? " Kata Laura setelah berada di dekat Anma.

__ADS_1


" Iya... Benar... Kemarilan.... " Jawab Anma sembari melambaikan tangannya ke arah Flora.


" Ah... Ano.... Apakah tidak apa untukku lebih dekat denganmu? " Laura menatap wajah Anma dengan perasaan malu.


" Ya... Baiklah... Tak apa... " Jawab Anma sembari merentangkan tangannya.


" Em.... " Laura memberanikan diri untuk lebih dekat dengan Anma.


Ketika Laura memejamkan matanya sembari mencoba lebih dekat dengan Anma, Anma berjalan melewati Laura untuk menyambut putri nya.


" Ne.... Ayah.... Tadi Flora berhasil menumbuhkan beberapa tanaman obat seperti yang ayah ajarkan. " Flora menunjukkan beberapa tumbuhan obat kelas menengah.


" Wah... Kamu memang hebat Flora. Tanaman sekelas Blue Efe dan Magenta Rex sudah bisa sebesar ini " Anma memuji Flora sembari melihat ke arah tanaman obat yang di bawanya.


* dbuk...... * tubuh Laura jatuh ke lantai.


Disaat keduanya sedang asik berbincang, Anma dan Flora terkejut dengan suara jatuh yang di sebabkan oleh Laura.


" Ne... Ayah.... Apakah dia yang bernama Laura? " Tanya Flora sembari mengalihkan pandangannya ke arah Laura.


" Iya, Flora. Dia adalah Laura " Anma membalikkan pandangannya sembari mengenalkan Flora pada Laura.


" Ne... Laura.. Apakah kamu baik baik saja ? " Flora berjalan mendekati Laura yng kesakitan


" A... Eto... Ano.... Iya... Aku tidak apa apa. " Laura buru buru bangkit sembari bersikap seolah pernah terjadi apapun.


" Ne... Ayah bilang, kamu adalah kakaknya Nia? " Tanya Flora sembari memeluk tanaman obat yang ia pegang.


" Hm.... ? " Laura mengalihkan pandangannya pada Anma sesaat karena kebingungan


" Maaf ya, Laura. Aku lupa mengenalkan putri ku. " Anma memegang kedua sisi dari bahu Flora sembari meminta Flora untuk mengenalkan dirinya


" Hehehe..... " Laura tertawa lirih dengan wajahnya yang pucat.

__ADS_1


" Ne... Ne... Kenalkan. Nama Flora adalah Flora. Tapi kemarin ayah bilang bahwa nama Flora adalah Floransia Nira Valea. Hehehe.... Salam kenal Laura " Flora melompat senang sembari menawarkan jabat tangan.


" Hehe.... Salam kenal. Aku Laura Vian Naira " Laura menjabat tangan tangan Flora.


" Ne.... Laura... Apakah kamu baik baik saja? Kamu terlihat pucat dan sepertinya kamu tadi terjatuh dengan keras tadi. " Flora khawatir.


" Hehehehe... Iya... Aku tidak apa apa Flora. Lagipun aku sudah lebih baik sekarang " Jawab Laura sembari menunjukkan senyuman nya.


" Apakah kamu benar benar yakin....? " Flora kembali bertanya.


" Iya Flora. Laura baik baik saja. Jadi tidak perlu mencemaskannya seperti itu. " Anma mengusap kepala Flora dengan pelan sembari mencari sesuatu untuk mengalihkan perhatian dari Flora terhadap Laura.


" Ya... Baiklah jika ayah berkata begitu. " Jawab Flora dengan memandang wajah Anma.


" Kalau begitu, bolehkah Ayah berbicara dengan Laura sebentar? " Anma meminta Flora untuk meninggalkannya.


" Ya... Baiklah Ayah.... Heheheh..... " Jawab Flora setelah melihat Taka dan maiden yang lain nampak menawarinya sesuatu


" Kalau begitu... Ayah... Flora akan kembali membantu Taka dan yang lainnya lagi ya. " Tambahnya setelah ayahnya membisikan sesuatu yang menarik dirinya


" Hati hati ya... Flora~ !! Jangan sampai kamu menciptakan monster anaeh lagi... " Anma melambai ke arah Flora


" Baik ayah.... Flora sayang ayah.... " Flora membalas lambaian Anma sembari berlari dengan penuh kebahagiaan.


" Yah... Walaupun tubuhnya sudah seperti remaja atau lebih ke sosok wanita dewasa, setidaknya sikapnya masih menggemaskan seperti seorang anak kecil yang mungkin lebih kecil dari Nia.... " Gumam Anma sembari mengalihkan pandangannya pada Laura.


" Ne... Anma... Apakah kamu benar benar ingin bicara denganku ? " Laura bertanya dengan wajahnya yang di tundukkan.


" Iya. Tentu saja Laura. " Nada dan cara bicara Anma berubah menjadi lebih serus dari sebelumnya


" Em... Ya, baiklah. Memang hal apa yang ingin kamu bicarakan denganku? " Laura memandang wajah Anma sembari memegang lengan kanannya..


" Aku ingin membicarakan sesuatu mengenai Nia. " Jawab Anma sembari memegang tangan kanan Laura.

__ADS_1


__ADS_2