
" Vanrir!!!! Bakar mereka menjadi abu!!!!! " teriak seorang wanita ditengah sebuah pertempuran besar di hadapan dirinya
" Greater Taoulin Wall!!!! " teriak seorang pria berbaju besi sebelum menghentakkan kakinya sembari mengeluarkan deretan tembok berlapis sihir yang nampak terbuat dari rubuan kulit kerang
" Swing!!!! Swing!!! Swing!!!! Gabruls!!! Slalalalala!!!! Gbrush!!! hahahhaha!!!! " gelak tawa seorang wanita yang memegang dua buah kampak besar sembari menari dan menebas monster yang ada dalam jangkauannya
" Vici!!! Gainus!!! pertahankan posisi kalian saat ini untuk sementara!!! " teriak seorang wanita yang sama seperti seorang yang memerintahkan sosok bernama Vanrir
" Baik Rail!!! " ucap kedua sosok yang tidak lain adalah wanita dengan dua kampak tadi dan seorang berzirah besi secara bersamaan
" Fralanca!!!! Naros!!!! " teriak sosok Rail sembari merapal sebuah mantra
* Guaaaarsssss!!!! Swing!!! gbralssss!!! Slasasasasasaps!!!! * Sebuah meriam berisikan duri duri berukuran besar muncul tidak lama setelah mantra terucap dan menghujani puluhan monster yang berada tidak jauh dari tempat vanrir berada
" Vanrir kembali ke zona aman dan jangan memaksakan diri atau kamu akan tidak akan memaafkanmu jika kamu meminta maaf kepada ku!!!" teriak Rai memberikan perintahnya
" Sisil!!! bagaimana keadaan mereka disana? apakah mereka sudah bisa dianggap baik? " tambahnya sembari bertanya pada seorang perempuan dengan baju Priest yang nampak memberikan beberapa sihir penyembuhan pada beberapa demi yang tengah terluka
" Mereka akan pulih sebentar lagi, dan aku sarankan sebaiknya kita kembali kedalam sarang dan mencukupkan hasil buruan kita saat ini!!! " balas sosok Sisil menyarankan
" Baiklah, Sisil!!! Kita akan kembali sekarang!!! Looter!!! Merla!!! Delca!!! kumpulan hasil buruan kalih ini !!!! " balasnya sembari meminta pada beberapa demi dengan ras salamander, cave spider dan ras stone golem untuk mengambil beberapa drop item yang terjatuh dari para monster yang berhasil dikalahkan
" Baik!!!! " jawab para demi tadi sembari bergerak dengan cepat dan memenuhi beberapa cargo yang mereka bawa dengan drop item yang berserahkan di sekitar mereka
__ADS_1
" Balistik call " teriak dari Reli setelah menembakkan bola cahaya raksaksa ke arah para monster yang mulai bergerak mendekat
* Swuuuumps.... Gbralsssss * sebuha gerbang yang menjadi pemisah antara goa para monster dengan sebuah ruangan yang nampak seperti kastel akhirnya tertutup dan menghentikan pertempuran yang amat mengerikan untuk dilihat.
" Jadi, seperti itulah perburuan yang biasa kami lakukan untuk melatih mereka yang berada di unit null agar mereka bisa menjadi bagian dari unit utama maupun pendukung " ucap Reli kepada para maiden yang hanya terdiam tanpa kata sembari melihat sosoknya dan beberapa demi yang penuh dengan luka.
" Untuk kalih ini, aku sangat senang atas keberhasilan kalian yang telah bertahan, untuk hasil dari apa yang telah kita kerjakan akan aku sampaikan pada tuan arc untuk memastikan ada atau tidaknya perubahan pada unit kalian... " tambahnya setelah berbalik ke arah para demi yang berjuang.
" dan untuk kalian yang tumbang pada perburuan kalih ini, aku sangat berterima kasih karena kalian sudah menunjukkan batas kemampuan kalian, dan untuk sementara waktu kalian akan berada di camp pelatihan bersama unit null yang lain untuk beberapa pelatih lain dengan Reli yang lainnya..... " lanjutnya menjelaskan.
" Terima kasih Reli Carla!!! " balas para demi setelah membunbkuk hormat dan membubarkan diri.
" Wah... padahal sedikit lagi kalian bisa menjadi anggota dari salah satu unit yang mendekati unit utama ya... " ucap seorang demi human ras centaurus yang menjemput mereka yang terluka
" ....Sepertinya kamu bersenang senang ya Sisil..... " ucap seorang demi human dengan ras belalang sembah yang menyapa sosok sisil
" Terima kasih atas kerja kerasnya ya, Carla.... " ucal Revn yang datang dan menghampiri sosok Menti dari langit langit yang dilapisi beberapa marmer berwarna biru menyala
" Terima kasih juga atas pujiannya, Revn" balas Carla pada Revn.
" Jadi, bagaimana hasilnya kalih ini? apakah mereka sudah dapat masuk kedalam salah satu unit lain? " ucap Revn bertanya
" Dari segi pertempuran, mereka cukup baik, namun dari segi lain, mereka tidak terlalu bagus, terlebih mereka masih memiliki keegoisan sendiri dan ingin menonjol dari yang lainnya..... " balas Carlas etelah mengamati pemburuan tadi
__ADS_1
" Hm~ yah, saat giliranku menjadi Rei seperti kamu pun beberapa dari mereka melakukan hal seperti itu. Memang akan sangat bagus jika mereka memiliki keinginan untuk lebih unggul dari yang lainnya, namun jika dalam perang sesungguhnya, mereka mungkin akan dibunuh oleh kawan mereka sendiri seperti yang tuan katakan. " balas Revn menanggapi pernyataan Carla.
" Kamu benar, Revn. Maka dari itupun tuan mengajarkan kita untuk selalu menghargai mereka layaknya keluarga dan tidak saling membunuh seperti beberapa pendahulu kita sebelumnya " tawa dari Carla setelah membahas beberapa hal yang serupa
" sudah dahulu ya, Revn... aku akan pergi ke unit pendukung bagian analis agar mereka dapat mengambil memberikan kepastian atas kemampuan grup ke 110845 " tambahnya sembari berpamitan
" Akh... iya, maaf juga telah menghambat tugasmu. Dan selebihnya akan kita bicarakan saat waktu makan malam tiba, ya? " balas Revn sembi melambaikan tangannya sesaat sebelum Carla berubah menjadi sosok Menticore.
Sosok seorang wanita dewasa yang memiliki rambut pirang dengan beberapa guratan layaknya belang pada sosok harimau mulai berubah menjadi sosok cimaira setelah melewati sebuah lorong dari ruangan tempatnya berada.
Wajahnya yang cantik nan manis berubah menjadi kepala Harimau dengan surai yang terbakar sementara tubuhnya yang nampak tinggi ideal ikut terbakar sebelum akhirnya menampakkan sisik naga merah dengan sepasang sayap merah marun dan ekor berbuku yang tidak lain adalah ekor dari kalajengking.
Dengan sebuah ucapan dan gerakan tangan sederhana, ruangan yang ada dihadapan Carla mulai melebar dan berubah menjadi sebuah ruangan layaknya ruang pelatihan dengan banyak batu dan tongkat yang bergerak cukup cepat di setiap sisi dari dinding ruangan itu.
" Baiklah Revn.... jangan lupa untuk menjelaskan hal itu pada " Dia " demi ikeselamatan mereka dan dirimu sendiri. " gumamnya sebelum melesat jauh menggapai batuan dan tongkat yang menjulang sebagai pijakkan dan pergi menghilang ke sebuah ruangan
" Dan... yah, begitulah keadaan dalam Castel of Destruksion saat ini... dengan segala keunikan yang ada pada dalam diri setiap unit khususnya unit pertama, jalan jalan yang ada pun akan selalu berubah untuk meningkatkan kemampuan setiap individu agar mampu menumbuh kembangkan potensi dalam diri mereka " Jelas Reven pada para Maiden yang baru pertama kali datang kedalam lingkup para Re Legiun
" Ano... maaf nona Revn... maksud dari perkataan nk
ona Carla mengenai sosok dia dan keselamatan, itu apa? " tanya Bacta dengan wajah yang tegang
" Oah... kamu memang memiliki pendengaran yang bagus nona muda.... " balas Revn memuji
__ADS_1
" Mengenai hal yang di ucapnya tadi, bukanlah sesuatu yang patut kalian khawatir kan selagi kalian tetap berada dekat dengan diriku maupun beberapa Reil yang lain karena....." lanjutnya sembari berbisik dan mengawasi beberapa sudut ruangan tempatnya berada.
* glups * para maiden menelan ludahnya sendiri sesaat mendengar apa yang Revn katakan.