Armageddon Maker 2nd Family

Armageddon Maker 2nd Family
Wujud dewi penolong


__ADS_3

* splash..... * bagian tangan dari bandit yang memegang senjata itu tiba tiba menghilang yang mengakibatkan bandit itu tidak bisa lagi menyerang Flora.


" Siapa kau sebenarnya..... " Dengan tubuh yang telah kehilangan kedua lengannya, bandit berjubah coklat itu bertanya ke arah Flora.


* dbrasssssshh..... dbrash...... dbrash...... * suara ledakan dari beberapa tubuh yang telah menjadi serpihan debu merah akibat sebuah serangan fatal.


" Hey, kalian. Apa yang kalian tunggu? Cepat keluar dari ikatan itu dan bantu aku memberi pelajaran pada perempuan jelek di sana " Bandit berjubah coklat berteriak pada bandit lain yang tanpa ia ketahui telah di ubah menjadi serpihan debu merah bersama dengan tumbangnya puluhan pohon yang ada di sekitarnya.


Dengan tatapan marah, Anma menatap ke arah bandit berjubah coklat yang baru berbalik menatap ke arah teman temannya.


" Beraninya kau menghina anak kesayanganku. " Gumam Anma sembari mempererat pegangan pada sabitnya.


Melihat sesuatu yang diluar rencana mereka, beberapa assasin mulai keluar dari bayangan semak yang tersisa dan mencoba membantu bandit berjubah coklat.


" Lambat!!! *swught..... dbrash...... * Anma berteriak sembari menebaskan sabitnya dengan kecepatan penuh dan membuat para asasin kehilangan nyawa dengan cara yang sama.


" A..... a... a... a.... " Bandit berjubah coklat tidak mampu berkata apapun.


Anma berjalan mendekati bandit berjubah coklat itu sembari menyeret senjata besarnya.


" Menyerang dan menghilangkan nyawa manusia seperti dirimu bukanlah hal yang biasa aku lakukan. Namun dirimu sudah berbuat keterlaluan dan membuatku sangat marah hingga aku harus turun tangan. " Anma mendekatkan wajahnya ke arah wajah bandit berjubah coklat yang ketakutan karena bagian paling tajam dari bagian benda itu di tempelkan ke bagian belakang kepalanya.


" Akan aku pastikan bahwa dirimu hidup dalam ruang penyiksaan yang telah aku buat sebelumnya " Tambah nya sembari berbisik di dekat telinga bandit itu.


* slpt.... Clupt... * Flora mencubit pipi Anma yang sedang serius itu setelah membuka paksa topeng yang dirinya kenakan


" Ne... Ayah.... Seharusnya ini bagian Flora.... Tapi kenapa ayah justru mengambilnya " Flora memarahi Anma dengan tingkah yang menggemaskan.


" Heheheh.... Yah.. Bagaimana lagi Flora. Habisnya dia menghina Flora yang sangat cantik dimata ayah " Jawab Anma sembari mengusap wajah Flora dan menahan bandit berjubah coklat dengan menancapkan ujung sabitnya ke bagian belakang kepalanya.


Melihat dua orang yang terlihat seperti ayah dan anak, para pladin yang masih terikat akar berduri berusaha meminta bantuan.


" Hmph.... " Flora memalingakan wajahnya dari Anma.


" Tapi, Flora.... Ayah masih menyisakan mereka yang ada di sana. " Anma menunjuk ke arah para pladin yang terikat.


" Kamu bebas melakukan apa yang kamu suka pada mereka " Tambahnya


Ketika secara samar terdengar sebuah suara yang menandakan bahwa akan ada bahaya yang mendekati mereka, para pladin berusaha keras untuk terlepas dari jeratan akar itu.


Mengingat kejadian dari para bandit yang berusaha melawan, para pladin lebih berfikir ke arah kabur dari pada harus melawan sesuatu yang jelas jelas bukan tandingan mereka.

__ADS_1


" Baikalah ayah... Tapi ayah harus tetap disini ya. Karena Flora akan menunjukan kemampuan Flora pada ayah " Flora mengusap kedua lengan Anma.


" Iya Flora " Jawab Anma sembari memanggulkan sabit besarnya setelah memasukan bandit berjubah coklat kedalam sebuah portal.


Melihat sosok perempuan cantik yang mendekat ke arah mereka, mereka justru semakin ketakutan karena mengingat hal yang telah terjadi.


" Ne... ne... ne... Maaf atas perlakuan ayah pada kalian yah. " Kata Flora sembari melepaskan ikatan akar berduri


Para pladin hanya terdiam karena tidak tahu mengenai langkah apa yang akan mereka ambil.


Walaupun semula sempat terlintas di fikiran mereka untuk lari, namun mereka mungkin akan berakhir sama seperti para bandit dan assasin tadi.


" Ne... Jangan takut. Flora datang ke sini untuk menolong kalian. " Kata Flora sembari mendekat ke salah satu pladin.


" Yah.... Walaupun sebenarnya ayah yang menyelesaikan masalah yang sebenarnya, tapi ayah bilang Flora boleh mengurus kalian " Tambahnya sembari memegang zirah yang rusak.


Pladin yang di pegang oleh Flora justru terlihat pasrah karena ia takut atas apa yang akan ia lakukan akan membuatnya kehilangan nyawa.


" Healling.... " Flora mengucapkan mantra penyembuhan sembari mengepakkan sayap miliknya yang semula di sembunyikan.


Bersamaan dengan sayap yang keluar, efek dari awan hitam yang Anma keluarkan mulai memudar hingga menampakkan langit yang biru.


" Hehehe.... Sekarang kamu sudah tidak apa apa " Ucap Flora sembari tersenyum


" Hmph.... Sepertinya mereka akan menganggap Flora sebagai dewi mereka " Gumam Anma sembari bersandar ke batang pohon yang tinggal separuh.


" Nah... Selesai.... " Flora menepukkan kedua tangannya sembari bersorak


" Ne.... Ayah... Flora sudah melakukan hal yang baik bukan? Dan dengan begini, apakah Flora sudah menjadi sosok wanita yang dewasa " Flora berteriak ke pada Anma yang masih bersandar di posisinya.


Para pladin mulai menelan ludah mereka masing masing ketika sosok yang mereka takuti mulai berjalan ke arah mereka.


" Iya... iya... Flora memang luar biasa baiknya. Tapi, Flora masih belum ayah anggap seperti wanita dewasa karena masih terdapat beberapa hal yang kurang. " ucapnya memuji sembari mengusap kepala Flora.


" Nah... Sekarang, giliran ayah untuk mengurus sisanya ya. "


" Ba~ik ayah. " Jawab Flora sembari tersenyum senang.


" Cepat tunjukkan wajah asli kalian atau kalian akan merasakan akibatnya " Gumam Anma kepada salah satu pladin yang ada di hadapannya.


Para pladin yang ketakutan langsung melepaskan pelindung kepala mereka dan meletakkannya di samping kaki mereka.

__ADS_1


" Katakan kepadaku mengenai kejadian yang terjadi pada kalian " Anma merubah nada bicaranya sembari mengusap salah seorang pladin dihadapannya


Dalam sebuah suhir yang berbeda dari sihir yang sering ia gunakan, ia melihat sebuah kejadian beberpa waktu kebelakang.


Ia melihat sebuah monster besar tiba tiba mengamuk dan membuat rombongan kereta kuda harus berputar arah. Namun sayangnya mereka justru di kepung oleh pasukan bandit yang tiba tiba menyerang mereka.


Hal pertama yang Anma pikirkan adalah keselamatan dari orang yang bertarung melawan sosok monster yang terlihat tidak asing baginya. Selain itu, ia juga berfikir bahwa penyerangan ini telah direncanakan sebelumnya. Merasa penasaran dengan apa yang terjadi, Anma mengeluarkan bandit berjubah coklat dari item box miliknya di hadapan para pladin.


Ketika bandit itu berteriak akibat dari rasa sakit kehilangan kedua lengannya, Anma justru mengabaikannya dan menarik paksa jubah yang menyelimiti dirinya.


Betapa terkejutnya Anma ketika melihat sosok asli dari bandit itu adalah orang orang yang sebelumnya pernah memaki dirinya di dalam bar milik brotus.


Para pladin kembali di buat takut oleh kelakuan Anma yang seenaknya sendiri.


Mereka menganggap bahwa sosok yang ada di hadapan mereka bukankah manusia, melainkan sosok yang lain.


Anma menatap tajam ke arah sosok asli dari bandit itu dan mencari informasi yang dapat ia peroleh darinya.


Sosok bandit berjubah coklat hanya terus berteriak kesakitan


" Hmph.... Jadi itu yang terjadi " Anma menginjak tubuh dari bandit itu agar tubuhnya kembali masuk kedalam portal untuk menghadapi sebuah ruangan yang Anma janjikan.


" Healling..... Repairing Fast..... Paradoxtion of...... " Anma merapal mantra penyembuhan miliknya pada para pladin yang semula nampak belum sepenuhnya pulih


Selain itu pun sesaat setelah mengangkat kedua tangannya untuk menarik kereta kuda yang telah rusak untuk memperbaiki nya.


Bersamaan dengan melayangnya kereta kuda itu, kuda kuda yang semula berlari mulai kembali serta beberapa kusir kuda yang semula dalam kondisi sekarat pun kembali di sembuhkan.


" Selesai. " Anma mengembalikan kereta kuda seperti bentuk semula dengan kuda dan kusir yang mengendalikannya.


" Sekarang masalah sudah selesai. Lanjutkanlah perjalanan kalian dan lupakanlah apa yang telah terjadi. " Ucap Anma sembari mengangkat sabit besarnya yang menunjuk ke sebuah jalan yang semula akan di lewati rombongan itu.


Para pladin hanya terdiam dan mulai kembali membentuk formasi yang sama ketika mereka keluar dari kota sebelumnya.


" Ne... Ayah... Apakah mereka akan baik baik saja? " Tanya Flora yang telah selesai memperbaiki area di sekitar seperti sedia kala.


" Mereka akan baik baik saja. Lagi pun, mereka merupakan prajurit yang cukup kuat di mata manusia " Anma mengusap kepala Flora sembari mengajaknya berjalan masuk ke dalam hutan


Beberapa pladin yang semula masih tersadarkan diri mulai berfikir bahwa kedua sosok tadi adalah sosok yang mungkin di sebut penjaga hutan.


" Lebih baik kita melupakan hal yang telah terjadi " Salah seorang pladin menepuk pladin yang sedang menatap ke arah jalan yang di lalui Anma dan Flora.

__ADS_1


" Akh.... Iya... Maaf. " Pladin itu tersadar dari lamunannya dan mulai kembali berjalan sesuai perintah dari pladin tadi.


" Sungguh hutan yang misterius " Ucap pladin itu sembari mengalihkan pandangannya kembali.


__ADS_2