
" Hwa~h jadi ini area pelatihan yang tuan janjikan kemarin malam? " ucap Neouro yang terkejut ketika melihat sebuah dungeon yang cukup luas ada dihadapannya.
" Sepertinya ini cocok untuk melepaskan semua amarah ku pada para manusia... " ucap Ryuu dengan mengadu kedua tangannya
" Ingat ya, Pixi, Hont, dan Ip. Kalian harus mempelajari cara pengendalian stamina serta energi mana kalian sebab kalian masih sering melakukan pemborosan mana dengan sihir yang tidak terlalu berdampak besar pada musuh... " ucap Moli menasehati ketiga demi yang masih muda.
" dan ingat! Jangan terlalu memaksakan diri kalian " tambah Wole sembari mengeluarkan beberapa kantung yang berisi potion dari tuan mereka.
" Hai~p... " jawab ketiganya dengan semangat.
" Kalau begitu mari kita cek kesiapan kita!!! " ucap Ryuu yang sebelumnya telah di tunjuk sebagai pemimpin
" Moli, Bacta, Hont, Ip, Pixi, Neouro dan Wole.... " tambah Ryuu sembari memanggil semua yang ada di sana.
Moli membuka kedua sayapnya serta memberikan sebuah efek positif pembakaran semangat, Bacta mengangkat kedua telinganya sembari merapal mantra pengelihatan agar pengelihatan yang dirinya miliki tidak memburam ketika pendengaran supernya di gunakan. Hont mengeluarkan ekor ularnya sembari mencoba beberapa pukulan menggunakan cakar besi yang digunakan. Ip merubah tubuh manusianya ke bentuk Imp dengan menghantamkan gada yang dirinya miliki.
Berkat ikat kepala ciptaan tuannya, bentuk dari Ip tidaklah berubah cukup mengerikan yang mana seharusnya tubuh Ip menunjukkan tubuh kurus kering dengan warna tubuh putih pucat, bercakar panjang dengan kepala yang hampir mirip dengan ras goblin hingga Ip yang saat ini meniliki bentuk tubuh yang masih sama seperti bentuk manusianya hanya saja warna tubuhnya saja yang berubah. Begitupun pada Pixi yang seharusnya berubah menjadi peri kecil namun tetap berada di bentuk manusianya berkat tongkat yang tuannya ciptakan, selain itu Wole menampakkan tubuh aslinya yang mana itu hanya menumbuhkan beberapa bulu domba dan sepasang tanduk melengkung di atas kepalanya.
Sementara Neouro berubah menjadi sebuah sosok yang hampir sama dengan obsidian golem namun memiliki sebuah lingkaran energi transparan yang menahan beberapa batuan orb dengan ukuran yang cukup besar
" Yousha!!!! mari kita bantai mereka semua!!!! Banzai!!! " ucap Ryuu dengan penuh semangat ketika melihat beberapa monster asing yang mulai menampakan dirinya dari balik pintu dungeon yang terbuka.
Dengan penuh semangatnya para maiden mulai menunjukkan berbagai macam serangan mereka yang amatiran lagi tidak teratur. Namun berkat pengambilan keputusan pada Ryuu sebagai pemimpin mereka, serangan mereka tidaklah sia sia dan justru memberikan banyak keuntungan bagi mereka.
" Bariarels!!!! " ucap Moli sembari mengepakkan sayapnya yang telah dilapisi membran penguat
* Slash!!!!! * Ryuu menebas beberapa monster yang menyerang perlindungan dari Moli serta memberikan dukungan berupa cover stiker kepada Hont sementara Woli memberikan Pixi penyembuhan.
" Bacta!!! sekarang!!!! " ucap Ryuu dengan keras.
* Craaaaaa!!!!!!!!!!!!! * Bacta berteriak dengan sangat keras menggunakan bantuan senjata yang dirinya pilih.
__ADS_1
" Neouro!!!! Ip!!! lari dari sana sekarang!!! " tambahnya sembari meminta keduanya menjauh.
* Grudadgudadudagudag!!!!!! Gabrum!!!!!! Gabruuuum!!!! * Suara dari runtuhnya sebuah pintu dari lantai ke dua yang sengaja mereka hancurkan untuk mencegah datangnya monster dari lantai ke tiga.
* uhuks uhuks uhuks * debu yang timbul akibat runtuhnya pintu itu membuat sesak para maiden yang ada di sana.
Terlebih dengan banyaknya bangaki monster yang telah mereka kalahkan sebelumnya, lantai tempat mereka berada saat ini nampak tidak nyaman untuk di pertahankan.
" Apakah ada yang tahu sudah berapa lama kita bertahan di lantai ini? " ucap Moli yang telah kehabisan energi.
" Entahlah, Moli... aku tidak terlalu mengingat sudah berapa lama kita di sini " balas Neouro yang dalam bentuk terkuatnya yang berupa sosok obsidian golem dengan sebuah lingkaran aura serta tiga batu orb besar berwarna merah, biru dan hijau sebagai tanda elemental.
" Woli!!! bagaimana keadaan Pixi?! " tanya Hont yang terlihat khawatir.
" Sepertinya dirinya terlalu memaksakan diri dalam penggunaan energi sihirnya. " balas Woli yang masih memberikan sihir penyembuhan melalui bulunya.
" Seharusnya ini sudah lebih dari 3 jam pertempuran. Tapi kenapa bantuan tidak kunjung datang?!!" ucap Ryuu dengan sikap waspada di depan gerbang yang telah diruntuhkan.
" Ip... tolong bawa Bacta kepada Wole untuk di sembuhkan karena mungkin pendengarannya sedikit rusak akibat teriakan yang dirinya sendiri lakukan " ucap Ryuu dengan lembut
Setelah membawa Bacta pergi, Ryuu dan Neouro yang masih bertahan saling bertukar pendapat mengenai kelanjutan dari pelatihan ini. Mereka berdua sama sama mengakui kesangguppan diri sendiri dan bertahan untuk beberapa jam lebih lama mengingat mereka berdua merupakan ras demi yang cukup kuat.
" Apakah kamu yakin kita akan bertahan hingga bantuan tiba? " ucap Ryuu yang melihat batu orb Neouro yang semakin mengecil.
" Aku tidak terlalu yakin akan hal itu. Tapi mengingat apa yang dikatakan tuan kemarin, setidaknya diriku ingin melihat seperti apa kekuatan dari para Re legium itu. " jawab Neouro sembari mencoba kembali memperbesar batuan orb miliknya.
" Jika dirimu berkata seperti itu pun, diriku sangat ingin melihat hal seperti itu. Namun.... " balasnya sembari melihat maiden lain yang sudah melewati batasannya.
" Hmph... ya. Mereka tidak mempunyai pengalaman untuk bertahan di situasi seperti ini. Jadi mungkin, apa yang terjadi saat ini akan mengakibatkan trauma psikis pada mereka. " ucapnya menanggapi perkataan Ryuu.
" Jika saja Ro dan Rougu memberanikan diri mereka untuk ikut. Kejadian yang akan terjadi tidaklah seperti ini. " tambahnya kesal.
__ADS_1
" Akh... iya, Ro dan Rougu datang satu rombongan dengan kamu kan? Jadi... jika aku boleh tahu kekuatan apakah yang mereka miliki? " tanya Ryuu penasaran.
" Diriku tidak terlalu mengenal Rougu... namun Ro adalah orang yang cukup dekat dengan diriku. " balasnya mengenai mereka.
" Ro memiliki bentuk asli yang cukup mengerikan mengingat dirinya merupakan dark repper yang rasnya hampir sama dengan Crsi. " tambahnya melanjutkan.
" Eh..? Crsi? " Ryuu terkejut
" Ya... Ro merupakan ras Lich dengan kekuatan layaknya Necromacer. " balasnya menjelaskan
" Tapi bagaimana dia bisa menyembunyikan bau busuknya itu? " ucap Ryuu yang peka terhadap bau
" Kamu jangan terlalu berlebihan, Ryuu... Ro memiliki keahlian yang mana dirinya dapat mengubah sesuatu yang telah dirinya bunuh. Baik itu binatang maupun hewa. " balasnya menanggapi.
" Akh... iya... maaf... " Ryuu merasa bersalah ketika dirinya mengingat aturan yang tuannya sampaikan
Mereka terus membahas mengenai sosok Ro yang hampir sama kuatnya dengan Neouro, sementara Moli dan lainnya sedang memulihkan diri mereka melalui penyenbuahan dari Wole serta beberapa potion yang tuan mereka berikan.
Meskipun saat ini mereka tengah berada di ambang batas hidup dan mati dalam dungeon itu, mereka tetap berkeinginan untuk bertahan di sana sampai para Re legiun menunjukkan kekuatan mereka.
*Dbrak dbrak dbrak... gabruuuumss....... * beberpa kelompok monster dengan aura mengerikan tiba tiba keluar setelah reruntuhan dari pintu masuk di lantai selanjutnya hancur dan membuat para maiden yang merasakan aura itu tidak sadarkan diri.
" Ya ampun.... siapa orang bodoh yang berani menghancurkan pintu penyimpanan? " ucap sesosok demi human dengan ras menticora
" Hehehe.... yah, mungkin saja Lufu kembali menabrak pintu itu... lagi pula dia kan satu satunya orang yang tidak dapat melihat dalam kegelapa.. " balas seorang dengan wujud gagak kristal.
" Bukankah lebih baik jika dia menggunakan kekuatannya untuk melihat area sekeliling ? seperti reserce olaifa...? " balas sosok tadi dengan kesal.
" yah... kan kamu tahu sendiri bahwa jika dia merasakan sesuatu yang asing dia akan langsung menembaknya kecuali hawa keberadaan tuan kita sendiri. Dan, bukan kah karena itu pula, tuan memintanya untuk tidak menggunakan kekuatan itu di lantai... " balas sosok tadi dengan menutup mulutnya sembari menahan tawa.
" Hmph, ya sudahlah. Ayo kita ambil beberapa bahan makanan untuk dibawa ke dapur... " sahut sosok itu sembari melihat area dalam ruangan itu
__ADS_1
" Tunggu sebentar... bukankag itu... " ucap sosok menticora itu yang terkejut ketika mendapati sosok yang nampak seperti para maiden ada di dalam ruangan itu.