Armageddon Maker 2nd Family

Armageddon Maker 2nd Family
Untuk sesuatu yang berharga


__ADS_3

* swapt..... Dhapt.....* merasa terganggu oleh tornado yang menghalangi pandangannya, Anma menebaskan kampak darah itu secara vertikal yang membuat tornado yang ia ciptakan menghilang.


Beberapa saat setelah tornado itu menghilang, beberapa petir berwarna merah dan hitam menyambar seluruh pasukan yang terhisap tornado tadi hingga membentuk kawah berapi.


" Hm.... Menarik " Anma memanggul kampak darah itu ke bahunya. " Sembari melihat area di sekitarnya


Beberapa kawah berukuran sedang terlihat di dekatnya. Dari kawah kawah berapi itu terlihat potongan tubuh dari prajurit yang tersambar petir.


" Kembalikan kampak ibuku!!!! " Teriak perempuan itu sembari mengarahkan kepalan tangannya.


Beberapa saat setelah Anma memanggul kampak darah itu, perempuan berpakaian hitam tadi langsung melesat ke arah Anma tanpa peduli mengenai apa yang baru saja terjadi.


* Dam!!!!!! * sebuah benturan keras antara wanita berpakaian hitam itu dengan pertahanan Anma mengakibatkan sebuah gelombang kejut yang menerbangkan beberapa pasukan yang tersisa.


Setelah serangan itu terjadi, secara perlahan terlihat jelas bahwa Anma menghentikan serangan itu dengan kampak darah milik Liah.


" Kamu bilang apa tadi? " Anma dengan santainya bertanya pada perempuan berpakaian hitam itu.


" Beraninya kau!!!! " Perempuan berpakaian hitam itu marah ketika tinjunya dihentikan dengan kampak darah milik ibunya.


* Dam..... Dam..... Dam.... Dam.... * amarah yang memuncak dari perempuan itu disalurkan ke tinju beruntun yang diarahkan pada Anma.


Melihat serangan yang dirasa lambat, dia menghindari setiap serangan itu dengan mudah lagi meremehkan.


Merasa bahwa setiap serangan yang di arahkan padanya semakin membuatnya bosan


" Lambat!!! " Anma membentak perempuan itu sembari mengepalkan tinju balasan


" Kembalikan!!!! Cepat!!! Kembalikan kampak milik ibuku!!!! " Perempuan itu berteriak sembari melancarkan serangannya beberapa saat sebelum Anma melancarkan serangan balasannya


* swups....... Bam!!!! * seorang menangkap perempuan berpakaian hitam dan membuatnya terhindar dari serangan balasan Anma.


Serangan yang di lakukan oleh Anma membuat sebuah lubang pada beberapa monster raksaksa yang tiba tiba muncul.


" Lepaskan!!! Lepaskan!!! Lepaskan!!!! " Perempuan itu memberontak pada seorang yang menangkapnya.


* plak!!!! * sebuah tamparan mengarah ke pipi dari perempuan itu.


" Sci!!!! Hentikan!!! " Sebuah suara terdengar beberapa saat setelah bunyi tamparan.


" Bibi!!! Kumohon!!! Lepaskan aku!!! Aku harus merebut kembali kampak ibu!!!! " Teriak perempuan berpakaian hitam pada seorang wanita demi human dengan ras kelinci.


" Mereka benar benar lemah. " Anma melihat ke arah kepalan tangannya beberapa saat ketika monster raksaksa yang ada di hadapannya terjatuh.


" Bibi!!! Lepaskan!!!! " Bentak perempuan itu sembari melepaskan energi sihir miliknya.


" Sci!!!! Tenanglah " Wanita demi human dengan ras kelinci mencoba menenangkan Sci.

__ADS_1


"E..... Ragh......!!!!!" Sci meledak.


* bham!!!! * energi sihir dalam jumlah besar menghemempaskan wanita demi human dengan ras kelinci dengan cukup jauh.


* swups!!!! Bham!!!!! * Seorang kembali menyerang Sci dengan tendangan kakinya.


" Sci!!! Cukup!!!! Hentikan amarahmu sekarang juga " Sesosok wanita demi human dengan ras kelinci membentak ke arah Sci.


" Bibi Willna!!! Aku mohon, biarkan aku mengambil kembali kampak milik ibu " Sci memohon pada Willna


" Apakah kamu tidak bisa melihat perbedaan levelmu dengan orang yang disana? " Willna memarahi Sci sembari menunjuk ke arah Anma


" Coba sadarlah Sci!!! Beberapa peliharaan Bibi Willa dengan mudah ia bunuh!!! " Tambah Willna.


" Hm....?! " Willna tiba tiba terdiam ketika melihat wujud yang tidak asing baginya.


Ingatan mengenai sesosok pria dengan tubuh penuh darah yang menatap ke arah kepalan tangannya sembari mengeluarkan aura yang menakutkan tiba tiba terlintas di pikirannya sembari menatap ke arah Anma.


" Tidak mungkin!!!! Willa!!! Di---di


ia...!!! Dia adalah!!! " Disaat Willna mengalihkan pandangannya sesaat untuk memanggil Anma, Sci melesat dengan kekuatan penuh.


" Matilah kau!!!!" Teriak Sci sembari mengepalkan tinju dengan Api berwarna Hitam


" Tidak akan aku biarkan seorang melukai Ayah!!!!!! " Flora langsung berubah ke bentuknya semula yang dilanjutkan menahan serangan dari Sci.


Dengan air mata yang mengalir di mata keduanya, Willa dan Willna tersadar bahwa kedua orang yang Sci serang adalah orang orang yang berharga bagi mereka berdua.


* brash!!!! Swarp!!!! * sebuah dinding akar muncul dan langsung menjerat Sci yang mengepalkan tinju berapi miliknya dan membuatnya tersangkut.


" Eaten'spirit......Wall of bind....." Flora merapal sebuah mantra sembari merentangkan telapak tangannya.


Willa dan Willna yang berada di sana tak mampu bergerak menolong Sci tanpa sebab. Meskipun mereka ingin berteriak untuk memohon pengampunan pada Anma, Willa dan Willna hanya terpaku tanpa bisa melakukan apapun selain melihat apa yang terjadi di hadapan mereka


" A!!!!! A!!!! A!!!!!" Sci berteriak kesakitan ketika akar akar dari dinding akar itu mulai menggrogoti tubuhnya.


Dengan mata penuh amarah, Flora terus mempererat ikatan dinding akar itu dengan niatan menghancurkan tubuh Sci.


" Flora... Hentikan..." Kata Anma sembari memegang pundak Flora.


" Tapi... Ayah.... Dia berniat melukai ayah!! " Jawab Flora tanpa memperlemah ikatan dari dinding akar.


" Flora....! " Anma meninggikan nada bicaranya.


" Baiklah ayah. " Mendengar nada bicara Anma yang mulai meninggi, Flora pun menghilangkan dinding akar ciptaannya.


Dinding akar yang menjulang tinggi ke arah langit kala itu langsung menghilang disaat Flora mengibaskan tangannya.

__ADS_1


Bersamaan dengan itu, Sci yang terikat dinding itu pun jatuh tidak lama setelah dinding itu menghilang. Tubuh Sci yang semula terlihat elok, kini nampak penuh luka serta beberapa lubang terlihat di tubuh nya.


" Sepertinya Flora mulai mengingat kemampuan dirinya " Gumam Anma dalam hatinya.


" Oh iya... Hampir waktunya mereka pulang. " Tambah Anma setelah melihat Sci jatuh.


" Flora... Sudah saatnya kita pergi dari sini. " Anma memanggil Flora yang berjongkok sembari menatap marah ke arah Sci.


" Awas saja jika kamu melukai ayah!!! " Flora menatap ke arah Sci yang setengah sadar.


" Ne... Flora. Sudahlah. Maafkan saja dia. Lagipula ini juga salah ayah yang mengambil kampak nya secara paksa " Anma mengelus kepala Flora sembari memintanya memaafkan Sci.


" Hm.... Hm... Hm.... Baiklah ayah. " Flora tersenyum ketika kepalanya di elus oleh Anma.


" Hey, nak. Aku kembalikan kampakmu ini. Maaf ya, karena telah mengambil nya dengan paksa" Anma berjongkok di sebelah Flora sembari menaruh kampak darah di samping tubuh Sci.


Melihat tubuh Sci yang terluka, mengingatkan dirinya pada saat pertama ia bertemu dengan Liah.


" Pofuri. Healling" Anma merapal mantra penetralan dan mantra pemulihan untuk menghilangkan efek dari serangan Flora.


" Nah Flora. Saatnya kita pergi. " Anma bengkit dari duduknya bersama Flora.


* swarps.... * Anma dan Flora menghilang beberapa saat setelah kesadaran Sci menghilang.


" Reghn. Apakah kamu sudah mencatat semua hal yang ada di Panatua Screen? " Tanya seorang berpakaian merah tua pada Reghn


" Sudah, tuan. Saya sudah mencatat semua yang terjadi di sana. Walaupun layar hanya menunjukkan bagian asal tempat seorang yang selamat tadi, di bagian sisi parameter sihir serta beberapa kejadian aneh yang ada di sana pun sudah saya tulis, tuan " Reghn melaporkan apa yang seorang berpakaian merah tua perintahkan.


" Baguslah jika seperti itu. Walaupun Panatua Screen telah rusak, setidaknya kita memiliki sebuah informasi sebagai gantinya. " Kata seorang berpakaian merah tua setelah memukulkan kepalan tangannya ke arah layar sihir di hadapannya.


" Reghn. Buatlah salinan dari catatanmu agar Elin dan Athem dapat menganalisa apa yang terjadi disaat Panatua screen rusak. " Tambah Seorang berpakaian merah tua.


" Baik tuan. Akan saya lakukan. " Reghn menjawab spontan.


* dham..... * sesosok naga turun dari langit dan berubah bentuk.


" Willa, Willna. Apa yang terjadi pada kalian? " Sesosok naga tadi berubah menjadi seorang laki laki demi human dengan ras naga.


" ..... " Tubuh Willa dan Willna tiba tiba ambruk ketika sosok laki laki dengan ras naga menyentuhnya.


Melihat tubuh Willa dan Willna tumbang tanpa sebab, sosok laku laki itu mengalihkan pandangannya ke area di sekitarnya.


Sosok laki laki itu terkejut ketika melihat area itu penuh dengan bekas pertempuran. Beberapa kawah berapi terlihat membara beserta beberapa potong tubuh yang terbakar. Tak jauh dari kawah itu, beberapa tubuh monster besar tergeletak dengan posisi berurutan serta luka yang sama.


" Sci....?!!! " Pria itu bergerak menuju tubuh Sci yang tergeletak didekat senjatanya.


" Sci..!!! Sadarlah!!! " Pria itu berusaha menyadarkan Sci.

__ADS_1


__ADS_2