Armageddon Maker 2nd Family

Armageddon Maker 2nd Family
Keinginan sederhana untuk mereka


__ADS_3

Dikala hari mulai berganti, Anma Laura dan Hena tengah berjalan tanpa adanya tujuan yang jelas dan hanya berjalan sesuai kemauan langkah kakinya. Sesekali Anma meminta saran kepada Laura maupun Hena untuk mengunjungi tempat kesukaan mereka karena mereka adalah warga kota ini.


Sembari menanti sesuatu yang menarik, Anma menceritakan beberapa hal yang berkaitan dengan penolakannya terhadap kenaikan peringkat.


Dirinya menjelaskan bahwa salah satu alasan yang mendorong dirinya untuk menolak hal itu adalah keinginan dalam dirinya untuk mencari seorang penantang yang lebih kuat darinya. Dengan kata lain, dirinya sengaja membuatnya berada di rank terbawah agar orang-orang yang merasa dirinya lebih kuat akan datang menantang dirinya.


Layaknya seekor hewan buruan yang masuk dalam perangkap yang telah disiapkan, dirinya berkata akan melawan mereka yang datang serta membuat mereka menyesali keputusan mereka sendiri.


Meskipun Laura dan Hena tidak terlalu paham atas penjelasan yang terucap darinya, Anma kembali menjelaskan bahwa inti dari sebuah ucapannya barusan adalah dirinya ingin manfaatkan sifat keegoisan dari setiap individu untuk menghancurkan diri mereka sendiri.


Dengan menjelaskan sebuah maksud kata manfaat itu sendiri, dirinya berkata bahwa setiap penantang pastinya memiliki koneksi, harta, tahta, wanita, dan hal hal lain yang berbau unsur duniawi yang pastinya tidak didapatkan melalui jalur murni. Oleh karena itu dirinya menegaskan bahwa dirinya akan memanfaatkan hal hal itu untuk kebaikan bagi dirinya dan keluarganya.


Sebagai contoh atas apa yang dirinya katakan, dia mengeluarkan sebuah kepala yang dulunya merupakan milik seorang petualangan yang menghina dirinya.


Dalam sekejap mata, baik Laura maupun Hena sempat ingin memuntahkan isi perut mereka ketika dengan mudahnya tuan mereka menunjukkan sesuatu yang mengerikan seperti itu.


" Hehehe.... yah... seperti inilah maksudku. " ucapnya setelah mengembalikan kepala tadi ke sebuah portal hitam.


" Diriku akan memanfaatkan setiap keegoisan mereka untuk meraup keuntungan yang lebih. " tambahnya menegaskan.


" Tapi, tuan... bukankah itu nampak berlebihan? " ucap Hena yang belum mengerti maksud dari Anma.

__ADS_1


" Dari sudut pandang mereka yang mampu membedakan baik dan buruk, hal ini memang nampak berlebihan. Namun... jika dilihat dari mereka yang teraniaya, hal seperti ini akan nampak layaknya perbuatan yang terbaik. " balasnya sesaat setelah memandang langit.


Untuk sesaat, Laura memikirkan apa yang Anma katakan.


" Tapi, tuan... bukankah lebih baik jika kita membawanya ke jalur hukum? " balas Hena yang masih berfikir polos.


" Hehehe... itu benar Hena... itu adalah hal yang baik dilakukan.... " balasnya dengan tawa senang.


" Benarkan... hehehe.... " Hena merasa senang karena untuk pertama kalinya tuanya memperlihatkan sisi lainnya yang lembut.


" Seperti yang aku duga darimu, Hena... kamu adalah orang yang terlalu naif bahkan disaat orang lain memperlakukan dirimu dengan buruk. " balasnya sembari mengusap kepalanya dengan lembut.


" Hal yang harus kamu ketahui dalam dunia yang kejam ini adalah adanya sebuah hal tabu dimana tidak semua manusia itu baik dan tidak semua iblis itu jahat. " tambahnya setelah menatap mata Hena dengan sebuah makna yang mendalam.


" Hehehe.... kalian akan mengetahui maksud perkataanku di suatu saat nanti. " balasnya dengan senyuman.


Untuk kesekian kalinya, merekau berdua hanya memandang satu sama lain karena tidak terlalu mengerti maksud dari perkataan Anma.


" Nah... karena hari sudah semaki memanas, apakah kalian ingin memakan sesuatu untum makan siang? " ucapnya menawarkan.


" Jika dibolehkan, saya ingin memakan makanan yang tuan buat seperti saat saya dan maiden lain diwaktu istirahat kami. " balas Hena dengan malu malu

__ADS_1


" Kalau, aku.... mungkin roti keras dan air putih saja sudah cukup bagiku. hehehe... " Jawab Laura yang merendah.


" Hm... ya, baiklah jika itu kemauan kalian. " balasnya yang terkejut dengan pilihan mereka


Sembari menikmati makanan berupa sebuah roti lapis berisikan daging dan sayuran yang cukup besar dan panjang, mereka berdua mulai berusaha menanyakan kembali maksud perkataan Anma barusan.


Dengan suasana yang lebih baik dari sebelumnya, Anma pun dengan kehati hatiannya menjelaskan bahwa dirinya berniat untuk menyelamatkan orang orang yang bernasib sama seperti para maiden disaat penantang yang dirinya maksudkan memiliki hal yang telah dia katakan sebelumnya.


Dengan memanfaatkan koneksi yang ada, dirinya akan mengetahui lebih banyak informasi mengenai kegelapan kota yang indah ini. Selain dari pada itu pun dengan memanfaatkan harta mereka, dirinya akan membangun beberapa panti asuhan yang mana didalam berisikan glandangan, Orang-orang terbuang, para wanita jalanan dan itupun termasuk pada demi human seperti Moli yang menyembunyikan jati diri mereka yang tentunya akan berkaitan dengan memanfaatkan tahta mereka, Dirinya pun bisa dengan bebas melakukan hal hal itu tanpa berbenturan dengan hukum yang berlaku.


Setelah makanan mereka habis pun, mereka masih saja membahas hal luar biasa yang Anma ingin lakukan dan bersama dengan dilaksanakannya rencana tahap pertama seperti yang telah dijelaskan pada mereka. Selain itupun Anma berniat menjadikan mereka kuat dan mampu melawan ketidak adilan yang mereka hadapi.


Hena dan Laura yang mendengarkan langsung perkataan itu sangat tersentuh dan merasa senang jika itu benar benar terjadi. Mereka berdua silih berganti mengatakan keinginan mereka untuk menjadi seorang yang bisa membantu mereka baik menjadi seorang ibu asuh dari anak anak terlantar, seorang guru yang mengajarkan perbedaan baik dan buruk maupun memberikan mereka kasih sayang yang selama ini mereka inginkan.


Anma sempat tertawa ketika kedua orang yang ikut bersama itu menunjukkan semangat dan antusiasme yang tinggi terhadap niatannya.


Sebagai bukti nyatanya, dirinya pun menjelaskan bahwa dirinya akan mewujudkan hal itu yang dimulai dari sebuah greja kecil di pemukim kumuh tempat dimana Airi, Mori, Tama dan Tsuki mendapatkan hadiah kecil dari dirinya.


" Meskipun akan terlihat sangat sulit untuk dilakukan, saya percaya bahwa dengan niat baik dari tuan, tuan pasti akan mewujudkan impian itu sepenuhnya " ucap Hena yang secara sadar memeluk tubuh Anma.


" Mau bagaimana pun juga, diriku telah memutuskan untuk menjadi salah satu maiden seperti yang kamu tawarkan sebelumnya. Mengingat diriku yang hanyalah manusia biasa. Setidaknya aku ingin melihat kenyataan yang kamu inginkan itu sembari membuat adik kecilku bahagia bersama kalian semua " Ucap Laura yang menahan diri karena dirinya merasa belum siap untuk melakukan hal yang sama seperti Hena.

__ADS_1


" Hehehe.... yah... meskipun membutuhkan waktu lama, setidaknya diriku bisa mencoba hal itu dan bersama dengan itu, aku mohon kepada kalian untuk membantuku... " balasnya setelah menarik Laura untuk ikit bergabung bersama dengan mereka.


" Aku harap, kami menjadi keluarga harmoni seperti mereka... " ucap Listia sesaat setelah melihat seorang yang nampak seperti keluarga sedang asik menikmati kebersamaan mereka.


__ADS_2