Armageddon Maker 2nd Family

Armageddon Maker 2nd Family
Pertarungan ke dua


__ADS_3

* splash...... * beberapa serangan akar bersifat fatal menerjang sebuah tubuh monster yang berukuran besar tidak jauh dari keduanya.


* dapt.... dapt.... dapt... Claps.... * monster yang tidak menyadari serangan mendadak itu sempat berusaha menghindar namun gagal dan memberikan beberapa fatal damage


" Bagus Flora. " Anma memuji serangan yang dilakukan oleh Flora saat itu juga


" Sekarang, coba kalahkan monster itu " Tambah Anma sembari menunjuk ke arah monster besar dengan kecerdasan itu.


"Baik ayah... " Jawab Flora sembari mendekati monster besar itu, sementara ayahnya berjalan untuk mendekati beberapa tubuh yang terluka cukup parah.


" Staff... Of.... Thorn...... " Flora yang sedang mendekati monster itu merapal sebuah mantra sembari mengangkat salah satu tangannya.


Monster besar yang menatap ke arah sesuatu yang nampak asing baginya langsung menyerangnya tanpa berfikir mengenai apa yang akan terjadi selanjutnya.


* ghraaaaa...... * monster besar itu melesat ke arah Flora sembari menghunuskan surai hitamnya.


* splasap..... Dahm..... * sebuah akar berduri yang lebih besar dan lebih tebal dari sebelumnya langsung mengikat seluruh tubuh monster besar itu sebelum menghantamkannya ke tanah beberapa kali hingga membentuk sebuah kawah besar di beberapa bagian hutan.


" Windsofstep.... " Flora merapal beberapa mantra yang salah satunya adalah mantra kecepatan yang hampir sama seperti milik Anma.


* ghraaaaam....... * monster besar yang terikat itu kembali mengumpulkan sebuah partikel bercahaya dan mengarahkannya pada Flora.


* dham..... brust.... sling... sling.... Booooom...... * sebelum monster itu mengeluarkan serangan sekala besar, Flora dengan kecepatannya menghantamkan tongkat yang ia pegang ke arah dagu monster itu dengan sangat keras.


Sesaat setelah tubuh monster itu terbang tinggi dan hendak jatuh kembali ke tanah, Flora kembali menahan tubuh monster itu dengan menumbuhkan akar berduri baru yang kembali mengikatnya di atas langit serta memberikan beberapa multi damage bertipe dasar angin dan beberapa lagi bertipe cahaya sebelum akhirnya dihantamkan kembali ke permukaan tanah dengan sebuah serangan berbentuk palu besar dari partikel cahaya dan membenamkan separuh tubuh dari monster itu.


" Sepertinya Flora dapat mengatasi ini sendiri " Ucap Anma setelah membaringkan tubuh Fra yang terluka parah.


* ghe.... ghe... ghraaaaaaarl..... * monster besar itu bangkit dari tempatnya semula sebelum akhirnya meraung tanda kesal sembari memunculkan beberapa sambaran petir dari arah langit yang terlihat menghitam.


" Ya.... Benar.... Aku baru mengingatnya... Dia adalah salah satu mini bos dari dungeon Aby " Gumamnya setelah mengingat serangan dengan sambaran petir.

__ADS_1


" Flora.... Ubah seluruh elemen dasarmu menjadi elemen tanah. " Anma memberikan sebuah perintah.


" Buat beberapa golem tipe tanah untuk mengalihkan serangan dari sambaran petir. Lalu fokuskan seranganmu ke arah kristal putih yang bisa kamu lihat di bagian kening monster itu. " Tambahnya di saat Flora mulai melesat menghindari setiap petir yang menyambar.


" Baik ayah.... " Jawab Flora sembari mengubah pola serangannya sesuai perintah Anma.


" Kalau tidak salah ingat, namanya adalah Spinx. " Kata Anma sembari memperhatikan pertarungan antara Flora dengan monster yang di sebut Spinx.


* Ghm.... Ghm.... * salah satu golem ciptaan Flora menghantamkan Bogem miliknya ke arah wajah monster yang setara dengan tubuhnya, sementara satu golem yang lain merelakan tubuhnya terkena sambaran petir untuk melindungi Flora yang sempat goyah akibat tekanan angin yang berubah.


" Winds.... Of... Sherph.... " Flora mengarahkan sebuah sihir berbentuk pusaran angin yang saling beradu satu sama lain hingga menimbulkan sebuah efek sayap di kedua sisi dari pusaran angin itu.


* swungh..... Brak...... Dahm....* serangan itu melesat ke arah wajah dari monster itu bersamaan dengan runtuhnya sebagian tubuh golem akibat damage area yang di lakukan oleh Flora


" Earth Sugar...... " Melihat tubuh dari golem ciptaannya hancur, Flora langsung mengaktifkan mantra tembakan tanah yang membuat runtuhan tubuh dari golem itu berubah menjadi batuan berbentuk spiral yang langsung menerjang kristal yang tertutup surai monster itu.


* ghraaaaallr...... * monster itu menggeram sembari mencoba menyerang Flora dengan surai hitamnya.


" Hoyah.... Inilah akhir dari hidupnya. " Gumam Anma sembari melihat usaha keras dari Flora.


......................


Disaat Anma bergumam, Fra mulai tersadar sembari melihat ke arah sebuah pertempuran yang mengerikan.


Pada mulanya ia sempat berteriak, namun teriakkannya tidak terdengar oleh Anma maupun Flora akibat dari berbagai suara yang di tumbukkan oleh pertir yang menyanbar beberapa kali.


" Kamu beristirahatlah dahulu dan biarkan Flora menyelesaikan pertempurannya " Anma mengarahkan wajahnya yang masih mengenakan topeng ke arah Fra sesaat.


Tanpa peduli pada jawaban Fra, Anma kembali mengarahkan pandangannya pada Flora untuk mengamati pertempurannya.


" Siapa dia...? Kenapa aku tidak bisa merasakan energi sihir dari dirinya. Selain itu, serangan dari sosok peri yang di sana pun seakan-akan tidak menggunakan energi mana yang seharusnya bisa aku rasakan. " Gumam Fra sembari menjauh dari Anma.

__ADS_1


" Max.... Max... Sadarlah " Fra berusaha menyadarkan Max.


* dbzm....... * tubuh dari Spinx meledak tidak lama setelah bagian kristal di keningnya hancur.


* slasash..... splash.... * Flora memutarkan tongkat akar yang ia pegang seakan meniru gerakan Anma ketika dirinya mengajari Flora cara bertarung.


" Heheheh..... Sepertinya dia menganggap gerakan akhir itu adalah gerakan yang harus di lakukan " Anma tertawa ketika melihat Flora memutarkan tongkatnya dengan wajah serius.


" Ahahaha.... Ayah... Akhirnya Flora berhasil memenangkan sebuah pertarungan " Flora menjerit kesenangan di atas kawah tempat monster itu dikalahkan.


" Iya... Syukurlah kamu berhasil memenangkan nya tanpa terluka yah. " ucapnya sembari berjalan ke arah Flora.


" Hehehe..... Iya kan. Flora berhasil mengalahkannya " Flora menyombongkan dirinya sembari berharap usapan dari ayahnya sebagai hadiah


" Iya... Iya... " Anma mengusap kepala Flora sesuai harapan yang tersirat dari sikap Flora.


" Max..... Ya ampun.... Sadarlah " Fra berusaha membangunkan Max yang tak kunjung sadar.


" Ne.... Apakah kamu baik baik saja? " Flora bertanya pada Fra yang hanya terfokus pada Max.


" A... A... A... " Fra tidak bisa berkata apapun ketika dirinya melihat sosok Anma yang berpakaian gagak menatap nya.


" Hey... Tenanglah... Tak apa. Disini Flora dan ayah datang untuk membantu " Flora berusaha melakukan apa yang biasa ayahnya lakukan ketika menghibur seorang yang ketakutan.


Flora mengubah nada bicaranya menjadi lebih lembut dan mengulangi pertannya sembari mengusap kepala dari lawan bicaranya agar lebih tenang dan tidak takut padanya.


Anma hanya bisa menahan tawanya ketika Flora melakukan hal yang sama seperti yang sering ia lakukan. Namun dirinya tidak pernah tahu bahwa setiap usapan yang Anma berikan dapat memberikan efek berbeda pada setiap individunya.


" Yoshi.... Yosh.... " Flora mengusap kepala Fra agar Fra merasa lebih tenang.


Fra yang semula takut atas kedua sosok yang asing mulai merasa nyaman ketika seorang sosok peri mengusap kepalanya sembari tersenyum. Namun ia masih tidak berani menatap sosok lain yang berpakaian gagak kristal di balik sosok peri itu.

__ADS_1


" Te.... Terima kasih " Fra memberanikan diri untuk mengungkapkan rasa Terima kasihnya.


__ADS_2