Armageddon Maker 2nd Family

Armageddon Maker 2nd Family
Masalah internal


__ADS_3

" Sekali lagi maaf ya ka... karena kesalahanku... data penting dari orang itu harus kaka cetak kembali. " ucap Linda disaat melihat kakaknya sedang mencari data dalam papan akhdar.


" Tidak apa Linda. Kaka sudah memaafkan masalah mengenai itu. Lagipula setiap data pasti akan selalu tersimpan aman dalam papan akhdar walaupun pemiliknya telah tiada. " balasnya setelah tersenyum kepada Linda


" Baiklah ka... " jawab Linda yang masih merasa bersalah.


Beberapa jam telah berlalu semenjak Linda membantu kakaknya untuk mencari data dari sosok Floran yang ada dalam papan akhdar. Alih alih menemukan data dari sosok yang mereka cari, merka menemukan tiga data baru yang berkaitan dengan sosok Floran itu sendiri.


Dalam data itu termuat tiga nama yang tidak lain merupakan nama dari Flora, Quinn dan Arcanest yang mendaftarkan diri mereka atas perintah dari Anma sebelumnya. Selain itu, mereka menemukan fakta dimana Flora merupakan anak dari Floran yang di asuh oleh sosok bernama Quinn dan Arc karena sosok Floran harus melakukan perjalanan dagang dengan beberapa orang yang tidak di cantumkan namanya.


Melihat sebuah data dari papan itu, Linda sempat termenung sesaat ketika dirinya menyadari bahwa sosok yang ingin dia miliki telah menjadi milik orang lain dan bahkan telah memiliki seorang anak.


Sebuah kecerian kembali muncul dalam wajahnya setelah dia melanjutkan beberapa kalimat selanjutnya yang menyatakan bahwa sosok ibu dari Flora telah tiada akibat sebuah pertempuran yang melanda negri yang mereka tinggali.


" Apa apaan mereka ini... Florantia Aresta Valea seorang anak perempuan yang berhasil meraih gelar penyihir khusus Elementary di Daedoom Antares school ketika berumur 18 tahun.... Arcan Ets Atnma, seorang petarung yang mendapat titel Demon Lancer setelah berhasil mengalahkan pemimpin dari pasukan iblis yang sempat menyerang....... Quin nara Lainnama, seorang gadis suci yang mendapat gelar Nemles Sister setelah memperoleh berkah dewi berupa cahaya penyembuhan sesaat setelah berhasil menyelamatkan ribuan prajurit saat perang besar bergejolak.... " ucapnya yang terkejut setelah membaca data dalam papan akhdar.


" Dilihat dari pandangan manapun juga, mereka adalah sosok hebat dari sebuah negri yang telah di hancurkan. " tambahnya merasa kesal.

__ADS_1


" Ka... tenanglah dahulu. Mungkin ada hal masuk akal yang dapat menjelaskan mengenai data yang meragukan itu. " balas Linda yang mencoba menenangkan kakaknya.


" Bagaimana bisa diriku bisa tenag setelah melihat data itu? bukankah kamu tahu bahwa isi dari papan akhdar selalu menampilkan kebenaran?! " balasnya dengan nada tinggi.


" Ka.... coba kaka pikiran baik baik dan juga pahamilah data itu sekali lagi. " balas Linda yang masih berusaha menangkan Listia.


" Jika kaka menghubungkan isi dari data itu dengan kertas laporan yang berada dalam ruangan ini... dapat dipastikan bahwa sosok bernama Floranma adalah sosok yang hebat. terlebih jika kaka mengingat isi laporan dari dirinya yang mengaku diserang oleh bandit atau semacannya.. itu berarti dirinya sudah berada dalam batas kemampuannya ataupun dirinya sedang dalam masalah. " lanjut Linda sembari menghubungkan informasi yang ada.


" Dan.... bukankah dalam laporan itu juga dijelaskan bahwa dirinya memiliki seorang teman yang tinggal disini serta menyebutkan nama Shofia? Mungkin dapat di simpulkan bahwa dirinya yang melupakan nama maupun tempat tinggal dari temannya itu memutuskan untuk mencari data yang dia inginkan melalui layanan guild, mengingat bahwa papan akhdar seperti ini hanya berada di beberapa tempat saja. " tambahnya setelah menata beberapa laporan yang berkaitan dengan sosok itu.


Listia hanya terdian setelah mendengar pendapat dari Linda yang mengingatkan dirinya mengenai sosok ibu mereka yang telah tiada.


" Hm...? aku rasa tidak ada yang salah ka... Bukankah kaka ingat perkataan beliau yang meminta kita memenuhi tugas yang telah disiapkan sebelumnya? " balsnya tanpa melihat ke arah kakaknya.


" Tapi... dilihat dari bagaimanapun juga, kamu sangat cocok untuk dijadikan panutan untuk saudari kita yang lainnya. " ucapnya dengan nada rendah.


" Kaka tidak boleh berkata seperti tadi, karena mungkin mereka akan bersedih melihat kaka yang menjadi seperti ini " balasnya dengan memegang kedua tangan kakaknya

__ADS_1


" Tapi.... cobalah lihat dan nilai kakakmu ini. Kaka hanyalah seorang yang hanya terfokus pada pekerjaan tanpa pernah memperhatikan kalian dan akibatnya.... di malam itu kaka.... " ucapnya dengan nada penyesalan


" sudahlah ka... kaka adalah seorang yang hebat karena mampu menjaga kota ini dengan baik hingga semua orang disini dapat merasakan kedamaian. " balasnya sembari memuji.


" Jikalau kaka bisa menyisihkan sedikit waktu luang untuk bermain bersama saudara yang lain... saya yakin bahwa mereka akan menerima kaka seperti disaat kita masih anak anak " lanjutnya setelah mengusap air mata yang sempat terlihat di mata kakaknya.


Setelah merapikan kertas laporan itu kembali, Linda meminta ijin untuk kembali ke kamarnya untuk tidur.


" Sebaiknya kaka meluangkan waktu untuk bermain dengan saudaran yang lain.... " ucapan itu masih menjadi acuan untuk Listia mengenai apa yang akan dirinya lakukan esok hari.


Sembari mengingat kembali saran dari adiknya, Listia mengarahkan pandangannya ke arah tombak miliknya yang masih dia simpan selama ini.


" Ibu..... apakah yang harus saya lakukan sekarang..... " ucapnya sembari melihat bayangan dirinya yang terpantulkan.


Setelah lama memikirkan apa yang dirinya ingin lakukan, dirinya mulai menysusn beberapa persiapan untuk menghabiskan waktu bersama saudarinya yang lain dengan menilai kesuakaan mereka masing masing dan menggabungkannya dengan beberapa aktifitas yang menyenangkan.


Luna menyukai hal hal berbau penyihir, baik dari pakaian, asesoris maupun beberapa racikan ramuan yang dalam pemdapatnya toko peralatan sihir adalah tempat yang bagus untuk Luna. Sedangkan Lana menyukai hal hal berbau petualang yang mana itu berkaitan dengan perlengkapan yang dipakai, jalur menantang maupun jenis ataupun macam pengetahuan mengenai area yang belum dijelajahi dan itu memberinya keinginan untuk pergi ke salah satu hom base petualang rank A.

__ADS_1


Lalu Lena yang menyukai berbagai macam seni bela diri berpedang dengan unsur kesatria penjaga atau hal hal yang berbau keprajuritan dan membuatnya berfikir untuk meminta rekannya agar diijinkan untuk melihat pelatihan rutin para gladiator di dekat alun alun kota. Sementara untuk Linda yang terlihat tidak terlalu tertarik pada hal hal tadi, memutuskan untuk mengajaknya ke sebuah tempat yang mungkin akan dirinya sukai namun setelah mengingat bahwa dirinya sangat tertarik kepada sosok bernama Loran, Listia berniat mempertemukan keduanya di guild petualang sembari memintanya untuk menjelaskan keterkaitan dari laporan satu dengan laporan lainnya serta memintanya untuk mengungkapkan apa yang dirinya rencanakan.


" Dengan begini, aku bisa menjatuhkan 2 burung dengan satu batu. " gumamnya yang terlihat bersemangat.


__ADS_2