
" Iya, Revn. Apakah ada sesuatu yang kamu perlu kan? " Tanya Via pada Revn.
" Maaf mengganggumu. Bisakah kamu menumbuhkan tamu kota yang di sana? " Revn meminta Via menyembuhkan.
" Hm.... Luka sabetan dari sebuah cambuk kulit yang terbuat dari ras naga " Via melihat secara sekilas luka dari Lindastia.
Tia bersaudara terkejut atas penjelasan Via yang mengetahui bagaimana luka luka itu berasal.
* sbuk * via memukulkan tangannya ke arah luka yang di derita Lindastia.
" Maaf ya, mungkin ini akan terasa sakit sesaat. " Kata Via sembari merapal sebuah mantra.
" Terentareghn.... " Mantra di ucap secara cepat hingga para tamu tak bisa mendengarnya.
" Silahkan coba gerakkan tubuh nona yang semula terasa sakit. " Via meminta pada Lindastia untuk menggerakkan tubuhnya.
Bersamaan dengan digerakkannya bagian tubuh yang terluka, perban dengan bercak darah pun ikut terlepas.
" Seperti yang diharapkan. Pemimpin dari legium penyembuhan memang hebat " Revn memuji Via.
" Ah... Jangan seperti itu Revn. Lagipun itu hanya luka kecil. Kamu juga bisa mengobatinya dengan mudah kan? " Via menghampiri Revn sembari menepuk bahunya.
" Tidak semudah itu via. Devisiku hanyalah pengawasan dan pengintaian. Jadi hanya sedikit mantra penyembuhan yang aku tahu. " Revn tertawa sembari menjelaskan.
" Hehehe.... Jika seperti itu sudah dulu ya Revn. Aku akan kembali membantu Luli untuk kembali berjalan jalan dan menemui legium lainnya. " Via berpamitan pada Revn dan Quinn.
" Jika kamu sudah selesai di situ, kamu juga harus menyapa yang lain ya. Revn " Via berbalik sembari mengingatkan Revn.
" Ano... Nona Revn. Sedari tadi anda mengatakan legium yang tidak saya mengerti. Memang legium itu punya arti apa bagi nona Revn. " Shofia bertanya.
" Legium adalah legium. Setidaknya tuan Anma yang memberikan nama itu. Dan untuk setiap legium biasanya terdapat sekitar lima unit dengan anggoa lebih dari lima ratus orang. Benar kan Quinn? " Jelas Revn pada Quinn.
" Sedangkan untuk nona Quinn sendiri. Legium seperti apa yang anda pimpinan " Shofia mengalihkan pertanyaannya pada Quinn.
__ADS_1
" Yah. Untuk legium ku sendiri, hanya ada aku. Karena itu adalah legium khusus bagi mereka yang telah memiliki pengalaman untuk menyerang, bertahan, mengawasi, menyembuhkan, serta membantu sebagai pendukung dengan waktu yang bersamaan. " Jelas Quinn.
" Untuk mencapai legiun yang di pimpin oleh nona Quinn. Setidaknya kami harus memiliki kekuatan utama seperti ilusi, pembelah diri, pertahanan mutlak dan beberapa hal yang berada di tingkat yang tuan Anma berikan. " Jelas seorang dari belakang para tamu.
" Dan dia adalah salah satu kandidat yang mungkin akan masuk dalam legium nona Quinn " Sahut Revn pada seorang itu.
" Jangan begitu Revn. Setidaknya masih ada beberapa tahap lagi yang harus aku lalui. " Jawab seorang itu.
" Tidak usah merendah Kael. Mungkin jika saatnya sudah tiba, kamu akan ikut bersama nona Quinn. " Revn mencoba menghibur.
Seorang di belakang Tia bersaudara dan Shofia adalah Kael. Kael memiliki tubuh tinggi ideal dengan otot ototnya yang nampak perkasa. Kael memakai baju casual putih dengan sepasang gelang emas berderet yang ada di bagian lengannya.
" Hehehe.... Kamu harus membuktikan bahwa dirimu layak, kael. " Quinn menyahut percakapan mereka berdua.
" Baik nona Quinn. Saya akan berusaha dan lebih berusaha lagi. " Kael menjawab permintaan Quinn yang tersirat.
" Hey... Kael... Bukankah sudah aku bilang untuk tidak masuk ke area para perempuan. " Seorang menarik paksa tubuh kael dari belakang.
" Ah... Ayolah Doro. Jangan mengganggu usahaku untuk menarik perhatian nona Quinn. " Kael mengeluh pada Doro.
" Booo !!! bo!!! bo!!! Nona Quinn selalu saja bertindak dingin pada Kael " Revn dan beberapa manusia ciptaan lain menyoraki Quinn.
" Kalian ini. Sudahlah. Tidak perlu di bahas " Quinn menunjukkan wajah kesalnya.
" Hehehe.... Maaf ya semuanya. Kalian jadi melihat apa yang seharusnya tidak kalian lihat " Kata Revn sambil tertawa kecil.
" Kalau begitu sudah dulu ya, Quinn dan nona sekalian. Aku harus pergi sekarang. " Tambah Revn sembari berpamitan.
"Iya, pergilah. " Quinn masih kesal.
" Ano, ka Linda. Apakah kaka sudah baik baik saja? " Tanya Luna dengan rasa khawatir.
" Iya, Luna. Kaka sudah lebih baik. Dan lagi, semua luka sepertinya sudah hilang dari tubuh kaka " Jawab Lindastia sembari mengusap kepala Luna.
__ADS_1
" Quinn. Aku minta maaf karena keberadaan kami membuatmu tidak bisa menikmati pesta ini. " Lanastia berbisik pada Quinn yang masih marah.
" Ah. Tak apa, lagi pula tuan Anma mememrintahkanku untuk menemani kalian. Jadi apakah ada yang kalian inginkan? Disini ada makanan serta minuman yang di buat langsung oleh tuan Anma. Apakah kalian ingin mencobanya? " Tanya Quinn sembari menawarkan.
" Iya baiklah. Jadi, apakah yang kalian inginkan? " Lanastia bertanya pada saudaranya dan juga pada Shofia.
" Sepertinya aku akan duduk saja di sini dulu. Sambil mencoba memahami apa yang tadi kalian katakan " Listiana menjawab sambil terduduk di lantai.
" Jika seperti itu, mungkin sebaiknya kalian makan dulu ya. Aku akan mencari tempat untuk kalian sementara kalian bisa memilih makanan sesuka kalian di sana " Kata Quinn sembari menunjuk ke arah sebuah meja panjang bersisi beragam makanan yang kembali terlihat asing bagi mereka.
Setelah saling memandang satu sama lain, para tamu itu pun mulai berjalan melewati para manusia ciptaan sembari memilih makanan.
" Selamat malam tuan Brotus. Apakah tuan dalam keadaan baik? " Tanya Arcanest pada Brotus.
" Ah. Selamat malam juga. Ano.. " Brotus yang terkejut sempat lupa nama dari Arcanest.
" Arcanest, tuan. Tapi anda bisa memanggil saya Arc. " Arcanest berkata sambil bersikap hormat.
" Arc ya? Jika boleh aku tahu, siapa mereka? " Brotus membuka pertanyaan.
" Mereka? Mereka adalah tamu yang tuan Anma undang langsung" Jawab Arcanest sembari melihat ke arah manusia ciptaan.
" Jika tuan berkenan, tuan bisa mulai masuk ke dalam pesta dan tidak hanya berdiri di pinggir pintu saja " Arcanest meminta Brotus untuk membaur.
" Ah... Iya. Maaf. Aku haya tidak menyangka saja akan ada banyak tamu di sini " Brotus mulai berjalan mengikuti Arcanest.
" Aku pun demikian tuan brotus. " Jawab arcanest sembari tersenyum.
" Ah... Ayolah Doro. Aku hanya ingin dekat dengan nona Quinn. Itu saja. Apakah tidak boleh " Doro menyeret Kleo turun dari lantai ke dua.
" Permisi tuan " Doro membungkuk ketika melewati Arcanest dan brotus.
" Ah. Em. Maaf. " Kleo menundukkan kepalanya ketika Arcanest menatapnya ketika memberontak pada Doro.
__ADS_1
" Maafkan perilaku mereka ya, tuan Brotus. Mereka memang seperti itu sejak dulu. " Arcanest meminta maaf.
" Tidak apa Arc. Sepertinya para perempuan ada di lantai atas ya? Bolehkah aku ke sana? " Brotus yang sempat melihat salah satu manusia ciptaan yang mempesona buru buru meminta Arc untuk ke lantai dua.