Armageddon Maker 2nd Family

Armageddon Maker 2nd Family
Kejadian saat itu


__ADS_3

*Gbrums....* Flora membuat sebuah seluncuran sedang menggunakan kekuatannya dalam mansion untuk Nia.


" Wah!!! Ka Flora hebat!!! Bolehkah aku menaikinya!!! " ucap Nia yang bersemangat


" Hehehe... iya Nia. Kamu boleh bermain sepuasnya dengan itu" balas Flora mengijinkan


" Hore!!!! " balas Nia dengan penuh semangat sembari mencoba permainan itu


" Ano~ Quinn. Bolehkah aku bertanya sesuatu kepadamu... " ucap Flora dengan aura yang berbeda


" Hm... ya, tentu saja, Flora. Apakah kamu ingin membicarakan sesuatu yang sama seperti semalam? " balas Quinn setelah mengajari Nia cara bermain seluncur yang Flora ciptakan.


" Iya, Quinn... aku ingin membahas itu lagi... karena saat ini Antares... ah tidak... maksudku ayah sedang tidak ada, aku merasa ingin membahas hal itu lagi.. " ucapnya dengan lembut


" Baiklah, Flora. Mari kita duduk di sofa dahulu" balas Quinn dengan senyuman


Quinn dan Flora meminta pada Nia untuk bermain sendiri sebentar karena mereka ingin membicarakan sesuatu.


Nia yang sedang asik dalam bermain seluncuran itu membalas mereka berdua dengan senyum senang sembari memainkan beberapa permainan lain yang Flora ciptakan.


" Jadi... Quinn.. sebelumnya aku menyadari maksud dari perkataan darimu yang meminta ku untuk mengambil hati ayah agar ayah melupakan sosok Liah. Tapi setelah kejadian malam itu, ingatan masa lalu itu kenbali dan membuatku mengingat siapa itu Liah, siapa itu Alpa dan sosok demi human lainnya... Lalu saat itu~ aku pun melihat sosok dewi yang entah kenapa menimbulkan rasa kebencian dalam diriku kepadanya. Selain itupun... " ucap Flora membuka topik


* splendums.... * Ledakan energi yang di buat oleh Anma di saat gerbang kehancuran terbuka membuat beberapa sihir yang sempat ia gunakan dalam mansion mulai hancur dan menampakkan mansion tua yang bobrok


" Disaat, aku membuka gerbang itu, itu artinya aku telah putus asa mengenai duni ini, Quinn... " ucap Anma di saat dirinya memandang sebuah pintu berbentuk wajah manusia yang ada di hadapannya.


" Apa maksudmu Anma? Apakah kamu berniat menghancurkan seluruh daratan ini? " balas Quinn yang khawatir


" Sebenarnya aku tidak ingin melakukan itu, Quinn. Hanya saja aku merasa bahwa.... " Anma menjelaskan

__ADS_1


" Antares~!! Sadarlah!! Meskipun dia mungkin telah tiada, setidaknya kamu masih memiliki hal yang berharga. Seperti Flora, anak anak demi human yang mungkin telah berusia dewasa, dan mungkin kamu akan menemukan sosok wanita lain untuk menggantikan dia... " ucap Quinn yang berusaha menghibur sesaat setelah melihat Anma menempelkan dahinya ke arah pintu ciptaannya.


" Hehehe, kamu mungkin benar Quinn... meskipun disaat kita kembali ke permukaan, kita... maksudku aku tidak menemukan Liah dan lainnya, aku mungkin harus menemukan tujuan hidup baru... " balasnya dengan memandang ke arah pintu dihadapannya yang kini telah terbalut dengan guratan berbentuk akar yang mengalirkan darah.


" Nah... benar kan... hehehe... " balas Quinn dengan senyuman yang di paksakan.


" Ucapan itu hanyalah ucapan semata, Quinn. Karena aku sendiripun tidak yakin bisa mengontrol amarahku disaat kenyataan itu benar benar ada dihadapanku... " lanjut Anma sembari mengubah aliran darah itu menjadi sebuah sosok yang mengerikan.


" Maka dari itu Quinn... aku ingin kamu... " Quinn mengingat pesan dari Anma ketika dia menyelesaikan sebuah pintu yang dirinya sendiri buat dengan nama gerbang kehancuran.


" Flora, maafkan aku untuk ucapan egoisku barusan!! Tapi itu semua demi kebaikan Anma dan negri ini!!!" ucap Quinn sebelum membisikan sesuatu kepada Flora


* Scrings.... pyars..... * sebuah kenangan dari masa lalu yang sempat Flora lupakan mulai terlihat dan bersamaan dengan ingattan terakhir berupa pertarungan antara dirinya dengan sosok hitam, Flora pun tersadar dan mulai membangkitkan kekuatan yang sempat ia lupakan


* Splendums...... * ledakan energi suci dari tubuh Flora beradu dengan energi sihir dari kegelapan Anma


" Maafkan aku, ayah!!! tapi aku harus melakukannya!!! " Ucap Flora sesaat sebelum kesadarannya menghilang.


" Baiklah Flora!!! aku akan berusaha!! sementara itu, tolong!!!buat Anma kehabisan energinya!!!" balas Quinn setelah melihat sosok Flora yang menguapkan air matanya dengan luapan energinya


" Sekali lagi... maafkan aku... ayah... " ucapnya kembali sebelum memejamkan matanya


* swuusungs.... gbrums.... * Flora melesat dengan kekuatan penuhnya untuk menghantam kan tubuhnya yang berwujud bola cahaya ke tubuh Anma


Saat melihat sesuatu hendak menyerang tubuhnya, beberapa bayangan hitam yang semula hanya berupa aliran energi dari gerbang kehancuran mulai menampakkan diri dan menyerang sosok Flora


* Swughsss * Sebuah sosok besar dengan tubuh hitam mengarahkan sebuah tombak besar ke arah Flora dengan sangat cepat


* Stiiiiiiiiiiings * Sosok Arcanes berhasil menyelamatkan Flora menggunakan sebuah meriam panjang yang dikeluarkan dari lengan kanannya

__ADS_1


" Nona!!! Tolong Selamatkan tuan!!!!! " ucap Arc sesaat setelah menghantamkan kakinya yang kini telah berubah menjadi sebuah pedang runcing


" Terima kasih Arcanes!!!! " ucap Flora yang semoat terhenti untuk kembali mengumpulkan energi miliknya


" Reli!!!! jika kalian masih tersadar!!! bantulah nona Flora untuk menyelamatkan tuan!!!! " teriaknya sesaat setelah bagian dadanya yang berlapis obsidian dihancurkan oleh beberapa sosok hitam yang tubuhnya hampir sama dengan dirinya


* Swuuungs swuuuungs swuuungs swuuungs * beberapa anggota dari re Legiun mulai melesat dan menghantamkan setiap senjata terkuat mereka untuk mencegah sosok hitan yang terus mengarahkan serangannya ke arah Flora


Sosok Revn mengubah sayapnya menjadi sebuah panah ungu kemerahan dan setelahnya bulu bulu yang ada dalam sayapnya mulai melesat dan membakar habis beberapa bayangan yang datang, Sylvi menghunuskan seluruh tentakelnya yang telah berubah menjadi sebuah tombak permata dan menusuk beberapa bayangan lain sebelum menghantamkan semua tubuh itu ke tanah, Greg memancarkan sebuah cahaya yang serupa dengan blazzing sesaat setelah mengeluarkan sebuah lingkaran aura dari punggungnya, Doom mengeluarkan sebuah artefak berupa batu krikil dan setelah dirinya melakukan sesuatu seperti pemanah, puluhan anak panah dengan elemen angin mulai membelah banyak tubuh bayangan.


Sesaat setelah gerbang semakin terbuka lebar, Lufu berubah menjadi wujud aslinya dan mengeluarkan puluhan proyektil dan misil untuk memberikan damage area ke bagian gerbang itu agar tubuh bayangan yang datang tidak semakin banyak.


Melihat sebuah pertarungan mengerikan yang ada di sekitarnya, Flora kembali menyerap beberapa bola energi yang sempat dirinya kumpulkan dan kembali melesat untuk menyerang tubuh dari Anma.


" Lalu... setelahnya, aku melihat bahwa ayah tengah tertidur dengan tenang di atas pangkuan dari sosok wanita bertubuh bayangan hitam.... " lanjut Flora menceritakan


" Yah... bagaimana cara menjelaskannya, ya.. Flora. Di waktu dalam dungen pun dia sempat berkata bahwa dia pernah mengambil sebagian energi kehidupan dari sosok Liah dan menciptakan sesuatu dengan sia-sia ingat yang dia miliki serta melakukan ini dan itu. " balas Quinn setelah meneguk teh yang maiden siapkan


" Lalu... disaat yang sama pun dia berjalan ke arah ku dan menjelaskan suatu yang tidak aku pahami sama sekali. Namun setelah aku mengingat perkataan yang hampir sama seperti ucapan Hena dan Taka, aku menyadari bahwa sosok itu pun sangat mencintai ayah... " ucap Flora sembari mengingat perasaan yang ada didalam hatinya.


Quinn yang mendengar ucapan itu sempat tersedak dan memberondong pertanyaan mengenai sosok itu dan semacamnya.


" Lalu, apakah kamu ingin tetap berpura-pura bersikap seperti anak kecil di hadapan Anma? " ucap Quinn setelah mendengar semua penjelasan tadi


" Entahlah, Quinn. aku pun tidak tahu... tapi, aku ingin bermanja dengan ayah dan semua yang aku lakukan itu berdasar pada perasaanku yang tidak ingin kembali kehilangan ayah... " balas Flora dengan memeluk kedua tangannya.


" .... Selama kamu ada didekat dirinya, kamu akan bersikap seolah kamu adalah anak yang polos dan ketika kamu jauh darinya kamu akan bersikap seperti ini...? " ucap Quinn menyimpulkan


" Tidak seperti itu juga, Quinn. Flora melakukan ini karena Flora tetap ingin berada bersama ayah. " balas Flora dengan aura seperti Flora yang biasa

__ADS_1


" Dan~ karena itu pun, aku ingin tetap mempertahankan hal itu sampai ada kalanya ayah menyadari bahwa aku memiliki satu rasa kasih dan sayang untuk dirinya, Antaresta " ucapnya yang saat itu sempat menunjukkan bayangan yang serupa dengan dirinya sedang berada dalam posisi yang sama namun dengan penampilan berbeda.


" Hm.... yah, terserah kalian berdua saja... " balas Quinn setelah memahami apa yang Flora bicarakan.


__ADS_2