
" Mohon maaf tuan. Area ke dua dikhususkan untuk para perempuan. Jadi tuan tidak boleh masuk. " Arcanest menjelaskan
" Ah. Tapi... " Brotus kecewa dan mencoba mencari alasan.
" Jikalau tuan tetap memaksa, kami di ijinkan untuk menendang keluar anda dari pesta karena berlaku tidak baik. " Kristal biru di rambut Arcanest mulai berubah warna merah ke kuningan ketika Brotus memaksa.
" Kak Anes!!! " Crsi turun dari lantai dua dan langsung memeluk Arcanest.
" Wah wah. Crsi~ Sudah aku bilang kan jangan berlari di tangga. " Arcanest mengusap kepala Crsi.
" Hehehe... Halo nona cantik " Brotus menyapa Crsi yang menempel di kaki Arcanest.
" Kak, siapa dia? " Tanya Crsi sembari bersembunyi di balik kaki Arcenst.
" Dia adalah tuan brotus. Salah seorang manusia yang di undang oleh tuan kita " Arcanest mengenalkan brotus.
" Ne.... Crsi. Kembalilah ke lantai atas " Salah seorang wanita dewasa memanggil Crsi.
" Nah Crsi. Kamu harus kembali sekarang ya. " Arcanest meminta Crsi kembali ke lantai dua.
" Tidak. Aku mau di samping kak Anes selama pesta " Jawab Crsi pada Arcanest dan menjulurkam lidah ke wanita di lantai dua sebagai ejekan
" Duh.. Crsi.. Tidak baik jika kamu bersikap seperti itu " Arcanest kembali menasehati.
" Ano, maaf ya tuan brotus. Aku harus membawa Crsi kembali ke lantai dua. Sebagai ganti pengawasan saya, mereka berdua akan menemani anda dulu sampai Crsi benar benar lepas dari saya. " Arcanest memanggil beberapa manusia ciptaan yang layak.
" A!!!! Tidak!!! Aku tidak mau pergi selain dengan kak Anest. " Crsi memberontak ketika Arcanest menggendongnya ke lantai dua.
" Hehehe.... Sepertinya Crsi benar benar menyayangi tuan Arc, yah. " Brotus berusaha membaur dengan dua orang manusia ciptaan yang di panggil Arcanest tadi.
" Iya, tuan. Karna untuk pertama kalinya Arcanest menunjukkan bentuk manusia miliknya, setidaknya itu membuat Crsi sangat senang " Kata salah seorang yang di panggil oleh Arcanest.
__ADS_1
" Tolong di maklumi ya, tuan. Sewaktu Crsi masih lemah, ia selalu bersembunyi di bawah kaki arcanest untuk melindungi dirinya. Yah, walaupun sekarang dia sudah semakin kuat. Ia tetap menganggap Arcanest adalah tembok pelindungnya " Sahut salah seorang lagi.
" Def... Tidak baik berkata seperti itu pada Arc. " Seorang yang pertama menepuk kepala Def
" Heheh... Maaf maaf. Aku koreksi. Memang bukan sebagai tembok pelindung. Tapi sebagai seorang ayah. Benar kan Jac " Def menyenggolkan sikunya pada Jac ketika mengkoreksi perkataannya.
" Mari tuan, mari kita makan makan terlebih dahulu sampai Crsi di urus " Def dan Jac mendorong Brotus ke tempat makan.
Brotus mengambil banyak makanan yang terlihat enak ke piringnya sembari melihat ke sekeliling untuk mencoba memahami status dari para manusia ciptaan.
" Hehehe... Bukanlah Carla dan tuan arcanest terlihat kerepotan " Jac menunjuk ke arah lantai dua sembari memakan potongan daging.
" Kamu memang benar Jac. Kita nikmati saja pemandangan ini selagi bisa. Hehehehe.. " Def setuju dengan Jac
" Oh iya, Def. Apakah kamu sudah menyapa legium lain? " Jac meletakan piringnya sembari menepuk Def.
" Tentu saja. Aku sudah berkeliling tadi. Apakah kamu belum melakukannya? " Jawab Def dengan santai sambil meminum sebuah minuman berwarna merah ke unguan.
" Urutanmu salah Jac. Seharusnya para legium utama dahulu yang kamu sapa dan seterusnya kamu baru menyapa beberapa legium lain. " Def menaruh gelas kosongnya.
" Karena itu adalah hal dasar sebagai bentuk penghormatan bagi mereka. Walaupun mereka sering berkata untuk tidak melakukan itu. Kita tetap harus melakukan nya. Lagipun, merekalah yang selalu membantu kita ketika berada di posisi yang sama dengan Crsi. " Tambah Def sembari melihat ke arah Crsi.
" Ya, baiklah. Aku akan mengingat perkataan mu itu. Kalau begitu, aku permisi dahulu ya. Karna aku harus pergi menyapa mereka sembari meminta maaf. " Jac menaruh piring kotornya di meja lalu pergi mencari para legium utama.
" Ano, maaf tuan Def. Sebenarnya Legium itu apa? Apakah orang orang penting dan kuat di sebut dengan Legium ? " Brotus bertanya sembari menggoyangkan gelas berisi minuman berwarna biru kristal.
" Legium ya? Legium adalah sebuah julukan yang hampir sama dengan pleton. Perbedaannya adalah jumlah setiap legium nya saja. Jika satu pleton prajurit setara dengan tiga sampai lima puluh orang. Sementara untuk satu legium memiliki jumlah yang berbeda tergantung pada ke ahlian mereka " Jelas Def pada Brotus.
" Jadi begitu ya tuan. Lalu, apakah tuan Def juga masuk dalam legiun utama? " Tanya Brotus penasaran
" Tidak, tuan Brotus. Saya belum masuk kategori utama. Saya hanya berada di legium pendukung. " Def tersenyum sembari mengambil beberapa tusuk sate yang ada di meja makan.
__ADS_1
" Lalu, berapakah jumlah pasukan di legium utama dan apakah tuan senang berada di sana?" Brotus menggali informasi lebih.
" Ya, karena legium yang saya tempati adalah legium pendukung devisi pertahanan. Setidaknya mungkin jumlah kamilah yang paling banyak jika di bandingkan legium lain. Sedangkan untuk senang atau tidaknya, saya sendiri sudah cukup puas dengan legium ini. Namun tentunya kami akan merasa lebih senang lagi jika kami berada di legium utama. " Jelas Def.
" Ah, iya. Bukankah tadi tuan sempat melihat Doro dan Kael? " Tanya Def pada Berotus
" Em... Seorang pria besar yang di tarik oleh pria yang lebih kecil tadi? " Jawab brotus sembari mengingat ingat.
" Iya, benar tuan. Lebih tepatnya Kael lah yang berusaha masuk ke legium yang di perintah langsung oleh nona Quinn. " Jelas Def.
" Wah. Benarkah? Jadi, apakah nona Quinn termasuk legium utama? Lalu berapakah pasukan yang ia pimpin? " Brotus kembali mencari informasi
" Untuk legium yang di pimpin nona Quinn. Hanya ada satu orang. " Jawab Def singkat.
" E.....? Bagaimana mungkin? Lalu siapa orang itu? " Brotus terkejut.
" Ya tentu saja nona Quinn sendiri. Karena kualifikasi yang di minta nona Quinn sangat tinggi. Jadi di antara para Legium setidaknya hanya nona Quinn dan tuan Arcanest lah yang terdiri dari satu orang saja. " Jelas Def.
" Jadi, bisa di simpulkan bahwa keduanya adalah orang terkuat serta memiliki status sertinggi ya? " Brotus menyimpulkan.
" Jika di ruangan ini memang benar ada keduanya. Namun, masih ada dua orang lagi yang posisinya lebih tinggi " Def membantah kesimpulan Brotus.
" Dan mereka adalah?" Brotus penasaran.
" Alpa dan Sese." Def menyebutkan dua nama.
" Siapa mereka? Dan kenapa mereka tidak ada di ruangan ini " Brotus kembali bersemangat mencari informasi.
" Kami para legium pun tidak tahu seperti apa bentuk dan kekuatan mereka. Karena dari yang tuan Anam jelaskan pada kami. Keduanya telah menghilang tanpa jejak sejak lama. " Jelas Def.
" Jadi seperti itu. Tapi, tadi anda bilang bahwa kami para legium. Itu berarti semua orang di sini termasuk anda sendiri adalah pemimpin legium?! " Brotus memegang kedua bahu dari Def.
__ADS_1