Armageddon Maker 2nd Family

Armageddon Maker 2nd Family
Hukuman


__ADS_3

" Ghar......!!!! " Sosok hitam itu kembali menggerang seolah mengejek lagi bersiap memulai serangan selanjutnya.


" Crsi..... Warloc... " Anma menyentuh tubuh badut itu dengan penuh amarah terhadap sosok hitam itu sembari memeluk Flora yang kehilangan kesadarannya.


" Swips....... " Sebuah luka besar beserta tombak yang tertancap pada tubuh Flora beralih kepada tubuh badut berapi itu.


" Spndulm.... " Sebuah hentakan energi mengguncangkan seluruh ruang itu tidak lama setelah Anma menatap ke arah sosok hitam itu


" Sclash...... " Sabit dari badut berapi yang semula menancap jauh di sebuah dinding berputar dengan cepat hingga mebelah sosok hitam tadi menjadi dua bagian ketika badut berapi itu bangkit.


Dalam kondisi yang mengerikan itu, sebuah bola berapi kembali menyerang makhluk itu dari belakang.


" Blups...... " Bola api menembus perut sosok hitam itu lalu menempel ke tubuh badut berapi yang terluka.


" Sbrush...... " Aura api tiba tiba menyelimuti tubuh sang badut bersamaan dengan itu, tawa mengerikan keluar dari mulut bola api yang telah menyatu


" Sbrush..... " Badut itu melesat ke arah sosok hitam itu ketika tawanya berakhir.


"....... " Keheningan tiba tiba terasa ketika badut itu terdiam tidak jauh dari tubuh sosok hitam itu.


" Khe.... " Dengan senyum lebarnya, badut itu seolah mengatakan bahwa sosok hitam telah dikalahkan.


" Byars......!!!!!! " Tubuh dari sosok hitam itu berubah menjadi sebuah debu merah tidak lama setelah senyuman itu.


" Tuk..!! " Anma memukulkan tongkatnya ke kepala Flora hingga berbunyi.


Dengan tatapan marahnya, dia menatap Flora yang bangun dan terlihat bingung.


" A...ano.. Flo...flora... " Flora mencoba menjelaskan apa yang sebenarnya ingin ia lakukan

__ADS_1


" Dhp.... " Anma memeluk Flora yang kebingungan itu


" Ayah memang menyuruhmu untuk mengembangkan diri. Namun tindakan dirimu yang terlalu gegabah itu justru membuat ayah sangat sangat marah dan membuat mu hampir kehilangan nyawa kembali. Tapi, ayah juga merasa bersyukur karena dalam kondisi berbahaya, kamu mau melindungi ayah " Anma mempererat pelukannya sesaat.


" Nah, sebagai hukumannya. Kamu harus membantu para iron maiden untuk membersihkan seluruh mansion ini. Mengerti?! " Anma memberikan hukuman pada Flora setelah mengusap air matanya.


" Mno...... Ayah.....!!! " Flora menunjukkan ekspresi kesalnya sambil mencoba memeluk Anma sekali lagi.


" Iron maiden, tolong bantu Flora " Anma menahan tubuh Flora yang berusaha memeluk nya dengan tangan kirinya sembari meminta pada iron maiden untuk membersihkan kekacauan dalam mansion.


Dengan tangan kanannya, Anma menciptakan peralatan untuk membantu para iron maiden dan Flora agar bisa membersihkan mansion dengan lebih cepat.


" Ah, hampir lupa. Crsi, adalah makhluk panggilanku untuk keadaan darurat. Dia dapat menjadi pelindung kalian sebagai ganti dari perlindungan Quinn. Walaupun kekuatannya berbeda dengan Quinn namun dia cukup bisa di andalkan. " Anma menjelaskan pada Airia yang bertanya sebelumnya.


" Crsi... Frimo..." Anma menunjuk ke arah badut berapi itu agar berubah mode tubuhnya


Wajah bola api yang mengerikan menyusut dan menjadi wajah imut dengan pipi yang tembam. Pakaian yang nampak kokoh dan berduri berubah menjadi pakaian normal dengan corak hitam dan merah muda. Sedangkan rambutnya yang berapi, kini berubah menjadi rambut pirang yang di kepang dua. Sosok badut yang mengerikan berubah menjadi sosok gadis kecil dengan pakaian badut berwarna merah muda.


Para Iron maiden yang semula tidak berani menatap badut itu, kini justru tidak bisa lepas dari badut yang imut itu sampai sampai mereka berebut untuk memeluknya.


" Crsi dapat berubah menjadi tiga mode seperti tadi. Untuk membantu kalian, saat ini dia dalam mode berteman. Sedangkan untuk pertarungan tadi itu adalah mode serius dan mode pemusnah. Tentu saja kedua mode tadi tidak sepenuhnya di tunjukkan untuk menghadapi monster atau apapun tadi. Tapi yang jelas dalam dua mode tadi, kekuatannya hampir setara dengan Arc. " Anma menjelaskan perbandingan kekuatan yang dimiliki keduanya.


Tidak lama setelah situasi mulai membaik, Anma menatap ke arah langit langit yang berlubang dengan wajah yang tanpa ia sadari beberapa Iron maiden melihat dirinya seakan sosoknya menggetarkan hati mereka.


Mereka yang melihat tubuh tuannya seakan mendapat sebuah pesan tersirat yang menjelaskan mengenai sifat asli dari tuan mereka.


Dengan bantuan dari beberapa cahaya yang menembus atap mansion itu, Iron maiden melihat sosok pria dewasa yang terlihat rapuh. Tatapan nya terlihat mengharapkan sesuatu namun dalam genggaman tangan itu, dia mencoba menghancurkan sesuatu.


Debu debu yang melayang dan terkena pancaran cahaya membuat tuan mereka nampak layaknya malaikat yang berkilauan. Namun dibalik cahaya itu, mereka juga sempat melihat aura merah tua keluar dari tubuh tuannya.

__ADS_1


" Hyup...... Hyush...... " Anma menatap ke arah langit langit mansion sembari memikirkan keindahan mansion itu pada masa jayanya.


Disain dari mansion itu cukuplah unik dan berbeda dari yang biasanya. Pada aula utama dapat terlihat jelas bahwa ada dua tangga yang semula menyatu lalu memisahkan diri menjadi dua sisi di lantai ke dua dengan aula utama itu yang berbentuk huru " n ". Dengan lima larik anak tangga yang saling terhubung dan memisahkan diri di setiap lantainya, bagian aula itu nampak layaknya sebuah arena gladiator dengan setiap kamar dan lorongnya sebagai bangku penonton.


" Hmph~ Rebuildhs....dimensions" Anma merapal sebuah mantra lalu menghentakkan tongkatnya ke permukaan lantai.


" Sblash.... Wrps..... Strng... Strng... Strng.... " Sebuah gelombang energi sihir menciptakan sebuah lingkaran sihir besar dengan beberapa pentagon berlapis yang berputar dengan arah putaran yang berbeda.


Lingkaran terluar berwarna hitam legam berputar searah jarum jam beserta dengan lapisan pentagon berwarna merah dan kuning yang terpisah satu lapis dari lingkaran putih, biru dan hijau yang berputar berlawanan dengan arah jarum jam. Ke enam lingkaran tadi berputar dari permukaan lantai tempat Anma berada hingga sampai ke ujung atap mansion itu.


" Flora, sambil menunggu perbaikannya selesai, ayah akan istirahat sebentar di sofa itu. Ayah harap kamu dan para Iron maiden tidak mendekat ataupun sampai melewati lingkaran sihir di atas kita." Kata Anma sambil melihat ke arah lingkaran berisi pentagon yang berputar di atasnya.


" Dan hukuman tadi masih berlaku. Jadi, tolong bantu mereka dan jadilah anak yang baik ya? " Tambah Anma sembari berjalan mendekati salah satu sofa di aula utama.


" Ba--baik ayah. F--flora mina maaf atas apa yang telah Flora lakukan tadi. Tapi, mno.... Ayah!! " Flora yang mencoba meminta maaf dan menjelaskan alasan dari tindakannya tadi justru kesal karena sikap ayahnya yang tidak peduli.


" Hehehe.... Iya, ayah sudah memaafkan Flora. Untuk itu, ayah akan menunggu Flora menjelaskan semuanya setelah Flora menyelesaikan hukumannya. " Anma tertawa kecil disaat Flora menunjukkan kekesalannya.


" Hmph.... Baiklah ayah. Flora akan menyelesaikan hukuman Flora " Dengan perasaan senang dan sedikit jengkel, Flora berjalan menuju para Iron maiden yang bersenang senang dengan Crsi


" Ano, nona. Apakah nona Flora baik baik saja? " Hena bertanya layaknya seorang ibu.


" Tidak apa apa, Hena. Aku baik baik saja. Hanya saja, ada sesuatu yang membuatku khawatir di bagian sini " Flora menunjuk ke bagian dadanya sembari melihat Anma sesaat


" Enatah apa sebabnya, namun di bagian ini terasa berdebar dan ada pula perasaan bahagia yang bercampur dalam sebuah perasaan sedih " Flora masih memegang bagian yang sama.


" Ara... Ara... " Hena menempelkan tangannya ke mulutnya untuk menutupi sebuah senyum senangnya.


" Itu mungkin sebuah perasaan cinta yang bercampur dengan rasa takut akan kehilangan orang yang di cintai " Tambah Hena spontan.

__ADS_1


__ADS_2