Armageddon Maker 2nd Family

Armageddon Maker 2nd Family
Enemy dalam Mansion


__ADS_3

Dengan berat hati, Iron maiden mulai melangkah mengikuti Anma yang telah berada di depan mereka. Mereka yang masih mampu berfikir, mungkin akan merasa bahwa mansion ini tidak ada apa apanya dari pada kemarahan tuan mereka.


Di depan sebuah gerbang besi tua yang tak terawat, nampak sebuah rumah besar dengan tinggi lebih dari enam lantai jika bagian atas mansion masih nampak seutuhnya.


Di setiap sisi bangunan mansion itu nampak beberapa retakan kecil dan beberapa lagi nampak lebih besar seakan sedang mengoyak beberapa sisi bangunan.


Lubang lubang jendela yang di tralis besi dan penuh dengan noda pun membuat bangunan mansion itu nampak mengerikan.


* Byar..... !! * Anma tak sengaja meremukkan seikat kunci dari pemilik mansion sebelumnya.


" Aduh.... Aku terlalu bersemangat " Ucapnya dalam hati.


" Ayah... ? Apa yang ayah lakukan? " Flora terkejut ketika anma mnghancukan kunci kunci itu.


* Glup * Suara dari seorang menelan ludah terdengar diantara iron maiden


" Ayo, kita masuk " Anma yang kebingungan memutuskan untuk mengajak iron maiden masuk


* Brak....!! * Anma menendang pintu mansion yang terkunci.


Di dalam mansion itu terlihat sebuah aula utama yang penuh dengan debu. Dengan sebuah cahaya dari lubang yang ada di beberapa sisi mansion, nampak beberapa meja dan sofa yang terlihat mewah yang telah lapuk dan dipenuhi jaringan laba laba.


Nasib serupa pun dialami beberapa perabotan rumah di sekitarnya. Namun lampu gantung yang terpasang di atas aula utama masih terlihat menarik dan berkilauan walau menampakkan banyak noda dan beberapa besi yang telah usang.


" Hm..... Seperti yang aku bayangkan. " Gumam Anma sembari brjalan ke aula utama mansion itu.


Di saat Anma berjalan tanpa keraguan, Iron maiden mulai mengikuti Anma dari belakang sembari memperpendek jarak di antara mereka.


Beberapa dari mereka melirik ke arah ruangan yang remang remang, adapun yang hanya memandang punggung iron maiden lain karena ketakutan.


" Gzzzzzzk....... " Suara batu bergeser dari tempatnya.


" Sepertinya salah satu dari mereka menginjak prangkap. " Gumam seorang dari dalam kegelapan.


" Sriiiiiing... Sriiiiiiing...... Sriiiiing.... " Sebuah kilatan cahaya muncul di antara iron maiden


" Tratapp.....tap....taptap..... " Lusinan benda tajam tiba tiba jatuh di dekat iron maiden.


" Hm.... Menarik " Anma memuji jebakan dalam mansion sembari mendekati iron maiden.


" Kalian tidak apa? " Anma menjongkokkan tubuhnya untuk melihat Hena yang tertunduk ketakutan.

__ADS_1


" Ti-Tidak apa apa tuan. Kam...kami tidak apa apa " Ryuu menjawab dengan gemetaran.


" Ano.. Tuan... Apakah ini duri ? " Moli menyentuh benda yang terpotong tadi.


" Moli... Coba berikan benda itu kepadaku " Anma meminta.


" Tuan, ada sesuatu dari balik ruangan itu. Lalu ada sesuatu yang bergerak cepat dari arah sana " Batcta mengatakan apa yang ia lihat ketika Anma memeriksa benda tadi.


" Hm.... Crismon.... Crown.... " Anma mengarahkan tangannya ke arah ruangan yang di tunjuk batcta


" Brum........sh" Sebuah sambaran api telihat dari arah ruangan yang di tunjuk bacta.


Api yang membakar ruangan itu menerangi jalan menuju aula utama mansion.


" Crakkakkakkak..... Crakkakkakkak.... Crakkakkakkak... " Suara dari beberapa makhluk menggema di seluruh area mansion.


" Grooo...........ng!!!!! " Suara erangan dari sesosok makhluk terdengar begitu keras di salah satu ruangan


Mendengar suara suara yang memembuat merinding, para iron maiden mulai mendekati tubuh Anma yang berdiri dengan tenang.


" Dua......r........ " Sesosok monster besar berbentuk badak dengan dua gading terbang menuju aula utama.


Bersamaan dengan suara ambruknya beberapa pilar penyangga mansion, sesosok berpakaian merah dengan aura api berjalan mendekati Anma dan Iron maiden.


Ketika sosok itu berjalan lbih dekat, Anma dan Iron maiden dapat melihat bahwa sosok itu memakai sebuah topeng labu berapi dengan membawa sebuah sabit hitam di genggamannya. Bukan hanya kedua hal tadi, Anma dan iron maiden pun melihat beberapa asap hitam keluar dari topeng badut itu ketika bernafas.


"Ghe.... " Badut itu menunjukkan sikap hormat pada Anma.


" Crsi... Carnival Party " Anma menghentakkan tongkat yang ada di genggamannya.


" Ghe.........!!! " Badut itu merespon perintah Anma.


Topeng labu yang semula terlihat normal kini berubah menjadi senyum lebar lagi menakutkan.


Badut itu memutarkan sabitnya di belakang tubuhnya sembari melihat seluruh area mansion.


Sebuah mata berapi tiba tiba muncul dari dalam topeng badut itu dan beberapa saat setelahnya, badut itu melompat sembari tertawa terbahak bahak.


Dengan kondisi yang menggila seperti itu, badut berapi melesat cepat dari satu ruang ke ruang lainnya dengan sabit yang terus ia putar.


* Broom....... Brooom... Broom...... Ghs..... Gha...... Broom...... * Dentuman demi dentuman terdengar menggema ke seluruh ruangan yang beriringan dengan suara tawa dari sang badut.

__ADS_1


" Tu.... Tuan... Si... Siapakah makhluk itu? " Airia memberanikan diri bertanya.


" Hm...? Siapa yang kamu maksudkan? " Anma balik bertanya


" Di.... Dia... " Kata Airia sambil menunjuk ke arah badut berapi


" Ah.... Dia? Dia adalah...... " Anma mencoba mengenalkan sosok badut itu, sesuatu terlihat bergerak ke arah dirinya.


* Broom......!!!!! Khekhekhehe.......* Sebuah tubuh tanpa kepala terbang ke hadapan Anma dengan beberapa lubang yang menebusnya.


* Ghra........!!!!! * Sebuah raungan terdengar dari balik kepulan asap.


Suara langkah kaki yang semakin jelas menunjuk sesosok bayangan hitam nampak dari arah badut itu terlempar. Sosok itu memiliki tubuh besar dengan tanduk yang menjulang. Walau belum nampak secara jelas bahwa dia adalah laki laki atau perempuan namun yang pasti, sosok itu membawa sebuah senjata yang nampak seperti tombak.


" Sosok itu.... " Flora menyadari sosok dari bayangan itu.


" Ap...apa yang harus aku lakukan? Ji...jika itu adalah sosok yang sama seperti waktu itu? " Flora mengingat kejadian waktu itu


" Ak... Aku... Aku harus menolong ayah.. " Flora yang berfikir keras akhirnya mengambil tindakan


" Ayah..... !!! " Flora berusaha keluar dari tubuh Anma secara paksa namun di sisi lain, Anma sedang merapal sebuah mantra.


* Dhooooooom...........ssssssss * Ledakan energi sihir terjadi ketika Anma gagal merapal sebuah mantra sihir.


* Brush..... Swush..... * Sosok itu mengayunkan tombaknya untuk memotong tembok asap di depannya.


Sosok itu berjalan tegap menuju Anma dan para iron maiden. Anma yang telah bersiap untuk suatu pertarungan, membatalkan niatannya karna Ia yang merasa terganggu akan perasaan khawatir Flora.


" Ghuarr.......... !!!!! " Sosok itu menundukkan kepalanya sembari melesat kencang.


" Ayah.....!!! " Flora keluar dari tubuh Anma secara paksa dan menghentikan serangan dari sosok itu.


" Jlb.... Jlb.... Jlb... " Tiga lusin senjata tombak menancap di sebuah pelindung akar menjalar yang muncul bersamaan dengan Flora yang berdiri dihadapan Anma.


" Akh....... " Salah satu tombak besar berhasil menembus pelindung itu dan menembus tubuh Flora.


Keheningan tiba tiba terasa ketika Flora menyadari dirinya terkena sebuah serangan fatal.


" Syu...syukurlah a...ayah ti...tidak terluka " Flora tersenyum pada Anma dengan senyuman penuh darah.


Sesaat setelah senyuman itu, Flora tumbang ke hadapan Anma yang tengah menahan rasa sakit akibat Flora yang keluar secara paksa.

__ADS_1


" F..... " Anma tidak mampu menyebut nama Flora


Untuk yang kedua kalinya, Anma melihat sosok Flora terbaring lemas yang hendak kehilangan nyawanya.


__ADS_2