
" Iya, tak apa Tuan Brotus, dengan pelayanan seperti ini pun kami merasa di Terima di sini " Kata Anma sambil menunjukkan sikap hormatnya pada Brotus.
Tidak berselang lama setelah Brotus pergi untuk mencari sesuatu, Brotus kembali ke hadapan Anma dan Shofia dengan beberapa gulungan kertas dari rumah rumah yang Brotus miliki.
" Nah, Tuan Loran, Guild Master. Ini ada beberapa rumah yang cocok dengan keinginan kalian. " Brotus menunjukkan beberapa kertas yang menunjukkan denah dari rumah sederhana sampai rumah besar sekelas mansion.
" Terima kasih Tuan Brotus. " Shofia tersenyum pada Brotus sembari memilih beberapa denah.
Setelah memilih beberapa denah rumah yang di anggap menarik oleh diri mereka berdua, Akhirnya mereka berdua mulai menyingkirkan beberapa denah yang tidak terlalu menarik. Mereka berdua beradu pendapat mengenai luas bangunan dan lain sebagainya, hingga pada akhirnya mereka menemui sebuah kesepakatan.
" Jadi, Tuan Brotus. Saya akan mengambil rumah ini. " Anma mengambil sebuah ilustrasi dari sebuah mansion tua yang berada di dekat pemakaman kota Raizn.
" Be---benarkah tu--tuan akan mengambil rumah itu? " Tanya Brotus seolah tidak percaya atas pilihan Anma.
" Benar, Tuan Brotus. Seperti yang sudah saya katakan tadi. Saya menginginkan sebuah rumah yang memiliki banyak sumber informasi seperti buku. Dan menurut dari penjelasan Tuan Brotus tadi, saya sangat senang bisa mengetahui bahwa di kastil ini memiliki sebuah perpustakaan kuno yang sudah di tinggalkan. Yah... Walaupun kastilnya mungkin terlihat bobrok dan mungkin akan hancur, setidaknya aku bisa membeli sebuah rumah dengan tambahan buku buku kuno dengan set perpustakaan untuk diriku sendiri " Jelas Anma pada Brotus
" Um... Kamu serius Loran? Dari yang aku dengar dari beberapa petualang tingkat tinggi yang pernah tinggal maupun menjalankan sebuah quest mengenai rumah itu, rumah itu memiliki seekor monster yang dapat mengubah siapapun menjadi gila dan bahkan mengambil kesadaran orang lain lalu mengubahnya menjadi sosok yang mengerikan. " Shofi menjelaskan sebuah rumor yang belum Anma ketahui.
" Oleh karena beberapa rumor serta banyak korban yang berjatuhan dalam mansion itu, guild master terdahulu memutuskan untuk mencabut paksa quest mengenai rumah itu serta memperingati penduduk sekitar untuk tidak mendekati rumah itu. " Jelas Shofia mendetail.
" Jadi begitu... ya Shofi? " Anma memberikan respon datar
" Jadi... jika aku membeli rumah ini, bukan hanya sebuah rumah dan perpustakaan. Tapi aku juga bisa mendapatkan sebuah monster langka yang bisa aku pelihara ya? Ya ampun.. Beruntung sekali diriku ini " Tambahnya mengungkapkan perasaan senagnya terhadap apa yang ia dengar.
" Mengenai itu... " Shofia dan Brotus saling menatap satu sama lain dengan sebuah pemikiran bahwa Anma adalah sosok yang aneh bahkan dapat dikatakan kehilangan akal sehatnya karena menginginkan rumah mengerikan itu.
__ADS_1
Shofia dan Brotus kembali mencoba berbicara pada Anma untuk meyakinkan Anma bahwa tempat itu sangat berbahaya. Namun Anma hanya mengabaikan peringatan itu dan justru dengan semangat memberitahukan keputusan nya dengan lantang.
" Jadi, berapa harganya? " Anma menghantamkan kedua tanganya ke meja
* Brak...!! * Meja yang dihantam kan Anma patah menjadi dua dan membuat kayu kayu yang melapisi lantai utama ikut ambruk sampai ke ruang bar yang ada di bawah lantai itu.
" Sepertinya tuan Anma sedang ber pura pura untuk menguji diriku dan Guild master. Ak-aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini dan mengambil keuntungan dari ujian yang diberikan tuan Anma. " Pikir Brotus sesaat
" Tuan bisa membelinya dengan harga 5000 koin emas serta 500 koin perak. " Brotus langsung mengucapkan harga dari rumah itu sebagai respon cepatnya untuk mengetahui seberapa banyak koin yang Anma miliki.
" Jadi seperti ini kekuatan dari seorang dengan 1OVA ? " Shofia terdiam sambil memikirkan bahwa satu hentakkan saja sudah melubangi area kecil itu sampai ke bawah tanah.
" Eto... 5000 koin emas dan 500 koin perak ya? Sebentar... Nah, ini... Aku meberikan setidaknya 7000 koin emas. Dan untuk sisanya, Tuan Brotus bisa menyimpannya untuk biaya perbaikan. Hehehe... " Anma menggaruk bagian belakang kepalanya setelah memberikan Brotus sejumlah koin yang di keluarkan dari ujung tongkat miliknya.
" Dan tolong, Tuan Brotus. Aku harap anda merahasiakan tempat ini dari siapapun. Serta merahasiakan tentang skill yang saya gunakan tadi. " Anma berkata kepada Brotus ketika Shofia terkena mantra beku untuk sesaat.
" Nah jadi... Sekali lagi Terima kasih ya, Tuan Brotus dan Guild master. " Anma menjentikan jarinya agar Shofia kembali tersadar.
" Ah... Iya... Tidak apa Loran. Senang rasanya bisa ikut membantumu" Shofia berdiri menghampiri Anma yang ada di seberang lubang bekas meja.
" Tuan Brotus. Terima kasih atas kerja samanya. Saya harap, kita dapat kembali bekerja sama lagi di suatu hari nanti. " Shofia membungkuk hormat sebelum mulai berjalan pergi dengan Anma.
Di kala langit mulai jingga, Anma dan Shofia keluar dari bar milik Brotus sembari berbicara mengenai rumah baru yang telah di beli.
Anma sangat bersemangat mengenai monster yang ada di dalam sana. Namun berbeda dengan Anma yang antusias, Shofia justru khawatir akan suatu hal.
__ADS_1
" Shofia... Terima kasih atas bantuanmu hari ini. " Anma berkata sambil melihat orang orang yang berlalu lalang.
" Ahh... Tidak perlu berterima kasih kepadaku seperti itu, Loran. Lagipula aku tidak terlalu banyak membantumu, tadi. " Jawab Shofia sambil berharap bisa menganalisis benda yang berada di tangan Anma.
" Tidak usah merendah seperti itu, Shofia. Aku benar benar berterima kasih atas bantuan mu hari ini. Untuk itu, apakah kamu menginginkan sesuatu sebagai tanda terimakasih ku? " Kata Anma sambil berjalan menuju gedung guild.
" Tidak... Itu tidak perlu. Tapi... Jika kamu memaksa, bolehkah aku... " Shofia yang sedang berharap mulai mengungkapkan keinginannya.
" Apakah itu benar benar keinginanmu? Aku harap kamu memikirkan tentang keinginan itu kembali. " Anma menghentikan langkahnya karena terkejut atas keinginan yang di ucapkan oleh Shofia.
Shofia menganggukkan kepalanya dua kali dan setelahnya ia menundukkan wajahnya dengan harapan bahwa Anma akan mengabulkan keinginan yang telah ia ucapkan sebelumnya.
" Baiklah jika kamu memang menginginkan nya.. " Anma membalikkan tubuhnya kehadapan Shofia.
* swungs...... * Keheningan tiba tiba terasa disaat keramaian ada di sekitar mereka
" Jadi... Apakah kamu sudah mengerti kenapa kamu harus mengganti permintaan ini? " Anma kembali menggunakan sarung tangan yang ia kenakan di hadapan Shofia karena Shofia hampir terpental jika Anma tidak memberikan perlindungan pasif pada dirinya.
" I--iya... Lo--loran. Ak-aku min-minta ma-maaf " Shofia terduduk lemas setelah melihat sesuatu yang seharusnya tidak ia lihat.
" Karena sekarang kamu sudah mengetahui nya, aku harap kamu menjaga rahasia ini hanya untuk kita berdua. Karena jika tidak, mungkin akan terjadi sesuatu buruk yang menimpamu. " Anma mengusap kepala Shofia.
" Jadi... Sebagai ganti permintaan tadi, aku harap kamu menerima hadiah ini. " Anma memberikan sebuah kantung kain berisi sebuah item
" I--ini... " Shofia kembali terkejut ketika melihat isi kantung itu yang berupa beberapa koin emas
__ADS_1
" Loran... Sebenarnya, kamu ini siapa? " Shofia menatap ke arah Anma dengan perasaan curiga.
Ketika ia menatap ke arah Anma. Anma telah menghilang dari hadapannya.