Armageddon Maker 2nd Family

Armageddon Maker 2nd Family
End ?


__ADS_3

Flora terkejut sesaat setelah mendengar Lunastia mengatakan hal yang biasa ia katakan pada Anma.


Tidak lama setelahnya cahaya pada mantel sihir itu menghilang bersamaan dengan kesadaran milik Lunastia.


" Ya ampun. Aku tidak tahu harus berbuat apa sekarang." Gumam Anma sembari menahan tubuh Lunastia yang terjatuh.


" Kenyataan kenyataan yang ingin aku cari ternyata langsung datang dan menghancurkan harapanku. " Anma meletakkan rubuh Lunastia di lantai.


" Aku.... aku.... aku....!! "


Sembari melihat ke arah Lunastia, Anma tertunduk tanpa kata. Flora, Quinn, iron maiden dan para manusia ciptaan hanya terdiam karena mereka tidak tahu apa yang saat ini meraka bisa lakukan.


" Ne.... Aku tahu saat ini kamu sedang sedih. Pasti sulit kan bagimu menerima semua kenyataan dalam waktu yang bersamaan kan? " Lunastia kembali mengusap wajah Anma


" Anma yang aku kenal adalah Anma yang biasa. Anma yang ceria. Anma yang keren. Anma yang bertindak sesuai keinginan hatinya. Anma yang melindungi semua yang berharga baginya. Anma yang selalu menolong semuanya. aku ingin melihat sosok Anma yang aku kagumi bisa tersenyum kembali seperti saat pertama kali. " Lunastia menatap wajah Anma.


" Untuk itu aku ingin kamu...... " Lunastia membiskan sebuah kata


Mendengar perkataan itu, Anma kembali bangkit dari kesedihannya sembari menghapus air mata miliknya.


* spendlum....!!!! * anmmenghentakkan tongkatnya sembari meledakkan energi sihir miliknya


" Jika itu memang keinginan kalian, maka aku akan memenuhi keinginan itu " Guamam Anma sebelum menghentakkan tongkatnya. "


" Arcenest! Aku akan melatihmu untuk menjadi lebih kuat dari saat ini!! Flora!! Ayah akan mencoba mengembalikan ingatan penuh atas dirimu sepenuhnya!! Legium!! Iron Maiden!!! Aku akan membuat keseharian kalian menjadi hari hari hari yang mengerikan dalam pelatihan keras yang akan aku lakukan!! Jadi!!! Bersiaplah kalian !!! " Teriak Anma setelah tongkat di hentakkandengan penuh semangat.


" Dan Quinn!!! Jadilah seperti biasanya " Tambah Anma sembari tersenyum mengerikan kepada Quinn.


Mendengar perkataan dari tuannya, para Legium bersorak gembira dengan wujud asli mereka. Sementara Flora dan Quinn hanya bersorak tanpa tahu apa yang akan terjadi. Begitu pun dengan lara Iron maiden yang hanya mengikuti sorakan para legium.


" Dasar para manusia!! Bersiaplah kalian menghadapi sebuah malapetaka yang akan menghancurkan kalian. Karena akulah sumber dari malapetaka. Armageddon Maker " Teriak Anma sembari menatap atap mansion yang telah hancur akibat ledakkan energi sihir miliknya.


Bersamaan dengan ucapannya yang mewakilkan sebuah sumpah serta janji pada sosok yang telah tiada, Anma mengeluarkan sebuah lingkaran aura coklat bersinar layaknya sebuah lingkaran pada dewa.


Sembari mengangkat tubuhnya ke udara bersama dengan kepakan sayap putih yang mulai berwarna merah kehitaman, Anma mulai menunjukkan sisi gelap yang selama ini dia segel sebagai bentuk perlawanan atas keyakinannya terhadap perdamaian yang ia inginkan.


Namun akibat dari kenyataan yang begitu menyakitkan, Ia pun melepaskan sosok yang di segel dalam dirirnya agar sosok itu keluar dan menghancurkan dunia tempatnya berada seperti saat pertama dia melihat sosok Armaggedon dalam alam bawah sadarnya.


" Atas nama dewa kehancuran yang menjadi pusat kerusakan dan kehancuran seluruh negri. Dengan pengorbanan atas jiwa dan raga yang sempat tertunda, makanlah seluruh hal yang aku punya sebagai ganti atas kekuatan untuk menghancurkan dunia.... terbukalah gerbang jiwa dan kehancuran!!!! Requiem Antarest!!!! " ucapnya sembari mengangkat ujung tongkatnya untuk membuka sebuah gerbang malapetaka

__ADS_1


Sebuah gerbang raksaksa yang dipenuhi oleh duri besi serta ukiran dari berbagai makhluk mengerikanpun perlahan terbentuk bersamaan dengan langit malam yang berubah menjadi warna merah darah yang membasi. Perlahan namun pasti, di bagian pintu gerbang itu, beberapa ukiran makhluk aneh mulai merayap dan membentuk sebuah lubang layaknya sebuah kelopak mata besar yang tidak lama setelahnya muncul dia orb merah besar layaknya sebuah bola mata yang menatap langsung ke arah Anma.


" Quinn... apakah kamu tahu apa yang ayah sedang lakukan? " ucapnya pada Quinn yang masih terpaku dan membisu


Dihadapan Flora saat ini, baik Quinn, Arc, Crsi, maupun manusia ciptaan lain yang sedang berada disana hanya terdiam sembari menatap ke arah Anma berada.


Perbedaan jelas terasa ketika hawa mengerikan mulai terasa disaat sebuah cahaya merah kehitaman mulai muncul dari sela sela pintu gerbang itu. Beberapa manusia ciptaan mulai mengeluarkan aura membunuh dengan bagian mata yang berubah layaknya mata yang ada di bagian pintu itu.


" Ne.... Liah.... maafkanlah diriku karena tidak mampu melindungi dirimu sesuai janjiku waktu itu. " Gumamnya lirih sembari memejamkan matanya


" Namun... Saat ini kamu tidak perlu khawatir atas penderitaan dari mereka saat ini. Karena sekarang.... diriku akan memenuhi peranku sebagai sosok penghancur " tambahnya sembari menatap lurus ke arah gerbang yang mulai terbuka.


" Berakhir lah sudah harapanku pada dunia ini " ucap seorang yang menatap sebuah api biru dengan menampilkan sosok Anma yang membuka gerbang kehancuran.


" Saya kembali... Liah.... " ucapnya dengan lirih sembari mengedipkan matanya yang dipenuhi air mata


* scpts.... * mata yang dikedipkan oleh dirinya membuat air mata yang penuh itu berterbangan di antara suasana mencekam kala itu dan membuatnya bersinar layaknya bintang harapaan


* Gradangdangdadang...... * pintu gerbang petaka mulai terbuka yang berdamaan dengan itu cahaya hitam yang keluar darinya mulai membesar


* Spelendums!!!!!!! * Sebuah ledakan besar terjadi setelah tubuh dari Anma yang terlalu banyak menampung energi sihir dari dalam cahaya hitam itu.


" Ne... Ne... ayah!! cepatlah!! " ucap seorang anak demi human dengan ras rubah yang menarik tangannya dengan paksa.


" Ayah!!!! cepatlah kemari!!! kami sudah lelah menunggumu " ucap seorang demi human dengan ras tumbuhan yang sedang melambaikan tangannya.


" ...... " ucapnya sembari tersenyum dan mulai mendekat ke arah anak anak demi human itu.


" Nmo..... Anma.... kenapa kamu masih saja bermain main dengan anak anak itu... bukankah seharunya ini adalah waktunya kita bersenang senang bersama " ucap sosok perempuan dengan ras Fallen angel


" Lagi pula, bukankah kamu ingat bahwa si kecil saat ini sangat menantikan saat saat seperti ini " lanjutnya semabri mengusap bagian perutnya



Bersamaan dengan senyuman yang dia balaksan pada sosok wanita di hadapannya, sebuah senyuman mengerikan mulai terbesit ketika gelombang dasyat menghantam permukaan dunia yang kini telah ia benci.


" Mari kita bersenag senag " ucapnya dalam ilusi yang menampakkan dirinya sedang bersama sosok yang sangat dia cintai


" Mari kita bersenang senang " ucapnya dalam tubuh baru yang siap menghancurkan seluruh daratan yang dia pijak.

__ADS_1


...----------------...


...😁-Spesial Arc-😁...


*dbuks* sebuah layar sihir yang menampakkan amarah dari sosok Anma tiba tiba menghilang dan menyisakan bayangan seorang yang nampak di depan sebuah buku


" Ayah.... maaf mengganggu ayah disaat sedang bekerja... " ucap seorang perempuan cantik berbaju merah muda dengan warna rambut yang serupa


" Hm....? Ela, kah? " jawabnya setelah memasukkan buku yang dia pegang ke sebuah rak yang berisi seri yang serupa


" iya, ayah... ini aku. " balasnya sembari bersikap hormat


" Tidak biasanya kamu kemari di waktu malam seperti ini? " ucapnya bertanya setelah berjalan mendekat


" ...... Ibu bilang bahwa ka Flora akan segera lulus dari sekolah itu.... " Jawabnya menjelaskan


" Iya, Ela... kita akan pergi ke sana setelah adik barumu keluar... " balasnya sembari mengusap kepala Ela.


" Baiklah ayah.... akan aku sampaikan hal ini kepada ibu dan ka Flora... " balasnya dengan nada ramah sembari tersenyum senang


" Anak baik.... dan... apakah ada hal lain yang ingin kamu bicarakan dengan ayah selagi ayah masih ada waktu luang bersama demgamu? " ucapannya sembari berjalan melewati lorong dari sebuah paviliun berwarna putih mengkilap


" Jika dibolehkan, aku ingin ayah mengajarkanku mengenai penguasaan elemental maupun penguasaan dari lingkaran sihir tingkat ke tiga... " jawabnya dengan wajah berharap


" Hm... yah... karena elemen dasar mu adalah tanah dan alam.... sepertinya penguasaan dasar elemen adalah hal yang dapat ayah ajarkan kepada kamu.... mengingat kejadian dimana kamu berubah menjadi sosok semak neraka, ibumu sampai meminta ayah untuk tidak mengajarkan hal hal mengenai penguasaan tingkat ke tiga.... " balasnya sembari melihat ke sebuah taman yang dipenuhi rerumputan yang berkilauan


" hehehe... iya ayah... aku ingat kejadian itu.... dan karena kejadian itu pula penyesalanku masih ada hingga sekarang... " balasnya dengan nada menyesal


" Azela... aurelia.... sebuah nama yang ayah ambil dari kecantikan bunga merah muda yang mekar disaat kelahiranmu dan matga dari generasi penerus kerajaan aurora sebagai tanda bahwa kamu akan menjadi sosok putri yang mampu mengayomi negri ini.... kesalahan waktu itu bukanlah kesalahan yang kamu buat, sayang... kesalahan itu adalah kesalahan ayah yang terlalu bersemangat ketika bayangan kakakmu sempat terlintas diaaat fase ke dua dilalui.... jadi, ayah minta maaf ya... " jelasnya sembari memegang kedua tangan dari Ela dan menatap kedua matanya dengan niatan untuk menghiburnya


" ayah.... " ucapnya sembari mengeluarkan isi hatinya yang sempat mengganjal setelah kejadian itu berlalu


" sudahlah sudah.... dari kejadian itu pun ayah juga menyadari bahwa jarak antara kamu dan Flora itu berbeda.... dan oleh karena itu, ayah berniat untuk meminta Alpa, Sese dan Arc dalam mode tingkat lanjut agar mau mengajarkan kamu mengenai penguasaan dasar dari energi mana, regenerasi mp dan sta serta pentingnya penguasaan kesadaran disaat kamu mulai bertransisi dari tingkat dua ke tingkat tiga.... " balasnya menjelaskan


" ....... Terima kasih ayah.... aku akan berusaha melakukan yang terbaik agar paman dan bibi harus bersatu dalam mode Castel of Destruksion seperti dalam perang besar dulu.... " balasnya dengan wajah yang bersemangat.


" maksudmu Ragnarok? hehehe.... akan membutuhkan waktu lama bagimu untuk melihat perubahan itu kembali.... tapi, jikalau kamu bisa membuatnya terjadi, maka ayah akan memberikan sesuatu untukmu sebagai hadiahnya... " balasnya setelah memandang langit biru berawan yang berhiaskan beberapa pulau melayang dan beberapa sosok demi human yang berlalu lalang dengan sayapnya.


__ADS_1


" Baik ayah.... Demi kedamaian dari tanah ini, aku akan berusaha menjadi lebih kuat dari ka Flora agar ayah pun mengakui kekuatanku " balasnya dengan mata yang mencerminkan kebulatan tekadnya untuk mewujudkan apa yang dirinya inginkan


__ADS_2