Armageddon Maker 2nd Family

Armageddon Maker 2nd Family
Pertengkaran kecil


__ADS_3

" Jadi, Neouro. Maaf ya. Mungkin aku telah membunuh salah seorang yang berharga untukmu " Tambah Anma sembari menarik tubuh Neouro ke pelukannya.


" A-----ayah!!!!! " Flora berteriak ketika Neouro berada di pelukan Anma.


" Tak apa Flora. Mungkin saat ini Neouro sedang sedih. Iya kan? " Jelas Anam sambil melihat ke arah Neouro dengan wajahnya yang memerah.


" Se---sebenarnya saya tidak terlalu memikirkan hal itu tuan. Lagi pula itu telah terjadi ribuan tahun lalu. Jika saat ini saya marah dan melawan tuan pun, hanya nyawa sayalah yang akan melayang karena melawan tuan yang mampu membunuh leluhur terkuat dari rasku sendiri. " Jelas Neouro setelah di lepaskan dari pelukan Anma.


" Yah. Tapi tetap saja. Pertempuran itu adalah pertempuran antara hidup dan mati. Hehehe. " Anma menggaruk pipinya sembari tersenyum pada Neouro.


" Sebagai ganti dari kesalahanku, aku akan merawatmu dengan baik, ya. Neouro " Tambah Anma sembari mengusap kepalanya


" Aku pun akan merawat kalian dengan baik samapai batasanku " Kata Anma sambil tersenyum pada para maiden.


" Duh! Ayah! Jangan berkata seperti itu! Kata kata seperti itu seolah mengacu pada umur ayah yang semakin sedikit! Dan Flora tidak mau itu! Flora masih ingin bersama ayah! " Flora memeluk Anma dari belakang sembari mengeluarkan air matanya


" Yah.... Maaf Flora. Ayah tidak bermaksud seperti itu. Tapi setiap makhluk yang hidup pasti ada batasannya. Oleh karena itu sebelum ayah mencapai batasan ayah. Ayah akan menghabiskan waktu ayah untuk Flora dan para demi human. " Anma mengusap air mata yang keluar dari mata Flora.


" Dan mungkin untuk kalian, aku harap kalian tidak bosan yah menemaniku sampai akhir hayat kalian " Anma tersenyum pada maiden dengan ras manusia.


" Ba---baik tuan. Ka--kami mohon rawatlah kami dengan baik " Jawab para maiden dengan ras manusia yang menyadari perbedaan jangka waktu hidup mereka.


" Senang mendengarnya. " Anma tersenyum mendengar jawaban para maiden.

__ADS_1


" Nah mari lanjutkan perjalanan kita. Dan Ryuu. Tolong jelaskan siapa itu Nicole, Ya. " Tambah Anma sembari mengajak para maiden kembali berjalan.


" Baik tuan " Para maiden menjawab bersamaan.


" Jadi, Ryuu. Apa benar kamu adalah salah satu keturunan dari Nicole? " Tanya Anma sembari melanjutkan perjalanan.


" Iya tuan. Itu benar. " Jawab Ryuu.


" Lalu, apa yang sebenarnya terjadi pada mereka? Jika kamu memang benar benar keturunan dari Nicole, seharusnya ada beberapa informasi yang ada padamu. " Tanya Anma


" Iya tuan. Dulu, kakek dari kakekku pernah memberi tahu bahwa kami ras naga pernah di selamatkan oleh seorang manusia. Manusia yang kuat namun tidak membenci ras separuh iblis atau demi human. Manusia itu memiliki kekuatan besar yang mampu menghancurkan sebuah kerajaan. Namun dari pada menggunakan kekuatan miliknya untuk menghancurkan, manusia itu memilih untuk mengubah tatanan dunia dengan menyetarakan ras demi human. Pada sebuah malam, manusia itu mengumpulkan beberapa ras iblis dan ras manusia pada suatu perjamuan yang juga di hadiri oleh para peri hutan atau Elf. Di malam itu manusia itu menyerukan keinginannya untuk membangun sebuah peradaban dimana manusia, iblis dan demi human saling tegur sapa dan hidup berdampingan. " Jelas Ryuu


" Maaf sebelumnya Ryuu. Jika di lihat lebih mendetail, itu hampir sama seperti sebuah legenda sang penghancur dari ras kami. " Mori memotong penjelasan Ryuu.


" Tapi, Mori. Dari yang aku dengar dari para priest di greja, pasukan yang di turunkan untuk menyerbu manusia iblis mengajukan sebuah kontrak dimana manusia tidak boleh mengganggu para iblis dan begitupun sebaliknya. Namun para iblis justru menyerang kereta para pedagang yang membuat manusia mengangkat bendera perang bagi para iblis" Jelas Airia.


" Sepertinya kamu adalah aliran keras manusia yang menolak kehadiran para iblis yah, Airia. " Anma mengusap kepala Airi.


" Tidak. Bukan seperti itu tuan. " Airia menundukkan kepalanya.


" Tak apa. Aku mengerti bahwa dari kecil kamu sudah di beri pengetahuan yang mengarah pada tujuan untuk membenci kaum iblis. " ucap Anma menengahi perdebatan mereka.


" Lalu, bagaimana dengan kalian? Hena? Taka? Apakah kalian juga diajarkan hal yang sama oleh orang tua kalian dulu? " Anma mengalihkan padangannya pada Hena dan Taka.

__ADS_1


" Jika saya sendiri, saya tidak menerima ajaran seperti itu karena saya hidup di sebuah desa di pelosok negri. Walaupun demikian, ajaran mengenai seperti itu memang ada. " Jelas Hena setelah mencoba mengingat sesuatu mengenai hal tadi.


" Seperti yang Hena bilang saya pun demikian. Namun di desa tempat saya tinggal, ajaran seperti itu justru di lupakan karena baberapa ras demi human sempat menyelamatkan desa kami ketika ada sebuah bencana. " Jelas Taka.


" Lalu, Menti. Apakah kamu juga menerima ajaran seperti itu " Anma bertanya pada menti yang sedari awal pertemuan tidak banyak bicara.


" Ya. Itu. Ano. Sedari saya kecil, saya sudah menjadi pelayan. Oleh karena itu, saya tidak mengetahui apapun mengenai dunia luar dan ajaran ajaran yang ada. " Jelas Menti murung


" Maaf tuan. Saya tidak bisa memberikan apa yang tuan harapkan dari saya " Tambah Menti


" Tak apa Menti. Cobalah lebih terbuka dan ceria lagi. Karena seperti yang aku bilang tadi. Bahwa aku ingin kamu dan teman temanmu merasa hidup sebagai seorang yang normal" Jelas Anma.


" Apakah kamu ingin aku peluk? Ataukah ada sesuatu yang ingin kamu lakukan supaya kamu bisa lebih ceria lagi? " Tanya Anma pada Menti yang murung.


" Tidak perlu repot repot tuan. Bisa berjalan jalan dan menghirup udara luar saja sudah membuatku senang. " Jelas Menti dengan wajah datarnya.


" Ya, kalau begitu. Semoga kamu bisa menjalani hidup ini dengan lebih ceria lagi ya. Menti " Anma menghapus sebagian ingatan buruk Menti dan mengubahnya menjadi ingatan mengenai kesenangan.


" Ba... Baik tuan " Jawab Menti sembari tersenyum


Para maiden terkejut ketika Menti yang selalu datar mulai terlihat ceria dengan senyuman pertamanya.


" Lalu untuk kalian berdua bagaimana? Apakah kalian sependapat dengan Airi? " Tanya Anma pada Tama dan Tsuki.

__ADS_1


" Eto. Bagaimana cara menjelaskannya ya tuan. Sedari kecil pun kami hanya hidup di lingkungan greja. Tak pernah keluar maupun ber interaksi dengan orang lain. Tapi dari para priest yang mengajar kami, ajaran seperti itu tidak terlalu di tekankan. Para priest lebih menekankan pada kegunaan kami sebagai bantuan dalam penyembuhan dan bantuan kemanusiaan lainnya. " Tama dan Tsuki menjelaskan secara bergantian.


__ADS_2