
" Hm.... Menarik. Dari yang aku dengarkan tadi, bisa aku simpulkan bahwa ada beberapa dari mereka yang pro demi dan adapun beberapa dari mereka yang kontra demi " Gumam Anma dalam hati.
" Yah, Mungkin sebaiknya aku pergi ke salah satu sekolah dan mulai mengubah ajaran seperti ini kali, ya. " Anma tertawa sembari menatap gerbang mansion.
" Dengan ini,aku akhiri kisah kisah tadi ya. Tapi aku harap lain kali kalian mau berbagi cerita seperti ini dengan ku di saat waktu santai. "Anma tersenyum sembari membuka gerbang mansion
" Nah, iya. Hampir aku lupa. Cara membuka gerbang dan pintu mansion itu cukup dengan memakai sarung tangan kalian. Karena dalam sarung tangan itu secara samar sudah di beri sebuah sihir yang hampir sama dengan sihir di area mansion. " Anma tersenyum sembari melangkah menuju mansion.
" Sekarang, cobalah " Tambah Anma sembari melihat satu persatu maiden mulai membuka pintu gerbang mansion.
Satu persatu maiden mulai memakai kembali sarung tangan dari set armor yang Anma berikan
" Karena kalian sudah mengerti cara membuka pintu, sekarang saatnya kalian masuk dan mulai berganti baju. " Anma mengusap salah satu dari para maiden.
" Untuk armor yang kalian pakai saat ini akan menghilang secara otomatis ketika kalian masuk kedalam area mansion. Untuk penjelasan lanjutannya, akan aku jelaskan setelah kalian berganti baju. " Jelas Anma sembari membuka pintu utaman mansion.
" Baik tuan. " Jawab para maid spontan.
Ketika pintu di buka, area dalam mansion sudah berubah menjadi lebih bagus dari sebelumnya. Tembok tembok kusam dan berlubang, kini telah berubah menjadi tembok kokoh berlapis marmer. Begitu pun dengan perabotan yang lapuk dan rusak kini telah berubah menjadi perabot berlapis perak mengkilap. Sedangkan lantainya yang kusam dan penuh retakan, kini telah berubah menjadi sebuah lantai kuning mengkilap dengan sebuah karpet besar yang menutupi sebagian ruangan.
" Hati hati tangganya. " Kata Anma ketika melihat para maid berlari dengan penuh semangat.
" Hehehe... Baik tuan " Salah seorang maiden menjawab Anma.
" Ya ampun, mereka ini " Gumam Anma sembari menutup pintu utama mansion.
" Jadi, ayah. Apa yang bisa kami lakukan untuk ayah? " Tanya Flora setelah tertawa kecil melihat para maiden.
" Kalian cukup diam di situ saja dahulu." Anma berjalan melewati Flora dan Crsi.
" Baiklah ayah. " Jawab Flora sembari melihat ke arah Anma yang berjalan ke area kosong.
__ADS_1
" Sepertinya area ini cukup bagus " Gumam Anma sembari melihat hamparan bunga yang cukup luas.
" Baiklah semua. Kalian aku ijinkan keluar. " Ucapnya sebelum menghentakkan tongkatnya sembari melihat ke arah Flora dan Crsi.
* swing swing swing * beberapa portal hitam muncul dari belakang Anma secara bertahap
" Apakah mungkin!! " Crsi berteriak sembari menutup mulutnya.
* brush.... dapt dapt dapt brug dam..... dapt dapt * berbagai macam makhluk ciptaan Anma mulai ke luar dari dalam portal di belakang Anma setelag deretan portal tadi menyatu dan membuat sebuah portal besar.
Beberapa dari mereka yang keluar dari dalam portal terlihat seperti demi human dengan perubahan seperi manusia normal dan adapun beberapa dari mereka yang masih berbentuk demi human seutuhnya.
" Ah. Senangnya bisa kembali menghirup udara luar " Salah satu ciptaan Anma keluar sembari bernafas panjang.
" Jadi, kamu tidak suka berada di tempat itu kah? Swif? " Tanya Anma pada ciptaannya yang masih berbentuk demi human dengan ras salamander.
" Ah. Tidak. Bukan begitu tuan. Hanya saja senang rasanya bisa kembali bertemu dengan tuan " Swif menjawab sembari membungkukan kepalanya.
" Wah. Senang mendengar itu dari kalian. Greg, Doom, Revn, Afa, Likh, Cio, Lufu dan Carla " Anma tersenyum pada ciptaannya yang berbentuk pria dengan ras dasar Light armor Golem, pria dengan ras dasar arc angle, sesosok wanita dengan ras dasar gagak cristal, perempuan dengan ras dasar Lamia, seorang laki laki dengan ras dasar carberus, seorang laki laki dengan ras dasar Leser machine dan seorang perempuan dengan ras dasar meticora.
Dengan kekuatan yang dimilikinya, lebih dari dua ratusan monster keluar dari portal dan masih terus bertambah. Beberapa dari mereka yang masih belum memiliki tubuh sempurna pun telah di sempurnakan.
Beberapa dari mereka ada yang keluar menggunakan sayap mereka dan terbang ke sekitar area mansion dan ada juga beberapa dari mereka yang melayang menggunakan sihir dasar mereka sendiri.
" Maaf ya, Luli. Karena kamu harus berjalan menggunakan kakimu " Anma meminta maaf pada seorang perempuan.
" Tak apa tuan. Dengan begini pun saya justru bersyukur karena telah mendapatkan kaki langsung dari tuan. " Jawab Luli yang merupakan seorang perempuan dengan dasar ciptaan seekor siren.
" Berhati hatilah ketika melangkah ya. Luli. " Kata Anma khawatir.
__ADS_1
" Tidak perlu sekawatir itu tuan. Saya akan membantu Luli berjalan. " Seorang perempuan ciptaan keluar dari portal dan memapah Luli.
" Terima kasih Via. Aku sangat terbantu dengan itu " Kata Anma sambil membantu Via untuk menyetabilkan tubuh Luli yang goyah.
" Iya tuan. Mari " Via yang seorang ciptaan dengan ras dasar kreken membantu Luli berjalan menuju area dalam mansion.
" Sepertinya sudah semuanya ya? Arc ? Ataukah masih ada beberapa? " Tanya Anma pada Arcanest yang ada di sebelahnya dengan wujud manusia.
Arcanest dalam bentuk manusia hampir menyerupai tubuh manusia milik alpa. Namun perbedaan jelas terlihat di bagian rambut dan bentuk wajahnya. Wajah Arcanest berbentuk agak lonjong dengan bentuk rambut bergerigi seolah terbuat dari cristal yang semula adalah bentuk dari sebuah kastil.
" Tidak tuan. Ini sudah semuanya. " Jawab Arcanest
" Anes!!! " Crsi menghampiri Arcanest sembari memeluk kakinya.
" Wah wah. Ada Crsi di sini. Bagaimana harimu dengan tuan Anma. Apakah itu menyenangkan " Arcanest mengusap kepala Cris
" Hem~ Hem~ Hem~ Berada di dekat tuan Anma itu sangat menyenangkan. Crsi belajar banyak dari tuan ketika Crsi membuat kesalahan " Jelas Crsi pada Arcanest.
" Syukurlah jika seperti itu. Ayo, kita masuk dan mulai menyapa yang lain " Arcanest berjalan menuju mansion setelah membungkuk di hadapan Anma.
Crsi dan Arcanest berjalan membungkuk sesaat ketika mereka bertemu dengan Flora.
" Flora~ Kemarilah sayang " Anma memanggil Flora yang masih kebingungan.
" Ano.. Ayah, sabenarnya siapa mereka dan kenapa Crsi sangat akrab dengan mereka ?" ucapannya penasaran.
" Hm....? Mereka ? Mereka adalah teman teman Crsi dan beberapa ketua dari Re legium yang ayah pilih berdasarkan kekuatan dan kecerdasan mereka. " Jawan Anma.
" Sedangkan Arcanest sendiri, dia adalah rumah untuk mereka atau dengan kata lain Arcanest adalah ayah mereka. " Tambah Anma.
" Wah. Jadi seperti itu ya ayah. Flora benar benar terkejut tadi ketika mereka datang seolah akan menyerang mansion. Hehehe... " Flora menanggapi penjelasan Anma dengan wajah yang masih terlihat bingung.
__ADS_1
Anma sempat tertawa sesaat ketika Flora mencoba memahami apa yang barusan terjadi. Merasa keinginan tahuan anaknya yang tinggi, Anma pun menjelaskan dengan pelan mengenai Arcanest dan para ciptaan miliknya hingga Flora mampu memahaminya.