Armageddon Maker 2nd Family

Armageddon Maker 2nd Family
Langkah untuk perubahan


__ADS_3

Pagi itu para maiden bangun sesuai perintah dari tuannya untuk segera berkumpul di ruang utama. Namun ketika mereka sudah berada di sana, mereka dikejutkan oleh seorang sosok yang asing bagi mereka. Di hadapan mereka terlihat Flora dengan wajah seriusnya sedang berada di sebelah Quinn yang menunjukkan raut wajah yang sama. Sementara sosok asing yang berada di sebelah tuan mereka terlihat sangat gelisah atas sesuatu.


Meraka yang terlihat gaduh dihadapan tuannya tanpa sadar membuat tuan mereka yang sedang menjelaskan mengenai pelatihan yang akan segera mereka hadapi.


Anma yang kala itu berniat menjelaskan secara rinci tahapan yang harus dilalui, membatalkan niatan itu dan langsung mengangkat tongkatnya sembari berkata bahwa rencana pertama akan segera dilaksanakan.


Bersamaan dengan ucapan itu para maiden yang sebelumnya terlihat gaduh mulai mengabaikan ketidak hadiran Hena mengingat masalah yang menimpa beberapa maiden yang hilang.


Tanpa adanya pemberitahuan lebih lanjut mengenai pelatihan apa yang akan mereka lakukan, tuan mereka langsung meminta mereka untuk mengangkat tangannya bersama selagi dirinya merapal sebuah mantra.


Laura dan Nia yang kala itu telat terbangun tidak mengetahui hal apa yang sebelumnya telah dikatakan oleh tuannya. Karena merasa tidak ingin menerima sebuah hukuman ataupun peringatan dari sosok Anma, dirinya yang baru datang langsung ikut melakukan hal yang sama seakan itu adalah cara mengucapkan selamat pagi. Namun setelahnya para maiden mengeluarkan senjata yang telah mereka pilih dan setelahnya mereka menghilang hingga meninggalkan kedua saudara yang masih dianggap sebagai tamu itu.


" He~ ? kemana semua orang pergi? " ucap Laura yang kebingungan.


" Mereka semua telah pergi untuk berlatih menjadi lebih kuat setelah saya menawarkan mereka mengenai cara meningkatkan kekuatan mereka semalam. Sementara yang tersisa disini hanyalah mereka yang hanya ingin menjadi maiden biasa dan kalian berdua" jawabnya sembari berjalan mendekati keduanya.


" Owah.... begitu ya. Maaf ya, hehehe... aku tidak mengetahui itu karena harus menemani Nia untuk tidur. " balasnya dengan gugup sembari memegangi tangan Nia dengan gemetaran.


" Tidak perlu setakut itu kepadaku. Aku hanya ingin menjadikan mereka kuat agar mereka mampu melindungi anggota keluarga kita yang lebih lemah. Namun karena kamu masih belum menjadi bagian dari keluarga seutuhnya, maka aku akan bertanya sekali lagi kepadamu. Pekerjaan apa yang ingin kamu ambil sebagai tanda dari ke anggotaan keluarga kami... " ucapnya sembari menjelaskan apa yang telah terjadi sebelumnya.


" Untuk sementara waktu, para maiden selain Hena, Lililm, Ro dan Rougu akan melatih diri mereka sampai batas waktu yang telah ku tentukan secara sepihak olehku karena mereka sempat mengabaikan penjelasan yang sempat ku katakan sebelumnya. " tambahnya menjelaskan.

__ADS_1


Ketika ayahnya sedang berbicara hal penting dengan Laura, Flora mengajak Nia untuk bermain bersama dengan dirinya supaya ayahnya dapat terkesan atas apa yang dirinya lakukan sementara Quinn sedang mengajarkan sesuatu kepada Hena yang kini telah menjadi bagian dari Re legium.


" akh... iya, hampir aku lupa. " ucapnya setelah mengingat sesuatu


" Karena saat ini kalian hanya ber enam termasuk Nia, untuk sementara waktu kalian boleh mengerjakan tugas kalian untuk membersihkan area utama dan juga area kamar kalian masing masing dan selebihnya akan di segel sementara dengan lingkaran sihir milikku yang itu berarti kalian tidak boleh mendekati area itu atau bahkan menyentuh atau melewatinya dengan sengaja. " lanjutnya menjelaskan.


Empat maiden yang tersisia mengiyakan peringatan tuannya setelah mengingat kembali ucapan peringatan yang sama seperti saat pertama kali tuan mereka mengeluarkan banyak lingkaran sihir untuk mengubah seluruh bangunan dari mansion tempat mereka berada hingga menjadi seperti sekarang ini.


Setelah memasangkan kembali perlengkapan mereka, ke empat maiden tadi meminta ijin untuk melakukan pekerjaan mereka.


Berbeda dengan para maiden yang telah kembali bekerja, Laura justru meminta kepada Anma agar dirinya dibolehkan ikut dalam perjalanan Anma dengan Flora sebagai bahan pertimbangan dari keputusan yang akan dirinya buat.


Mendengar ucapan darinya, Anma yang sudah berniat untuk memulai tahap ke dua dari rencana yang telah dirinya buat sebelumnya, kini memikirkan rencana baru yang mana rencana tersebut akan berhubungan dengan kontribusi dari Laura.


" Hm...? jika itu keputusan mu, aku akan mematuhinya. Lagi pula setelah diriku melihat Hena yang dengan mudahnya kamu ubah, aku merasa tertarik untuk melatihnya agar mampu menjadi bawahanku. " balasnya disaat dirinya sedang berbincang dengan Hena.


" Kamu memang hebat Quinn. Entah itu sengaja ataupun tidak, dirimu berhasil menebak apa yang ingin aku lakukan kepada Hena. " balasnya sembari menunjukkan sebuah senyum dihadapan Laura.


Sementara Laura yang semula terlihat cemas akan jawaban dari Anma kini bisa bernafas lega setelah melihat Anma tersenyum dalam diamnya.


" Jadi, kamu benar benar berniat membuat dirinya masuk dalam salah satu re legium? " balasnya terkejut

__ADS_1


" Hm... yah, akan aku lanjutkan penjelasannya nanti. Untuk itu, aku ingin kamu menyiapkan sebuah pelatihan khusus untuk Hena yang bersamaan dengan itu aku minta kamu untuk menjaga Flora dan Nia disaat diriku membawa Hena dan Laura pergi bersamaku untuk melakukan sesuatu. Apakah kamu mampu, Quinn...?" balasnya dengan nada serius


" Ya, baiklah jika dirimu memang sudah membulatkan keseriusanmu dengan meminta hal merepotkan untuk diriku sempai bernada seperti itu " balasnya dengan nada kesal.


" Tapi... bagaimanapun juga jika dirimu sudah berkata begitu, itu menandakan bahwa kamu sudah memikirkan sebab dan akibat yang akan timbul nantinya. " tambahnya setelah menghela nafas.


" Jadi... bagaimana? apakah kamu mau? " ucapnya menegaskan pertanyaan sebelumnya.


" Tentunya aku mau melakukannya untukmu dan~ jangan lupa untuk memberikan diriku hadiah seperti biasanya ya. hehehe... " balasnya dengan akhiran tawa


" Hehehe.... yah... baiklah, akan aku berikan hal itu lagi kepada dirimu. " balasnya menyambut permintaan Quinn.


" Wah!!!! benarkah kamu akan memberikan hal itu lagi kepadaku?!!! aku sangat senang Anma!!! " balasnya dengan gembira.


" Tentu saja, Quinn. Lagipun sudah lama juga kan, kita tidak melakukan hal itu lagi? Maka dari itu, berusahalah untuk tidak membuatku kecewa " sahutnya menjanjikan


" Ya!!! Baiklah, Anma!!! Aku akan melakukan yang terbaik!!! " jawab Quinn dengan semangat.


Setelah menerima jawaban dari Quinn, Anma pun menyetujui permintaan Laura dengan sebuah syarat dimana dirinya harus mengikuti apapun perkataan dari Anma tanpa melawan.


Laura yang mengingat perkataan Hena bahwa sosok Anma tidak akan melakukan hal yang buruk kepada keluarganya, membuat dirinya menyetujui persyaratan itu tanpa khawatir atas sesuatu.

__ADS_1


Tidak lama setelah menjelaskan apa yang akan dirinya lakukan pada Hena dan Laura, Anma menghampiri Laura setelah meminta Hena untuk ikut dengan dirinya.


Dengan sebuah lambaian tangan dan wajah yang tersenyum senang dari Quinn, Flora dan Nia. Anma membawa Laura dan Hena untuk pergi bersama dirinya.


__ADS_2