
" Jadi begitulah alasan mengapa kamu datang kemari... " jelasnya
" Tuan, kami sangat berterima kasih atas bantuan dari anda. Terlebih lagi mengingat jumlah dari dana yang anda sumbangkan, kami rasa kami dapat mempercantik greja kudus ini kembali... " balas pastur yang masih memegang tangan dari Anma sembari berterima kasih sesaat setelah memberikan mereka bantuan.
" Sudahlah tidak perlu dipikirkan secara berlebihan. Selama pemberian dariku bisa membantu, aku tidak masalah pada cara penggunaan itu. Terlebih lagi, entah kenapa dalam hati ini merasa seolah para dewa dewi tersenyum kepadaku... " ucapnya sembari memegang dadanya
" Saya harap demikian tuan... " balas pastur itu yang menunjukkan tangis bahagianya
Dengan sebuah akhir yang baik, Anma melihat beberapa biarawati tengah berbahagia dengan memanjatkan rasya syukur mereka sembari berdoa. Dari semua yang dirinya lihat, beberapa dari mereka nampak berusia lanjut dan adapun beberapa yang masih seumuran dengan Laura bahkan Pixi maupun Cokti.
" Kalau begitu, kami pamit dahulu ya, pastur.... " ucapnya berpamitan
" Delin, tuan. Berhati-hatilah di jalan kembali... " balasnya setelah mengingatkan namanya kembali sebelum mengucapkan perpisahan
" berhati hatilah tuan... semoga dewa dewi selalu memberikan kelimpahan harta bagi anda... " ucap beberapa biarawati sembari memanjatkan doa pada Anma yang tengah berjalan pergi.
Anma yang biasanya hanya melambaikan tangannya untuk menghormati mereka, kini membalikan badannya sembari membungkuk hormat seakan menunjukkan bahwa dirinya pun memiliki hubungan dengan sosok dari sebuah patung yang melambangkan seorang dewi.
" Karena tuan Anma telah memberikan kita banyak sekali dana, kita bisa melakukan perbaikan di setiap sisi dari tempat ini. Selain itu beliau juga mengatakan bahwa mungkin kedepannya dia akan meminta bantuan dari kita untuk mengurus sebuah panti...... " ucap pastur itu setelah mendekati para biarawati.
" Seperti yang kita tahu bahwa dewi fortune adalah dewi keberkahan yang memberikan kelimpahannya melalui keberuntungan dan kemakmuran, setidaknya datangnya sosok beliau yang tanpa kita duga pun mungkin adalah petunjuk darinya. Maka dengan itu, kitapun harus menunjukkan dedikasi kita pada beliau agar keberuntungan serta keberkahan dari sang dewi akan tetap menaungi kehidupan kita... " ucapnya sembari memberikan khutbah
" Meskipun secara sepintas, sayapun dapat melihat bahwa beliau mungkin tertarik pada salah satu dari kalian... maka dari itu, mungkin kalian juga harus mempersiapkan diri agar kalian pun dapat menarik hati dari beliau.. " tambahnya dengan pemikiran pribadinya demi sebuah keuntungan
" Tidak seperti yang aku bayangkan sebelumnya, ternyata sosoknya benar benar melakukan apa yang pernah dirinya janjikan... " ucap Fortune ketika melihat Anma mendatangi sebuah greja tua yang diambang kehancuran
" Dan yah... alasanku melakukan itu bukan karena janji yang pernah ku ucapkan sebelumnya, melainkan itu adalah langkah awal dari sebuah rencana yang telah kupikirkan sejak lama. Selain itu beberapa saat sebelum diriku kehilangan segalanya, seorang wanita dengan ras elf pernah berkata mengenai sosok bernama dewi fortune dan sebuah tugas yang harus diriku lakukan... " balas Anma sembari melihat ke langit cerah kala itu
" Jadi, tuan benar-benar telah berusia lebih dari ribuan tahun.... " ucap Hena yang terkejut
" Se---seorang wanita elf?! bukankah itu adalah hal yang mustahil sekarang ini?!! " Laura berteriak terkejut
" Hehehe... yah, bukan hanya satu... melainkan ada sekitar sepuluh atau lima belas elf di sana. Selain itu mereka itu terlihat manis lagi menggemaskan karena masih berusia sangat muda... " balas Anma yang mengingat malam terakhirnya bersama seluruh demi human kala itu
__ADS_1
" Laura.... tenangkanlah dirimu karena kamu harus tahu bahwa tuan itu telah berusia lebih lama bahkan lebih lama dari kerajaan Taranta Varac. " balas Hena menjelaskan.
" Hm.... Taranta Varac.... bukankah itu pusat dari seluruh persatuan dari negri para human? " Laura terkejut atas ucapan Hena
Bersama dengan ucapan itupun Anma ikut terkejut karena tidak menyangka bahwa Hena memiliki pengetahuan yang luas. Namun setelah mengingat kembali masa lalu dari Hena, dirinya menyadari bahwa ruangan yang pernah dirinya lihat dalam ingatan itu bukanlah ruangan dari seorang rakyat biasa dan setelah menghubungkan jalur masa lalu dan masa kini yang pernah dirinya lalui, dirinya pun menyimpulkan bahwa Hena merupakan anak dari seorang yang mungkin setara dengan duke atau semacamnya.
" Hem... sepertinya keberuntungan berada pada diriku saat ini..." gumamnya disaat melihat Laura dan Hena saling beradu pendapat dan penjelasan.
" Helenia ava Lailinama... dan Laura Vian Naria.... seorang anak dari keluarga bangsawan dan seorang anak bangsawan ampas.... dengan ini aku nyatakan bahwa kalian akan menjadi keluarga. " ucap Anma memotong kedua perselisihan itu.
" He...? apa maksud anda tuan.... " Hena terkejut ketika mendengar sebuah nama panggilan untuknya secara lengkap
" Kalian akan tahu maksudku setelah aku membereskan mereka " balasnya setelah melihat beberapa penjahat khas gang sempit.
Mereka yang menghadang Anma hanyalah beberapa orang dewasa dengan memakai pakaian petualang yang memakai lambang dari rank mereka.
......................
" Hyo... selain kita dapat mendapatkan banya uang, sepertinya kita dapat sangat puas malam nanti... " ucap seorang dengan rank C berpakaian knigh
" Hmph... siapa yang menyangka bahwa rumor tentang sorang kaya dengan rank D benar benar benar ada di hadapan kita " ucap seorang dengan rank A dengan pakaian Swordsman.
" Dan... ingatlah untuk menyelipkan beberapa kantung koin sebelum utusan dari tuan Brotus datang... " tambahnya memperingatkan
Dari tiga orang berperingkat cukup tinggi, beberapa orang dengan peringkat lebih rendah bahkan D rank sekalipun tiba tiba muncul dari setiap sisi bangunan yang kumuh.
" Ano... tuan.... " Laura merasa khawatir atas datangnya para penjahat yang dirinya anggap berbahaya
" Hm... sepertinya mereka pernah saya lihat di dalam bar... " ucap Hena setelah mengingat beberapa wajah yang nampak familiar bagi dirinya
" Melawan mereka di tempat seperti ini hanya akan membuat kerusakan lebih besar dari ledakan yang hampir serupa tubuh Tama... " pikirnya sesaat sembari mencari jalan keluar.
" Ano... tuan.. sepertinya mereka itu... " bisik Hena setelah menyadarkan tuannya yang tengah berfikir.
__ADS_1
" Deads~ lines~" ucapnya sebelum memejamkan kedua matanya
*scriiiiins..... * sebuah gelombang suara tabu terdengar melengking sangat keras sesaat setelah Anma menutupkan matanya
* gbyars.... gbyars.... gbyars.... * tubuh para petualang yang berniat menyerang dirinya mulai hancur sesaat mereka berada xukup dekat dengan tubuh dari Laura dan Hena.
" apa apaan dia itu.... " gumam seorang petualang dengan rank A ketika melihat tubuh rekannya hancur seketika
" Daifa.... sepertinya kita telah salah memilih lawan.... " ucap seorang berpakaian penyihir yang berada tidak jauh dari tempat Anma berada
" tch.... kalaupun begitu, kita habisi saja dia bersama " balas Daipa dengan wajah kesalnya tanpa memperdulikan rekannya yang tewas
" wah wah wah... akhirnya sisi gelap mu muncul juga... " ucap petualang dengan rank B sembari menjilat dua pedang runcing nya
" Berisik.... " balasnya dengan tatapan menakutkan
" He~ ? sepertinya mereka tidaklah sekuat orang bodoh itu.... Jika diingat kembali, mereka mungkin seperti kelompok elit yang waktu itu.... " gumamnya setelah meniup debu debu merah yang ada dihadapannya.
" Mari kita bersenang senang.... " ucap petualang dengan rank B sebelum melesat menyerang Anma
* swussuups.... * Daifa melesat dengan cepat dari tempatnya berada sembari bersiap menghunuskan pedang miliknya
" Bahkan gerakan dari orang ini terlihat lebih lambat dari seorang wanita yang mungkin dia adalah anak dari Liah... " Gumamnya disaat melihat dengan jelas gerakan dari petualang yang berniat menyerang dirinya.
" Sepertinya gerakan dari orang itu hampir sama seperti gerakan Willa disaat Liah melatihnya... " tambahnya di saat melihat petualang dengan pakaian Thief tersebut bergerak dengan sangat lambat
" Entah itu Willa, atau Willna " lanjutnya setelah mengingat kejadian latih tanding dengan para demi human
" Hmph.... setelah melihat hal yang hampir sama itu, mungkin akan lebih baik jika aku memanfaatkan mereka untuk mencari tahu asal mula gerakan itu dan atau mungkin sesuatu yang akan berhubungan dengan para demi human lainnya. " gumamnya sesaat setelah menghindari beberapa serangan yang bersifat fatal pada dirinya dengan tetap menggendong tubuh dari Laura dan Hena.
* sbrums.... sbrums.... * Anma kembali menghancurkan beberapa petualang yang mengganggu dirinya
* staks.... graks... gbrums... dbrums.... * bersamaan dengan itu, dirinya menghempaskan petualang yang nampak berada di rank tinggi dan dilanjutkan dengan melubangi perut dari petualang berpakaian thief yang berniat menikamnya dari belakang
__ADS_1