
" Mengerikan " Sesosok pria gagah dengan armor biru ke hitaman menancapkan pedang besarnya ke atas tanah sembari melihat sebuah kota yang hancur.
" Seharusnya kita bisa datang lebih cepat waktu itu.... " Pria itu menundukkan kepalanya ke atas tangan yang memegang pedang
.
" Sudahlah..... Azrn.... Ini semua bukan salahmu. Setidaknya kita sudah berusaha secepat mungkin untuk sampai ke sini. " Sesosok wanita berpakaian prist berwarna merah muda memeluk Azrn dari belakang.
" Tapi, Farra.... Lihatlah.... Sebagai seorang pahlawan.... Aku gagal melindungi satu kota yang cukup penting bagi fraksi kita. " Azrn mengembalikan posisi kepalanya sembari melihat kembali kota yang hancur itu.
" Hey!! Mareta!!!! Apakah ada tanda tanda orang yang selamat di sana?! " Tambah Azrn sembari memanggil seorang berpakaian mage dengan sebuah jubah berlambang kerajaan.
" Maafkan saya tuan pahlawan... Seperti yang anda lihat di hadapan kita sekarang. Kota benar benar hancur dan fakta bahwa adanya orang yang selamat merupakan sebuah kemustahilan. Namun, kami menemukan sesuatu yang harus anda lihat sekarang ini " Jawab Mareta setelag menunjukkan koin yang terbelah
" Apa maksudmu dengan koin ini? Bukankah koin ini hanya koin perak biasa? " Jawab Azrn sembari menahan amarahnya
" Iya tuan. Tapi coba lihatlah lebih teliti dan bandingkan dengan sebagian bangunan di sekitar sini " Mareta mencoba menunjukkan sesuatu.
" Hmph..... " Azrn menghela napas sembari melakukan apa yang Mareta katakan.
" Ne... Azrn.... Aku juga menemukan sebuah potongan koin yang lain " Farra menunjukkan potongan koin yang lain di tempat semula ia berdiri.
Setelah melihat Farra menunjukkan potongan koin yang sama di jarak yang cukup jauh, Azrn mulai memahami apa yang telah terjadi.
" Jadi..... Apakah menurutmu ada seorang yang sempat memegang koin ini sebelum koin ini terpotong? " Azrn bertanya pada Mareta sembari melihat ke arah koin yang terpotong itu.
" Jika kita satukan kedua potongan koin ini lalu kita bandingkan dengan bangunan yang hancur.... Seharusnya jadi seperti ini " Tambah Azrn sembari melangkahkan kakinya tak tentu arah untuk menyamakan posisi potongan koin serta bangunan rumah yang hancur secara tidak wajar.
__ADS_1
" Jadi..... " Azrn mencoba menyimpulkan.
" Iya tuan pahlawan. Itu juga yang saya pikirkan sedari tadi. " Kata Mareta disaat Azrn melihat ke arahnya dari balik koin yang terpotong.
" Seorang sempat memegang koin ini sebelum sebuah serangan besar terjadi. Lalu di saat serangan itu terjadi, kemungkinan besar orang itu selamat karena suatu hal." Azrn bergumam lirih.
" Kemungkinan besar orang yang selamat itu sempat bertarung di area itu sebelum pergi dari kota ini dan atau mungkin orang itu justru tewas akibat pertempuran dasyat itu. " Mareta menunjuk sebuah area kota yang di di sekitarnya terdapat beberapa kawan hitam dengan potongan tulang yang telah terbakar habis.
" Farra.... Apakah kamu pernah melihat sesuatu yang seperti ini sebelumnya? " Tanya Azrn yang terkejut melihat area bekas pertarungan.
" Kepalan tangan..... Kawah dengan beberapa tulang.... Jejak naga.... Beberapa bangkai monster raksaksa yang tidak di ketahui.... Dan.... Sebuah retakaan yang menandakan sebuah senjata sempat tertancap disana. " Farra mencoba memahami sesuatu sembari menguatkan dirinya
" Mareta? Apakah kamu bisa membantu Farra? " Tanya Azrn ketika melihat Farra yang bersikap serius.
" Baik tuan... Kami akan membantu tuan putri sekarang. " Jawab mareta sembari menunjuk beberapa mage untuk ikut dengannya.
Di setiap tempat yang ia datangi, beberapa mage merapal sebuah mantra analisis pada beberapa bagian tubuh yang telah habis terbakar dan begitupun pada bagian tubuh yang telah membusuk. Selain itu para mage juga merapal sebuah mantra untuk menetralisir energi sihir hitam serta beberapa racun yang cukup mematikan di sekitar tempat mereka berada.
" Ne... Azrn.... Sepertinya orang itu berhasil menang " Kata Farra sembari mengusapkan air mata di wajahnya.
" Ah....?! Benarkah itu?! Itu... Itu.. Itu adalah kabar yang melegakan Farra " Azrn memeluk tubuh Farra sembari menepuk pelan punggungnya karena senang bahwa ada sosok yang selamat dan menjadi saksi atas kejadian yang terjadi.
" Lalu di manakah dia sekarang? Apakah dia benar benar selamat? Lalu bagaimana cara dia selamat?....." Azrn memberikan pertanyaan beruntung pada Farra.
" Menurut ku..... Dia yang semuala berada di titik itu berjalan menghadapi para iblis di tempat ini. Kemungkinan besar dia adalah penyihir dengan tipe summomer. Tapi... Walaupun dia seorang penyihir namun sepertinya dia cukup lincah menghindari setiap serangan yang iblis yang ia lawan. " Jelas Farra.
" Lalu... Mengenai keberadaannya, kemungkinan dia yang dalam kondisi lemah sempat memanggil seekor naga sebelum ia tak sadarkan diri. Lalu... Naga itu membawanya pergi entah kemana. " Farra menyimpulkan.
__ADS_1
" Sepertinya dia cukup beruntung ya... Farra " Azrn mengusap matanya sembari menatap ke arah langit.
" Iya, Azrn... Dia cukup beruntung. " Farra setuju.
" Dan sepertinya dia tidak sendirian Azrn... Setidaknya aku sempat melihat dua jenis sihir yang berbeda dan salah satunya menggunakan sihir tipe alam dan satunya lagi menggunakan sihir pendukung yang membuat ku semakin yakin bahwa sosok itu tidaklah sendrian ketika bencana ini terjadi" Farra menambahkan.
" Syukur lah jika itu memang yang terjadi, Farra. Setidaknya kita harus bisa menemukan ketiganya secepat mungkin dan menanyakan kejadian yang sebenarnya pada mereka. " Azrn memeluk Farra kembali sesaat setelah ia mengusap air matanya.
" Dengan begini... Setidaknya kita mendapatkan informasi yang cukup melegakan untuk kerajaan Raizen Hills. " Azrn memeluk pundak Mareta yang sedang berdiri di samping dirinya.
" Baik tuan... Dengan begini kami akan segera membuat laporannya. Di samping itu, kami juga akan membuat pengumuman mengenai pencarian ketiga orang ini. " Jawab Mareta dengan hormat.
" Kalau begitu. Tolong ya, Mareta. Kami mengandalkanmu. " Azrn merespon dengan penuh harap.
" Baik tuan. Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk itu. Lalu, putri Farra. Bisakah anda menjelaskan lebih rinci mengenai ketiga orang yang mungkin selamat tadi? " Tanya Mareta dengan sikap yang lebih sopan pada Farra.
" Selain dari yang aku katakan tadi, sepertinya tidak ada hal lain yang dapat aku jelaskan. Tapi mungkin, benda ini dapat di jadikan sebuah alat untuk mencari mereka. " Farra menunjukkan sehelai rambut yang ia temukan di sebuah tanah yang hancur.
" Dari sehelai rambut ini... Mungkin kalian dapat memperkirakan usia, jenis kelamin dan tentunya energi sihir milik orang itu. Setidaknya dari yang aku rasakan, walaupun hanya sepintas, aku merasa kekuatannya berada di atas rata rata " Jelas Farra pada Mareta.
" Baiklah putri. Jika putri berkata demikian, kami akan pastikan bahwa kami tidak akan mengecewakan anda. " Mareta menundukkan tubuhnya sembari menerima sehelai rambut yang di berikan oleh Farra.
" Sebagai salah satu putri dari pahlawan Melian yang merupakan arc wizard terkuat. Kami pastikan, tidak akan ada kesalahan pada setiap perkataan dari sebuah analisis yang telah ia lakukan " Kata Mareta sembari mengeluarkan sehelai rambut yang di berikan oleh Farra untuk di letakkan ke sebuah batu ovl.
" Sekuat apapun orangnya, sejauh apapun ia berada, seharusnya dengan kekuatan yang kuasa, aku bisa mencari keberadaannya. " Gumam Mareta sembari mempersiapkan sesuatu.
" Jika semua informasi sudah di daftarkan, setidaknya ia akan di temukan dalam waktu dekat. " Gumam Mareta menunjuk sebuah kota pada peta sembari menunggu hasil analisis dari batu ovl.
__ADS_1