Armageddon Maker 2nd Family

Armageddon Maker 2nd Family
Awal perjalanan Flora


__ADS_3

" Jadi... Quinn... Arcanest... Apa yang akan kita lakukan sekarang? " Tanya Flora tidak lama setelah ayahnya menghilang di hadapan mereka


" Mulai dari sekarang, nona dapat memanggil saya dengan panggilan Arc maupun Anes. " Arcanest membungkukkan tubuhnya sembari menjelaskan


" Kenapa harus seperti itu? Apakah ayah menyuruh Arcanest untuk melakukan hal itu ? " Tanya Flora yang masih tidak bisa menggantikan kata aku dan kamu.


" Itu benar nona Flora. Tuan berkata demikian karena nona masih belum bisa menggunakan kata ganti " Aku " untuk menunjukkan diri nona Flora dan kata ganti " Kamu " untuk menunjukkan seorang yang berada di dekat nona Flora " Jawab Arcanest dengan posisi yang sama.


" Kenapa kamu memiliki pengetahuan yang hampir sama dengan Anma? Arc? " Quinn bertanya atas ketidak tahuannya mengenai diri Flora.


" Tuan menyuruh saya untuk mengatakan apa yang telah tuan sampaikan pada saya sebelumnya" Arcanest menjelaskan.


" Jadi Anma menyuruhmu berkata demikian? " Respon Quinn atas jawaban Arcanest.


" Benar nona Quinn. Selain itu, saya juga di minta untuk memanggil nona Quinn dengan panggilan Quinn tanpa perlu menggunakan kata nona. " Jawab Arcanest sembari menambahkan.


" Iya Arc. Aku pun sudah diberi tahu mengenai itu dari Anma. Jadi bersikaplah lebih santai atau kamu akan membuat rencana dari Anma menjadi sia-sia " Jelas Quinn sembari meminta Arcaneat untuk lebih natural.


" Saya akan berusaha " Jawab Arcanest sembari merubah sikap nya.


" Ne... Ne... Ne... Apakah kalian bisa menjelaskan rencana yang ayah bicarakan pada kalian? Flora masih tidak mengerti apapun yang ayah rencanakan " Flora bertanya dengan wajahnya yang cemberut.


" Hehe.... Maafkan kami ya, Flora. Anma meminta kami merahasiakan ini agar kamu bisa berusaha semampu kamu " Quinn mengusap kepala Flora untuk membuatnya lebih tenang.


" He~eh? " Flora semakin penasaran.


" Dari pada kamu memikirkan sesuatu yang tidak kamu mengerti. Akan lebih baik jika kamu berusaha semampumu agar kamu bisa lebih dewasa sekarang " Quinn meminta Flora agar Flora bisa lebih mengandalkan dirinya sendiri.


" Hm.... Ya. Baiklah Quinn. Mulai sekarang, Flora kan berusaha " Jawab Flora setelah berfikir cepat dan memutuskan.


" Flora akan memanggil Arcanest dengan panggilan yang sama seperti Quinn memanggil Arcanest. Yaitu Arc. " Kata Flora sambil menggandeng Arcanest dan Quinn.


" Baik Flora. Jika itu keputusanmu. Ayo Arc, kita mulai ketahap selanjutnya. " Kata Quinn melalui telepati.


" Kalau begitu, Flora. Kita bisa pergi dari goa ini sekarang dan menuju ke gerbang perbatasan Kota Rizn terlebih dahulu. " Arcanest meminta Flora untuk mulai berjalan setelah pesan Quinn tersampaikan.


" Baik Arc. " Dengan senangnya Flora berlari keluar dengan tangan yang masih memegang Quinn dan Arcanest.

__ADS_1


Akibat dari perbedaan kekuatan yang cukup jauh, Quinn dan Arcanest sempat terbawa oleh tarikan Flora tanpa Flora sadari.


Tidak lama setelah Flora menyadari perbedaan kekuatan itu, Flora melepas Quinn dan Arcanest yang mengakibatkan mereka terlempar cukup jauh. Namun berkat perlindungan dari baju yang Anma berikan, mereka tidak mengalami luka yang berarti.


Sesat ketika Flora memperbaiki kerusakan yang dia timbulkan di area hutan itu, Arcanest dan Quinn sempat berfikir bahwa kekuatan Flora yang masih belum terasah mampu membuat mereka seperti ini.


Mereka pun sempat tersadar atas apa yang tuannya katakan mengenai peran dari Flora di masa depan sebagai sosok pahlawan dapat menjadi kenyataan.


Selain itupun Quinn dan Arcanest mulai memperingatkan Flora mengenai kekuatan dirinya berdasarkan apa yang sebelumnya telah Anma katakan.


Flora yang sempat tidak percaya bahwa kekuatan dari dirinya dan ayahnya sangat berbeda jauh dibandingkan makhluk hidup di sekitar mereka.


Pada akhirnya Flora pun menyadari apa yang Quinn dan Arcanest katakan setelah beberapa kali membinasakan beberapa monster dengan serangan sederhana.


Tidak lama setelah menyadari hal itu, Flora meminta maaf atas sikapnya sembari mengingat perkataan Anma dimana diri Flora sendiri masih kekanak-kanakan.


" Ayah benar mengenai Flora yang masih kurang bersikap dewasa. " Gumam Flora setelah meremukkan sebuah monster dari kejauhan menggunakan salah satu sihirnya.


" Flora. Jangan sedih seperti itu. Cobalah lebih ceria seperti sebelumnya " Quinn mencoba menghibur Flora.


" Kami meminta maaf jika perkataan kami menyakiti hati Flora. Yang kami inginkan dari Flora hanyalah melihat Flora menahan kekuatannya. " Arc menambahkan.


Quinn dan Arcanest saling memandang satu sama lain karena merasa bersalah atas apa yang meraka lakukan.


Dalam waktu yang singkat itu, Arcanest merasa takut atas hukuman apa yang akan menimpanya jika Anma tahu bahwa dirinya telah membuat dia kembali kecewa. Sementara Quinn berfikir mengenai hal apa yang akan membuat Flora lebih baik agar Flora melupakan apa yang telah terjadi.


" Ne... Flora. Apakah kamu mengingat apa yang Anma katakan sebelum dirinya menghilang tadi? " Quinn mengingat perkataan Anma.


" Hmm.. Yah... Ayah bilang setelah melalui tahap ini, Flora akn menjadi lebih dewasa " Gumam Flora yang masih bersedih.


" Lalu, apakah kamu ingat tujuanmu setelah kamu menjadi dewasa? " Quinn memancing ingatan Flora.


" Jika Flora menjadi dewasa. Ayah akan menjelaskan apa arti Cinta. " balasnya dengan raut wajah yang mulai kembali ceria.


" Ah... Iya... Setelah Flora menjadi dewasa, Ayah akan menjelaskan pada Flora mengenai apa itu cinta " Flora mengepalkan kedua tanganya sembari menunjukkan wajahnya yang kembali ceria.


" Kalau begitu. Ayo Quinn, Arc. Lebih baik kita selesaikan ujian dari ayah agar Flora bisa memasuki tahap kedewasaan " Flora kembali menarik tangan Quinn dan Arcanest dengan kekuatannya yang telah di tahan.

__ADS_1


Melihat Flora yang kembali ceria, Quinn dan Arc pun mengikuti tarikan Flora yang lebih bersahabat dari sebelumnya.


Tidak lama setelah mereka menyusuri jalan dari hutan menuju perbatasan kota, mereka bertiga pun berhasil sampai di dekat gerbag Kota Rizn dimana tempat ujian sesungguhnya di mulai.


" Hey.... Kalian... Apakah kalian adalah petualang dari luar kota ini " ucap seorang bandit dengan armor lusuh mencegat Quinn, Flora dan Arcenest.


" Hehe... Bagaimana kalian tahu. Apakah kalian seorang cenayang? Ataukah...." Flora menjawab pertanyaan bandit itu dengan polosnya.


" He~eh? Selain wajahmu yang cantik, boleh juga kemolekan tubuhmu. " balas bandit itu dengan menatap tubuh Flora.


" Hey, tuan yang di sana dan teman temannya yang bersembunyi di balik sana. Sebaiknya kalian jangan main main dengan anak dari tuan kami " Quinn memperingatkan para bandit yang sedang bersiap melempar sebuah jaring.


" Ho...h jadi dia anak dari tuan kalian yah. Dengan pakaian yang terlihat mahal sperti itu, tuan kalian pasti sangatlah kaya. " Bandit itu mulai memancing amarah Quinn dan Arcanest.


" Berhati hatilah dengan ucapan anda sebelum hal buruk menimpa pada anda tuan. " Kata Arc dengan nada yang di tinggikan.


" Memang apa yang bisa kalian lakukan? " Ejek bandit itu sembari memainkan belati miliknya


Disaat bandit itu terus mencoba memancing amarah dari ketiganya, Arc sempat bertanya pada Anma mengenai situasi yang tengah mereka hadapi dan tidak lama setelah balasan di terima, Flora langsung berjingkrak senang atas apa yang ayahnya ucapkan


" Tuan bandit sekalian. Saatnya memberi hukuman pada kalian " Flora mengangkat tongkatnya sesaat sebelum menghantankan ujung dari tongkat itu ke wajah dari salah satu bandit yang ada di hadapannya.


" Winds.... Spiral... And drill of..." Flora merapal mantra multipe damage dengan efek damage area.


* sriiiiiiing.....!!!!!!! * sebuah gergaji bundar terbentuk dari sihir angin secara samar untuk sesaat sebelum melesat memberikan fatal dammage pada bandit yang sebelumnya tumbang akibat hantaman langsung dari tongkat yang Flora pegang


*Swuuuungs.... splasss.... * grgaji bundar yang terbuat dari sihir angin itu terus melesat dan membelah beberapa bandit yang ada di hadapan Flora menjadi beberapa bagian


* Gbruuul * Di waktu yabg hampir bersamaan dengan serangan dsri gergaji angin itu, Ledakan akar berduri yang nampak seperti tornado memberikan brutal damage pada bandit yang telah bersembunyi.


* glup * Arcanest dan Quinn menelan ludah mereka ketika dengan santainya Flora merapalkan serangan bertipe fatal dan brutal tanpa rasa penyesalan.


" Hehehe.... Nah kan, Flora berhasil memberi mereka pelajaran tanpa membuat baju Flora kotor " Flora mengayunkan tongkat yang ia pegang sembari beberapa kali berjingkrak lagi berputar putar akibat terlalu senang.


" Selamat ya, Flora " Arcanest memberikan pujian atas keberhasilan Flora sembari merapal mantra tipe tanah untuk melahap habis tubuh yang tidak lagi berbentuk


" Selamat ya, Flora. Jika ayahmu di sini. Pasti dia akan bangga kepadamu " Quinn menarik Flora untuk menjauh dari tempat itu dan kembali ke tujuan awal mereka.

__ADS_1


" Hehehe.... Terima kasih atas pujian kalian. " balas Flora berterima kasih.


" Tapi~ jikalau ayah ada di sini, mungkin ayah tidak akan melakukan hal sebaik ini pada mereka " Tambah Flora sembari melangkah mengikuti langkah Quinn di sampingnya.


__ADS_2