Armageddon Maker 2nd Family

Armageddon Maker 2nd Family
Persiapan menuju Mansion


__ADS_3

* Kraps.... Kraps.... Krapss..... Grawk... Grawk... Grawk.... * Suara dari kunyahan dan gigitan dari para pelayan menambah suasana kebersamaan Anma dan keluarga barunya.


" He--ey?! Bukankah nona Quinn sudah menjelaskan pada kalian untuk menjaga sopan santun kalian? " Moli menegur teman temanya yang merupakan sesama pelayan.


" Hehehe... Maaf karena tidak bisa menahan diri. Habisnya makanan yang disajikan ini, terasa sangat nikmat jika di bandingkan dengan makanan yang bisanya kita makan. Hehehe... " Ryuu menyanggah teguran dari Moli.


" Moli, tenanglah. Biar mereka menikmati makanan pertama ini. Lagi pula, kamu , Bacta, Hont, Wole dan Ip juga melakukan hal yang sama seperti Ryuu dan lainnya " Anma menengahi keduanya.


" Hehehe.... Mungkin Moli sudah lupa tentang kejadian kemarin ayah " Flora menambahkan.


" Heheh... Iya, Moli mungkin sudah melupakan kejadian kemarin. " Anma menambahkan.


" Tuan Anma, memang, apa yang di lakukan oleh Moli? " Ryuu bertanya.


" Yah... Mengenai itu, akan lebih baik jika kalian tidak tahu. Hehehe... " Anma memandang Moli sesaat sebelum memberikan jawaban pada Ryuu.


" Hm.... Yah... Walaupun saya masih penasaran mengenai hal itu, namun jika tuan berkata seperti itu, kami tidak akan mengungkitnya " Nami menutup mulut Ryuu dengan sesuap daging.


" Hehe.... Sudah sudah, mari kita nikmati makanan ini kembali " Taka yang melihat suasana kembali canggung, memberanikan diri untuk mencairkan kembali suasana.


" Yah, mari makan " Anma mempersilahkan mereka kembali.


Mereka yang semula hanya memakan makanan sisa dari para pengunjung bar, kini bisa lebih menikmati makanan yang lebih kayak.


Di sela sela kebersamaan itu, Anma mengingat kenangan bersama dengan Liah dan teman temannya. Walaupun ingatan itu membuatnya sempat merasa sedih, namun ia ingat tentang apa yang di katakan Liah kala itu dan membuatnya merelakan masa lalu dan mulai menerima kenyataan saat ini.


" Jadi, apakah kalian sudah siap untuk pergi ke rumah baru kalian? " Anma bangkit dari duduknya sembari merapikan pakaiannya.


" Glup. " Suara seorang menelan ludah terdengar di saat keheningan terasa.


" Tak apa. Aku tidak akan mengirim kalian ke tempat yang mengerikan. " Anma menghibur.


" Jadi, percayalah pada tuan kalian " Tambah Anma.


Para pelayan saling memandang satu sama lain untuk beberapa saat sebelum mereka mengangguk setuju.


" Sebelum itu, pakailah ini. " Anma mengeluarkan setumpuk armor di atas meja makan yang telah di hisap kembali menggunakan sihir seperti saat pertama meja itu dimunculkan.


" Ano... Tuan. Apa ini? " Tanya Imp sambil memegang sebuah tangan besi.


" Tentu saja ini adalah armor untuk kalian. " Jawab Anma.

__ADS_1


" Iya, kami tahu mengenai benda ini. Yang kami maksudkan adalah untuk apa tuan memberikan ini untuk kami? " Tanya Taka pada Anma.


" Kalian akan tahu apa maksudku setelah kalian memakai armor armor ini " Anma mengusap kepala Taka yang sempat khawatir " Aku tidak mau mendengar adanya pertanyaan yang tidak diperlukan seperti tadi. " Anma menghatamkan tongkatnya ke permukaan lantai itu.


" Aku akan menunggu kalian di lantai utama. Jadi bergegaslah " Anma keluar dari kamar tempatnya berada sembari menutup pintu kamar itu dengan pelan.


" Ayah... Kenapa ayah bersikap seperti itu? " Tanya Flora yang berada di samping Anma.


" Entahlah Flora. Ayah hanya merasa bahwa ayah harus melakukan hal tadi " Jawab Anma sambil memegangi kepalanya.


" Apakah ayah baik baik saja? " Tanya Flora khawatir


" Ayah baik baik saja. Jadi kamu tidak perlu khawatir. " Anma tersenyum pada Flora


" Sekarang, apakah Flora akan berjalan bersama ayah dalam wujud ini. Atau Flora mau berubah wujud? " Anma menambahkan


" Em.... Flora akan berubah wujud ke hati Flora, ayah. " Flora yang sempat mengingat sebuah mimpi, akhirnya memutuskan untuk berubah wujud.


" Kalih ini, Flora akan mencoba melindungi ayah. " Kata Flora sesaat sebelum berubah wujud.


Setelah Flora berubah wujud, Anma kembali memperbaiki baju yang rusak dan mulai berjalan ke arah lantai utama.


......................


" Jadi, seperti itulah tuan. Kita akan menemuinya di tempat itu.... " Brotus yang sedang menjelaskan seorang juru kunci mansion, teralihkan oleh sekelompok orang berpakaian besi.


" Wah, ternyata itu cocok untuk kalian " Anma memberikan pujian pada para pelayannya yang telah menggunakan armor besi.


" Jadi brotus, bagaimana menurutmu tentang penampilan mereka yang baru? " Tanya Anma sembari melihat ke arah para mantan pelayan b


Brotus.


Di hadapan Anma dan Brotus, para pelayan yang semula menggunakan baju pelayan yang lusuh, kini telah menggunakan sebuah armor besi yang mengkilap lagi mempesona.


Bentuk dari masing masing armor besi yang di pakai menempel sempurna dengan lekuk tubuh para pelayan yang memakainya.


" Saya... Saya tidak bisa mengatakan apapun pada mereka tuan. Namun, yang saya bisa ucapkan pada mereka hanyalah " Iron Maiden" " Kata brotus terpana.


" Hehehe... Iron maiden, ya? Mungkin itu adalah sebutan yang cocok untuk mereka. " Anma setuju.


Brotus hanya mengangguk tanpa mengalihkan pandangannya dari para Iron maiden itu.

__ADS_1


" Jadi, bisakah kita menemuinya sekarang? " Anma bertanya sembari menjentikkan jarinya ke hadapan Brotus yang terpana atas perbedaan berkat armor besi itu.


" Ah.... Iya tuan. Maafkan saya. Apakah tuan mengatakan sesuatu? " Brotus tersadar dari lamunannnya.


Setelah Anma mengulangi pertanyaan itu, Brotus mulai menjelaskan mengenai mansion itu sembari berjalan menuju tempat mansion itu berada.


Dalam perjalanan menuju mansion, para penduduk dari Kota Raizn tidak menyadari hawa keberadaan dari para iron maiden.


Para penduduk kota itu seolah berjalan menghindari para Iron maiden secara alami tanpa dibuat buat atau di samarkan.


Para pelayan yang memakai baju besi itu pun sempat merasa ada hal yang aneh pada para penduduk kota. Ryuu, Moli, Imp bahkan Nami dan Airi yang pendiam sempat mencoba menyentuh dan mengajak bicara para penduduk kota. Namun pada akhirnya, para penduduk kota hanya berjalan tanpa memperdulikan mereka.


Disaat Brotus masih menjelaskan, Anma sempat melirik ke arah Iron maiden sebagai tanda peringatan untuk tidak melakukan hal bodoh.


Beberapa dari Iron maiden yang merasakan hawa menakutkan dari Anma pun mulai menasehati para pelayan yang lain.


" Nah, tuan. Perkenalkan, dia adalah pewaris dari mansion yang telah tuan beli. " Brotus mengenalkan Anma pada seorang pria berpakaian bangsawan.


" Terimakasih.. Terimakasih... Terimakasih... " Bangsawan itu terus mengulang kalimat yang sama selama beberapa saat sebelum akhirnya ia menyerahkan kunci dari mansion itu dan pergi dengan gembira.


" Heh.... Orang yang aneh " Anma mendengus sesaat.


" Apakah tuan mengatakan sesuatu? " Tanya Brotus sambil melihat ke arah yang dilihat Anma.


" Tidak, hanya saja. Aku merasa heran pada pria tadi. " Jawab Anma sembari melihat seikat kunci dari mansion.


" Tidak perlu dipikirkan tuan. Mungkin ia tidak bisa menahan rasa gembiranya karena setelah sekian tahun, ada seorang yang membeli mansion miliknya. " Brotus menghibur.


" Tapi, Brotus. Aku tetap tidak habis fikir mengenai bangsawan sepertinya, rela menjual mansion yang bersejarah seperi ini " Anma menatap ke arah sebuah jalan yang tak terawat menuju mansion.


" Mungkin dia terlilih hutang atau sejenisnya. Saya pun sempat tidak percaya dan tidak habis fikir mengenai tuan sendiri yang mau membeli mansion yang jelas jelas sudah tidak di perdulikan banyak orang. " Brotus menyindir.


" Hehehe.... Kamu benar brotus. Mungkin hanya orang gila yang mau membeli suatu barang gila yang di jual oleh orang gila " Anma tertawa sesaat setelah mendengar perkataan dari Brotus.


Mendengar jawaban seperti itu, brotus terdiam sesaat sebelum ia tertawa bersama dengan Anma yang tertawa.


" Tuan. Semoga hari anda selalu menyenangkan " Brotus mengangkat kedua tangannya sembari membentuk sebuah telinga kelinci dan menggoyangkannya sesaat.


" Ya, terserah apa katamu Brotus. " Anma membalas tingkah brotus hanya dengan lambaian tangan perpisahan.


Setelah Brotus tidak terlihat oleh pandangannya, Anma menghancurkan seluruh kunci mansion dengan genggamannya.

__ADS_1


" Nah, Iron maiden. Selamat datang di rumah baru kalian " Anma menyambut.


" Nah, tunggu apa lagi? Ayo masuk " Anma mengajak


__ADS_2