Armageddon Maker 2nd Family

Armageddon Maker 2nd Family
Kebersamaan Tia bersaudara


__ADS_3

" Sepertinya penjaga hutan maupun dewa sedang memberikan kasih sayangnya kepada kita Lis " Fra menepuk punggung Listia yang sedang termenung dalam kesedihan.


" Lapor.... Sebelum ledakan besar terjadi, sempat tercium sebuah bau aneh dari dalam rumah yang telah hancur ini. Beberapa orang mencium sesuatu yang berbau seperti belerang ataupun bau seperti kotoran dari hewan ternak dan adapun beberapa orang yang mengatakan bahwa mereka merasakan beberapa energi sihir asing yang baru pertama kali mereka rasakan. " Prajurit itu melaporkan temuannya pada Listia dan Fra.


" Terima kasih atas kerja kerasmu prajurit. Mungkin saat ini Listia sedang tidak dalam kondisi yang baik untuk memberikan tanggapannya kepadamu. Oleh karena itu, tolong susun laporan mengenai kejadian ini secepatnya lalu kirimkan ke rumah dengan segera..." Jawab Fra setelah membalas prajurit itu dengan sopan.


Tidak lama setelah prajurit itu pergi, Listia dan Fra masih menatap sebuah kawah berukuran sedang yang ada di area padat penduduk.


Beberapa bangunan di sekitar kawah tadi tadi menampakkan kerusakan yang sangat parah bahkan bagian dari gereja pun hampir hancur sepenuhnya.


" Ne... Kak Fra... Apakah aku gagal menjadi kepala keamanan di kota ini? " Tanya Listia yang termenung


" Tidak Lis... Kamu sudah berusaha semampumu untuk menjaga kota ini. " Fra memeluk Listia dari belakang untuk membuatnya lebih baik.


" Tapi, ka... Jika saja ayah masih ada... kejadian seperti ini pasti tidak akan terjadi. " Gumam Listia sambil melemparkan arang dari bekas rumah kayu yang terbakar.


" Jangan berkata seperti itu Lis. Jika kamu berkata seperti itu, orang orang yang membencimu pasti akan tertawa sekarang. " Sahut Fra sembari mempererat pelukannya


" Ayo, Lis. Kita pulang dan serahkan sisanya pada mereka. Terlebih lagi kamu masih dalam keadaan yang tidak baik bukan? " Tambah Fra mencoba menghibur


" Tapi ka....? " Bantah Listia yang di panggil Fra dengan paksa ke rumah mereka tinggal.


" Tidak perlu khawatir. Aku sudah punya saran dan beberapa ide untuk mengatasi masalah yang sedang terjadi. " Fra menasehati Listia sembari membawanya pergi.


" Baiklah, ka. Aku akan percaya mengenai apa yang kamu rencanakan, tapi setidaknya tolong turunkan aku " balas Listia dengan akhiran memberontakkan tubuhnya yang di panggul paksa oleh Fra


" Tidak.... Jika aku menurun kamu, kamu mungkin akan kembali ke lokasi tadi dan melakukan sesuatu yang tidak perlu. " balasnya sembari menyentil dahi Listia


" Tapi ka..... " balas Listia sembari memegangi dahinya yang kesakitan lagi berusaha meyakinkan Fra untuk melepaskan dirinya.


Sepanjang perjalanan menuju rumah, Fra hanya mengabaikan setiap keluhan dari Listia hingga akhirnya mereka sampai ke tempat tujuan mereka.


Jarak yang cukup jauh membuat Listia sampai menutupi wajahnya karena malu atas sikap dari Fra yang memanggulnya sepanjang perjalanan tanpa memperdulikan setiap ucapannya.


" Nah sampai. " Fra berteriak ketika sampai ke rumah.

__ADS_1


" Selamat datang kembali ka Siska, ka Listia " Lindastia menyambut keduanya sembari mengangkati jemuran yang telah kering.


" Yo, Linda. Sepertinya kamu semakin cantik saja " Fra melempar Listia ke arah bangku depan rumah


" Dan sepertinya tubuhmu juga semakin berisi " Tambah Fra sembari memeluk Linda dari belakang.


" Tidak ka, dari terakhir kali kaka pergi, aku memang sudah seperti ini. " Jawab Lindastia sembari berusaha melepaskan pelukan Fra.


" He...? Benarkah itu. Tapi, kamu mulai terlihat lebih putih dari sebelumnya. " Fra mengusap salah satu lengan Linda yang sedang mencoba melepaskan pelukannya.


" Hehehe.... Tidak juga ka. Mungkin ini adalah efek dari pengobatan ku yang terakhir kali. " Jawab Linda setelah berhasil melepaskan diri.


" Memang apa yang terjadi? Sampai kamu harus di obati?" Tanya Fra sembari memegang kedua tangan dari Linda dengan wajah yang terlihat khawatir


" Apakah kaka lupa dengan penyakit bawaan yang aku punya? " Balas Linda dengan lembut


" Akh... Iya benar. Sedari dulu memang kamu sudah seperti itu ya. Maaf... maaf... Aku melupakan hal penting seperti itu " Fra yang teringat kejadian dimana Linda yang selalu berada di rumah sakit sempat membuat dirinya ingin menangis.


" Tidak apa ka. Lagi pula, sekarang aku sudah lebih baik dari yang terakhir kali kita bertemu " Sahut Lindastia dengan senyumannya dan berniat untuk mengambil keranjang jemuran yang berisi semua baju yang telah kering.


" Tak apa ka.. Aku bisa melakukannya " Linda berusaha merebut keranjang itu dari Fra.


Melihat keinginan keras dari Linda, Fra hanya meledeknya dengan cara menghindari setiap gerakan Linda yang terasa lambat baginya.


" Ya ampun. Mereka berdua ini. " Gumam Lena yang melihat kelakuan kedua kakaknya yang seperti anak kecil.


" Yey.... Kaka sudah pulang... " Luna bersorak dari sebelah Lena dan langsung berlari ke arah kedua kak nya yang dianggap nya sedang bermain.


" Luna.. Hati hati! " Lena menasehati.


Melihat kedua kakaknya yang sedang bersenang senang membuat Luna mengabaikan nasehat dari Lena dan membuatnya langsung melesatkan diri ke arah kedua kakanya.


* dbruk * Luna yang tiba tiba memeluk dari arah belakang Fra membuat Linda yang berada di depan tidak bisa menghindar dan akhirnya bertabrakan dengan Linda


.

__ADS_1


" Hehehe.... " Luna tertawa senang ketika Fra berhasil menangkap dirinya dan juga Linda.


" He~eh, Luna. Bukankah kakakmu sudah bilang untuk berhati hati. " Fra menasehati Luna.


" Dan Linda, sepertinya kamu harus mendapatkan latihan kecil dari ku, yah? " Tambah Fra sembari menahan kedua tubuh mereka dengan kedua tangannya.


" Itu tidak perlu ka. Linda sudah memiliki kesibukan lain. Terlebih karena penyakit yang dideritanya, kondisi Linda mungkin akan memburuk jika kaka memaksanya lebih dari kemampuannya saat ini" Kata Listia sembari mengangkat tubuh Luna yang hampir jatuh.


" Jika kaka mau, Lena bisa menggantikan ka Linda " Sahut Lena sembari mengangkat keranjang jemuran yang secara tidak di ketahui ada di atas kepala Fra dengan posisi yang masih mengharap ke atas dengan jemuran yang ada di dalamnya.


" Jika itu memang keinginanmu, aku akan memikirkan porsi yang akan kamu dapatkan nanti. " jawab Fra sembari mencoba menangkap Luna yang masih bersemangat dan bermain main di bawah kakinya.


" Benarkah itu ka? aku sangat senang sekali bisa di latih oleh salah satu pladin hebat dari kerajaan " ucap Lena dengan gembira.


" Tapi sebelum itu... kamu harus bersedia memenuhi syarat dariku " ucap Fra dengan nada serius.


* glp * lena menelan ludahnya karena sebuah persyaratan dari Fra dan membuat saudara yang lainnya terdiam


" Syarat seperti apa yang harus aku penuhi ka? " sahut Lena dengan wajah ketakutan


" Syaratnya cukup mudah. yaitu.... " tambah Fra sembari memikirkan sesuatu


Lena mencoba memperharikan syarat yang di berikan dari Fra sembari berharap bahwa persyaratan itu memang mudah


" Syaratnya adalah..... kamu harus bermain dengan kami disini dahulu " Ucap Fra sembari menangkap Luna yang terdiam memperhatikan.


" Hee......?! baiklah jika seperti itu. " Lena menaruh kranjang jemurannya dan mulai bermain bersama mereka berdua


" Hyu~ Hu~p. " Fra menarik Luna dan langsung membawanya berlari menghindari Lena


" Hehehe.... Lakukan lagi. Lakukan lagi " Luna tertawa sembari meminta Fra melakukan hal yang sama seperi sebelumnya.


" Hehehe... Iya baiklah Luan. " Fra menjawab permintaan Luna dan kembali melemparkan tubuh Luna ke udara beberapa kali sembari berlari menghindari Lena.


Linda dan Listia saling memandang satu sama lain sebelum akhirnya mereka berdua tertawa melihat apa yang sedang di lakukan ketiga saudaranya.

__ADS_1


Mereka nampak bersenang senang dalam waktu yang cukup lama sebelum akhirnya mereka mulai berjalan masuk menuju rumah dengan canda tawa yang menghiasi langkah mereka.


__ADS_2