
" Ne... Susan... apakah kita salah bicara pada tuan itu? " ucap seorang pelayan yang berada di samping Susan.
" Entahla, Rea... akupun tidak tahu mengenai hal itu. " balasnya setelah bernafas lega ketika Anma keluar dari guild petualang.
" Jikalau kita mengatakan hal yang sama pada orang yang berbeda, orang orang itu pasti akan segera menaikkan peringkatnya dengan penuh semangat demi meraih apa yang telah kita tawarkan kepada mereka. Iya, kan? " jelas Rea yang diakhiri dengan keraguan.
" Hm... entahlah Rea. Berbeda orang berbeda pula tanggapannya. Aku tahu bahwa dirimu sedang berusaha menyesuaikan diri di sini, namun alangkah baiknya jika dirimu harus merubah sikap dan mentalmu agar mampu menghadapi berbagai petualangan lain yang mungkin tidak sebaik dirinya. " balas Susan menasehati.
" Akh... iya... maafkan diriku, ya... senior " jawabnya dengan senyuman yang di paksakan.
" Iya, tidak perlu memaksakan dirimu sendiri. Cukup nikmati saja prosesnya dan berhati hatilah dalam setiap kata yang terucap agar kamu tidak membuat sebuah kesalahan fatal. " lanjutnya setelah mengingat kejadian kemari malam.
" Baik!!! " balasannya dengan antusias
Mereka berdua kembali membicarakan berbagai hal mengenai tipikal para petualangan yang ada dalam lingkup guild mereka. Mulai dari para pemula atau D rank sampai pada Guild master yang telah mencapai SS rank dengan mini pin plate bertuliskan HK yang merupakan kependekan dari High Knight.
" Tapi... bagaimana pun juga, diriku masih penasaran dengan petualangan tadi. Bukankah terasa aneh bahwa D rank yang baru beberapa hari mendaftarkan diri sudah menolak fasilitas yang disediakan oleh guild? " ucap Rea yang masih merasa penasaran
" Bukankah sudah ku bilang sebelumnya, bahwa beda orang beda pula pendapat yang diberikan. " balasannya mengulangi perkataan sebelumnya
" He~ sepertinya kalian sedang sibuk membicarakan sesuatu, ya? Bolehkah aku meminta waktu kalian sebentar. " ucap seorang wanita yang ada di depan mereka.
" Akh.. iya, maafkan kami, nona Listi. " balas Susan yang terkejut.
" Tidak perlu bersikap formal seperti itu, Susan. Berlakulah wajar seperti saat kamu berhadapan dengan Lana. " balasannya dengan ramah.
" Baik, nona. " jawab Susan yang mencoba membiasakan diri.
__ADS_1
Setelah menganggap bahwa Susan masih berusaha membiasakan diri, Listia mulai menjelaskan maksud kedatangannya.
" Baik, Nona Listi. Saya akan menyampaikan pesan anda pada guild master. " jawabannya setelah mendengarkan permintaan dari Listi.
" Kalau begitu sudah dulu ya, Susan... Rea... aku mengandalkan kalian " balasnya setelah menyelesaikan keperluannya di sana.
Susan dan Rea membungkuk hormat setelah Listia pergi. Sembari menyiapkan beberapa alat tulis, Susan mulai membuat sebuah surat untuk ditujukan pada seorang yang telah Listia sebutkan sebelumnya dan tidak lama setelahnya Susan pergi meninggalkan gedung guild setelah meminta pelayan lain untuk menemani Rea di meja resepsionis sementara dirinya mengantarkan surat yang telah dirinya tulis.
" Selamat siang, master... " sapa Susan pada Shofi.
" Akh... susan... tidka biasanya kamu keluar dan menghampiri langsung diriku disaat hari libur seperti ini? " balas Shofi yang terkejut melihat Susan mengunjungi rumahnya.
" Maafkan saya karena mengganggu waktu anda. " ucap Susan yang merasa takut pada Shofi
" Tidak apa, Susan. Jika kamu sampai datang ke sini itu berarti ada hal yang sangat penting untuk dibicarakan dengan diriku, kan? " balas Shofi setelah menutup buku bacaan yang sedang dirinya baca.
" Jadi seperti itu, ya. " ucap Shofi setelah membaca surah yang Susan tuliskan.
" Dasar, Listi. Merasa bahwa dirinya memiliki wewenang lebih, dengan mudahnya dirinya meminta hal seperti ini kepadaku " tambahnya setelah memasukkan surat tadi ke amplop seperti semula.
Susan yang mendengar ucapan Shofi nampak gelisah karena merasa ada hal buruk yang akan terjadi.
" Tapi ya, tidak apa lah. Lagipula dirinya sedang berusaha mendekatkan diri kembali dengan saudaranya yang lain dan sepertinya~, akan ada hal menarik lain yang tidak akan aku lewatkan begitu saja. " ucapnya setelah melihat ke arah cincin giok yang Anma berikan.
" Aku rasa~ bukan karena ada permintaan khusus seperti ini saja yang dapat membuatmu pergi menghampiriku. Benar kan, Susan? " tambahnya setelah melihat susan yang nampak gelisah.
" Akh... iya... itu... " Susan berusaha mengatakan apa yang ingin dirinya katakan
__ADS_1
" Sepertinya... ini berkaitan dengan dia, bukan? " balas Shofi menebak.
" Itu benar, Master. Sebarnya.... " jawab Susan sembari menjelaskan mengenai penolakan Anma pada poin kenaikan rank dan hal hal yang berkaitan dengan penampakan dirinya ke aula publik.
" Hm.... dirinya memang penuh dengan hal-hal misterius sedari awal kedatangannya. Namun yang pasti dirinya melakukan hal semacam itu bukan tanpa alasan. Namun dengan memikirkan beberapa hal yang telah terjadi sebelumnya, nampaknya dirinya sangat membenci hal semacam itu. " ucap Shofi menanggapi penjelasan dari Susan.
" Dan... mengenai permintaan master tadi malam, saya menemukan beberapa hal yang berkaitan dengan sosok yang bisa di anggap bahwa itu adalah istri dari dirinya. " balas Susan sembari mengatakan apa yang dirinya temukan.
" Hm... Jadi, memang ada alasan lain kenapa dirinya bersikap seperti itu di sini... " balas Shofi yang menunjukkan keseriusannya dalam masalah yang sedang mereka bahas.
" Dari beberapa dokumen yang saya temukan di sana, dahulu sosoknya hanyalah seorang petualangan biasa di negri yang telah saya sebutkan tadi. Namun setelah beberapa penguasa mengakui kehebatannya dirinya diberikan sebuah gelar dan tidak lama dirinya mulai membuat serikat yang pengoperasiannya hampir mirip seperti guild pada umumnya.... " Jelas Susan menlanjutkan.
" Karena adanya perbedaan wewenang dan kekuatannya kala itu, dirinya yang bisa dikatakan sudah kehilangan seluruh hal yang ada dalam hidupnya memutuskan untuk mengembara sembari mencari informasi yang berkaitan dengan masalah yang menghancurkan sebagian besar hidupnya. " Tambah Shofi yang seolah mengetahui apa yang akan Susan katakan setelah sebelumnya dirinya telah melihat kejadian yang sesungguhnya terjadi pada Anma dalam ilusi yang ditunjukkan oleh cincin giok.
" ...... Pada akhirnya mereka yang tetap setia pada sosoknya, memutuskan untuk bersatu dalam nama Re Legium yang mana di dalamnya terdapat berbagai macam sosok kuat nan misterius.... " lanjut Susan hingga ke bagian akhir dokumen yang dirinya temukan.
" Hmph. Bukankah ini adalah hal yang baik, bukan? Mengandalkan sosokmu yang ahli dalam bidang analisa dan pencarian data terselubung. " ucap Shofi memuji kemampuan Susan.
" Terima kasih atas pujian anda, master. " jawabannya senang.
" Lalu... mengenai keterkaitan antara Laura dengan sosok Loran itu sendiri, dapat dikatakan bahwa Laura adalah saudara jauh dari dirinya. " tambah Susan yang mengatakan apa yang dirinya temukan.
" Hmph, ya. Temuan itupun bisa menjelaskan kenapa dirinya nampak dekat dengan Laura bahkan saat pertama diriku bertemu dengannya. Siapa yang menyangka bahwa ibu dari ibunya Laura masih dalam satu nama marga dan garis keturunan dari dirinya. " simpul nya setelah mengaitkan apa yang telah terjadi bersama dengan apa yang Susan temukan dalam papan akhdar.
" Meskipun demikian, sepertinya dirinya masih merahasiakan hal itu dari Laura untuk suatu alasan. " tambah Susan setelah melihat kejadian dimana Anma nampak memperlakukan Laura layaknya teman sebaya dan bukan seperti keluarga.
Setelah menyeruput teh yang ada dihadapannya, Shofia meminta Susan untuk menyiapkan beberapa hal yang dirinya butuhkan. Melalui sebuah layar sihir yang dirinya gunakan, Susan nampak memperhatikan hal hal yang di butuhkan itu dan setelahnya dirinya berpamitan untuk mulai mengerjakan apa yang masternya minta.
__ADS_1
" Sepertinya diriku pun harus mempersiapkan diri untuk menghadapi dirinya nanti. " ucapnya setelah melihat kembali ke arah surat yang ada di atas meja itu.