
" Swarpt " Anma kembali ke kamarnya yang berada di dalam bar milik Brotus.
" Selamat datang kembali tuan " Quinn dan pelayan menyambutnya.
" Iya. Terimakasih atas sambutan kalian " Anma tersenyum pada mereka yang menyambutnya.
" Jadi, bagaimana? Apakah kalian sudah memahami aturan yang harus kalian patuhi " Tambah Anma.
" Kami sudah memahami aturan yang tuan buat. Kami harap, kami bisa berguna bagi tuan dan nona Quinn " Kata Hena sebagai perwakilan dari para pelayan.
" Syukurlah jika begitu. " balas Anma sembari tersenyum.
" Nah, Flora. Sekarang kamu boleh menunjukkan wujud aslimu dan mengenalkan dirimu pada teman barumu..." Nama mengusap dada kirinya dimana Flora berada.
Setelah Flora menjawab, dada kiri Anma mulai bercahaya yang menandakan perubahan pada diri Flora. Akar akar tumbuhan yang semula menyatu pada tubuh Anma mulai menghilang disaat Hati Flora terpisah dari tubuhnya.
* Swups.... Scling...... * Keheningan kembali terasa setelah Flora kembali ke wujud aslinya
" A-ayah... Apakah Flora melakukan suatu kesalahan? " Flora membalikkan tubuhnya ke arah Anma yang ada di belakangnya.
" Tidak. Flora tidak melakukan kesalahan. Mungkin mereka hanya terkejut ketika melihat perubahanmu, Flora " Anma mengusap kepala Flora yang terlihat panik
" Syukurlah jika begitu. Hehehe...." Wajah panik Flora telah berganti menjadi wajah yang ceria.
" Oh iya. Perkenalkan nama Flora adalah Flora. Flora adalah satu satunya anak ayah. Flora memiliki kekuatan yang hampir setara dengan ayah. Flora suka menumbuhkan tanaman karena Flora adalah dewi alam. Hehehe.. Jadi, salam kenal untuk Hena, Taka, Nami, Mori, Airi, Nuro, Pixi, Ryuu, Ro, Saho, Menti, Lilim, Tama, Tsuki dan Rougu. " Flora memperkenalkan dirinya kepada ke lima belas pelayan yang baru melihat dirinya.
" Salam kenal, nona Flora " Para pelayan tadi sempat terkejut dan saling memandang untuk sesaat sebelum menjawab perkenalan diri dari Flora.
" Melihat ekspresi kalian yang seperti itu. Apakah kalian penasaran mengenai Flora? " Tanya Anma pada para pelayan yang baru bertemu dengan Flora.
Para pelayan tadi hanya menundukkan kepalanya.
" Tenanglah, kalian. Aku tidak akan marah atau melakukan hal buruk pada kalian tentang hal sepele seperti ini. Yang aku harapkan, kalian mau berteman dengan Flora dan mengajari Flora mengenai hal hal yang tidak Flora ketahui. " Anma mengangkat kepala dari Ryuu yang tertunduk.
" Ba--baik tu-tuan. Kami akan melakukan yang terbaik " Ryuu menghadapkan wajahnya ke wajah Anma
" Tidak... Tidak.. Tidak.. Bukan itu yang aku magsudkan. Aku ingin kalian berteman dengan Flora secara tulus. Begitupun pada saat mengajarinya " Anma tersenyum di hadapan Ryuu serta para pelayan lainnya.
" Mungkin nanti Flora akan melakukan banyak kesalahan dan di saat hal itu benar benar terjadi, aku harap kalian mau membantunya dengan segenap kemampuan kalian " Tambah Anma.
" Ba-baik tu-tuan." Jawab para pelayan.
" Seperti yang di katakan oleh ayah tadi. Flora harap, kalian mau membantu Flora " Flora membungkuk hormat.
__ADS_1
" Nona Flora tidak perlu melakukan hal itu. Kami hanyalah seorang pelayan dan nona adalah anak dari tuan kami. Oleh karna itu, Nona Flora tidak perlu melakukan hal seperti tadi. " Kata Moli dengan hormat.
" Tapi... Ayah bilang, bahwa kita adalah satu keluarga. Jadi, tidak ada batasan untuk kesetaraan kita " Flora menanggapi perkataan Moli.
Anma mengusap dadanya karena merasa bangga pada Flora yang telah menunjukan perkembangan pada dirinya
" Nah, Flora. Ayah harap kamu bisa menyambut dengan baik keluarga baru kita. " Anma meninggalkan Ryuu dan mendekati Flora.
" Flora, ayah akan tidur bersama Quinn lebih awal. Oleh karna itu, kamu boleh mengakrabkan diri dengan mereka sampai malam nanti. Tapi, jangan paksakan diri mereka. Jika ada sesuatu yang berbahaya, Flora bisa meminta tolong pada para pelayan itu maupun memanggil familia jika keadaan benar benar kacau. " Jelas Anma pada Flora.
" Dan seperti biasa, jangan ganggu ayah ketika sedang tertidur yah? Flora " Tambahnya sembari menggunakan telepati sesaat setelah mengusap kepala Flora.
Floa menganggukan kepalanya tanda setuju.
" Quinn. Sekali lagi, mohon bantuannya ya " Kata Anma sembari menghampiri Quinn.
Quinn yang semula terfokus pada sesuatu yang mengganggu, mulai mengesampikan hal itu, dan karena Anma menghampirinya.
" Baik, Anma. Tapi, apakah kamu yakin akan melakukan hal itu di depan Flora dan para pelayan itu? " Quinn menjawab permintaan Anma
" Aku tidak masalah dengan itu Quinn. Lagi pula, jika aku tidak melakukan hal itu denganmu, mungkin kamu sudah tahu mengenai apa yang akan terjadi " Anma yang mulai kehilangan kesadarannya berusaha untuk tetap bertahan.
" Baiklah, Anma. Semoga kamu bisa tidur dengan nyenyak " Quinn mendorong tubuh Anma dari belakang.
Di saat yang bersamaan dengan jatuhnya tubuh Anma, Quinn menggunakan sebuah mantra perlindungan untuk mengelilingi tubuh Anma.
" Boo.....m!!!! " Ledakan energi negatif meledak ketika pelindung itu mengurung Anma sepenuhnya.
" Quinn.... Quinn... Apa yang kamu lakukan pada ayah? " Flora yang semula sedang terfokus pada teman teman barunya terkejut dan kembali mencoba mengganggu Quinn.
" Flora.... Flora. Jangan mengganggu! Ini adalah hal yang berbahaya?! Jadi tolong jangan mengganggu " Quinn mulai terusik akan keberadaan Flora yang mengganggu konsentrasinya.
" Brak!! Brak!!! Brak!! " Sesuatu mulai memukul mukul dari dalam pelindung yang Quinn buat.
" Quinn...!!!! Lihat....!!! Ay-ayah kesakitan...!!!! Ayah sedang berusaha membuka pelindung itu!!! Quinn!! Tolong lepaskan pelindung itu!! " Flora kembali memberontak seperti saat pertama kali Anma melakukan perubahan pada dirinya.
" Flora!! Sadarlah!! Dan coba lihat ke arah pelindung itu dengan jelas!!! " Quinn mencoba menyadarkan Flora yang terus mengganggu nya.
" Moli... Bacta... Woli... Ryu... Tolong bawa Flora menjauh dari diriku sebelum pelindung ini tidak bisa aku kendalikan " Quinn meminta kepada para pelayan yang telah di panggil untuk membantu dirinya menjauhkan Flora.
" Ba--aik.. Nona.. Quinn.. " Para pelayan yang di panggil mulai menghampiri Flora.
* Brak.....!!! Brak....!!! Brak...!!! * Sesuatu kembali memukul pelindung Quinn
__ADS_1
" Menyingkirlah dari ku!!! " Flora meledakkan amarahnya.
* Bruls.... * Akar akar tumbuhan langsung tumbuh dan menyambar Moli, Bacta, Woli, dan Ryuu.
Akar akar alam itu mengikat tubuh ke empat pelayan tadi dan berusaha meremukkan tulang dan mencabut beberapa bagian yang telah di ikat oleh akar akar itu.
" Aises Speear " Quinn menggunakan pisau es untuk memotong akar akar yang mengikat ke empat pelayan tadi.
" Moli... Bacta... Woli... Ryu... Kalian tidak harus menahan diri. Kembalilah ke wujud asli kalian dan seranglah Flora dengan kesungguhan seperti yang Anma katakan!! " Quinn meminta pada para pelayan itu untuk berubah ke wujud asli mereka.
Moli kembali berubah dengan wujud asli demi human ras kupu kupu monk.
Bacta kembali berubah dengan wujud asli demi human kelelawar riot.
Woli kembali berubah dengan wujud asli demi human ras domba.
Sementara Ryuu kembali berubah dengan wujud asli demi human ras naga.
* Srisi...ing!!! *Sebuah lengkingan dari sesuatu yang amat tajam mulai terdengar beberapa saat setelah bunyi hantaman keluar dari dalam pelindung Quinn.
" Me....nying.....kir.... Lah!!! " Flora benar benar meluapkan amarahnya kepada ke empat demi human yang berusaha membantu Quinn.
" Dragonest Firesskin...!! Woll of Regeneration..!!! Mega Sounds...!!! Wings protction!! " Ke empat pelayan tadi berusaha menyerang balik terhadap serangan Flora.
Ryuu, menggunakan tubuh separuh naga miliknya untuk memotong seluruh akar yang menghunus dari berbagai penjuru ruangan. Karena efek samping berupa pembakaran kulit pada Ryuu, Woli melemparkan beberapa bulu dari lengannya sebagai pendukung berupa woll regenerasi untuk memberikan sedikit penyembuhan pada Ryuu.
Sementara itu Bacta menggunakan serangan suaranya untuk menghancurkan sistem saraf pendengaran dari musuh yang di targetkan. Sedangkan Moli menggunakan kekuatan sayapnya untuk melindungi para pelayan lain yang ada di belakang mereka sembari memberikan dukungan pada Ryuu, Woli, dan Bacta dengan menggunakan angin penyembuhan.
* Krtk.... Krtk... Krtk... * Beberapa retak kan mulai terbentuk di pelindung buatan itu disaat Quinn mulai kehilangan kefokusannya terhadap pelindung itu.
Melihat hal yang sangat berbahaya, Quinn kembali berusaha memfokuskan mantra pelindung kembali.
* Be.....s..... * Kabut hitam yang terisi penuh dengan energi negatif mulai keluar dari sela sela pelindungnya mulai retak.
" Flora.... Flora... " Suara Anma terdengar lirih dari dalam pelindung itu.
" Flora... Flora... " Anma kembali memanggil Flora yang masih berusaha memusnahkan ke empat pelayan tadi dan juga Quinn
" Flora... Sudah cukup Flora... Sudah... Jangan menyakiti mereka lagii... " Sebuah hantaman keras terdengar sesaat sebelum Anma kembali memanggil Flora.
" A--ayah...?" Flora mencoba melihat Anma dalam pelindung yang menunjukkan sosok lain dari ayahnya.
* Brush.....!!!! * Ryuu mengoyak pelindung akar milik Flora ketika Flora lengah.
__ADS_1
" Blitz....sleep " Quinn menyerang Flora dengan sebuah mantra cahaya sesaat setelah Ryuu menghancurkan pertahanan Flora.
" A.... A... Ayah... " Flora terus menatap ke arah sosok lain dari Anma yang ada dalam pelindung milik Quinn hingga kesadarannya menghilang.