Armageddon Maker 2nd Family

Armageddon Maker 2nd Family
Cahaya harapan


__ADS_3

Anma terkejut ketika Flora berhasil menghilangkan rasa takut dari sosok wanita yang di tolong olehnya.


" Hehehe.... Iya... Sama sama. Lagi pula, Flora bisa menolong kalian atas ijin dari ayah. Jadi, berterima kasih lah pada ayah " balasnya dengan nada lembut.


" Ah... Iya... Lalu, dimana ayah, Flora? " Fra bertanya pada sosok peri itu yang berulang kali menggunakan kata Flora sebagai ganti penggunaan kata aku dengan nada yang bersahabat


" Hehehe... Ini ayah Flora. " Flora langsung menunjuk ke arah Anma yang masih menggunakan armor burung gagak nya.


* glp * Fra menelan ludahnya sendiri ketika harus berhadapan dengan sosok yang ia takuti.


" A... a... ank... " Fra menggigit lidahnya sendiri ketika mencoba melawan rasa takutnya.


" Ano.... Terima kasih, karena telah menolongku dan dia " ucapnya berterima kasih sembari menundukan wajahnya sebagai rasa syukur sekaligus pengalih rasa takutnya agar tidak terlalu lama menatap sosok hitam nan mengerikan itu.


" Hmph.... Tidak perlu dipikirkan. Aku menolong kalian karena Flora merasa kasihan pada kalian. Walaupun sebenarnya kami tidak boleh menunjukkan wujud kami di hadapan manusia maupun bercampur tangan atas urusan mereka. Tapi, demi mengajarkan Flora tentang tahapan menjadi dewasa, mau tida mau aku harus memantaunya agar Flora tidak membuat kesalahan " Jelasnya sembari bersikap dewasa


" Jadi kamu bisa tenang sekarang. Mengenai sosok yang di sana itu, ia hanya tak sadarkan diri akibat dari batas mana yang di paksakan. " Tambahnya sembari mengusap lembut kepala Fra.


Mendengar jawaban yang berbeda dari apa yang ia bayangkan, Fra mulai berani mengarahkan pandangannya pada sosok itu sembari berusaha berkata sesuatu.


" Ne... Flora. Semua keperluan kita disini telah selesai. Jadi, kita bisa kembali sekarang " Anma meninggalkan Fra yang masih tertunduk dan berjalan menuju Flora yang telah selesai memperbaiki area hutan seperti yang dia lakukan sebelumya


" Baik ayah. Lagipula juga Flora sudah selesai memperbaiki area ini. " Jawab Flora dengan senyuman


" Anak ayah memang yang terhebat. Mau menjaga alam sekitar yang rusak tanpa perlu ayah perintahkan " ucapnya dembari mencubit pipi Flora dengan gemas.


" Nmo~ A~yah!!!! " Flora membalas cubitan itu pada pipi Anma dengan membuka paksa bagian paruh dari armor gagak itu sekali lagi hingga beberapa bagian dari topeng yang dikenakannya robek.

__ADS_1


Ketika Fra berbalik, Fra melihat wajah asli dari sosok tadi secara samar dan terkejut ketika sosok pria tampan yang terlihat berbeda dari lelaki lain yang sering ia temui.


Dalam pandangannya, wlaupun hanya secara samar, Fra merasa bahwa sosok itu memancarkan cahaya dari wajahnya.


" Flora... Ayah ingin kamu tidak melakukan hal ini lagi ya. Ayah takut jika kamu melakukan hal seperti ini, di suatu saat nanti kamu akan terlibat suatu masalah ketika ayah tidak ada di sekitarmu. " Anma menepuk pelan kepala Flora sembari menasehati.


" Dan lagi, jangan membuka paksa bagian dari pakaian yang ayah kenakan. Karena beberapa dari pakaian itu adalah tubuh dari re legium yang sebagian kekuatannya ayah pinjam untuk menutupi sebagian kekuatan ayah yang terlalu besar " Tanbahnya sembari menutup bagian paruh dari armor gagak yang merupakan bagian wajah dari Reven dalam wujud tingkat keduanya.


" Hehehe... Iya ayah. Flora akan lebih berhati hati. " Flora tertunduk sembari menggoyangkan tubuhnya kekiri dan kekanan seakan seperti seorang anak yang berusaha menutupi rasa sedihnya dengan sebuah senyuman


" Oh iya, nona. Tolong terimalah hadiah kecil dari kami. " Anma melemparkan sebuah kantung kain pada Fra.


" A... A... Iya... Terima kasih " Fra berusaha menangkap kantung kain itu.


*ghk* Fra sempat menahan keinginannya untuk muntah


" Walaupun masih ada seorang lagi. Tapi nona tidak perlu mengkhawatirkannya. " Anma menunjukkan sebuah bayangan dalam bola api hitam dimana ada sosok manusia yang mungkin tanpa lengan sedang berguling guling di antara dinding api yang berwarna merah menyala.


" Dia merupakan bandit yang menghina kesempurnaan dari Flora. Yah... Walaupun sudah menahan amarah yang aku miliki. Namun tetap saja, amarah ini tidak terbendung hingga aku memutuskan untuk membuatnya merasa menderita.... " Jelas Anma dengan nada yang lebih di tinggikan dengan sebuah akhiran mengenggam bayangan bola api itu


* glph * Fra menelan ludahnya kembali.


Pemikiran dari sosok tadi pun kembali berubah tidak lama setelah memahami situasi yang telah terjadi.


" Aku harap kalian tidak membawa masalah yang lebih besar kepadaku. Karena jika masalah besar mulai mengusik kedamaianku, akan aku pastikan kehancuran yang nyata bagi kalian " Jelas Anma dengan nada marah sembari memancarkan cahaya merah di bagian topeng gagak yang ia kenakan


" Jadi yah.. Hati hati di jalan dan semoga selamat sampai tujuan " Anma menepuk kedua tangannya sembari mengubah nada bicaranya kembali ke nada yang lebih bersahabat.

__ADS_1


Fra yang merasa di permainkan oleh sosok itu tak mampu berkata kata dan hanya bisa terduduk lemas di area hutan yang kembali menampakkan kesunyiannya.


Hela nafas panjang mengiringi dera angin yang menerpa dirinya yang saat ini tengah berfikir mengenai bagaimana cara dia menjelaskan situasi yang telah terjadi agar apa yang kelak dirinya jelaskan tidak membawa masalah yang mungkin akan timbul.


Dirinya pun sangat kahwatir jika nantinya dia salah menjelaskan, maka mungkin sosok yang menasehatinya tadi akan membuat sebuah bencana bagi seluruh negeri.


" Ne... Ne... Ayah... Bisakah kita kembali sekarang " Flora merengek karena perhatian dari Anma terfokus kan pada Fra.


" Iya, Flora. Kita akan kembali sekarang. Apakah kamu tidak ingin menyampaikan beberapa kata perpisahan? " Jawab Anma sembari memegang tangan Flora yang ada di bahunya


" Em.... Eto. Sampai jumpa lagi " Dengan spontan Flora berjingkrak sembari mengucapkan salam perpisahan.


Fra yang merasa frustasi hanya bisa tersenyum ketika kedua sosok tadi mengucapkan salam perpisahan yang tidak biasa dari negri yang ia kenal.


Anma dan Flora mulai berjalan masuk kedalam hutan dan meninggalkan Fra dalam masalah yang harus dihadapinya sendiri.


" Akh.... Aduh... kepalaku. " Max mulai terbangun ketika Anma dan Flora mulai menghilang.


" Fra!!! Aku pasti melindungimu!! Menjauhlah " Max berteriak seakan monster yang ia lawan masih berada di dekatnya.


" Kau ini!!!! " Dengan penuh emosinya Fra mengarahkan tinjunya ke arah Max yang tidak bisa diharapkan.


* dhk.... Dhooooooompt.... * Max terlempar cukup jauh dari tempatnya semula.


" Ya ampun. Melihat dirimu yang menyedihkan seperti ini membuatku ingin menarik perkataan yang sempat aku ucapkan kepadamu. " gumamnya sesaat setelah melihat sosok Max kembali kehilangan kesadarannya setelah menumbangkan beberapa pohon akibat dorong yang ditimbulkan oleh kekesalannya tadi


Tidak lama setelah tertelan dalam kesunyian, sebuah cahaya harapan pun muncul sesaat setelah dirinya melihat tombak yang dirinya gunakan sebelumnya bercahaya

__ADS_1


" Akh... benar. Untuk saat ini~ akan lebih baik jika aku rundingkan bersama dia. " ucapnya setelah bangkit sembari menyeret tubuh Max tanpa perasaan


__ADS_2