
Setelah Shofia berjalan lebih dahulu dari Anma dan menjelaskan situasinya, mereka mulai menurunkan senjatanya dan meminta maaf atas apa yang terjadi sebelumnya dengan alasan bahwa Anma adalah sosok yang mereka anggap sebagai ancaman.
" Akh... iya, itu wajar bagi kalian untuk menganggapku sebagai ancaman karena datang dalam waktu yang kurang tepat. " Jawab Anma menanggapi ucapan mereka yang terkesan memojokkan secara halus
" *spaks.... * Nah karena kita sudah berkumpul di sini, mari kita mulai saja apa yang ingin kita bahas di sini? " ucap Shofi setelah menepukkan kedua tangannya sebagai tanda penengah atas situasi Anma dengan Tia bersaudara yang cukup memanas.
" Baiklah jika begitu, mari kita mulai saja pembahasannya. " ucap Listia yang terlihat serius sementara dua saudarinya yang lain terlihat lebih tenang.
" Hehehe... Kalau begitu, Loran. Kenalkan mereka adalah Listia Xvi Raiznasfall, Lalu Fransiska Xivan Faliantia dan Lindastia Xvi Fallir Raizn. Untuk Listia, dia adalah kepala penjaga atau bisa disebut sebagai kepala keamanan di sini sekaligus juga dia merupakan orang kepercayaan dari kepala prajurit kota ini. Lalu Lindastia sendiri merupakan seorang alcemis yang tidak lama ini berhasil menjadi seorang dokter pengganti. Sementara untuk Fransiska atau biasa di panggil Fra sendiri merupakan seorang sekertaris dari fraksi kedamaian pusat yang tengah berlibur dari tugasnya. Selain itu pun sosok Fra sendiri merupakan anak dari seorang Duce yang memerintah kota Falia dan juga masih keluarga dekat dari Listia dan Lindastia... " Ucap Shofia sembari mengenalkan dan menjelaskan siapa mereka.
" Akh... iya, salam kenal. " ucapnya sembari membungkuk hormat.
" Dan~ kamu sendiri? apakah ada sebuah gelar lain selain dari Master guild kota ini? " tambahnya bertanya
" Akh... aku? Aku hanya seorang Master dari Guild ini saja dan tidak lebih dari itu dahulunya aku pun
merupakan teman satu party mereka " balasnya sembari duduk kembali ke sebuha kursi
" Kalau begitu silahkan duduk dan kita mulai saja pembahasannya. " lanjut Listia yang serasa tidak sabar ingin bertanya
" Permisi." balasnya sembari duduk di kursi kosong di dekat mereka
__ADS_1
" Maaf... sebelumnya ada hal lain yang ingin aku lakukan, apakah kalian keberatan? " tambahnya sesaat sebelum Listia membuka sebuah topik pembicaraan.
" Baiklah, Silahkan " ucap Fra yang menahan Listia yang nampaknya tengah dalam kondisi yang tidak setabil.
" Syukurlah jika begitu. Aku hargai kebaikan kalian ini " balasnya dengan menunjukkan sikap hormatnya kembali.
" Jadi, Langsung saja. Grechan, terima kasih atas bantuanmu sampai saat ini dan sekarang kamu boleh kembali.. " ucapnya tanpa keraguan diantara keempat orang yang ada di hadapannya
Baik sosok Listia, Lindastia dan Fra sama sama terkejut atas ucapan dari Anma sementara Shofia sendiri menduga bahwa nama itu adalah panggilan dari sebuah cincin yang dia kenakan
" Baiklah tuan... terima kasih atas kebaikan tuan karena telah memilih saya... " ucap cincin giok naga yang melekat di jari tangan Shofia selagi bercahaya
" Sekali lagi terima kasih atas bantuanmu, Grechan. Karena kerja kerasmu, kamu akan kembali ke unit pendukung namun di defisi ke 2. " ucapnya setelah menyapa sosok dragonoid dengan zirah hijau yang menampakkan diri tidak lama setelah cincin itu melayang jatuh di dekat Anma
" Hm~ph ya, baiklah jika itu adalah hal yang kamu inginkan. Kamu akan kembali ke unit yang sama dan juga dengan defisi yang sama... " balasnya dengan senyuman
" Terima kasih atas kebaikan tuan. Dan nona Shofia, maaf jika ada tuturkata maupun perbuatan dari saya yang kurang berkenan... " ucapnya sembari membungkuk hormat pada Anma dan Shofia
Setelah jawaban dari Shofia, Grechan melangkah melewati sebuah portal hitam sesaat setelah Anma menjentikkan jarinya.
" Jadi~ sampai dimana kita tadi? " ucapnya untuk memulai suatu pembahasan yang ingin mereka sampaikan.
__ADS_1
" A~no.... " Listia yang sempat tergesa-gesa atas apa yang ingin ia katakan langsung kehilangan apa yang ingin ia katakan setelah melihat hal yang jelas sudah membuktikan segalanya
" Akh iya, aku lupa akan sesuatu. " lanjutnya mendominasi keheningan di ruangan itu
" Ada beberapa hal yang patut kalian perhatikan dalam pembicaraan ini. Karena untuk beberapa alasan,aku tidak menyukai hal yang nampak berhubungan dengan sihir pengulik informasi seperti opsi analis dan sejenisnya,...... dan untuk hal yang berhubungan dengan privasi diriku sendiri, aku mungkin tidak akan menjawab beberapa pertanyaan yang tidak ada hubungannya dengan pertanyaan kalian dan terakhir, aku tidak bisa menjamin bahwa semua yang aku katakan adalah hal yang patut kalian percayai. apakah kalian keberatan atas hal itu?" lanjutnya menjelaskan
" M~ baiklah jika begitu... aku tidak merasa keberatan." ucap Shofia yang terkejut atas apa yang dikatakan Anma.
" Baiklah... kami pun setuju... " ucap Lindastia sembari memegang kedua tangan dari saudarinya yang mana sedari awal kemunculan Anma, mereka tengah menyiapkan beberapa sihir tipe analisis dan pengulik informasi
Dengan sebuah kode berupa gelengan kepala dari Lindastia, kedua saudarinya yang menatap tajam ke arahnya membatalkan rangkain sihir yang pada dasarnya merupakan sihir yang sangat sulit untuk diselesaikan menjadi satu sihir sempurna.
" Jadi, silahkan bertanya mengenai hal apa yang ingin kalian sampaikan kepadaku lebih dahulu dan setelah kalian, aku pun akan bertanya beberapa hal sebagai ganti informasi yang aku katakan. " jelasnya kembali mendominasi
" Kalau begitu~ langsung saja pada nama aslimu yang sesungguhnya serta dari mana asal usulmu hingga sebuah status dalam papan akhdar menunjukkan sesuatu yang sangat diluar pemikiran seperti ini... " ucap Listia setelah mengarahkan pandangannya pada Shofia dan dua saudaranya yang merespon dengan anggukan kepala
" Sama halnya seperti yang pernah aku bilang sebelumnya, aku akan menjawab pertanyaan itu dengan ucapan yang mungkin dapat membuat kalian percaya atas kebenaran. " jawabnya sembari mengingatkan mereka pada hal hal yang sempat dirinya ucapkan
Merasa bahwa insting mereka benar, baik dari Listia, Shofia dan Fra sama sama berfikir bahwa mungkin sosok yang ada dihadapan mereka akan mengucapkan sebuah omong kosong belaka. Mengingat beberapa saat sebelum dirinya datang, mereka ber empat telah memegang satu kesimpulan yang sebenarnya sangat bertolak belakang dengan sosok Anma yang sebenarnya.
" Hm~ yah... baiklah jika itu pertanyaan pertama kalian. Aku akan menjawabnya dengan penjelasan yang mudah kalian pahami. " balasnya sebelum menjelaskan
__ADS_1
Sesaat setelah mereka terlihat siap untuk mendengarkan, Anma pun mulai menjelaskan apa yang simpan selama ini.
" Karena informasi ini berkaitan dengan ucapanku pada Shofia beberapa hari lalu, maka aku akan jelaskan bahwa nama asliku adalah An..... " ucapnya menjelaskan