
" Rubah coklat pada rubah oranye...... Rubah coklat pada rubah oranye.... " Kata seorang berpakaian coklat yang bersembunyi di antara rimbunya pepohonan di sebuah jalan dekat perbatasan kota dan hutan.
" Rubah oranye mendengar jelas rubah coklat.... katakan apa yang terjadi.... " Jawab seorang dengan jubah oranye yang berada jauh di dalam hutan yang merupakan lanjutan dari jalan tempat rubah coklat berada.
" Daging manis mulai bergerak...... Panggil macan kumbang untuk bersiap dalam waktu dekat. Karena Badak putih melindungi daging manis " Rubah coklat memberikan jawaban pada Rubah oranye sembari melihat ke arah pintu gerbang dari sebuah kota yang lebih besar dari kota Rizn.
Ketika gerbang kota di buka, sebaris pasukan ber kereta kuda lengkap dengan beberapa pasukan berkuda keluar dari kota yang di maksudkan itu. Dari beberapa kereta kuda yang nampak membawa berbagai macam stok makanan dan tanaman herbal, terdapat sebuah kereta kencana berwarna putih dengan beberapa prajurit berpakaian pladin berjalan di sisi kiri dan kanannya.
" Rubah oranye menerima perintah. Macan kumbang akan berada di titik temu dalam waktu singkat " Seorang berpakaian oranye mengangkat tongkat yang ia pegang seolah memberikan sebuah kode.
Di sisi bawah perbukitan, sekelompok orang berpakaian petualang dengan penutup seragam merespon tanda dari rubah oranye dengan sebuah kain yang nampak seperti bekas baju yang masih bernoda darah.
......................
* drupak... drupak... drupak.... * deretan kereta kuda yang rubah coklat amati mulai masuk ke dalam hutan beserta seluruh rombongan yang termasuk di dalamnya para pladin yang melindungi kereta karavan.
" Senangnya....... " ucap seorang perempuan cantik berbaju putih ke merahan yang merenggangkan tubuhnya.
" Setelah menghadapi tuntutan tugas sebagai seorang Duce fraksi pendukung perdamaian, setidaknya aku akan menggunakan waktu liburku untuk kembali bertemu dengan adik adiku yang menggemaskan..." gumamnya sembari menikmati pandangan yang berupa pepohonan.
" Tapi.... Aku rasa pengawalan ini terlalu berlebihan, Max " ucapnya pada seorang yang duduk di sebelah kusir mengendalikan kereta kuda.
" Hehehe..... Tak apa Fra.... Lagi pula, kita hanya akan mengantarmu sampai kota Rizn dan setelahnya kita akan berpisah di jalan dekat perbatasan Kota Lacti dengan wilayah konflik di balik gunung terkutuk. " Jawab Max yang merupakan seorang pria yang mengenakan baju kesatria suci dengan corak emas sebagai tanda perbedaan dengan para pladin lainnya.
" Hm..... ?! Kamu yakin kita akan berpisah di sana? " ucapnya bertanya
" Tentu saja Fra... Lagi pun tugas utama kami adalah melindungi kereta kuda yang mensuplai barang kebutuhan untuk Kota Rondon sebagai kota yang berbatasan langsung dengan benteng kota iblis. " Jawab Max sembari tersenyum.
" Ne...... Ya baiklah... Setidaknya jaga dirimu yah... Dan jangan lupa menjemputku setelah kamu selesai mengantarkan suplai atau apapun itu tadi " Fra merespon balik jawaban dari Max
" Iya... Iya... Aku tidak akan melupa menjemputmu " Jawab Max dengan ekspresi yang sama.
" Kamu harus berjanji ya....? Lagi pun.... Aku masih sedikit kesal mengenai perlakuan Gordo yang selalu menggodaku tahun lalu. " Fra membahas seorang bernama Gordo.
__ADS_1
" Hehehehe.... Yah... Mau bagaimana lagi, tahun lalu kan bukan tugasku untuk mengantar suplai bulanan seperti ini. Terlebih lagi, walaupun Gordo nampak seperti itu, tapi setidaknya dia orang yang baik " Max menanggapi keluhan Fra.
" Tapi yah.... Bagaimana caranya aku mengatakan nya yah... Dia itu.... Ghrrrrrrrrrrrr " Fra mengangkat kedua telapak tangannya sembari meremasnya seakan sangat jengkel dengan sosok bernama Grodo.
" Hehehe.... Iya, aku paham maksudmu Fra.... Beberapa staf wanita di gedung defisit pertahanan juga merasakan hal yang sama sepertimu. " Jelas Max yang mencoba menahan tawanya
" Benarkah itu....? Tapi.... Kenapa orang seperti itu masih ada di pasukan pladin yang jelas jelas kelakuannya lumayan menyimpang dari apa yang seharusnya pasukan suci seperti pladin lakukan " balasanya pemasaran
" Entahlah Fra... Aku pun tidak tahu. Tapi kamu perlu bersyukur karena beberapa bulan lalu, ia diberhentikan secara paksa karna suatu hal " Max menjelaskan apa yang ia tahu.
" Hmp.....? Syukurlah jika begitu. Aku justru baru tahu jika Gordo telah di berhentikan darimu Max " Jawab Fra terkejut.
" Benarkah? Mungkin sesekali dalam beberapa kesempatan aku akan mengajakmu keluar supaya kamu tidak hanya terfokus pada pekerjaanmu itu dan melupakan dunia luar " Max mengusap kepala Fra dari lubang jendela yang mengarah langsung ke dalam kereta
" Jadi..... Dengan ini kamu memberanikan diri untuk mengajakku berduaan setelah hampir dua tahun kita berhubungan dekat " Fra menepuk tangan Max dan mulai berpindah ke sisi kursi yang lainnya.
" Hehehe.... Jangan bicara seperti itu.... " Max tertawa atas respon dari Fra.
" Bilang saja bahwa kamu takut akan ada rumor yang menyebar mengenai kedekatan kita berdua " Fra menunjukkan ekspresi kesalnya.
" Mengenai hal itu, sebenarnya pun aku tidak peduli selama perasaan itu murni dari dalam hati dan mungkin Lenastia akan marah jika mengetahui bahwa kamu lebih memilihku dari pada memilih nya " Fra mengalihkan pandangannya ke sisi hutan untuk menutupi ekspresinya yang sebenarnya.
" Hehehe..... Yah... Mau bagaimana lagi Fra, jika saja dia adalah orang yang pertama kali datang dan menyemangatiku sampai aku menjadi seperti ini, mungkin aku akan mengemis kepadanya walaupun keluargaku menolaknya. " Max mengingat masa lalunya.
" Sudahlah kejadian lama tidak perlu di bahas. Lagi pun semenjak kejadian itu, aku jadi jarang pergi dan berlatih bersama teman temanku di defisit pertahanan " Fra kesal.
" Maaf iya, Fra. Jika perkataanku menyinghung masa lalumu itu. " Max meminta maaf.
" Tidak.... Kamu tidak perlu meminta maaf seperti itu. Lagi pun, peristiwa waktu itu sudah direncanakan oleh yang kuasa. Jadi kita sebagai manusia hanya bisa pasrah dan bersabar atas ujiannya " Jawab Fra sembari menahan kesedihannya.
" Yah.... Sebagai mantan Jendral dari para pladin dari fron timur, aku selalu senang mendengar ketabahanmu dalam menerima setiap ujian itu Fra. " Max mencoba menghibur Fra.
" Sudah aku bilang jangan membahas waktu yang telah berlalu. Lagipula kekuatanku mungkin mulai melemah akibat dari tugasku yang baru sebagai ganti dari ibuku. " Fra mencubit perut Max dari sela sela baju baja yang ia kenakan.
__ADS_1
" Heheheh..... Iya iya.... Maafkan aku ya.. " Max memegangi bagian yang di cubit oleh Fra.
Bersama dengan larutnya mereka dalam berbagai macam topik pembicaraan, keberadaan mereka mulai mendekati wilayah dimana rubah oranye berada
" Macan kumbang dalam posisi " Seorang berpakaian hitam yang berada di dekat sebuah goa melaporkan pada rubah oranye mengenai kesiappannya.
" Lepaskan " Perintah Rubah oranye pada macan kumbang.
* dbrum...... * macan kumbang menggetarkan tanah dalam goa dengan goncangan yang kuat.
* Ghraaaaaaaagh....!!!!! * suara seekor monster meraung dari dalam goa tempat macan kumbang berada.
* dhm.... dhm..... dhm.... dhm..... * sesosok bayangan monster besar keluar diantara gelapnya goa tempat macan kumbang berada.
" ...Gleteranrsita.... Gate..." Macan kumbang merapal sebuah mantra teleportasi ketika sosok monster yang tidak diketahui itu telah berada di atas sebuah lingkaran yang sebelumnya telah macan kumbang siapkan.
" Dengan ini, aku nantikan bayaran yang telah kalian janjikan " Kata macan kumbang melalui sebuah bola kristal yang menunjukkan wajah Rubah oranye setelah sosok monster yang tidak diketahui itu menghilang.
" Tenanglah macan kumbang. Aku akan memberikan apa yang telah aku janjikan. Terlebih lagi... Rubah coklat juga sudah menyelesaikan tugasnya " Jawab Rubah oranye pada macan kumbang dengan sebuah senyuman pria yang menjijikkan.
" Aku harap rencana ini berhasil " Gumam macan kumbang sembari menyakukan bola kristal itu dan mulai berjalan ke posisi yang Rubah oranye janjikan.
* swarp... * Macan kumbang melakukan gerbang perpindshan untuk sampai di lokasi yang telah di janjikan
" Jadi, Rubah Oranye. Apakah kamu benar benar berfikir rencana ini akan berhasil? " Macan kumbang kembali bertanya atas keberhasilan rencana itu.
" Kamu tenang saja. Lagi pula, monster yang kamu pindahkan itu merupakan monster yang pernah ada dalam legenda yang tentunya kekuatannya sangatlah kuat. " Jawab Rubah Oranye
" Lagi pula masalah mengenai pasukan pladin yang di kirimkan kerajaan untuk mengawal, serta adanya Max sebagai pengawasnya bukanlah tandingan bagi monster itu. Terlebih lagi, beberapa orang bayaranku ada di antara pasukan itu. " Tambahnya.
" Aku harap kamu memegang kata katamu untuk menyerahkan si nona manis sebagai bayaran untukku " Kata Macan kumbang dengan nada berbisik.
" Akun akan menyerahkannya setelah kita berhasil menangkap nya. " Jawab Rubah Oranye aras permintaan Macan kumbang.
__ADS_1
" Jikalau anak buahku tidak menikmatinya terlebih dahulu " Tambah rubah Oranye sesaat setelah macan kumbang berjalwn menjauhinya.