Armageddon Maker 2nd Family

Armageddon Maker 2nd Family
Keinginan Flora


__ADS_3

*........* Anma yang terfokus pada pembicaraannya dengan Quinn dan Arc, tidak menyadari bahwa Flora sedang berusaha berbicara padanya.


" Ayah.... Ayah.... Ayah.... " Flora mennggoyang goyangkan tubuh Anma yang tidak merespon ucapn darinya.


" Aku sangat senang bahwa kalian bisa menerima rencana itu tanpa masalah. " Kata Anma sembari menganggukan kepalanya.


" Ne.... Ayah...... " Flora terus memanggil dan berusaha mendapatkan perhatian Anma.


" Aku pun setuju Anma. Lagi pula, aku juga yakin bahwa kamu sudah memikirkan ini dengan matang. Sampai sampai kamu mengeluarkan Arcanest demi rencana ini. " Quinn tertawa sesaat setelah menyetujui usulan Anma.


" Karena tuan mau memberikan kesempatan kedua untuk saya, saya akan berjanji bahwa kalih ini, saya tidak akan mengecewakan tuan dan nona Quinn serta menahan sebagian besar kekuatan yang saya milik agar kejadian itu tidak terulang kembali." Jawab Arcanest dengan senang.


" Hmph..... Ayah!!!!! " Flora kesal karena Anma masih belum merespom dirinya


Sembari melihat Anma yang terduduk dengan tatapan kosongnya, Flora mengabaikan sosok Laura yang tengah terdiam seakan memikirkan sesuatu secara serius.


" Ne.... Jika ayah bersikukuh seperti itu, maka Flora akan..... " Flora mendeatkan wajahnya ke arah Anma yang masih dalam tatapan kosongnya.


Sembari menahan sesuatu perasaan yang asing bagi dirinya, Flora terus mendekatkan wajahnya dengan mata yang terfokus pada bibir Anma.


* dhept * kedua tangan Anma memegang pundak Flora sebelum Flora sempat melakukan keinginan ya


" A....a... Ayah?! " Flora merasa malu atas apa yang ia lakukan.


* ........... * dalam keheningan di antara mereka berdua, Flora berusaha keras untuk lepas dari pegangan Anma.


" Flora.... Bukankah ayah sudah bilang, bahwa Flora tidak boleh melakukan hal seperti tadi." Anma menatap mata Flora yang berada cukup dekat dengan wajahnya.


" A... A... A... " Flora tidak mampu berkata kata


* swussp....... Dhept....... * Anma mendorong tubuh Flora dengan kedua tangannya kebelakang sesaat sebelum menariknya kembali untuk jatuh ke dalam pelukannya


* kecupt* Anma membunyikan sebuah suara kecupan di sebelah telinga Flora.


Perasaan terkejut, senang dan malu bercampur menjadi satu disaat ayahnya melakukan hal yang tidak pernah diharapkan olehnya.


Merasa bahwa dirinya tidak mampu menahan rasa malu itu pun, pada akhirnya Flora memilih untuk berubah dan kembali ke bentuk hati dan menyatu dengan Anma.


" Nhmo..... Ayah!!!!! " Kata Flora kesal.


" Heheheh..... Iya, Flora. Apakah ada yang bisa ayah bantu " Kata Anma sembari menggoda


" Emph!!!!! Terserah kata ayah!!!! " Flora meluapkan amarahnya sembari mempererat akar akar yang menancap pada tubuh Anma.

__ADS_1


" Hehehehe...... Iya sudah, ayah minta maaf..... ayah minta maaf. " Anma meminta maaf dengan nada bercanda.


" Ayah minta maaf karena tadi sempat mengabaikan Flora sebentar. Karena ada sesuatu yang sedang ayah bahas bersama Quinn dan Arcanest lewat telepati.


" Hmph..... " Flora mengabaikan Anma.


" Ne... Flora.... Saat kamu mengabaikan ayah, ayah jadi mengingat sebuah kejadian di masa dimana kamu dan Liah bertengkar karena memperebutkan perlakuan istimewa dari ayah " Kata Anma sembari mengusap bagian yang dirasa sakit ketika Hati Flora memperdalam jeratan akarnya.


" Hem...?! " Flora mengabaikan Anma namun dengan nada yang telah berubah


" Apakah kamu ingat saat diamana Liah yang sedang memeluk ayah tiba tiba di dorong oleh mu? Lalu kamu membuat Liah menangis? Heheheh..... " Anma kembali mengingat masa lalunya.


" Em.... " Flora mulai merasa tidak enak kepada Anma.


" Hmph.... Itu adalah hari paling indah dimana kita hidup dan saling membantu " hembus nafas panjangnya setelah mengusap air matanya yang mengalir tanpa sadar.


" Ne.... Ayah.... Sudahlah.... Jangan membahas masa yang telah berlalu " Flora mulai berbalik menenangkan Anma.


Laura yang ada di samping Anma mencoba mendengar apa yang Anma gumamkan sesaat setelah melihat sosok Flora menyatu dengan tubuhnya


" yah.... Itu adalah masa yang telah berlalu. Tapi, jika mengingat kejadian masa kini, ayah sangat sedih ketika keluarga kita harus menderita disaat ayah tidak menemani mereka " Anma merenung


" Ne.... Sudahlah ayah.... " Flora berubah kembali ke wujud aslinya dan duduk di antara Laura dan Anma.


* Hphm.... * Anma membasuh wajahnya dengan kedua tangannya untuk menghapus air matanya.


" Hmph.... Flora.... Ayah minta maaf ya... Karena mengabaikan Flora tadi " Anma kembali tersenyum dengan wajah yang ceria.


" Hehehe.... Iya... Flora maafkan. " Flora langsung memeluk Anma kembali.


" Ini baru anak ayah.... " Anma mengusap punggung Flora sembari beberapa kali menepuk nepuk nya seperti yang dia lakukan kepada Laura.


Laura yang melihat kedua orang di hadapannya secara tidak langsung memahami bahwa sosok Anma pun memiliki masalah yang lebih besar darinya.


" Ano... Anma.... Maaf karena aku tidak tahu bahwa masalahmu lebih besar dari yang aku hadapi. " Laura menyapa Anma yang sedang memeluk Flora.


" Ah... Iya... Tak apa. Maaf juga jika aku memperlihatkan sisi lemahku padamu setelah aku bersikap sangat dewasa sebelumnya " Anma tertawa setelah menyadari bahwa Laura masih ada di sampingnya.


" Oh iya, karena waktunya sangat pas, aku akan mengenalkanmu pada Flora. " Anma mengingat hal yang ia ingin bicarakan dengan Laura.


" Bukankah yang kamu peluk itu adalah Flora itu sendiri? " Jawab Laura atas perkataan Anma.


" Iya, kamu benar. Yang aku maksudkan adalah.... " Anma melepas pelukannya dari Flora yang kemudian menjelaskan sifat Flora pada Laura.

__ADS_1


" Benarkah itu? " Laura terkejut ketika Anma mengatakan bahwa kelakuan Flora berbanding terbalik dengan tubuh aslinya.


" Hehehe..... Iya.... Flora memang seperti itu. " Flora membenarkan mengenai apa yang Anma katakan.


" He.....? " Laura tidak percaya.


" Oleh karena itulah Laura, sedari kemarin aku ingin membahas hal ini denganmu. " Jelasnya dengan mempererat pelukkannya sesaat lada tubuh Flora untuk melepaakan kesedihan yang tersisa


" Em... Iya... Itu..... " Laura bingung harus berkata apa.


" Ne.. Ne... Apakah Laura akan mengajarkan Flora, cara menjadi seorang wanita yang dewasa? " Flora memegang kedua tangan Laura dengan wajah penuh harapan.


Laura yang masih kebingungan sempat mengarahkan pandangannya ke arah Anma. Namun Anma hanya tersenyum seolah berkata " Seperti itulah Flora "


Dalam posisi yang kebingungan, Laura menarik tangannya dari Flora dan bergantian dengan tangannya yang memegang tangan Flora.


" Ne... Dik Flora, aku sangat senang mengenai tawaran itu. Tapi... Aku pun tidak tahu bagaimana cara mengajarimu supaya menjadi sesosok wanita dewasa. " Kata Laura sembari memendekatkan tangan Flora ke arahnya.


" Hm...... Tapi ayah bilang kamu adalah orang yang paling cocock untuk itu. " Flora kecewa.


" Jikalau jawabanmu seperti itu, akupun tak masalah Laura. Setidaknya aku hanya berfikir seperti itu karena kamu sanggup menerima setiap masalah dengan lapang dada " Anma mengusap kepala Laura da Flora bersamaan.


" Kalau begitu Flora, ayah akan terus mengawasimu dan berusaha mengajarkan sesuatu yang bisa ayah ajarkan. Dan untuk Laura, kamu akan aku beri waktu untuk memutuskan dua tawaran yang tersisa " Anma tersenyum sembari membungkukkan diri untuk menyetarakan tingginya dengan mereka berdua.


" Yey..... Flora sayang ayah " Flora langsung bersorak dan melemparkan tubuhnya ke arah Anma yang masih membungkukkan diri.


* dbuk...... * Anma dan Flora terjatuh ke belakang dan menghancurkan meja yang ada di belakangnya.


" Aduh....!! " Laura merasa bahwa itu adalah sesuatu yang mengerikan bagi orang normal.


Namun Anma dan Flora justru tertawa senang seolah tidak terjadi apa apa.


Setelah Anma bangkit sembari menggendong Flora, meja yang semula patah kembali ke bentuk semula tanpa adanya kecacatan begitupun pada tubuh mereka berdua yang masih mulus tanpa adanya luka.


" Kalau begitu sudah dulu ya Laura. Aku akan pergi menemani Flora sebentar " Anma meminta ijin untuk pergi.


" Sampai jumpa lagi Laura " Flora melambaikan tangannya di atas gendongan Anma.


" Ah... Iya... Sampai jumpa lagi.... " Laura secara tidak sadar merespon salam perpisahan Flora.


" Ne... Ayah... Ayah akan menemani Flora di kebun lagi kan? " Flora turun dan menarik Anma dengan penuh keceriaan


" Iya... Iya... Ayah akan menemani Flora kemanapun Flora pergi " Sembari tersenyum senang, Anma pun mengikuti Flora.

__ADS_1


" Ya ampun.. Ada juga yah keluarga seperti ini " Laura menutup mulutnya ketika tertawa melihat kebarsamaan Flora dan Anma.


__ADS_2