
Ternyata dalam sebuah kenyataan tiga tahun itu sebuah waktu yang tidak terlalu panjang untuk di isi dengan berbagai kisah dan kisah gue sebagai anak asrama walau sudah bertahun-tahun yang lalu, terasa takan pernah hilang dan berbekas di memory akan ter save di hard disc kepala tanpa terkena Virus yang bisa menghapusnya.
Masih tergambar jelas di ingatan, di bawah terik matahari tepat di atas kepala terlihat jelas kejadian berdesak-desakan untuk mengambil nomor kamar, bercucuran keringat, menahan lapar dan rasa haus, tetapi yang paling berat ternyata menahan emosi menghadapi kenyataan untuk jauh dari keluarga.
Masih terbayang nyata saat gue memandangi mata-mata sembab pada calon teman-teman seperjuangan, yang memeluk para orang tua tercinta yang juga berat melepas putra dan putri nya untuk jauh dari sisi mereka.
Apa anak ku kuat?
Apa anak ku akan baik-baik saja?
Apa anak ku bisa melewati ini?
Dan apakah anak ku sanggup meraih cita-cita?
Ya Allah, berilah perlindungan dan kekuatan kepada putra dan putri kami untuk menjalani semua ini...!!!
Sesungguhnya hanya itu yang ada di dalam hati dan fikiran orang tua semua saat itu. Yaaa...!!! hanya do'a-do'a dan semua mimpi berbentuk harapan untuk kebahagiaan putra dan putrinya kelak di kemudian hari. Bahkan kebahagiaan mereka para orang tua jika melihat putra dan putrinya tersenyum kala waktu berpisah, berada urutan lebih atas di banding kebahagiaan yang mereka jalani dan rasakan sendiri.
__ADS_1
Selama tiga tahun ini pula mereka menanti jawaban dari sebuah kenyataan...!!!
Dan masih dalam moment pertama yang teringat jelas di fikiran, komat-kamit mulut senior mengeluarkan suara menggelegar, membelah fikiran dan hati, serta menyadarkan lamunan dan kegalauan hati. Memberi latihan lahir batin yang maximal selama 10 hari berturut-turut dari mulainya terbuka mata dan mentari pagi tersenyum ceria sampai tiba waktu mentari bersedih meninggalkan tugasnya berganti dengan malam mencekam.
Tidak sedikit gue ingat teman-teman yang telat, permisi, salah sedikit ini, lupa sedikit itu, di beri hukuman yang cukup memalukan. Menjadi pelampiasan emosi senior yang meledak-ledak membuat ruangan kelas aula itu bergema atau juga menjadi bahan lelucon yang pasti, saat itu ku rasa kami seperti topeng monyet yang di kelilingi manusia sambil tertawa lebar sampai terlihat tonsil dan gerahamnya. Tapi semua hanya mampu diam seribu bahasa dengan bermodal wajah lugu, wajah bodoh, wajah minta di kasihani, wajah teraniaya dan semua ada pada sebuah tatanan tradisi yang selalu di jadikan alasan klasik untuk melakukan hal-hal yang tidak masuk akal tersebut dan wajah-wajah penuh kemenangan untuk senior-senior galak, serta wajah malaikat untuk senior yang baik dan semua ekspresi ada saat itu tanpa sadar kalau semua itu merupakan bagian dari satu sistem yang membentuk kepribadian kuat dalam melangkah terjun ke lingkungan masyarakat luas.
Walau dendam, amarah, caci maki terbungkus di dalam hati membalut raga dengan ketidak mampuan mengenali waktu serta keadaan yang benar-benar membuat mata hati menjadi buta dan telinga menjadi tuli, akan tetapi tanpa sepuluh hari itu kenangan-kenangan yang jika saat ini terbayangkan tidak akan terasa indah dan pastinya tidakan lengkap tanpanya.
Lain hal nya pembekalan masa Pengenalan Program Study (PPS) yang selama sepuluh hari, lain juga hal nya dengan pembekalan diri di asrama yang wajib di jalani selama satu tahun. Ternyata sepuluh hari yang sangat mendebarkan yang di pastikan hingga membuat berat badan turun draktis, hanya sekedar ucapan Congratulation untuk mengatakan "Welcome to dormitory, you must be strong! You must be patient! and everything will be fine"
Benar-benar menjadi sebuah awal yang mendebarkan dan menegangkan untuk ditelusuri kelanjutannya di kisah-kisah selanjutan yang bakal terbias dengan dendam atau pelampiasan hasrat hati melepaskan beban yang lama sudah terpendam dan pecah tumpah ruah begitu saja.
Dan praktikum dari Teori Darwin pun di mulai saat itu.
Masih terekam di telinga kalian jeritan yang berbunyi : "Semua Adek berkumpul di gang kamar" yang di dengar setiap malam dan harus di patuhi setiap saat. Dan permainan-permainan pun akan di mulai setiap malam tersebut, bahkan sampai pergantian hari pun belum juga di bebaskan dari perkara-perkara yang nggak jelas asal dan keberadaannya.
Ya...!!!, itu lah permainan setiap malam, permainan yang sangat menyenangkan bagi senior dan penderitaan bagi junior, yang nggak salah menjadi selalu saja ada salah, yang sebenarnya wajar di anggap fatal insident, dan hukum-hukum senior pun berlaku
__ADS_1
Pasal 1 : Senior tidak pernah salah.
Pasal 2 : Jika senior salah lihat pasal 1.
Benar-benar mendiskriminasi dan sudah kita lewati selama satu tahun itu.
Di mana masa-masanya kita harus terus memasang wajah lugu nggak jelas maksud dan gunanya, mencoba menahan diri untuk tidak menunjukan sifat asli yang mungkin aslinya pemarah, pembangkang, pengacau, pengkritik, yang preman, atau petinju sekalipun harus menutupinya di depan senior semua wajib harus berperan menjadi malaikat yang manis salama setahun itu. Atau yang pecinta lelaki, yang gemar pacaran, yang suka berdandan, bergaya, yang hobby jalan-jalan, yang hobby makan dan semua juga akan berperan dengan peran menjadi anak rumahan yang berdiam diri tanpa keluar selama dua semester.
Yang pemalas harus menjadi rajin, karena tuntutan membersihkan asrama setelah sholat subuh, yang gampang lelah harus menjadi kuat 24 jam. Karena senior harus melihat koridor ruangannya bersih walaupun sebenarnya mereka yang mengotorinya sendiri, lagi-lagi kita jadi kambing hitam mereka dan tidak pernah terlupa memberi cendera mata satu set titipan mangkok katering dan djerigen air minum untuk di ambilkan sekalian saat mau berangkat makan ke ruang makan dan titipan itu harus sudah ada di hadapan senior di kamar. Itu lah mereka, sambil menyelam dapat mutiara pula, karena kalau minum air pasti tidak enak rasanya, tapi bagi junior sudah jatuh tertimpa tangga, di tabrak becak yang melaju dengan kencang, lalu terkena cipratan lumpur saat jalan berlubang di terpa hujan semalam khiasan melengkapi penderitaan.
Dan untuk beberapa orang yang sedikit punya keberanian untuk menunjukan sifat asli atau mengungkapkan ekspresinya, jika di anggap salah dengan senior akan di undang langsung ke kamar para senior untuk menghadap mengakui sebuah kesalahan yang belum tentu dilakukan karena penilaian sebuah kesalahan itu hanya menurut senior dan ini sebuah penilaian tanpa harus ada bantahan dan pembenaran akan diri dan sebagai bonus peringatan tegas, jelas, padat tapi tak singkat, tidak lupa juga dengan embel-embel format dan asuhan keperawatan sebagi oleh-oleh yang menjadi alasan sebuah kenyataan yang tidak pernah ada dan tidak penting sekali untuk di dengarkan dan di terima dalam kepala.
Ada juga junior yang pintar mengambil hati dan jarang untuk membuat panggilan bertuju kepadanya, yang gemar beribadah selalu menjadikan sebuah alasan yang tepat untuk menjawab dan pembelaan diri ya..! Semoga saja beribadah ikhlas bukan karena ada hal-hal lain dalam mencari keuntungan sendiri walau pun akan tetap pernah merasakan juga imbas nya sekalipun dari kesalahan teman.
Tapi ada juga senior yang tidak pernah peduli dengan semua yang sia-sia itu, suara yang kadang terdengar di sekitarnya di karenakan berkumpulnya senior dan junior dalam sebuah ruangan menjadi musik yang indah sebagai pengantar tidur dalam peristirahatan yang sangat-sangat menggoda untuk segera di nikmati.
Ini ringkasan dalam sebuah gambaran untuk di bayangkan dengan imajinasi kelanjutan masing-masing dengan kejadian seperti apa dan bagaimana sebenarnya yang pasti penuh pelajaran dan ujian dalam season pertama.
__ADS_1