ASRAMA TANPA WADAH

ASRAMA TANPA WADAH
BAB 8 : KAKAK ANGKAT


__ADS_3

Kerja bakti merupakan kegiatan rutin yang lakukan di asrama yang di laksanakan setiap hari sabtu pagi dan ini pun bagian dari PPS (Pengenalan Program Study) Sekolah Perawat Kesehatan Kotabumi, Lampung Utara dan merupakan program untuk mengenalkan kegiatan asrama, lingkungan asrama kepada siswa-siswa baru di asrama ini.


Kegiatan ini menanamkan nilai peduli lingkungan pada diri masing-masing penghuni. Tidak hanya kebersihan kamar yang menjadi fokus penghuni asrama, tetapi juga lingkungan asrama secara keseluruhan dan lingkungan masyarakat sekitar yang harus tetap menjadi prioritas dalam hal kebersihan.


Kegiatan yang bersifat tidak wajib ini sebagian besar dilakukan secara eventual. Kegiatan dilaksanakan secara terpusat maupun di masing-masing asrama. Kegiatan-kegiatan ini biasanya tersusun terjadwal dan berawal mula dari penghuni dan berdasarkan aspirasi penghuni, sehingga secara sukarela penghuni mengikuti kegiatan ini.


"Besok semua tanpa terkecuali akan melaksanakan kerja bakti tanpa memandang senior dan junior, pelaksanaannya setelah apel pagi dan akan di bacakan sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh petugas piket asrama. Untuk yang dinas pagi berangkat praktek lapangan ke Rumah Sakit HM Ryacudu Kotabumi selesai kerja bakti dan untuk yang dinas malam selesai dinas pun akan melaksanakan kegiatan yang sama!" Ucap pak Yadi Nugroho sebagai pembina apel malam ini.


"Baik pak!" Jawaban serempak semua mahluk-mahluk asrama yang mengikuti apel malam.


Selesai apel malam, semua kembali ke asrama masing-masing dengan rencana yang cukup matang yaitu merebahkan diri di singgasana peristirahatan yang terasa sungguh nikmat untuk di bayangkan, selesai Sholat subuh semua penghuni asrama akan mengadakan serangan fajar membersihkan semua ruang-ruang di asrama, baik ruang kelas, ruang makan dan dapur maupun ruang kamar masing-masing karena itu di buat pembagian jadwal untuk melaksanakannya.


"Ham, elo besok dapat jadwal kerja bakti di mana?!' Tanya Sam pada Ilham.


"Kan besok setelah selesai apel pagi di bacakan jadwalnya Sam!" Jawab Ilham.


"Iya, biasanya malam sudah ada bocorannya masalah jadwalkan!?" Jawab Sam.


"Istirahat saja lah, jangan di buat mikir terus tuh kepala ntar stress sendiri, besok ya besok mikirnya!" Jawab Ilham.


"Setuju Ham, mendingan kita istirahat kan!" Sambungan Made dari bawah tempat tidur dua tingkat kebetulan satu tempat tidur dengan Ilham, Ilham di bagian atas sedangkan Made di bagian bawah.


***


Di pagi hari yang cerah, semua makhluk asrama sudah bersiap memulai berperang melawan kekacawan yang terjadi di setiap ruangan untuk di bersikan serentak, dengan senjata perang yang sudah di persiapkan seperti sapu lidi dan sapu ijuk, pengering, lap pel, ember dan masih banyak lagi yang lainnya.


Dengan berbaris teratur saat apel pagi, menunggu nama-nama di sebutkan oleh sang petugas piket asrama, semua mendengarkan dengan seksama, yang namanya sudah di panggil langsung menuju lokasi.


Setelah kegiatan Kerja Bakti Massal atau dulu lebih di kenal dengan "Bongkaran Asrama" istilah anak asrama dalam menamai kegiatan kerja bakti tersebut.


Para siswa baru langsung kembali ke aula untuk melanjutkan sosialisasi Pengenalan Program Study (PPS) dan untuk kegiatan acara hari sabtu ini murni di lakukan untuk mendapatkan sebanyak-banyaknya tanda tangan karena pihak panitia sengaja mengundang semua senior-senior untuk hadir di hari ini dan acara sosialisasi itu di rencanakan berlanjut malam hari sampai Sholat Isy'a.


Inilah kesempatan semua siswa baru untuk mengejar ketinggalannya dalam mengumpulkan minimal 100 tanda tangan kakak-kakak seniornya untuk syarat lulus dalam Pengenalan Program Study (PPS) kalau tidak memenuhi syarat tersebut maka siswa baru itu wajib mengikuti program ini di tahun selanjutnya.

__ADS_1


"Kak, kami berdua boleh minta tanda tangannya?" Tanya Ilham yang kebetulan bareng dengan Rosa menemui satu kakak senior cowo' yang ada di lokasi aula.


"Boleh, nama siapa?" Tanya kakak senior cowo' itu.


"Ilham kak!" Jawab Ilham.


"Kalau yang cewe' siapa namanya?" Tanya kakak senior cowo' itu pada Rosa.


"Rosa kak!" Jawab Rosa.


"Sudah tahu nama saya?" Tanya kakak senior cowo' itu lagi.


"Sudah kak, kak Anthony!" Jawab Ilham.


"Hmmm... Belum kenalan kok sudah tahu nama ya?!" Tanya Anthony.


"Kak Ranti yang kasih tahu kak!" Jawab Rosa.


"Baik kak!" Jawab Rosa.


Rosa bergegas berjalan untuk menemui Ranti, sampai di tempat Ranti terlihat masih sibuk memberikan tanda tangannya kepada teman-teman Rosa dan Ilham yang belum mendapatkan tanda tangannya.


"Ada apa Cha?" Tanya Ranti melihat Rosa yang diam membisu memperhatikan kesibukannya.


"Itu kak, kak Anthony menyuruh Rosa memanggil kak Ranti untuk bertemu dengannya karena tadi Rosa dan Ilham bilang kalau tahu nama kak Anthony dari kak Ranti!" Jelas Rosa.


"Oooh... Tunggu sebentar ya Cha!" Jawab Ranti.


Beberapa menit kemudian...!


"Ada apa Thon!?" Tanya Ranti pada Anthony.


"Mereka berdua, Ilham dan Rosa katanya dekat sekali ma elo ya!" Tanya Anthony.

__ADS_1


"Ohh... Memangnya kenapa, ada yang salah dalam hal itu?!" Tanya Ranti santai.


"Masalahnya kalau elo bantu mereka berdua seperti itu kasihan dengan kawan-kawan mereka lainnya dong Ti!" Jelas Anthony.


"Ya silahkan saja mereka mencari kakak angkat sendiri, simpel kan! Sekarang mereka berdua adik angkat gue selama mereka di asrama ini!" Jelas Ranti.


Satu lagi kebiasaan antara senior dan junior di asrama, mengangkat adik dan kakak sebagai kakak angkat sebuah hal yang biasa terjadi, karena dalam keadaan jauh dari orang tua dan di asrama di perlukan seseorang yang menemani dalam pemecahan masalah, sebagai pelindung dan pembela dari keisengan kakak kelas lainnya, dan juga sebagai teman bercerita segala hal yang berkaitan dengan asrama karena hal itu maka kakak angkat terjalin dengan begitu adanya.


Pencarian kakak angkat di dasari dengan pertemuan yang tidak di rencanakan, bisa jadi seorang kakak kelas melihat dari tingkah laku adik kelasnya itu terlihat baik dan terkihal sopan juga santun, bisa jadi karena sesama suku, bisa jadi karena satu alumni saat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dulunya dan bisa jadi karena hal-hal lainnya dan rata-rata bisa di katakan semua siswa baru mempunyai kakak angkatnya masing-masing.


***


Banyak kejadian-kejadian yang unik di luar nalar dan pikiran dalam pelaksanaan sosialisasi Pengenalan Program Study (PPS). Untuk mendapatkan satu saja tanda tangan terkadang harus memakan waktu yang cukup lama karena syarat dalam mendapatkan tanda tangan itu seakan-akan terlalu berlebihan.


Sebagai contoh saja dua orang siswa baru untuk mendapatkan tanda tangan seorang kakak kelas senior harus melakukan tugas ringan sebenarnya namun di buat berulang-ulang. Jadi seharusnya waktu yang ada bisa di manfaatkan untuk mendapatkan lebih dari satu tanda tangan jadi terganggu dengan keinginan sang senior yang lebay.


"Kalian berdua namanya siapa?" Tanya seorang kakak senior cowo' yang bernama Sumardi.


"Saya Jhon kak!" Jawab Jhon.


"Saya Sam kak!" Jawab Sam.


"Kalian berdua, Jhon dan Sam kalau mau mendapat tanda tangan saya, harus menghitung keramik ruang aula ini. Jhon kamu mulai menghitung dari pojok depan kiri ruang aula, sedangkan Sam kamu menghitung keramik ruang aula mulai dari pojok belakang kanan, jumlah harus pas ya, jika ada selisih dalam hitungan kalian berdua wajib mengulang kembali sampai jumlah totalnya sama!" Jelas Sumardi.


Bagaimana mau sama kalau keramik lantai ruang aula itu ada yang setengah dan seperempat potong keramik, sudah di hitung dengan benar pun kadang saat menghitung di tegur dengan kakak kelas lainnya "Hey, lagi apa!?" Tanya seorang senior cewe' saat itu dengan isengnya.


"Menghitung keramik kak!" Jawab Sam.


"Oooo...ya lanjutkan!" Balas kakak kelas cewe' itu.


Karena Sam lagi menghitung tanpa di catat hanya di ingatnya di pikirannya, lalu di tegur seperti demikian oleh kakak kelas, mau tidak mau Sam harus menjawabnya karena kalau tidak di jawab bakal panjang urusannya nanti.


Akhirnya penghitungan jadi terlupakan dan mulai menghitung dari awal kembali.

__ADS_1


__ADS_2