
Kruyuuuuk…!!!
Ika menahan rasa laparnya sekuat tenaga karena pel yang terpaksa harus ada di genggamannya sampai ia selesai membuat tempat dimana dia berada sekarang sebersih mungkin. Ia benar-benar tak habis pikir mengapa guru Pelajaran Ilmu Syaraf yang seperti orang mati rasa itu tiba-tiba ngamuk melihatnya tertidur di kelas. Bahkan sampai menghukumnya untuk membersihkan kamar mandi di lantai dua. Mending kalau hukuman dijalankan setelah istirahat.
"Astaga, tampaknya perutku sudah tak tahan lagi." kata Ika setelah mendengar suara tidak asing dari dalam perutnya. Tapi, jelas dia tidak bisa berbuat apa-apa untuk mengatasinya.
Sudah setengah jam ia menjalankan hukuman. Kamar mandi laki-laki yang sudah dua tahun lebih menjadi tempatnya berekskresi di sekolah itu sudah cukup bersih. Tapi, itu sama sekali tidak membuatnya senang. Setelah ini, masih ada satu kamar mandi lagi yang harus dia bersihkan. Dan kamar mandi itu adalah kamar mandi perempuan!!!
Bukan apa-apa. Masalahnya, jam istirahat belum selesai. Beberapa siswi pasti masih berada di sana untuk berbincang-bincang. Kalau dia berani-beraninya masuk ke sana dengan tenang, dia yakin keluar-keluar dari sana pasti akan banyak benjolan di wajahnya. Atau minimal pipinya pasti merah karena apa yang dia lakukan.
"Guru pelajaran Ilmu Syaraf itu benar-benar habis kalau terjadi apa-apa setelah ini!" keluhnya sebal. Ia meletakkan pel di tempat semula. Kemudian, ia mencuci wajahnya di wastafel sejenak untuk menyegarkan kedua matanya yang sudah mulai mengantuk lagi.
***
Team basket Sekolah Perawat Kesehatan Kotabumi anggotanya semuannya pada sibuk berfikir untuk mencari akal supaya para guru Sekolah Perawat Kesehatan Kotabumi mengijinkan White Team basketnya untuk mengikuti pertandingan itu. Anggota White Team basket itu hampir semuanya anggota OSIS. Jadi tidak salah jika para guru tidak mengijinkan White Team basket mengikuti pertandingan itu. Karena sebentar lagi akan diadakan pemilihan anggota OSIS yang baru.
Seperti Ilham saat ini. Dia bersama made serta kekasihnya sedang memikirkan bagaimana caranya supaya para guru mengijinkan. Di kamar asrama sahabatnya itu, Ilham memikirkan segalanya bersama dengan sahabatnya itu. Dirinya ingin sekali mengikuti pertandingan itu.
"Loe ada ide nggak." Tanya Ilham kepada Made.
"Ide apaan. Semua ide yang gue punya nggak ada yang mempan. Jhon kemarin juga ngasih ide ke anak basket yang lain, tapi tetep aja gagal." Jawab Made dengan lesu.
"Gue punya ide. Tapi ini harus butuhin tenaga yang ekstra banget. Gue nggak yakin sih, para guru bakalan sependapat sama gue." Ujar Ilham.
"Emang ide loe apaan?" Tanya Made.
"Pertandingan basket sama pemilihan anggota OSIS yang baru kan beda 1 bulan tuh waktunya. Gimana kalo pemilihan anggota OSIS nya kita undur ajah. jadi setelah pertandingan itu selesai kita punya waktu 2 bulan buat pemilihan anggota OSIS." Terang Ilham.
"Pendaftarannya?" Tanya Made.
"Pendaftarannya 1 minggu lagi aja. dan setelah pertandingan itu selesai baru kita mikirin pemilihan anggota OSIS yang baru. Gimana?" Jelas Ilham langsung bertanya akan pendapat Made.
"Gue setuju banget sama loe. ide cemerlang bro. hahaha...! Gue yakin para guru bakalan setuju sama ide loe itu. Gue aja setuju banget tuh sama ide loe. Kapten basket Sekolah Perawat Kesehatan Kotabumi plus ketua OSIS Sekolah Perawat Kesehatan Kotabumi emang the best deh. Sembari kita juga menunggu hasil dari Rosa dan Vina akan pengaruhnya terhadap Kepala Sekolah Perawat Kesehatan Kotabumi, jadi sudah ada jalan keluar yang bisa dipakaikan!" Semangat Made.
"Alay banget deh loe. tapi semoga ajah deh para guru mau dengerin pendapat gue. Hahaha...! Gue nggak nyangka loe bakal sependapat sama gue." Balas Ilham.
"Secara bro, ide loe cemerlang banget. Ckckck, gue nggak nyangka loe punya pemikiran kaya gituh." Balas Made.
"Iya dong, Ilham gitu." Ucap Ilham seraya menaikkan kerah bajunya.
__ADS_1
"Sombong. Oya Cha, loe kok masih sama Ilham. Mau kemana lagi loe berdua. Mau pergi lagi yah." Lanjut Made bertanya.
"Nggak De, gue tadi habis nemuin Vina dan Vina juga setuju, dia mau menolongin White Team Sekolah Perawat Kesehatan Kotabumi juga." Ujar Rosa menjelaskan.
"Ooohhh, mantap deh kalian berdua!." Ucap Made.
"Pulang yuk Ham, udah lelah banget." Ujar Rosa.
"Ok, sayang. Bro, gue pamit dulu yah. Thanks banget buat waktu loe. besok kita omongin ini lagi bareng anak-anak yah. See you bro." Pamit Ilham.
***
Ilham langsung membantingkan tubuhnya begitu sampai di kamar asrama setelah dia mengantarkan Rosa balik ke asrama putri A. Harinya di kelas hari ini benar-benar membuatnya lelah.
Ilham juga sama lelahnya dengan Made. Ia juga melewati semua yang dilewati sahabatnya tadi siang. Benar-benar mengerikan. Namun, yang jelas setelah ini pasti akan terjadi masalah di antara mereka.
"Elo memikirkan kejadian tadi?" tanya Ilham sambil mengangkat badannya sedikit dan menopangnya dengan sikunya.
Made menoleh ke arah sahabatnya. Ia mengangguk. "Kurasa dia masih dendam kepada kita, Ham." Lanjut Made.
"Lalu kita harus bagaimana? Apa kita harus memberitahu yang lain tentang ini?" Ucap Ilham.
Ilham menghela napas. Ia menggelengkan kepala. "Tidak. Kita harus menyimpan semua dulu, De. Demi persahabatan kita." Jelas Ilham
Made mengangguk...!!!
Made bangkit dari tidurnya, kemudian langsung berjalan menuju lemari pakaian untuk mengambil baju basket.
"Elo ingin kemana?” tanya Ilham sambil mengernyitkan dahinya melihat baju basket yang ada di tangannya dan meletakkan baju basketnya di tempat tidur, kemudian mengambil celana pendek hitam dari lemarinya.
"Oh, apa gue belum cerita?" tanya Made membalikkan badannya menatap sahabatnya. "Nugroho mengajak gue bermain basket di lapangan. Mie ayam gratis di kantin besok menjadi taruhannya. Menyenangkan, bukan?" Ucap Made.
Ilham mengangguk. "Kalau begitu, pastikan elo menang!" Ucap Ilham tersenyum.
Made tertawa, kemudian menjitak Ilham. "Elo itu ada-ada saja! Perbuatan elo itu akan menyenangkan tapi akan membuat elo banyak dosa. Jangan banyak tingkah, ingat kita harus masuk di pertandingan Basket antar kota, sebagai ketua OSIS pun elo harus meyakinkan dewan guru kalau elo bisa membagi waktu dan satu lagi pelajaran tetap nomor satu karena itu belajarlah dengan baik!" Ucap Made menasehati.
***
"Hei, anak baru!" seru seseorang ketika sedang asyik-asyiknya menghafal.
__ADS_1
Toni yang agak kaget dengan seruan itu langsung menoleh ke arah sumber suara. Dari kejauhan tampak seorang anak cowo' yang tinggi datang menghampiri. Ia memakai kaus hitam dirangkap dengan jaket hoodie. Celananya panjang. Kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku celana panjangnya tersebut. Tapi, Toni tidak mengenalnya.
"Ternyata elo yang masuk tim inti White Team basket Sekolah Perawat Kesehatan Kotabumi" katanya sambil tersenyum miring. Namun, senyum itu sama sekali tidak tampak seperti senyum senang. Ia melihat Toni dari ujung rambut sampai ujung kaki. Kemudian, ia mendengus.
Toni mengernyitkan dahinya...!
"Iya, elo masih junior, kan? Bukan tandingan gue buat saingan ama elo next." kata cowo' itu lagi. "Gue juga anak basket. Kalau elo cukup berani untuk melawan gue, gue akan datang ke lapangan di Komplek asrama esok hari. Jam tiga sore dan jangan terlambat." Ucap cowo' itu lagi.
Toni mengangguk polos...!
"Oke, sampai jumpa, anak baru." kata cowo' itu. Ia membalikkan badannya dan pergi meninggalkan Toni sendirian. Toni yang menatap kepergiannya hanya bisa diam. Walaupun ia begitu heran, ia tetap senang. Tiba-tiba diajak bermain basket bersama dengan teman baru jelas akan sangat menyenangkan.
***
DUK.. DUK.. DUK..
"Gue tidak akan merelakan elo menang, kak Made!" Nugroho berseru kencang sambil melakukan dribble dengan bola basketnya, berusaha melarikan diri dari halangan Made yang berusaha merebut bola. Sekarang memang ada di tangannya. Sejak pertandingan dimulai tadi, Nugroho cukup puas bisa mencetak lebih banyak angka daripada Made. Pertandingan sudah berlangsung setengah jam, dan Nugroho sudah mencetak sepuluh angka. Sementara Made baru delapan. Ia yakin kalau ia bisa mempertahankan kondisi unggulnya, ia pasti akan bisa menang karena mereka sepakat untuk berhenti di angka lima belas.
"Lihat saja!" kata Made sambil berlari dan berusaha mengambil bola dari tangan Nugroho. Berkali-kali ia melakukan gerakan mengecoh, tapi Nugroho tetap saja bisa menghindar. Ia akui kemampuan Nugroho benar-benar bertambah hebat.
"Hap!" Nugroho melempar bola basketnya ke ring, kemudian meloncat girang begitu bola basketnya masuk. Sementara Made mendesah sejenak dan langsung berusaha merebut bola. Made benar-benar tidak mau besok ia harus merelakan paling tidak dua puluh lima ribu untuk memberi makan teman-temannya. Bisa habis mendadak uang jajannya!
***
Jam di dinding sudah menunjukkan pukul 20.30 malam. Tetapi cowo' ini masih betah duduk di balkon kamar asramanya. Dirinya masih betah genjrang genjreng gitar kesayangannya. Membuat melody yang tercipta sangat tidak beraturan. Beberapa saat kemudian, ada seseorang yang mengetuk pintu kamarnya. Dengan gerakan cepat pemuda ini membuka pintu kamarnya.
"Cha, elo kenapa kemari? belum tidur?" Tanya cowo' itu dengan heran.
"Gue sebelum apel malam tadi sempet tidur, terus izin dengan mbak Anna ibu asrama putri A untuk ke kantin, tapi denger elo main gitar jadi gue mampir deh. lagian elo kurang kerjaan banget sih main gitar malem-malem gini. Ganggu aja. mending ada nadanya, sama sekali nggak menimbulkan bunyi yang enak di denger." Cerocos cewe' cantik yang bernama Rosa tersebut masih dengan muka kusutnya karena habis bangun tidur.
"Hehehe. Maaf yah sayang. Gue lagi galau soalnya. Ya udah, elo ke kantin sana ntar kemaleman pulangnya lo!." Ucap Ilham dengan nada datar.
"Galau kenapa?" Tanya Rosa.
"Nggak apa-apa. Udah sana ke kantin. Gue udah mau tidur di kamar nih?" Ucap Ilham seraya menaik turunkan alisnya.
"Omes banget sih jadi orang. Ya gue ke sebelah ya lo tidur sana! Ntar dari kantin gue juga langsung balik lagi ke asrama putri A!" Jawab Rosa kesal.
"Siap sayang." Balas Ilham Becanda.
__ADS_1
"Iya." Ucap Rosa seraya melangkah menuju kantin.